Cheng Gong terus menatap kearah bintang-bintang di langit sambil mengelus-ngelus jenggotnya dan mengangguk-angukkan kepalanya.
Perlahan-lahan wajahnya mulai terlihat cerah dan bisa sedikit tersenyum, tidak seperti tadi ketika mendapat kabar Lu Sun jatuh kejurang.
Semua ini tidak terlepas dari pengamatan Zhang Liao yang sekarang sedang berdiri disisinya.
Saat Cheng gong terlihat panik dan butu-buru meninggalkan meja makan cuma Zhang Liao yang memperhatikan gerak-geriknya yang tidak wajar langsung mengikutinya .
Gao Shun masih berlutut dan menyesali kegagalannya menjaga Lu Shun.
Sedangkan Lu Bu panik dan khawatir melihat istrinya yang pingsan dan berada dalam pelukannya.
Jadi hanya Zhang Liao yang tetap tenang meski hatinya juga sedih. Sehingga gerak- gerik Chen Gong tidak terlepas dari pengamatannya yang tajam.
"Penasehat Cheng apa yang terjadi pada dirimu?" Zhang Liao menatap bingung kearah Cheng Gong .
Perlahan Cheng Gong memalingkan wajahnya menatap Zhang Liao dan tersenyum penuh misteri.
"Kalau Jendral Zhang berminat tahu, ikutlah denganku sekarang keruang belajarku, masih ada hal lain yang harus saya pastikan, sebelum bisa memberikan penjelasan lengkap padamu."
Zhang Liao jadi penasaran, melihat Cheng. Gong berjalan pergi diapun segera mengikuti dibelakangnya
Zheng gong berjalan keruang bacanya, yang terletak dibelakang bangunan gedung.
Setelah beberapa saat berjalan tibalah mereka disebuah kamar sederhana tapi cukup besar dengan sepasang pintu yang terkunci.
Cheng Gong mengeluarkan kunci dan membuka gembok kemudian melangkah masuk dan menyalakan lampu minyak yang berada setiap pojok ruangan. Kini kamar itupun menjadi terang benderang.
Ditengah ruangan hanya terlihat sebuah meja yang diatasnya terlihat beberapa tumpukan buku, sebuah lampu minyak, sebuah hio low(tempat menaruh wewangian rempah-rempah) yang kalau dinyalakan biasanya mengeluarkan asap beraroma wangi rempah-rempah yang berfungsi selain membuat ruangan jadi wangi juga menjernihkan pikiran dan menyehatkan tubuh, sebuah bak tinta dan 1 set alat tulis Mao pit (alat tulis yang mirip kuas).
Dibelakang dan didepan meja ada 3 buah bantal tipis bulat, 1 dibelakang meja 2 lagi didepan meja.
Pada setiap dinding kiri kanan dan belakang meja hanya terisi rak buku yang berisi buku-buku yang berjejer rapi.
Disebelah pojok kanan ruangan ada sebuah kursi santai yang mirip tempat berbaring santai. Disampingnya ada sebuah meja kecil dengan 1 set perlengkapan dan peralatan minum teh.
Setelah menyalakan lampu penerangan diatas meja Cheng gong pun mempersilahkan Zhang Liao untuk duduk didepannya.
Kemudian dia pun mengeluarkan sebuah cangkang kura-kura dan beberapa koin kuno dari laci mejanya. Selanjutnya dia memasukan koin-koin tersebut kedalam cangkang kura-kura dan mengguncang- guncangnya dengan mata tertutup duduk bersila dengan posisi duduk yang tegap, dan mulut berkomat-kamit seperti sedang membaca mantra tertentu.
Setelah beberapa saat kemudian, baru dia membuka matanya mengeluarkan koin-koin itu dari dalam cangkang kura-kura dengan menuangkannya langsung keatas meja.
Setelah itu dia menatap koin diatas meja dengan jari tangan seperti sedang menghitung.
Setelah semua ritual tersebut selesai.
Baru terlihat senyumnya semakin lebar dan kelihatan hatinya sangat senang.
Sedari tadi melihat gerak-gerik Cheng Gong sebenarnya Zhang Liao sangat penasaran dan ingin bertanya namun dia menahannya.
Agar tidak memotong bertanya dan mengganggu konsentrasi Cheng Gong .
Sekarang melihat semua itu sudah selesai
"Apa yang sedang penasehat lakukan sedari tadi ,mohon penjelasannya penasehat. Jangan membuat Zhang Liao yang bodoh ini terlihat semakin bodoh." Sambil tersenyum Zhang Liao menatap kearah penasehat dengan penuh rasa ingin tahu dan penasaran.
"Jendral Zhang jangan terlalu merendah, orang kampung ini tidak dapat menanggungnya Jendral Zhang."
Cheng Gong menatap jendral zhang sambil tersenyum.
"Baiklah aku akan menjelaskannya sekarang,
Tadi saya mengawasi perbintangan."
