Tampak Cao Ren dan Zhang He menungangi kuda berjalan paling depan beriringan sambil mengobrol santai dan tertawa.
Sedangkan di bagian paling belakang yang sedikit agak dibelakang pasukan utama paling ujung tampak Xia Hou Dun menunggangi kudanya mengawal perbekalan dengan muka masam, dan mengomel panjang pendek terlihat tidak puas.
"Aaarrgh sungguh mengesalkan".Xia Hou Dun berteriak."
" kalian cepatlah!!"
"Kita semakin tertinggal sama barisan depan." "Kalian ini kenapa jalannya seperti siput merayap."
"Ini semua gara-gara sikeparat Zhang Liao yang menjebak ku dihutan Neraka Bumi."
"Kalau bukan karena kekalahan itu , Perdana Mentri tidak mungkin menempatkan ku sebagai pengawas perbekalan begini."
"Terpaksa aku membiarkan si Zhang He merebut posisiku."
"Dasar marga Zhang sialan." Omel Xia Hou Dun sambil menjalankan kudanya.
Sementara dibarisan depan, Cao Ren memberi kode berhenti. Lalu berpesan, " kita akan memasuki hutan berhati-hatilah!!"
"Angkat perisai kalian takutnya didalam hutan ada penyergapan."
Setelah memberi pesan, dia dan Zhang He kembali menjalankan kudanya kedepan, dan mulai memasuki hutan bambu hijau diikuti seluruh pasukannya.
Cao Ren dan Zhang He dapat melewati hutan bambu hijau tanpa halangan.
Akhirnya Cao Ren dan Zhang He berhasil keluar dari hutan Bambu Hijau tanpa hambatan perlahan-lahan barisan mereka mulai meninggalkan hutan Bambu Hijau.
Tapi tidak demikian dengan nasib Xia Hou Dun
Baru saja dia mau memasuki hutan dari depan hutan tiba-tiba muncul Zhang Liao dengan 1000 orang pasukan berkudanya menghalangi jalan Xia Hou Dun .
Melihat yang menghadangnya adalah musuh lamanya Xia Hou Dun sangat marah.
"Keparat licik, kamu berani muncul didepanku.?"
"Ayo serahkan nyawamu!"
"Teriak Xia Hou Dun dengan marah dan memacu kudanya mengejar kearah Zhang Liao ."
Zhang Liao maju menyambutnya setelah saling serang puluhan jurus, Zhang Liao mulai terlihat tertekan hanya bisa menangkis tidak bisa menyerang.
Setelah dengan sekuat tenaga Zhang Liao menangkis serangan tombak Xia Hou Dun . hingga terpental kebelakang.
Dia segera memutar kudanya dan berlari mundur kedalam hutan, diikuti seluruh pasukan berkudanya.
"Mau kemana kamu keparat licik, Ayo serahkan nyawamu!!"
Xia Hou Dun kembali berteriak mengejar.
Melihat hal itu pasukan perbekalan pun maju mengikutinya memasuki hutan.
Zhang Liao terus melarikan kudanya kearah tebing buntu. sedangkan pasukannya seperti menghambur sembrawut kesegala arah setelah memasuki hutan.
Melihat ini Xia Hou Dun segera tertawa, HA.. HA..HA..HA..HAHAH.. "Hari ini karma mu tiba."
" keparat, aku akan menjadikan hari ini ditahun depan sebagai hari peringatan kematian mu." teriak Xia Hou Dun dengan gembira.
Akhirnya Zhang Liao tiba ditebing buntu dia melompat dari kudanya berlari meninggalkan kudanya.
Melihat itu Xia Hou Dun semakin tertawa lebar, "Vahkan Thian pun membantuku ."
"Aku mau lihat kemana kamu bisa lari." "Sekarang kamu mirip tikus kejepit keparattt.."
Xia Hou Dun tertawa sambil memacu kudanya mendekati tebing buntu yang diapit 2 batu alam besar.
Tapi ketika sampai diujung tebing dia hanya melihat kuda Zhang Liao yang ditinggalkan .
Disana tidak ada bayangan Zhang Liao sekalipun.
Dia memajukan kudanya memeriksa pojok kanan disana jalan buntu, dia kembali memeriksa pojok kiri ternyata disana ada jalan kecil, "ini..." Xia Hou Dun diam berpikir Zhang Liao sangat licik jangan-jangan nanti dia dijebak dijalan sempit ini.
Tapi dia segera membuang pikiran itu, tidak memasuki gua harimau gimana mau menangkap anak harimau pikirnya.
Dia segera menyusuri jalan sempit bersama kudanya mengejar masuk kedalam celah.
beberapa saat setelah Xia Hou Dun memasuki celah sempit pasukan perbekalannya pun sampai ketebing buntu.
Melihat cuma ada jalan sempit pasukan perbekalan memilih beristirahat disana saja. Sambil menunggu kedatangan Jendral mereka yang sedang mengejar musuhnya.
