"Kondisinya kurang baik, Dia sudah 3 kali siuman dari pingsannya, tetapi setiap kali siuman dia akan menjerit-jerit menangis memanggil-manggil Lu Sun kemudian pingsan lagi."
"Aku benar-benar tidak kuat dan tidak tega melihat kondisinya yang seperti itu."
"Aku benar-benar kehilangan akal dan tak tahu apa yang harus kulakukan agar dapat meringankan kesedihan istriku itu."
"Melihat kondisinya seperti itu, hatiku terasa seperti diremas-remas perasaan ini sunguh-sungguh sangat menyakitkan."
"Aku... aku ahhhh". Lu Bu terlihat menutupi kedua mukanya dengan telapak tangannya.
Bahu nya terguncang hebat berulang-ulang.
terlihat dari sela-sela jarinya mengalir cairan bening kemerahan, ini adalah air mata darah.
Kesedihan ini sungguh merenyuhkan hati siapapun yang melihatnya.
Zhang Liao yang masih berdiri disana segera menengadahkan kepala keatas agar air matanya tidak runtuh.
Tapi tetap saja beberapa cairan bening mengalir di pipinya.
Sekian lama dia mengikuti Lu Bu dan melalui beratus-ratus pertempuran belum pernah dia melihat Cu Kung nya , berada dalam kondisi yang begitu menyedihkan seperti saat ini.
Cheng Gong yang lebih tenang segera menasehati Lu Bu .
"Tenangkan dirimu Bu er , jaga kesehatan mu kamu tidak boleh seperti ini."
" Banyak orang yang menaruh harapan padamu, membutuhkan perlindunganmu."
"Istrimu,anakmu ,pasukanmu ,jendral-jendralmu, termasuk aku dan seluruh penduduk XIA PI, sadar lah Bu er."
"Ayo sekarang kamu antar aku melihat Diao Chan, ada kabar baik yang akan kujelaskan pada kalian berdua, Ayolah tegarlah Bu er.
Chen Gong berusaha menasehati dan menenangkan Lu Bu sambil menepuk-nepuk pundak Lu Bu.
Perlahan-lahan Lu Bu melepaskan kedua telapak tangan dari wajahnya.
Terlihat matanya memerah seperti darah, dikedua pipinya masih terlihat noda darah, darah yang masih menetes dari kedua matanya masih terus mengalir membasahi pipinya.
pemandangan ini sungguh mengerikan.
Kemudian dengan lesu Lu Bu berjalan dengan gontai seperti harimau yang sedang terluka.
Berjalan kearah bagian dalam gedung , menuju kekamar Diao Chan , diikuti oleh Cheng Gong dan Zhang Liao.
Setelah sampai didepan kamar dengan berat hati perlahan-lahan dia mendorong pintu kamar.
Begitu pintu kamar terbuka terlihat didalam ada dua pelayan wanita, dan seorang tabib tua yang sedang memeriksa kondisi Diao Chan .
Diao Chan terlihat seperti sedang tertidur diatas kasurnya.
Wajahnya yang cantik terlihat begitu pucat.
Lu Bu perlahan-lahan berjalan masuk dan menghampiri tabib tersebut.
Dibelakang Lu Bu terlihat Cheng Gong dan Zhang Liao yang mengikutinya berjalan masuk kedalam kamar.
"Tabib bagaimana kondisi istriku sekarang,"
Lu Bu terlihat khawatir dan menatap tabib didepannya dengan cemas, sambil menantikan penjelasan dari tabib tersebut.
"Tuan Gubernur jangan terlalu khawatir , Fu Jin Tidak apa-apa.
"Fu Jin hanya terlalu sedih sehingga pernapasan dan jantungnya sedikit terganggu."
"Saya akan membuatkan resep obat vitamin penguat tubuh, dan sedikit obat tidur agar Nyonya bisa beristirahat dengan tenang."
"Dalam beberapa hari lagi Fu Jin akan segera pulih kesehatannya".
"Hanya saja masalah penyakit hati seperti ini yang diperlukan adalah perhatian, kasih sayang dan hiburan dari Cu Kong."
Sehingga Fu Jin tidak terlalu larut dalam kesedihan, maka Fu Jin pun akan pulih total seperti sedia kala."
"Baiklah terima kasih banyak tabib, Acu kamu segera urus obat Fu Jin."
"Ace kamu nanti antar tabib Xu temui kakek Tan ."
"Baik tuan" jawab acu dan Ace serentak.
Perlahan-lahan Lu Bu duduk disisi kasur dimana Diao Chan sedang berbaring.
Lu Bu sekarang sudah sedikit lebih tenang tidak sesedih tadi lagi.
Dengan hati-hati Lu Bu menyingkirkan anak rambut yang sedikit menutupi dahi dan wajah istrinya.
Setelah itu dengan penuh kasih sayang dia terus mengelus rambut diatas dahi istrinya.
Sambil terus menatap wajah istrinya dengan penuh kasih sayang.
Dia seperti lupa bahwa disampingnya masih ada Cheng Gong dan Zhang Liao yang menatap dengan sedikit risih dan kurang nyaman.
Mereka seakan-akan merasa kehadiran mereka. disini malah mengganggu kemesraan suami istri tersebut
"Cu Kung aku pamit dulu." Jaga kesehatan mu jangan terlalu bersedih, Habis gelap akan terang. Hari esok akan lebih indah."
