Hari sudah sore dan akan mendekati malam. Pertarungan Pangeran Jian Heeng dan Reyhan pun digelar. Pertarungan mereka berdua di gelar di luar wilayah Kerajaan, tepatnya di tempat terbuka. Yang melihat hanya mentri-mentri Kerajaan Wan, dan Raja Wan.
Tapi tanpa disadari mereka semua ada 4 orang yang diam-diam mengikuti mereka. Putri Mahkota Lin Wei, Putri Jing Mi, Putri kembar An Niu dan Zhu Niu. Mereka semua adalah saudari-saudari Putra Mahkota Rey Hann dan Pangeran Jian Heeng.
Mereka berempat sebenarnya ingin bertemu dengan Reyhan. Mereka rindu dengannya dan meminta maaf atas perlakuan mereka selama ini. Dan juga mereka mendapat permintaan dari Permaisuri Xia, Selir May dan Selir Bao, karena mereka berduajuga merindukan Putra Mahkota Rey Hann.
Tapi saat mereka melihat Reyhan sedang berjalan mengikuti 2 pengawal. Mereka hanya bisa diam-diam mengikutinya. Ternyata Reyhan memasuki ruangan pertemuan, entah apa yang sedang dibicarakan di dalam ruang pertemuan.
Akhirnya mereka memilih menunggunya. Hampir satu jam mereka menunggu, dan akhirnya pintu ruangan pertemuan itu terbuka. Terlihat Raja Wan, Pangeran Jian Heeng dan Reyhan keluar bersamaan. Mereka segera menghampirinya.
Tapi mereka urungkan untuk tidak jadi mendekati Reyhan, karena mereka melihat seisi ruangan itu keluar, bahkan ada 10 pengawal yang juga mengikutinya, dan mereka semua entah pergi kemana. Jadi mereka berempat mengikuti mereka secara diam-diam. Mereka terus mengikutinya, sambil bertanya-tanya kemana mereka akan pergi.
Dan ternyata setelah diikuti, mereka telah berada di luar kawasan luar wilayah Kerajaan. Wilayah terbuka, mereka bingung semua yang dilihat "apa yang mereka lakukan ?" itulah isi pikiran mereka. Akhirnya mereka berempat bersembunyi di balik batu besar sambil mngintip. Dan tanpa disadari mereka semua, ternyata Putra Mahkota KunLi Wong juga diam-diam mengikutinya.
Seperti tujuannya, awalnya Putra Mahkota KunLi Wong ingin menemui Reyhan untuk berteman serta meminta bantuan untuk mendekatkan dirinya kepada Putri Mahkota Lin Wei. Tapi ia urungkan karena ia melihat Reyhan berjalan bersama Raja Wan dan Pangeran Jian Heeng.
Bahkan ia melihat mentri-mentri kerajaan Wan juga mengikutinya. Ada 10 pengawal yang mengelilingi mereka. Putra Mahkota KunLi Wong juga terkejut melihat saudari-saudari Kerajaan Wan juga mengikuti rombongan Raja Wan dan sedang bersembunyi. Lebih terkejutnya lagi ia melihat gadis pujaannya yang akan nantinya menjadi calon istrinya.
Putra Mahkota KunLi Wong memilih bersembunyi terpisah keempat saudari Kerajaan Wan. Putra Mahkota KunLi Wong merasakan firasat yang tidak mengenakan, bukan karena ada Putri Mahkota Lin Wei. Tapi kepada Reyhan, kekuatannya. Ia melihat aura Reyhan yang tak pernah ia lihat.
Ditambah ia melihat aura Pangeran Jian Heeng. Ia menilai Pangeran Jian Heeng orang buruk. Tidak seperti Reyhan aura kebaikan tapi tetap ia harus waspada. Ia meradakan kekuatan tersembunyi di dalam diri Reyhan.
.
.
Hari sudah sore mendekati gelap malam. Putri Mahkota Lin Wei dan ketiga saudarinya semua mengintip. Dan tiba-tiba mereka terkejut Setelah mendengar ucapan salah satu pengawal. Bahkan Putra Mahkota KunLi Wong juga terkejut tak main.
"PERTARUNGAN TERSEMBUNYI YANG DISELENGGARAKAN OLEH RAJA WAN AKAN DIMULAI."
"UNTUK PEMENANG DARI HASIL PERTARUNGAN TERSEMBUNYI INI, AKAN DIANGKAT MENJADI PUTRA MAHKOTA KERAJAAN WAN."
.
.
Putri Mahkota Lin Wei, dan ketiga saudarinya terkejut mendengar ucapan seorang pengawal. Ia tak menyangka bahwa apa yang mereka lihat adalah pertarungan antara kedua saudaranya. Ini sama saja perang saudara.
Mereka mengira sang Raja Wan memprovokasikan Reyhan dan Pangeran Jian Heeng bertarung, agar siapa yang jadi pemenang, akan mengisi posisi Putra Mahkota Kerajaan Wan. Sungguh tak mengira Raja Wan melakukan hal seperti itu.
