Kemudian Lu Bu menyimpan semua kembali dengan hati-hati semua barang kenang-kenangan pemberian istrinya.
"Sekarang udah malam istriku, kamu tidur ya.
Biar besok pagi badannya segar dan bersemangat."
Istrinya maju menggandeng tangan Lu Bu dan berkata "kamu juga temani aku tidur ya!"
"Maaf istriku aku tidak bisa, aku mendapat tugas dari Guru Cheng malam ini juga harus keperbatasan PU YANG bersama Zhang Liao."
Sekarang pun mungkin sedang ditunggu Zhang Liao digerbang Utara."
"Aahh" seru Diao Chan dengan sedikit kecewa.
"Baiklah. aku akan membantumu mengenakan baju zirah perangmu!"
Lu Bu diam saja dan merentangkan kedua tangannya, membiarkan istrinya membantu memasangkan pelindung dada, lengan bahu siku dan lutut. terakhir membantu mengenakan sepatu.
Setelah itu dengan menundukan wajahnya tidak berani menatap kearah suaminya.
Diao Chan berkata dengan suara lirih dan sedikit tercekat.
"Ka..kamu harus pulang dengan se..Lamat ya.berjan..jilah ka..kamu harus pu..lang!
Aku akan selalu me..nunggu ke..pulangan mu!"
Diao Chan membelai baju pelindung dada suaminya sejenak, kemudian dia membalikkan badan suaminya dan mendorongnya dari belakang.
Sambil berkata, "ingatlah tuk kembali dengan selamat, aku menunggumu!"
Kemudian dia membalikkan tubuhnya dan berlari kearah ranjang. Menjatuhkan dirinya diatas kasur menutupi wajahnya dengan guling, menangis tersedu-sedu tanpa mengeluarkan suara hanya terlihat sepasang bahu nya yang terus bergetar.
Lu Bu memutar kepalanya melihat kebelakang, dia jelas melihat semuanya, ingin rasanya dia menghampiri kearah ranjang menghibur istrinya.
Tapi dia sadar bila dia melakukannya dia pasti gagal berangkat kemedan perang.
Dengan mengeraskan hatinya dia membalikkan wajahnya sambil menghapus 2 titik air bening dipelupuk matanya dan menyambar Hua Ci nya dia segera meninggalkan kamarnya, sambil berkata,
"Aku pergi dulu"
Dia sadar semakin lama dia berada disitu maka hatinya akan semakin lemah.
Di halaman depan pelayan pengurus kuda sudah menyiapkan Chi tu ma (kelinci merah).
Kuda kesayangan Lu Bu .
Lu Bu mengelus leher kudanya sambil berbisik disamping telinga kudanya, "Ayo antarkan aku kemedan laga."
Kemudian Lu Bu langsung meloncat kepunggung kuda dan memacunya kearah gerbang Utara.
Sampai digerbang Utara, disana sudah terlihat Zhang Liao sudah siap bersama kedua komandan kepercayaannya, Komandan Chen dan komandan Li.
Bahkan 5000 pasukan berkuda sudah berbaris rapi dan siap berangkat.
"Maaf Jendral Zhang membuatmu menunggu." ucap lu Bu dengan sedikit tidak enak, sama-sama punya keluarga anak dan istri. Kenapa orang lain bisa aku tidak, Lu Bu mengutuk dirinya dalam hati atas kelemahannya.
Ahh , tidak apa-apa Cu Kung terlalu sungkan.
"Bagaimana kondisi Fu Jin, baik-baik sajakan?"
Tanya Zhang Liao basa-basi untuk menghilangkan rasa canggung Lu Bu.
"Diao Chan baik-baik saja, cuma sedikit sedih biasalah wanita". ucap Lu Bu sambil tersenyum kecut.
"Apakah semua sudah siap, cairan hitam bubuk hitam dan perbekalan sudah siap kan?"
"semua sudah siap!" jawab Zhang Liao.
"Baiklah kalau begitu kita segera berangkat agar tugas ini cepat selesai."
Lu Bu langsung memacu kudanya dan diikuti Zhang Liao kedua komandan dan seluruh pasukan berkuda.
Setelah menghabiskan 1hari 1malam akhirnya mereka tiba diperbatasan PU YANG malam hari.
Lu Bu membahas ulang dengan Zhang Liao dan kedua komandannya tehnis menjalankan misi besok.
sedang para pasukan dan kudanya semua beristirahat dengan tenang.
Hasil yang disepakati besok pagi-pagi Lu Bu dan Zhang Liao akan meninjau lokasi pelaksanaan strategi Guru Cheng.
