Dengan langkahnya yang lebar hanya dalam beberapa langkah Lu Bu sudah berhasil mengejar istrinya .
Dia langsung meraih tubuh istrinya dari belakang, dan menggendong istrinya seperti menggendong bayi.
Istrinya terkejut dan berteriak "Aaihh", karena gak nyangka Lu Bu akan berbuat begitu ditempat terbuka , dia sedikit malu.
Langsung menyembunyikan wajahnya didada suaminya yang bidang, sebenarnya dia merasa sangat nyaman dan hangat berada dalam pelukan suaminya yang lembut.
Supaya lebih nyaman dan aman dia segera melingkarkan tangannya dibelakang leher suaminya , sedang tangannya yang lain meraih baju didada suaminya.
Wajahnya yang merah merona karena malu ditatap oleh para pelayan dan pengawal yang sedikit terkesima melihat adegan ini.
Semakin menambah kecantikannya.
Dia dapat mendengar dergup jantung suaminya yang berdetak kencang ketika dia menempelkan wajahnya didada suaminya.
Lu Bu yang sedang mengendong istrinya sambil berjalan sekilas dia menatap kearah wajah istrinya dia langsung terpesona dan reflek menundukkan kepalanya mencium dahi istrinya.
Mendapat ciuman lembut seperti itu wajahnya malah semakin merah seperti kepiting rebus dan tubuhnya sedikit menggigil. Dia tidak berani menatap kearah suaminya wajahnya semakin menunduk malu.
Untuk menutupi rasa malu nya dia menepuk-nepuk dada suaminya, sambil berkata
"Dasar tak tahu malu" sambil sedikit mengerucutkan bibirnya yang indah.
Lu Bu hanya menyambutnya dengan tertawa HA..HA..HA..HA..HA..
dan melanjutkan langkahnya kearah kamar.
Sesampai didepan kamar Lu Bu mendorong daun pintu dengan bahunya, lalu melangkah memasuki kamar sambil tetap menggendong istrinya. Setelah masuk kekamar dia menutup pintu dengan kakinya. Lalu melangkah kearah kasur sambil tetap menggendong istrinya.
Sesampai didepan kasur dia baru perlahan-lahan menurunkan istrinya kekasur dengan lembut.
Baru dia berjalan kearah sudut kamar untuk membuka seragam militernya.
Ketika dia sedang melepas seragam militer, istrinya. segera berjalan kearahnya kemudian membantunya melepas seragam militer dan menggantungkan seragam militernya.
Lalu mengandeng tangan suaminya untuk duduk bersama dipinggir kasur.
Lalu membantu melepaskan sepatu dan kaos kaki suaminya , kemudian melepaskan baju pelapis bagian luarnya sendiri dan sepatunya baru menyusul suaminya naik keatas kasur dan menutup gorden kiri dan kanan.
Tak lama kemudian dari balik gorden terdengar suara rintihan dan suara nafas yang terengah-engah, setelah beberapa saat kemudian terdengar suara desahan halus "Aaahhh"
Suasana pun kembali menjadi hening.
Dibalik tirai terlihat Lu Bu sedang berbaring dengan dada telanjang tanpa baju hanya mengenakan celana tidur .
disebelah kiri dadanya terlihat Diao Chan sedang berbaring sambil memejamkan mata disudut bibir terlihat tersungging senyum bahagia.
Tubuh Diao Chan ditutupi selimut tipis, didahi dan lehernya terlihat sedikit berkeringat.
Jarinya yang halus lentik terlihat sedang mengelus perut suaminya yang rata dan berotot ( Six Pack).
"Sayang, dengar-dengar CAO CAO sedang merencanakan menginvasi kita ya? Diao Chan bertanya sambil membuka sedikit matanya.
".Kamu tahu dari mana?"
"Aku mendengarnya dari kakek Tan."
'Kakek Tan ini tua-tua masih suka nyebar gosip."
"Kakek Tan tidak nyebar gosip sayang, dia bisa cerita padaku karena?...."
"Aku bertanya pada dia kamu pergi kemana setelah habis berlatih pagi,?" gak seperti biasanya."
"Jangan-jangan udah ada istri simpanan baru, sehingga melupakan istri lamanya yang udah tua dan peot yang sedang menunggunya sarapan bersama." Cetus Diao Chan .
"Untuk menghindari salah paham dariku, baru kakek Tan bercerita kamu sedang ada diruang kerja sedang ada rapat penting dengan Guru Cheng Jendral Gao dan Jendral Zhang.
Akupun bertanya pada kakek Tan apa yang sedang kalian bahas, dia pun menjelaskan semuanya padaku .
"Gitu ceritanya." Ujar Diao chan. menutup ceritanya.
Hahh kamu ini, kenapa sampai bisa berpikir sejauh itu?"
"Dari sebelum mengenalmu sampai kita menikah dan Lu Sun pun sudah berumur hampir 6 tahun.
"Pernahkan kamu melihat atau mendengar gosip aku pernah dekat dengan wanita lain selain kamu?"
"Ya tidak pernah sihh, cuma kan yang namanya laki-laki sapa yang tahu kalau tiba-tiba berubah."
"Ditambah lagi dulu kan ada Lu Sun, sekarang Lu Sun ku hilang tanpa kabar berita jelas.
Siapa tahu bapaknya mau membuat Lu San Lu Sin atau Lu Sen dengan wanita lain yang lebih muda cantik dan masih gadis perawan lagi." ujar Diao Chan dengan sedikit sewot.
"Tidak seperti aku seorang wanita cacat yang pernah dino..... Sebelum kata-kata itu selesai bibirnya yang mungil udah ditutupi dengan jari telunjuk dan jari tengahnya Lu Bu sehingga tidak bisa melanjutkan kata-kata berikutnya. Lu Bu tidak hanya menutup bibirnya tapi juga menggunakan jari jempol dari tangan lainnya menghapus air mata yang hampir menitik dikedua mata indahnya.
