Wang Yi juga tidak bodoh, dia tetap membaca surat perjanjian itu sebelum menandatanganinya.
"Cu Kung disini disebutkan saya tidak boleh mengambil keuntungan dari transaksi perdagangan ini?"
"Lalu apa yang saya dapatkan sebagai imbalan atas tenaga dan waktu yang saya berikan?" tanya Wang Yi sedikit takut-takut dengan kepala tertunduk sambil melirik kearah Lu Bu dan Cheng Gong.
"Bahkan ada hukuman penggal kepala segala bila melanggar perjanjian, ini benar-benar ingin menyiksa orang kecil seperti saya." Ujar Wang Yi menambahkannya , ketika dia melihat tidak ada respon marah dari Lu Bu atas pertanyaannya tadi.
Lu Bu sebenarnya agak sedikit tidak enak sama Wang Yi, karena bagaimanapun jelekknya sifat Wang Yi dia masih kerabat istrinya,. Dia khawatir kalau terlalu memaksa berlebihan Wang Yi nanti pergi mencari istrinya.
Sekarang kondisi istrinya sudah cukup menyedihkan karena terpisah dari putra kesayangannya, bila ditambah dengan masalah ini dia takut istrinya semakin terbebani pikirannya dan menjadi lebih sedih.
Mengingat hal itu, Dia segera bertanya.
"Guru Cheng bisakah kita memberikan sedikit kompensasi atas jasa Wang Yi setelah dia berhasil menjalankan tugasnya dengan baik?"
Lu Bu bertanya sambil melihat kearah gurunya dengan tatapan penuh harap.
Dia berada diposisi serba salah.
Cheng Gong tersenyum dan mengangguk, "Boleh tapi imbalan harus melihat hasil dari pekerjaannya , bila bagus hasil pekerjaannya maksimal mendapatkan 500 tael emas ."
"Bila jelek akan dipotong imbalannya."
"Ii..i..ni ti.. tidak adil, " Wang Yi berkata dengan tidak senang dan terlihat seperti sangat keberatan dengan usulan Cheng Gong.
Melihat ini sebelum menimbulkan lebih banyak perdebatan dan kerepotan, Lu Bu pun langsung menengahi.
"Sudah cukup, kalau kamu masih banyak bicara lagi, aku akan meminta guru Cheng menginvestigasi asal usul kekayaanmu."
"Kamu selama ini sudah cukup banyak mendapatkan keuntungan di XIA PI."
Sekarang XIA PI sedang dalam bahaya, sudah seharusnya kamu menunjukkan sedikit kontribusimu untuk membantu mengatasi masalah di XIA PI."
Lu Bu terlihat mulai marah aura Jendral Dewa Perangnya mulai menyebar tak terkendali.
Hal ini langsung membuat Wang Yi gemetar dan terjatuh berlutut .
Kedua lututnya barusan bergetar hebat kemudian seperti kehilangan tenaga untuk menopang tubuhnya.
wajah Wang Yi terlihat pucat dia segera merangkak kearah meja mengambil alat tulis dan segera menandatangani perjanjian.
Setelah menandatangani surat itu dia baru merasa sedikit lega, aura kuat yang mengintimidasinya pun sedikit-sedikit mulai berkurang.
Yang merasakan tekanan aura itu bukan cuma Wang Yi .
Cheng Gong juga merasa gemetar meski aura tersebut tidak ditujukan padanya.
Dia merasa seperti ada sesuatu, yang tak terlihat yang menekannya dengan kuat sehingga sulit bernapas.
Bahkan Zhang Liao pun dapat merasakan tekanan tersebut karena dia berdiri tidak jauh dari Wang Yi .
Zhang Liao merasa bahunya seperti ditekan oleh kekuatan puluhan kilo beban yang tak terlihat, untungnya dia memiliki tubuh dan kekuatan yang terlatih sehingga bisa menahannya.
"Zhang Liao kamu bertugas sebagai pendamping dan pengawas Wang Yi dalam menjalankan tugasnya!" Lu Bu memberi perintah pada Zhang Liao .
"Untuk penjelasan tugas yang akan kalian lakukan Guru Cheng akan menjelaskannya pada kalian."
"Guru Cheng silahkan lanjutkan, aku permisi dulu ."
"Urusan selanjutnya kuserahkan pada Guru Cheng , kalau sudah ada hasil baru beritahukan padaku, " ucap Lu Bu sambil berjalan meninggalkan ruang kerjanya.
Cheng Gong pun memberikan penjelasan kepada Wang Yi dan Zhang Liao .
Pada intinya Cheng Gong ingin Wang Yi , membeli semua bahan pangan berkualitas tinggi dari masyarakat langsung maupun dari pedagang .
