"Pasukan kuda 100 000, pasukan tombak 50.000 dan pasukan panah 50.000."
Jawab Ali.
"Baik sekarang kamu juga jelaskan data dari Puyang."
"Total pasukan dari PU YANG 200.000 "
"Terdiri dari 100.000 pasukan kuda, 50.000 pasukan tombak dan 50.000 pasukan panah ."
"Jendral disana adalah Xia Hou Dun, Xia Hou ba, Xu you, Zhang he, Cao Ren."
"Untuk CHEN LIU Total pasukan 400.000."
"Sisa data ada disurat ini , surat ini dari temanku yang sudah meninggal." jawab Alan menjelaskan sambil menyerahkan sepucuk surat pada Cheng Gong , Cheng Gong membuka surat lalu membacanya.
Didalam dinyatakan CAO CAO sendiri yang memimpin pasukan CHEN LIU, dibantu beberapa jendral Xu Huang, Dian Wei , Xu Chu dan 2 penasehat Xun yu dan Guo Jia..
pasukan berkuda 200.000 sisanya campuran pasukan perisai tombak dan panah .
"Zhang Liao berapa banyak bubuk hitam dan cairan hitam serta kuda Persia yang kamu peroleh?" tanya Cheng Gong .
"Lapor Guru Cheng ', minyak hitam 7000 tong bubuk itam 3000 tong, untuk Kuda Persia hanya dapat 10 ekor."
"Baik kuda Persia kamu boleh ambil satu, Gao Shun kamu juga ambil satu, sisanya berikan pada pasukan mata-mata kita supaya bisa lebih cepat memberi informasi."
"Bu er kamu dan Zhang Liao bawa 5000 pasukan kuda elit."
"Tujuanmu adalah merampas ransum makanan pasukan dari PU YANG, caranya seperti ini !!" Cheng Gong melambaikan tangan agar Lu Bu dan Zhang Liao mendekat kemudian mereka bertiga melihat kearah meja yang merupakan miniatur lokasi XIA PI dan sekitarnya.
Lalu terlihat Cheng Gong mulai menunjuk beberapa lokasi dan menjelaskan strateginya secara berbisik-bisik sehingga yang mendengarnya cuma Lu Bu dan Zhang liao.
Setelah berdiskusi sejenak dan memastikan Zhang Liao dan Lu Bu memahami maksudnya. Cheng Gong pun mengakhiri pembicaraan .
Lalu kembali berkumpul ditempat awal diskusi.
"Gao Shun kamu bawa 40.000 pasukan pemanah tempatkan mereka di kedua sisi tebing awan putih.!"
"Bawa 1500 tong bubuk hitam tebarkan disepanjang sisi tebing. sisanya tebarkan disetiap jalan memasuki dan jalan keluar dari tebing!."
"Bawa kendi arak kosong ukuran kecil kemudian isi setiap botol 1/2nya dengan cairan hitam!"
"Bawalah 2000 tong minyak hitam isikan semua kebotol kendi arak!"
"Tutuplah kepala kendi rapat-rapat setelah diisi minyak hitam agar tidak bisa tumpah meski dibolak balik kendinya!"
"Gao Shun kemarilah!" kemudian Cheng Gong kembali mengajaknya kearah meja miniatur peta XIA PI dia kembali menunjuk dan menjelaskan dengan suara kecil ke Gao Shun .
Setelah terjadi diskusi singkat dan Cheng Gong yakin Gao Shun telah mengerti yang dia maksud.
Merekapun kembali keruang tempat berkumpul pertama.
"Sekarang juga berangkatlah semakin cepat tugas dan misi kalian semakin baik!"
"Ohh ya Zhang Liao kamu bawa juga beberapa botol bubuk itam dan cairan hitam!"
"Kalau rampasan tidak bisa dibawa maka bakar saja semua dengan bubuk hitam dan cairan hitam!"
Kemudian rapat dan diskusi rencana antisipasi serangan CAO CAO pun selesai.
Cheng Gong sendiri mendatangi barak militer dengan dibantu Song Xian,Wei Xu, Hou Cheng, mereka mengumpulkan 40.000 tentara dibantu 20.000 rakyat XIA PI yang secara suka rela ikut membantu.
Mereka menuju lembah Celah Sempit Hijau.
Disana mereka bekerja menggali parit, membuat jebakan, membuat barak pertahanan dan menara pengintai juga beberapa menara untuk pasukan panah.
Lu Bu pulang kekamar untuk menemui Diao Chan tapi kamar kosong, dia menanyakan pada pelayan, pelayan memberitahu Fu Jin masih ditaman.
Lu Bu langsung menyusul ketaman, dan melihat istrinya masih duduk dipinggir kolam ikan sambil memegang sebuah sapu tangan ditangan kanannya.
Lu Bu pun menegurnya,
"Sayang kenapa kamu masih disini, tidak pergi istirahat sekarang sudah malam?"
"Suamiku kamu sudah datang," Diao Chan terlihat gembira seperti menemukan sesuatu berharganya yang hilang.
Dia langsung berlari dan menubruk kedalam pelukannya, kemudian memeluk suaminya dengan erat-erat.
