Tiga hari berlalu dengan cepat , kini kondisi tubuh Diao Chan telah pulih hanya saja dia masih terlihat sedikit murung.
Hari ini Lu Bu sudah terlihat ada diruang kerja nya sedang membaca laporan yang dilaporkan bawahannya.
Cheng Gong juga terlihat berada disampingnya
"Guru beberapa hari ini apakah ada laporan spesial yang masuk."
" laporan yang masuk sih cukup banyak kalau yang benar-benar perlu mendapat perhatian khusus, saya rasa adalah Laporan pergerakan Cao Cao ."
"Apa yang sedang dia lakukan beberapa hari ini?" Lu Bu bertanya sambil melihat laporan yang ada dihadapannya."
"Dari laporan mata-mata kita, dalam beberapa hari ini di PU YANG dan XIAO PEI , Cao-Cao terus menumpuk bahan makanan"
"Bahkan dia berani membeli bahan makanan dengan harga tinggi.
Sehingga Cukup banyak pedagang bahan pangan dari sini yang pindah kesana."
"kita harus menghukum para pedagang nakal ini." Kalau tidak segera kita bertindak tegas kita bisa kekurangan bahan pangan."
"Jangan, kamu tidak boleh bertindak seperti itu, kalau kamu bertindak seperti itu malah akan membuat para pedagang di XIA PI tidak nyaman." Hal ini malah akan mempercepat keputusan mereka meninggalkan XIA PI."
"Hal inilah yang justru Cao Cao harapkan, kita tidak boleh masuk dalam perangkap yang dia pasang untuk kita." Cheng Gong menjelaskan sambil menatap kearah Lu Bu.
"Ini sungguh menyebalkan begini salah begitu salah, jadi kita harus gimana Guru ?" Lu Bu terlihat sedikit kesal dan membanting laporan yang dipegangnya kemeja. "BRAAKK"
" Tenang aku punya ide," terlihat Cheng Gong berbisik ditelinga Lu Bu ekspresi Lu Bu pun langsung berseri-seri.
"Ini ide yang sangat bagus, Guru."
"Pengawalll...,"
Terlihat seorang pengawal segera masuk kedalam ruangan, kemudian langsung berlutut.
"Siiap", ada perintah apa Cu Kung?...
"Kamu pergi panggil Gao Shun kemari!.."
"Siap, laksanakan," pengawal tersebut memberi hormat dan meninggalkan ruangan dengan tergesa-gesa.
Tak lama kemudian Gao Shun datang menghadap, Wajah masih tampak murung brewok dimana-mana seperti kurang terurus.
Melihat hal tersebut Lu Bu pun Menegurnya,
"Kemana Jendral Gao Shun ku yang gagah berani dan penuh semangat , kenapa sekarang jadi begini?..."
Sebelun Gao sun menjawab, Lu Bu pun menambahkan, "yang lalu biarlah berlalu jangan terlalu dipikirkan!."
"Masih banyak tantangan yang harus kita hadapi sekarang bersemangat lah!"
"Lagian Guru Cheng kan sudah mengatakan Sun er dalam keadaan baik-baik saja, sudah lupakanlah hal itu hadapi tantangan baru sekarang!"...
"Baiklah, Cu Kung ," jawab Gao Shun dengan senyum kecut.
"Kamu sebelum bergabung dengan ku apa pekerjaan mu?" Lu Bu terlihat santai duduk bersandar dikursinya sambil menatap Gao Shun dan bertanya padanya .
Gao Shun terlihat bingung, dan berpikir sejenak apa maksud pertanyaan Lu Bu ini.
Sambil menggaruk kupingnya yang tidak gatal . Gao Shun malah balik bertanya.
"Bukannya Cu Kung sudah mengetahuinya?"
"Apa Cu Kung telah lupa?"
"aku dan kakak Zhang dulu mencoba merampok kereta iring-iringan Cu Kung di perbatasan PU YANG , ternyata gagal malah kami berdua yang tertangkap."
"Sejak itu kami berdua pun berhenti dari pekerjaan lama kami dan bergabung dengan pasukan Cu Kung."
"Ha Ha Ha Ha Ha" tentu aku tidak akan pernah lupa."
"Kalau tidak ada kejadian itu, kemana aku harus pergi mencari 2 Jendral perkasa dan setia seperti kalian." Lu Bu sambil tertawa sambil berkata kepada Gao Shun.
Kemudian Lu Bu berdiri dan berjalan menghampiri Gao Shun .