Sedangkan Komandan Chen dan Li mengutus dua orang mata-mata mengawasi pergerakan dan informasi pasukan CAO CAO. Untuk memberikan informasi mereka menggunakan Xiao Ying, elang peliharaan Lu Bu .Selain itu kedua komandan juga ditugaskan mengawasi para pasukan dan kudanya agar tidak berisik.
Mereka cukup menunggu kedatangan pasukan CAO CAO dari PU YANG.
Ketika fajar tiba terlihat dua ekor kuda dan dua penunggangnya. Sedang berada dipinggir Hutan bambu, mereka menjalankan kuda dengan santai lalu mereka memasuki hutan bambu hijau, didalam hutan tersebut selain ditumbuhi bambu hijau juga banyak terdapat batu alam yang besar-besar.
Mereka meninjau sampai satu tempat yang diapit oleh dua batu alam besar ditengahnya terlihat dinding tebing yang tinggi , sekilas dari jauh tempat tersebut adalah jalan buntu.
Tapi bila didekati dipinggir kiri batu alam ada sebuah celah kecil yang hanya bisa dilewati satu kuda, mereka menyusuri jalan tersebut membawa mereka keluar kearah ujung pinggir hutan.
"Semua tempat sesuai dengan arahan Guru Cheng tidak ada yang meleset Guru Cheng memang pakar strategi yang luar biasa." puji Zhang Liao sambil menatap kearah Lu Bu.
"Sekarang tinggal tunggu informasi dari mata-mata."
"Benarkah Xia Hou Dun yang mengurus perbekalan dibelakang pasukan?"
"Sedangkan dibagian depan dipimpin Cao Ren didampingi Zhang He."
"Sedang Xia Hou Ba mengawal belakang barisan pasukan Cao Ren."
"Kalau seperti itu kamu bersama 1000 pasukan kuda bersembunyi dipinggir hutan tunggu sampai pasukan Cao Ren lewat."
"Baru kamu muncul didepan Xia Hou Dun ."
Melihatmu sibuta itu pasti emosi dan akan mengejarmu kamu tinggal pancing dia kejalan buntu lalu pancing dia kemari ."
"aku akan menunggunya disin."
"sedangkan kamu dan 1000 pasukanmu langsung kembali ke mulut jalan buntu. "Berkumpul dengan pasukan sisa kita yang bersembunyi didekat jalan buntu."
" Kalian serang Xia Hou Ba abaikan pasukannya asal dia kalah pasukannya pasti kabur kalian bisa rampas perbekalan mereka."
"Tetapi bila perbekalan dijaga rame-rame ditengah pasukan ini yang repot."
"Disini tugasmu tetap memancing mereka kejalan buntu."
" Kemudian aku akan hadapi Zhang He dan Xia Hou Dun kamu boleh pilih mau Cao Ren atau Xia Hou Ba?"
"Sisanya biar dilawan komandan Chen dan Li ."
"Misi ini sangat penting tidak boleh ada kesalahan berhati-hatilah!"
"
" yuk kita kembali ketempat istirahat para pasukan."
"Sambil menunggu kepastian info terbaru dari mata-mata kita dan Siau Ying.( elang kecil)."
Sesaat setelah Lu Bu kembali , Xiao Ying datang .
Lu Bu mengulurkan lengannya menyambut Xiao Ying, kemudian membuka tabung yang berisi catatan kecil.
Lu Bu menyerahkan ke Zhang Liao untuk dibacakan.
Sesuai perkiraan Cheng Gong yang menjaga perbekalan adalah Xia Hou Dun .
Yang posisinya ada dibelakang pasukan utama.
"Ayo bersiaplah jalankan tugas masing-masing sesuai rencana." ujar Lu Bu sambil mengarahkan kudanya kearah pinggir hutan .
Yang lain pun segera menuju ketempat masing-masing sesuai rencana.
Zhang Liao membawa 1000 pasukan berkuda mengikuti dibelakang Lu Bu.
Lu Bu dan Zhang Liao bersembunyi dipinggir hutan menanti kedatangan pasukan CAO CAO.
Sementara 500 meter didepan lokasi mereka bersembunyi mulai tampak iring-iringan pasukan CAO CAO.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 399 Episodes
Comments
Sikilman
kudanya terbebani berat Hua Chi nya Doong.
2023-11-01
0
⚔️Perusuh⚔️
Skip aja semua dulu
2023-10-05
0
Sudar Manto
perang segera di mulai
2022-09-12
2