Reyhan melangkah menjauh dari Jiang Mi, ia berjalan mendekati ketiga prajurit Kerajaan Wan. Ia menyuruh mereka pergi bersama Jiang Mi dengan kereta kudanya. Ketiga prajurit itu awalnya menolak, tapi dengan paksaan Reyhan, akhirnya mereka bertiga menurutinya.
Jiang Mi melangkah kakinya mendekati Reyhan. Reyhan pun juga merasakan adik tirinya mendekatinya. Jiang Mi memegang kecil jubah merah yang dipakai oleh Reyhan.
"Ada apa ?" tanya Reyhan tanpa menoleh kepalanya sama sekali.
"Selama ini kakak kemana ? Ini sudah lebih dari setahun tapi kenapa tidak pulang ke Kerajaan ?" tanya Jing Mi menatap kakak tirinya yang sudah berubah.
"Apa pedulimu." jawab Reyhan dingin.
Jing Mi mendengar jawaban Rey Hann, ia merasa Rey Hann telah berubah. Ia akui ia pernah tidak peduli dengan keadaan Rey Hann yang selama ini tidak pernah dapat perhatian dari saudara saudarinya dan Raja Wan, sang ayah.
Memang awalnya Jing Mi tidak peduli dengan keadaan Rey Hann, tapi ia akui, ia merasakan sedih waktu mendengar kabar bahwa Rey Hann telah dinyatakan tewas. Rasa penuesalan karena ia hanya mendiami dan melihat Rey Hann yang selalu di marahi oleh Raja Wan karena kesalahanya waktu ia masih kecil.
.
.
"Aku merindukanmu kak." ucap Jing Mi.
Reyhan hanya bisa mengela nafas, ia merasa bosan drama yang ia mainkan saat ini. Ia merasa, ia bukanlah pemilik tubuh ini, pemilik sebenarnya telah tewas eaktu jatuh ke jurang. Dan saat tubuhnya ditempati oleh roh pria dewasa berumur 45 tahun dari masa modern.
Terkadang ia pernah tertawa untuk dirinya saat ini. Dirinya saat ini malah terjebak di dalam tubuh pria remaja berumur 18 tahun, dan memiliki ayah yang sudah mendekati umur 40 tahun. Sedangkan dirinya, yang dari zaman modern, ia adalah pria dewasa yang sudah berumur 45 tahun dan berstatus duda.
Menurutnya sangat konyol, dia tewas saat bertugas diumur 45 tahun, rohnya berpindah ke dimensi dan terjebak di tubuh laki-laki remaja yang masih berumur 18 tahun. Ditambah pemilik tubuhnya memiliki ayah yang beristri 3. Sedangkan dirinya waktu di zaman modern sudah berstatus duda, kurang kamvreett apa coba ?
Kembali ke topik.
"Aku merindukanmu kak." ucap Jing Mi.
Reyhan membalikan tubuhnya, lalu menatap adik tirinya. Mau gimana pun ia harus menyangi adik dari pemilik tubuhnya yang ia masuki.
Reyhan mengelus kepala adik tirinya, ia tersenyum kecil. "Sekarang kamu pulang bersama mereka." kata Reyhan sambil menunjuk ketiga prajurit yang sudah berjaga di dekat kereta kuda.
"Apa kaka tidak ikut pulang bersamaku ?" tanya Jing Mi.
"Aku ada urusan. Jika urusanku selesai, aku pasti pulang dan berkumpul kembali." jawab Reyhan asal.
"Apa kau akan datang di perayaan ulang tahun putri mahkota ?" tanya Jing Mi.
"Entahlah..., Kita lihat saja nanti." jawab Reyhan sambil mencium kening adik tirinya, lalu berjalan menjauh.
Sedangkan Jing Mi terpaku setelah kening di cium, ia merasakan rasa kasing sayang yang sebenarnya dari sorang kakak laki-laki. Berbeda dengan kakak kandungnya, Pangeran Jian Heeng Wan. Meski Jian Heeng kakak kandungnya, ia tak pernah mendapat elusan, bahkan ciuman di keningnya tak pernah ia dapatkan dari kakak kandungnya sendiri.
Putri Jing Mi segera masuk ke dalam kereta kudanya. Setelah masuk sang kusir melajukan kudanya dan menarik keretanya. Disisi Reyhan memilih tidak untuk pulang, ia masih ragu untuk pulang. Ia bingung harus melakukan apa saat sudah ada di kerajaan yang banyak aturan mutlak, itu menurutnya sungguh merepotkan.
Reyhan memilih menunda kepulangannya hari ini. Mungkin ia akan pulang besok di waktu saat perayaan ulang tahun kakak kandungnya, Putri Mahkota Lin Wei Wan. Sedangkan disisi Jing Mi yang ada di dalam kereta kudanya, ia terus terbayang perubahan pada Putra Mahkota Rey Hann Wan. Tak hanya penampilan dan gaya bertarungnya, tapi ia merasakan jiwa pria dewasa ada di dalam diri Rey Hann.
Beberapa lama kemudian, kereta kuda yang di tumpangi Jing Mi, telah memasuki kawasan Kota Kerajaan Wan. Setelah melewati kota, akhirnya ia telah sampai di istana Kerajaan Wan. Ia pun turun dari kereta kudanya, dan pergi kediaman. Ia segera membersihkan dirinya, ia berencana menemui Selir May Lee Ho, yang tak lain ibundanya. Ia ingin memberitahu bahwa Putra Mahkota Rey Hann Wan masih hidup.
.
.
Beberapa selang kemudian, ia sudah menyelesaikan mandinya, ia segera memgeringkan tubuhnya yang basah, ia tak sendiri, tapi ia di bantu oleh pelayan pribadinya. Kini ia telah memekai hanfu warna biru, ia segera keluar dari kediamannya dan pergi menuju kediaman Selir May Lee Ho.
.
.
Saat ini Di dalam kamar Kediaman Selir May Lee, Putri Jing Mi sedang menceritakan waktu ia berkunjung menemui kakeknya di Kerajaan Ho kepada Selir May Lee. Sedangkan para pelayan, mereka keluar dan berjaga di luar kamar kediaman Selir May Lee. Putri Jing Mi sangat ceria saat menceritakan apa yang ia temui di Kerajaan Ho, Selir May Lee pun tersenyum saat mendengar Jing Mi bercerita. Lalu seketika Jing Mi teringat, ia bertemu Rey Hann waktu ia perjalanan pulang saat di hadang bandit.
"Ibu saat aku dalam perjalan pulang, aku bertemu..." kata Jing Mi menggantung.
"Ketemu siapa putriku ?" tanya Selir May.
"Ketemu Kakak Rey Hann."
Seketika selir May terkejut. "Kamu tidak sedang bercanda kan putriku ?"
"Tidak ibu..." jawab Putri Jing Mi, lalu ia menceritakan pertemuannya dengan Putra Mahkota Rey Hann, ia menceritakan semuanya.
"Kita harus memberithukan ini kepada Permaisuri Xia." kata Selir May Lee, ia juga bahagai ternyata Putra Mahkota Rey Hann masih hidup.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus Sehat
2023-10-05
0
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😀💪👍👍👍
2023-06-09
0
Hades Riyadi
Reyhan seharusnya pulang menemui ibunya, janganlah selalu membandingkan kehidupan sebelumnya...itu kamu udah tamat tugasnya di bumi, jazadmu juga udah dimakamkan, jiwamu yang berkelana masuk ke tubuh yang sekarang... itulah eramu saat ini...koq masih bawa² jiwa masa lalu...🤔🙄😩😠😪😭👎👎
2023-06-09
0