Xia Hou Dun mengejar kedalam celah setelah beberapa saat dia melihat bayangan punggung Zhang Liao dia semakin semangat mengejarnya.
"Ayo menyerahlah keparat jangan lari lagi", "percuma!!"HA.. HA..HAHAHA. Xia Hou Dun kembali memberi peringatan sambil tertataw-tawa.
Akhirnya Xia Hou Dun keluar dari celah sempit tapi yang dijumpainya bukan Zhang Liao .
Didepannya terlihat seorang pria bertubuh tinggi besar dan tampan lengkap dengan pakaian baju perangnya dan tombak Feng Thian Hua Ci serta sebuah mahkota berhiaskan bulu merak yang menjadi ciri khasnya.
Dia berdiri tegak dengan kedua kaki sedikit terbuka sambil memegang tombak Feng Thian Hua Ci yang ujungnya ditancapkan ketanah, bagian depan dengan mata tombak runcing dengan hiasan belati bulan sabit menghadap keatas langit.
Dia menatap Xia Hou Dun dengan tajam dan mulutnya sedikit tersenyum mengejek.
Xia Hou Dun jelas mengenal orang ini, dia sedikit menelan ludah.
Dia terlihat sedikit ragu, kalau harus melawan orang ini sendirian.
Tapi sekarang sudah gakda jalan mundur pikirnya, kalau bisa menangkap orang ini selain akan membuat namanya semakin terkenal , dia juga bisa dianggap berjasa besar dalam invasi ke XIA PI.
Memikirkan hal ini diapun menggenggam erat tombaknya sambil memacu kudanya dengan kencang kearah Lu Bu .
Setelah jarak mereka tinggal 3 meter diapun mengangkat tombaknya dan menusukkan dengan kuat kearah leher Lu Bu, sampai terdengar bunyi berdesir Tombak membelah udara SIINNGGG..
Lu Bu dengan santainya menghindar kesamping dari tubrukan kuda dan tusukan tombak dengan lutut sebelah kiri sedikit ditekuk kebawah , kemudian menyapu dengan kuat Hua Ci nya kearah kaki kuda begitu kuatnya sapuan tersebut sampai terdengar bunyi WUSSS ... WUUUNNGGG...
DUUUKKK,
Kuda yang kakinya tersapu patah kehilangan keseimbangan dan terjungkal kedepan sambil meringkik HIIIIKKKKKKKK...
Xia Hou Dun yang duduk diatasnya melompat dan melayang kedepan dengan indah dan mendarat dengan kedua kakinya diatas tanah
Lalu membalik badannya menghadap ke Lu Bu sambil mengarahkan tombaknya kearah Lu Bu dengan lutut kanan sedikit ditekuk kebawah kaki kiri menjulur lurus kedepan agak merendah kebawah.
Sebaliknya Lu Bu berlari sambil menenteng Hua Ci yang bagian mata tombak tajamnya menghadap ketanah dan sedikit menyentuh tanah sehingga ketika membentur batu ditanah menimbulkan percikan kembang api .
Setelah jaraknya dengan Xia Hou Dun tinggal 3 meter Lu Bu melompat keatas sambil memutar Hua Ci dia menghantamkan Hua Ci nya kekepala Xia Hou Dun .
Xia Hou Dun tentu tidak membiarkan kepalanya dihantam Hua Ci.
Dia segera mengangkat tombaknya untuk menangkis dan menerima hantaman Hua Ci. Terdengar benturan yang memekakkan telinga TRAAAANNGGG dan mengeluarkan percikan api.
Tangan Xia Hou Dun bergetar hebat tombaknya hampir terlepas dari pegangannya.
Lutut sebelah kanan Xia Hou Dun menghantam keatas tanah.
Tidak kuat menahan tenaga hantaman yang begitu besar dari Hua Ci .
Selain merasakan lututnya begitu sakit dia juga merasa telapak tangannya sangat perih. ketika dia melirik ketelapak tangannya ternyata telah lecet berdarah.
Sebelum Xia Hou Dun memperbaiki posisinya.
Lu Bu sudah mencongkel tombak Xia Hou Dun dengan ujung Hua Ci berbentuk kepala naga TRANGGGG, kembali terdengar benturan kali ini tombak Xia Hou Dun pun terlepas dari pegangannya dan melayang keatas lalu jatuh menancap diatas tanah yang jaraknya cukup jauh darinya.
Sementara itu setelah mencongkel tombak Xia Hou dun Lu Bu menyambungnya dengan gerakan menusuk kedepan.
Hua Ci menempel dileher Xia Hou Dun tapi tidak sampai menembus lehernya karena Lu Bu sengaja menahannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 399 Episodes
Comments
pathir
ayooo
2023-04-05
0
Sudar Manto
ciat
2022-09-12
2
Harman LokeST
aaajhh
2022-03-20
2