" Dari hasil pengamatan ku, saya menemukan cahaya bintang tuan muda Sun masih bersinar, meski sedikit redup. "
"Ini menandakan tuan muda Sun masih hidup, dan hanya mengalami sedikit luka-luka ringan. "
"Sehingga cahaya bintangnya sedikit redup." "Kemudian aku juga menemukan bintang tuan muda bergeser dari orbitnya cukup jauh." "ini hanya punya satu arti, tuan muda sedang berada di suatu tempat asing yang sangat jauh, kemungkinan tidak berada di alam kita sekarang."
"Hal ini yang membuat saya khawatir dan segera mengajak mu kesini. "
"Agar aku dapat meramal , keberadaan tuan muda Sun secara lebih akurat , hanya dapat kulakukan dengan bantuan cangkang kur-kura dan koin-koin kuno ini."
"Dan jawabannya adalah tuan muda Sun berada di alam 1/2 dewa 1/2 manusia."
"Itu merupakan suatu tempat tersembunyi, Dimana para Dewa yang sedang menjalani hukuman biasanya dibuang ke alam itu."
"Nah itulah semua hal yang bisa kujelaskan saat ini, Jendral Zhang." Ujar Cheng Gong sambil mengelus jenggot pendeknya dan tersenyum memandang kearah Zhang Liao .
"Penasehat Cheng semua yang kamu ceritakan barusan terdengar seperti dongeng yang sulit dipercaya."
"Tapi aku tetap memilih untuk percaya, setidaknya ada setitik harapan suatu hari tuan muda Sun dapat kita temukan."
"Hah karena urusan ini aku sampai melupakan keadaan adik Shun yang sedang berlutut diruang makan."
"Terima kasih atas penjelasannya Penasehat Cheng, tapi aku sekarang harus bergegas keruang makan untuk melihat adik Shun ."
"Mudah-mudahan Cu Kung bisa bertindak bijaksana dan tidak menghukumnya."
"Kamu jangan terlalu khawatir, aku yakin saudara mu pasti baik-baik saja "
"Ayo sekarang kita sama-sama keruangan itu dan melihat keadaan Jendral Gao."
"Selain itu aku juga mengabarkan berita ini kepada Cu Kung dan Fu Jin, agar hati mereka bisa lebih tenang ."
Zhang Liao dan Cheng Gong pun terburu-buru meninggalkan ruang baca dan kembali keruang makan.
Setelah sampai diruang makan, disana hanya terlihat Lu Bu yang sedang duduk dengan wajah sedih dan tatapan matanya begitu kosong.
Zhang Liao dan Cheng Gong pun segera menghampirinya, dan memberi hormat.
Zhang Liao bertanya dengan hati-hati dan sedikit takut.
"Cu Kung, .. Dimana Jendral Gao bukankah tadi masih berlutut disini?
Perlahan-lahan Lu Bu menatap kearah Zhang Liao dan menjelaskan,
"Ohh Jendral Gao, aku sudah menyuruhnya kembali kebarak militer untuk beristirahat, Dia juga sekarang pasti sangat lelah lahir batinnya."
"Semua ini bukan salahnya dia sudah berusaha, nasib baik saja kamu datang tepat waktu. Kalau tidak untuk pulang kesini dan bertemu pun kurasa tidak ada kesempatan lagi."
"Kamu juga sebaiknya segera pulang istirahat kamu juga pastinya sangat lelah."
"Perjuangan kita masih panjang, kamu harus segera memulihkan kondisimu.
"Setelah kamu dan Gao Shun pulih kita baru membahas bagaimana kita menghadapi invasi sipenjahat Cao.
"Ohh ya Guru Cheng , saya sedikit lelah seminggu ini kalau tidak ada hal yang sangat penting kamu gantikan saya saja, ini segel kekuasaan kamu yang simpan saja.
Lu Bu terlihat tidak bersemangat wajahnya diliputi kesedihan mendalam.
Hanya dalam beberapa jam rambut dibagian tengah diatas dahinya yang biasanya hitam mengkilap sekarang sudah berubah warna menjadi putih.
"Bagaimana kondisi Fu Jin sekarang?" tanya Cheng Gong hati-hati , ini adalah topik yang sensitif karena Cheng Gong tahu benar.
Bagi Lu Bu dia boleh kehilangan kekuasaan bahkan kekuatan dan nyawanya.
Tapi dia benar-benar tidak bisa kehilangan Diao Chan dan Lu Sun . Baginya kedua orang ini adalah jiwa dan roh nya tanpa ke dua orang ini dia pasti akan berubah seperti mayat hidup berjalan.
Ini adalah salah satu kelebihan dan juga merupakan kelemahan yang sangat dipahami oleh Cheng Gong akan diri Lu Bu .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 399 Episodes
Comments
Shaiya_Eet
Luar biasa novelnya sangat berkelas.
2024-01-18
0
Sudar Manto
ramalan
2022-09-12
2
sahar ludin
lanjut
2022-08-23
2