Putri Mahkota Lin Wei dan ketiga saudarinya khawatir kepada Reyhan. Karena mereka paham betul dengan kemampuan berpedang Pangeran Jian Heeng sangat hebat. Ditambah Pangeran Jian Heeng memiliki sihir elemen Api dan Tanah. Ia pun mamerkan gaya pedangnya dengan mengayunkannya, seakan ia siap bertarung kapanpun.
Sedangkan Reyhan tidak memiliki bakat sihir elemen sama sekali, ia hanya memiliki kemampuan berpedang. Tapi ada yang membuat mereka terkejut saat melihat Reyhan tersenyum mengerikan, lalu melepaskan jubah merahnya yang menutupi tubuhnya.
Sekaligus Reyhan juga mengeluarkan cahaya kekayaannya, saat bersamaan ia melepaskan jubah merahnya. Lalu muncullah sebuah pedang merah dan rantai. Reyhan langsung memegang pedangnya dan memakai rantainya.
Putri Mahkota Lin Wei, Putri Jing Mi, Putri kembar An Niu dan Zhu Niu terpaku melihat penampilan Reyhan.
Tak hanya mereka, semua mentri-mentri, dan pengawal terkejut saat Reyhan melepas jubahnya. Bahkan Raja Wan juga tak kalah terkejut menyaksikan Reyhan melepas jubah merahnya dan hanya bertelanjang dada yang bertato garis-garis merah.
Sedangkan Pangeran Jian Heeng tetap tenang saja dengan pendiriannya sambil tersenyum remeh melihat saudara laki-lakinya seperti itu. Menurutnya penampilan yang berubah belum tentu ada perubahan pada kekuatannya.
Reyhan yang saat ini hanya memakai Zirah keemasan dalam bentuk celana. Reyhan kembali memasang wajah datarnya dan memasang kuda-kuda. Semua yang terkejut melihat perubahan pada diri Reyhan.
Bahkan sang Raja Wan juga ikut terkejut. melihat Reyhan dengan mudahnya memunculkan pedangnya. "Dia punya sihir jenis apa ?". Itulah batin mereka.
Putri Mahkota Lin Wei, Putri kembar An Niu dan Zhu Niu terkejut melihat Reyhan mengeluarkan cahaya. Yang bikin mereka bertiga terkejut lagi memunculkan sebuah pedang yang keluar dari cahaya.
Sedangkan Putri Jing Mi tidak merasa terkejut, ia memasang wajah biasa- biasa saja. Karena sebelumnya ia pernah melihat cahaya milik Reyhan sebelumnya waktu saat pulang dihadang oleh para bandit di jalan.
Mata Putra Mahkota KunLi Wong melotot tajam kearah Reyhan, ia jadi teringat sesuatu, dimana dirinya pernah bermimpi dalam tidurnya. Di dalam mimpinya ia bertemu manusia berzirah emas dan cahaya. Dan cahaya itu seolah seperti portal tempatnya persejataan tiada habis.
Tapi menurutnya, mimpi tetaplah mimpi. Dan kini ia melihat sendiri cahaya yang pernah muncul di dalam mimpinya. Ia hanya punya fisarat akan terjadi suseatu di masa depan. "Bahaya." batinnya.
Pangeran Jian Heeng juga terkejut, tapi ia tetap mempertahankan posisinya. Ia hanya tersenyum remeh ke arah Reyhan. Ia menarik pedangnya dari sarungnya dan menunjuk ke arah Reyhan.
"PERTARUNGAN TERSEMBUNYI ANTARA KEDUA PUTRA RAJA WAN, DIMULAI !!"
.
.
.
Pangeran Jian Heeng dan Reyhan memulai pertarungannya.
.
.
.
.
Mereka berdua terus mengayun pedangnya saat menyerang dan menangkis setia ada serangan yang datang masing-masing dari mereka.
.
.
.
.
Tang. Ting. Tang. Ting.
.
.
.
.
Suara aduan pedang terus terdengar, sudah telewat 10 menit. Mereka berdua masih tetap saling beradu pedangnya.
Semua merasa sesak, tegang, dan terpaku bagi yang melihat atau yang sedang mengintip pertarungan mereka. Terlebih lagi gaya bertarung Reyhan yang bikin mereka sulit mengerti.
Reyhan dan Jian Heeng terus bertarung dengan gaya pertarungan pedang mereka masing-masing. Gerakan Pangeran Jian Heeng tidak kalah cepat dengan Reyhan. Semua orang-orang yang melihatnya terheran-heran melihat gaya berpedang milik Reyhan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😀💪👍👍👍
2023-06-10
0
Hades Riyadi
Pertandingan Penentuan Putera Mahkota Kerajaan antara Pangeran Jian dan Pangeran Reyhan dilangsungkan di batas kerajaan...😀💪👍👍👍
2023-06-10
0
Ketut Landra
kkkkkkkkkklll
2021-08-06
0