Diao Chan terlihat sangat sedih ketika mengingat dirinya tidak bisa menjaga dan memberikan kesuciannya pada lelaki yang sangat dia cintai dan sekarang telah menjadi suaminya ini.
Ada perasaan minder bersalah dan menyesal. Yang selalu menghantui dirinya dan sangat menyesakkan hatinya seakan-akan hatinya mau meledak, setiap kali teringat hal ini.
Apalagi sekarang dia juga teringat putranya yang hilang dan tidak diketahui bagaimana nasibnya sekarang hatinya menjadi semakin sedih.
Melihat istrinya yang tiba-tiba menjadi sedih dan wajahnya sedikit mewek menahan tangis.
Hati Lu Bu kembali merasa seperti diremas-remas tanpa dapat dia tahan meski dia sudah mendongakkan kepalanya keatas tetap saja dua titik air bening menitik turun mengalir dikedua sisi pipinya.
Lu Bu mempererat rangkulan pada istrinya kemudian berkata,
"Aku lu Bu bersumpah langit dan bumi sebagai saksinya, selama hidupku aku hanya akan mempunyai seorang wanita dalam hidupku."
" Yang akan kucintai selamanya, dan wanita itu adalah Diao Chan istriku yang pertama dan terakhir dalam hidupku ini."
"Apabila dikemudian hari aku melanggar sumpah ini aku akan mati disambar petir tanpa jasad utuh."
Tiba-tiba terdengar bunyi geledek "DUUAARR",
padahal langit sedang cerah tidak terlihat tanda-tanda mau hujan.
Diao Chan terlihat panik pucat ketakutandan langsung duduk menegakkan badan tanpa menyadari selimut yang menutupi tubuhnya melorot kebawah, memperlihatkan sepasang bukit indah bulat seputih gumpalan salju.
"Kenapa kamu bersumpah seperti itu?"
"kamu adalah salah satu macan penguasa, yang suatu hari mungkin menjadi kaisar dinegeri ini."
"Mana ada Kaisar yang seumur hidupnya cuma punya 1 istri."
"Atau bagaimana bila saya meninggal lebih dulu bagaimana kamu melanjutkan hidupmu yang kesepian."
"Atau bagaimana bila Lu Sun tidak pernah kembali kekita sedangkan aku tidak bisa lagi memberimu keturunan bukankah aku akan menjadi wanita serakah pendosa yang memutuskan keturunan keluargamu."
"Atau..." lagi-lagi Lu Bu menutup bibir istrinya.
dengan dua jarinya.
"Kamu ini terlalu banyak atau semua yang kamu pikir itu tidak akan pernah terjadi." "Jangan berpikir terlalu banyak itu cuma merusak kesehatanmu dan membuatku sedih. Paham!"
"Pertama aku tidak pernah pengen jadi kaisar."
"kalau aku kelak beruntung dan bisa mendapatkan posisi itu, aku akan berikan pada Guru Cheng kalaupun Guru Cheng tidak ada, aku akan serahkan pada Zhang Liao ."
"Kemudian aku akan membawamu berkeliling dunia mendatangi setiap tempat."
"Sampai kamu bosan baru aku akan mencari tempat terpencil dengan udara yang bagus untuk kita lewati berdua sampai ajal datang menjemput kita."
"Sedangkan hal kedua itu tidak mungkin terjadi aku sangat percaya sama ramalan Guru Lu Sun pasti sekarang baik-baik saja disuatu tempat."
"Untuk hal ketiga, Aku sangat yakin pada kemampuanku untuk menciptakan selusin adik buat Lu Sun bersamamu sayang." Ucap Lu Bu sambil tersenyum dan menatap kearah kedua bukit kembar istrinya yang sedang tidak tertutup."
" Kalau kamu setiap hari menggodaku seperti ini aku yakin ketika Lu Sun pulang dia akan mendapatkan 2 lusin adik". ujar Lu Bu sambil tertawa nakal dan langsung menciumi istrinya.
"Diao Chan terkejut Aaahhh apa yang kamu lakukan sayang Aaaaah geli... jangan sayang Aaaahhh..." sambil berusaha mendorong dan menutupi dengan kedua tangannya, tetapi kedua tangannya malah ditahan diatas kepala oleh salah satu tangan suaminya.
Sehingga Suaminya bebas menciuminya
Sayang jangan begini aku tidak mau menjadi **** betina dan melahirkan selusin anak...ujar Diao Chan panik
"Cukup sayang.. hentikan.. jangan sakit.. hi hii hhii.. geli sayang.. ampun" ujar Diao Chan lirih.
Dibalik ranjang yang tertutup kembali terdengar rintihan dan bunyi ranjang yang berderak-derak diiringi suara nafas yang memburu.
Tanpa dirasa oleh kedua insan yang ada didalam langit diluar mulai gelap.
Matahari hampir terbenam diufuk barat
Angin sore bertiup sepoi-sepoi menggoyangkan daun-daun bambu Menimbulkan bunyi yang seperti irama alam yang indah disekitar halaman didepan kamar Lu Bu.
FOTO LU BU
FOTO. DIAO CHAN
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 399 Episodes
Comments
Rizal Zanuar Jr.
aiihhhh,sampe sini mc masih ditenggelamkan dal jurang.tanpa kabar dri author
2023-01-30
0
Sudar Manto
crrooottt genjot
2022-09-12
2
Dian Dian
authorx msih bingung cp yg cocok jadi pemeran mcx,,,sampe ksni blum tau cp mcx,,
2022-06-22
2