Dengan harga 1 kali lipat lebih tinggi dari harga pasar.
Dan membeli harga lebih rendah 3 kali lipat dari harga pasar untuk bahan pangan berkualitas sedang dan jelek.
Berapa banyak pun bahan pangan yang mau dijual pedagang maupun masyarakat kepada kita?, kita akan membelinya sesuai aturan yang berlaku.
Usai mendengar penjelasan Cheng Gong, Wang Yi dan Zhang Liao segera pergi menjalankan tugasnya.
Sementara Gao Shun mengumpulkan bawahannya Hou Ceng , Wei Xu, Song Xian.
Berpesan pada mereka masing-masing untuk mengumpulkan 100 orang prajurit terbaik.
Kemudian mereka semua akan berkumpul diluar gerbang Kota bagian Utara malam ini.
Semuanya harus membawa pakaian ganti berwarna hitam lengkap dengan penutup muka dan kepala.
Keberangkatan mereka harus diatur tidak berbarengan bergerombol dan tidak boleh sampai ketahuan atau menimbulkan kecurgaani masyarakat, harus dibuat senatural mungkin.
Setelah memberi pesan kepada tiga bawahan kepercayaannya, Gao Shun pun beristirahat dibarak militernya menunggu malam tiba.
Malam itu diluar gerbang kota bagian Utara tampak Gao Shun dan ketiga bawahannya sedang menunggu berkumpulnya 300 prajurit pilihan yang dikumpulkan oleh mereka.
Setelah semuanya lengkap Gao Shun mengajak mereka menuju kearah Utara.
Sambil melakukan perjalanan Gao Shun menjelaskan, tujuan mereka adalah menuju perbatasan XIAO PEI tepatnya hutan Bambu Kuning.
Mereka akan berkemah ditengah hutan tersebut membuat markas darurat , kemudian tugas mereka adalah akan merampok setiap pedagang bahan pangan yang akan melewati hutan itu menuju XIAO PEI dan PU YANG.
Cukup dirampas barangnya, lepaskan pedagangnya. Kalian boleh memukuli pedagang tersebut tapi jangan sampai mati pesan Gao Shun.
Gao Shun juga berpesan hasil rampasan secara diam-diam kirim kembali ke XIA PI kegudang penyimpanan ransum militer, secara berkala.
Semua perampok wajib mengenakan penutup muka dan kepala disaat menjalankan tugas merampok.
Sementara Wang Yi dan Gao Shun menjalankan tugas masing-masing secara terpisah.
Dikediaman istana Gubernur tampak normal-normal saja seperti tidak ada terjadi apa-apa.
Sebaliknya diIbukota XIA PI mulai terjadi kehebohan banyak pedagang dan petani yang memiliki bahan pangan berkualitas sedang dan rendah mengutuk peraturan yang dijalankan pemerintah melalui Wang Yi .
Mereka akhirnya kompak memutuskan akan menjual bahan pangan mereka secara diam-diam ke XIAO PEI atau ke PU YANG.
Sementara yang memiliki bahan pangan berkualitas tinggi dengan senang hati menyambut keputusan pemerintah tersebut.
Seminggu kemudian di Ibukota XIA PI kembali terjadi kehebohan. Beberapa pedagang yang mencoba menjual bahan pangan ke XIAO PEI dan PU YANG pulang ke XIA PI dengan kondisi babak belur dan menyedihkan.
Semua barang dagangan mereka ludes dirampok dijalan.
Gosip ini segera menyebar di ibukota XIA PI ada yang percaya, tapi ada juga pedagang yang mengatakan bahwa mungkin itu cuma kebetulan lagi sial saja.
Mereka yang tidak percaya memutuskan akan menunggu beberapa hari kemudian, setelah itu mereka akan coba berangkat sebagai gelombang ke dua.
Tepat seminggu setelah kepergian gelombang kedua, mereka kembali pulang ke XIA PI dalam kondisi yang sama dengan gelombang keberangkatan pertama.
Sekali ini mereka benar-benar kapok dan memutuskan tidak akan pernah mau melakukan perjalanan bisnis ke XIAO PEI dan PU YANG lagi.
Mereka mengatakan lebih baik jual murah setidaknya masih terima uang, daripada kena rampok dijalan, sudah modal habis, babak belur, lebih sial lagi kalau sampai kehilangan nyawa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 399 Episodes
Comments
Rizal Zanuar Jr.
kok bukan fokus ke mc nya yak,
2023-01-30
0
Sudar Manto
berhasil hore
2022-09-12
2
sahar ludin
lanjut
2022-08-23
2