"Sayang, kamu kenapa? Lu Bu sedikit terkejut karena selama mereka bersama Diao Chan tidak pernah bertindak seperti sekarang rasanya sedikit aneh, tapi juga senang.
"Suamiku aku kangen dan pengen memelukmu apa tidak boleh? tanya Diao Chan manja.
"Tentu.. tentu boleh lah sayang, apapun yang kamu inginkan asal kamu senang boleh-boleh saja." jawab Lu Bu sambil tersenyum menatap istrinya .
Diao Chan mendongakkan wajahnya sambil menatap mesra suaminya dia pun bertanya,
Suamiku benda ini sudah berapa lama kamu menyimpannya? Diao Chan bertanya sambil menunjukkan sapu tangan yang dipegangnya.
Lu Bu tersenyum canggung "akan kujelaskan tapi cuaca disini dingin aku takut kamu nanti masuk angin dan sakit."
"Ayo kita kembali kekamar, aku akan menjelaskan dan menjawab semua pertanyaanmu dikamar." Lu Bu langsung menggendong dan membawa Diao Chan kekamar, Diao Chan meringkuk manja dalam gendongan suaminya.
Setelah sampai didalam kamar Lu Bu perlahan menurunkan istrinya duduk ditepi kasur, kemudian mulai bercerita tentang dimana dia mendapatkan sapu tangan tersebut, menyimpannya dan menggunakannya untuk menghibur diri disaat kesepian. Lu Bu juga mengakui dia sangat menyukai aroma wangi yang ada sapu tangan ini.
Diao Chan mendengarkan semua ini dengan penuh antusias dan bersemangat sambil menatap mesra suaminya.
"Sayang sapu tangan ini bukannya sudah sangat lama kamu simpan dan selalu mengikutimu kemanapun."
*Tetapi kenapa tidak ada sedikitpun aroma tubuhmu , tapi semua malah beraroma wangi tubuhku?" Tanya Diao Chan sedikit heran.
"Sayang tentu saja aroma wangi disapu tangan ini pernah hilang itu terjadi ketika...
Lu Bu pun menceritakan sapu tangan itu ternoda oleh darahnya dari luka anak panah.
Setelah dicuci bersih wanginya jadi hilang . waktu itu dia sangat kesal. Dan gak tahu gimana cara mengembalikan wangi itu.
Sampai setelah mereka menikah diapun tahu wewangian yang biasa dipakai istrinya.
Diapun diam-diam mengolesnya kembali kesaputangan tersebut.
"Nah begitulah ceritanya". ujar Lu Bu menjelaskan.
Diao Chan tersenyum bangga, dan berkata "apa sepenting itu sapu tangan itu buatmu?"
Lu Bu melotot tentu sangat penting itu adalah kenang-kenangan pertamamu untukku jadi itu sangat penting.
Diao Chan tersenyum nakal , Dan berkata "kalau begitu sekarang nih ambillah!"
Sambil berkata dia melemparnya ke suaminya.
Lu Bu langsung menerimanya dan langsung menyimpannya kedalam saku didadanya dengan buru-buru seakan takut hilang.
Diao Chan tiba-tiba tertawa sambil menutup mulutnya
" kamu ini langsung disimpan bukannya dikasih kepelayan untuk dicuci dulu."
"itu sapu tangannya kan tadi kupakai lap airmata dan ingusku, emang kamu gak jijik?"
"Gak , jawab Lu Bu . Malah itu akan membuat aku bisa mencium aroma aslimu!"
"Lagian aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh sapu tangan itu kecuali kita berdua ."
"Kalaupun terkena noda atau apa aku akan mencucinya sendiri, agar gak rusak."
Diao Chan kembali tertawa menutupi mulutnya. mendengar penjelasan suaminya yang konyol, tapi dia suka dan kagum akan sikap suaminya dalam menghargai barang pemberiannya.
"Sayang, kita menikah sudah begitu lama."
"Tentu banyak barang-barang lain yang pernah kuberikan padamu."
"Kenapa aku tidak melihat kamu menyimpan dan menyayanginya seperti sapu tangan ini?"
"Sapa bilang", ucap Lu Bu nih kemarilah lihat semua kusimpan disini.
sambil berucap lu Bu berjalan kepojok kamar dan memutar sebuah guci antik kecil . Sebuah pintu rahasia seukuran setengah badan manusia terbuka.
Lu Bu berjongkok dan meraih sebuah kotak kayu dari dalam lubang.
Dengan hati-hati dia membuka kotak kayu itu.
Kemudian menjelaskan satu persatu kapan waktu diberikannya dan dalam rangka acara apa.
Begitu banyak jenis barang sampai-sampai Diao Chan sendiri gak ingat kapan dia memberikannya.
Tapi Lu Bu mengingatnya semua dan semua barang itu tersimpan dengan baik dan sangat terawat.
Diao Chan hanya bisa berdiri terkejut dan terpana mulutnya sampai ternganga dan ditutupi oleh telapak tangan bagian depan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 399 Episodes
Comments
pathir
ini tokohnya mn
2023-04-05
0
Sudar Manto
terpesona
2022-09-12
2
HEROL ELEKTRO
Lu Bu dan Diao Chan ortu MC
gpp ceritanya menarik 👍
2022-06-10
2