" Ada tugas penting yang akan kuberikan padamu ini berkaitan erat dengan pekerjaanmu dulu,"
Lu Bu mengatakannya sambil tersenyum.
Kemudian dia mulai membisik-bisikan sesuatu ketelinga Gao Shun.
Gao Shun tampak terkejut mendengarnya, lalu kemudian perlahan-lahan dia mulai tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Baik hamba akan bersiap-siap dan segera melaksanakannya."
Cheng Gong kemudian menambahkan " kamu harus melakukannya dengan rapi dan rahasia jangan sampai ada kesalahan."
"Siap penasehat Cheng anda jangan khawatir."
Gao Sun pun mengendurkan diri sambil memberi hormat kearah Lu Bu dan Cheng Gong.
Untuk melakukan persiapan menjalankan misi yang ditugaskan padanya.
"Untuk tugas melakukan transaksi permintaan dan penawaran bahan pangan dengan para pedagang sebaiknya siapa yang kita utus Guru Cheng."
Cheng Gong nampak sedang berpikir tidak lama kemudian dia berkata, "Bagaimana kalau tugas ini diserahkan pada istrimu Diao Chan ?"
"Ahh jangan-jangan, aku tak rela dia dikotori dengan tatapan mata rakus para bandot-bandot tua itu."
"Ini benar-benar tidak boleh terjadi membayangkannya saja saya sudah emosi, apalagi kalau sampai benar-benar terjadi."
"Bisa-bisa saya bantai semua bandot-bandot tua itu."
"Tidak-tidak! , jangan-jangan!, Guru Cheng lebih baik pilih orang lain saja.
Lu Bu terlihat panik mendengar ide ini, dia langsung menggoyang-goyangkan kedua tangannya menolak ide ini dengan panik.
"Bu er kamu harus mempertimbangkannya lagi dengarkan alasanku."
"pertama...
"Ti..tidak usah dijelaskan lagi!"
potong Lu Bu panik, apapun alasannya pokoknya saya tidak setuju dan tidak rela titik!."
Jawab Lu Bu setengah berteriak dan terlihat sangat emosi."
Cheng Gong sangat hapal sifat orang ini, kalau sudah begini sebaiknya jangan banyak bicara lagi, lebih baik cari solusi lain
Karena sebagus apapun alasannya tidak bakal diterima, dan ada kiasan mengatakan bila seekor harimau terlalu kepepet dia akan memilih menyerangmu.
Sambil menghela napas Cheng Gong berkata "Baiklah kalau begitu pilihan kedua jatuh pada kakak sepupu angkat istrimu Wang Yi, tapi harus merepotkan Zhang Liao mengawasinya."
"Kamu harus menyuruh dia menandatangani surat perjanjian anti korupsi dengan hukuman pelanggaran janji potong kepala."
Cheng Gong sangat memahami orang ini sangat mata duitan dan sayang nyawa, jadi harus dilakukan pencegahan ini. agar kemudian hari tidak repot.
"Kalau itu saya tidak berpendapat saya akan ikuti apa pesan Guru, dan segera memanggil mereka berdua dan Guru boleh langsung menyiapkan suratnya sekarang .
"Begitu dia datang saya yang akan memaksanya menandatangani surat perjanjian yang Guru buat." Jawab Lu Bu tegas dan cepat. Dia takut Gurunya berubah pikiran dan mendatangi Diao Chan langsung, ini akan lebih merepotkan.
"Pengawalll.....
Terlihat seorang pengawal tergesa-gesa masuk dan berlutut.
"Siap terima perintah! Cu Kung."
"Kamu segera panggil Zhang Liao dan Wang Yi kemari."
"Siap laksanakan !, "
Beberapa saat kemudian terlihat Zhang Liao datang dan dibelakangnya menyusul Wang Yi .
"Guru suratnya mana? ..
"Ini suratnya, " Jawab Cheng Gong memberikan selembar surat perjanjian yang telah dia buat.
Tanpa banyak cakap , Lu Bu segera melambai ke Wang Yi dengan tidak sabar,
"Sini kamu, segera tanda tangani surat ini setelah itu ikuti saja petunjuk dan penjelasan dari Guru tanpa membantah atau aku akan menghajarmu disini." Ujar Lu Bu sengaja menakut-nakuti Wang Yi agar masalah ini cepat selesai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 399 Episodes
Comments
Doni Chandra
p
2023-08-09
0
Sudar Manto
ah takut
2022-09-12
2
sahar ludin
lanjut
2022-08-23
2