Zhang Liao berpesan pada Lu Bu sambil membungkukkan tubuhnya mengundurkan diri keluar dari kamar tersebut
Sambil sekilas menatap kearah Cheng Gong seakan mengatakan lewat tatapannya.
Selanjutnya bergantung pada penjelasan Cheng Gong, yang mungkin akan sedikit menghibur, Cu Kung dan istrinya.
"Bu er dapatkah kamu , menyadarkan Diao Chan dengan bantuan tenaga dalammu."
"Ada sedikit kabar baik yang akan saya sampaikan kepada kalian berdua.."
"Mungkin kabar ini dapat meringankan kesedihan istrimu, sehingga dia bisa lebih cepat pulih kondisinya."
" Baik Guru saya akan mencobanya, "
Lu Bu segera memapah istri nya kedalam posisi duduk, kemudian menempelkan sepasang tangannya dibelakang. punggung Diao Chan.
Perlahan-lahan dia menyalurkan hawa murninya ketubuh istrinya, dengan pelan-pelan dia mengarahkan hawa murni tersebut kearah ujung kaki Diao Chan.
Kemudian perlahan-lahan diarahkan naik keatas sampai keubun-ubun kepala Diao Chan, terlihat dari ubun-ubun kepala Diao Chan mengeluarkan asap tipis.
wajah Diao Chan pun perlahan-lahan mulai merah merona tidak begitu pucat lagi.
Tak lama kemudian Diao Chan pun mulai membuka matanya.
Lu Bu segera mulai menarik kembali hawa murninya dengan pelan-pelan dan melepaskan tangannya dari punggung istrinya. Baru kemudian menggunakan ujung lengan bajunya untuk mengelap keringat yang ada di kening istrinya.
"Sayang kamu tenangkan dirimu, sambil berbaring jangan berpikir macam-macam lagi."
"Guru Cheng ada kabar penting, yang akan disampaikan kekita berdua mari kita dengarkan penjelasannya, dari Guru Cheng ya sayang."
Diao Chan menatap kearah suaminya dengan tatapan sedih, Tapi dia menganggukan kepalanya tanda dia menyetujui saran dari suaminya.
Kemudian mereka berdua menatap kearah Cheng Gong untuk mendengarkan berita baik apa yang akan dijelaskan Cheng Gong kemereka berdua.
"Bu er dan kamu Diao Chan dengarlah, aku sudah mengecek dari rasi bintang Sun er.
Sun er sekarang dalam kondisi baik- baik saja ."
"Kalian berdua boleh tenangkan hati kalian,
Sun er kemungkinan hanya mengalami luka-luka ringan, seperti lecet-lecet pada beberapa bagian ditubuhnya. Yang jelas tidak akan sampai mengancam jiwanya."
"Hanya saja Bintang Sun er dilangit sedikit bergeser dari orbitnya semula, itu artinya Sun er berada pada suatu tempat yang sangat jauh dari kita."
"Saya sudah memastikan keberadaan Sun er dengan cangkang kura-kura dan koin kuno ku."
"Kesimpulannya Sun er sekarang berada di alam 1/2 dewa 1/2 manusia.
Tempat itu adalah tempat para dewa mendapatkan hukuman dari langit.
Jadi mirip tempat hukum buang bagi para dewa."
"Nah itulah berita baik yang akan disampaikan pada kalian".
"Saya harap setelah mendengar kabar ini kalian bisa lebih tenang dan tidak terus larut dalam kesedihan lagi."
"Terutama kamu Diao Chan segera pulihlah"
"Kamu tidak kasihan sama suamimu, kamu lihat baik-baik seperti apa rupa suamimu sekarang karena mengkhawatirkanmu."
Tegur Cheng Gong ke Diao Chan .
"maafkan saya sayang telah membuatmu khawatir dan bersedih"
Diao Chan menatap suaminya sambil mencoba tersenyum dengan air mata bercucuran karena terharu.
Melihat rambut suaminya sampai memutih juga melihat bekas airmata darah yang sudah mengering diwajah suaminya.
Hatinya benar- benar tersentuh, dia mengakat tangannya untuk mengelus wajah suaminya.
Yang langsung disambut dengan genggaman tangan dari Lu Bu sambil tersenyum lembut menatapnya.
"Baiklah kalian beristirahatlah aku pamit kekamar ku dulu".
"Bu er bila kondisimu sudah pulih segeralah kamu urus pekerjaan mu sendiri."
"Guru sudah tua, tulang tua ini tidak sanggup menanggung beban pekerjaanmu terlalu lama." Sebelum pergi Cheng Gong menambahkan beberapa nasehat ke Lu Bu sambil tersenyum.
"Murid mengerti Guru, terima kasih"...
Sekarang Hati Lu Bu dan Diao Chan menjadi lebih tenang, Karena anak mereka selamat.
Dan berada dalam keadaan sehat-sehat disuatu tempat yang jauh.
Meski dalam waktu dekat belum bisa bertemu, tapi mereka yakin suatu saat mereka pasti bisa kumpul bersama lagi
Munculnya secercah harapan dihati mereka berdua, membuat hati mereka sekarang lebih lega.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 399 Episodes
Comments
Wan Trado
kalau bisa membantu istrinya, untuk apa tabib dipanggil..
2025-03-04
0
yus bachtiar
pakai sayang2 ya....
2023-01-26
3
Sudar Manto
plong rasane
2022-09-12
2