Sambil menjalankan kudanya Zhang Liao bertanya pada prajurit penuntun kuda yang ada disampingnya, yang kebetulan adalah prajurit yang melaporkan kedatangan pasukan Xia Hou Dun .
Berapa jarak pasukan musuh dari lokasi kita sekarang ? .
Kurang lebih jaraknya satu kilo dari lokasi kita sekarang, ketika saya kesini memberi laporan tadi ! . " Jawab" siprajurit tersebut.
Hmmm.. Zhang Liao terlihat sedang berpikir,
sesaat kemudian Zhang Liao memberi perintah.
Pasukan perisai lepaskan perisai kalian ! , segera gali parit berjarak 3 meter didepanku !.
Dengan kedalaman 3 meter lebar 2 meter !.
panjang galian adalah selebar jalan didepan kita !.
Dari ujung pohon sebelah kiri sini sampe kepohon sebelah kana sana !. "Tunjuk Zhang Liao" sambil memberi perintah kepasukannya.
Sebanyak seratus orang pergi mencari ranting, dahan-dahan pohon dan daun-daunan ! . "Perintah Zhang Liao"
Kamu pergi kepinggir hutan sana amati pergerakan pasukan musuh, bila mereka sudah mulai memasuki hutan segera kamu beri tanda kekita dengan terompet ini !. Mengerti ?.
Siap " jawab siprajurit penuntun kuda tersebut".
Prajurit tersebut segera berlari kedalam hutan untuk meminjam seekor kuda dari komandan Chen , kemudian segera memacu kudanya kegaris depan untuk menempati posisi dipinggir hutan menjalankan instruksi Zhang Liao.
Setelah melihat kepergian prajurit tersebut Zhang Liao segera berbalik arah masuk kedalam hutan menemui komandan Chen.
Melihat kedatangan atasannya Komandan Chen segera menghampiri dan memberi hormat dengan menundukkan kepala dan menepuk dada kiri dengan kepalan tangan kanannya.
Komandan Chen bagi pasukanmu menjadi 2 bagian masing-masing bersembunyilah dikiri kanan hutan, usahakan jangan ada kuda yang bersuara sebelum ada kode menyerang dariku ! . "Ujar Zhang Liao" memberi instruksi pada komandan Chen .
Semua pasukan sudah menempati posnya sesuai instruksi Jendral !
Sebelum Jendral Zhang memberi instruksi, saya memang sudah mengambil inisiatif sendiri. Agar para pasukanku menempati pos persembunyian di kiri dan kanan jalan seperti pasukan panah digaris depan. " Ujar Komandan chen" menjelaskan.
Bagus " Ucap Zhang Liao" , Kalau begitu sekarang sayapun lebih tenang dan akan fokus pada barisan depan.
Kamu kembalilah keposmu ! .
Zhang Liao pun kembali kebarisan depan dan mengawasi pekerjaan prara prajurit perisai.
Karena dikerjakan orang banyak dalam waktu 1/2 jam penggalian parit jebakan pun selesai.
Zhang Liao segera memberi instruksi agar parit ditutupin dengan dahan- dahan pohon dan ranting pohon kemudian tebarkan tanah d dan daun-daun kering diatasnya, kerjakan dengan rapi agar antara jalan didepan jebakan dan jebakan tidak terlihat perbedaan , begitu juga jalan yang akan kita tempati harus terlihat sama dgn jalan yg dibuat diatas jebakan.
Beberapa saat kemudian semua yang diinstruksikan Zhang Liao pun selesai dikerjakan.
Seorang prajurit segera berlari kearah Zhang Liao memberi laporan semua instruksi telah siap dikerjakan.
Baik, " jawab Zhang Liao" sekarang beritahu teman-temanmu untuk beristirahat melepas lelah , sambil menunggu kode bunyi terompet dari prajurit pengintai kita.
Bila terdengar bunyi terompet tersebut segera angkat perisai, tombak dan segera membentuk formasi barisan dibelakangku ! Mengerti ?.
Siap laksanakan " Jawab prajurit tersebut sambil memberi hormat"
Kemudian berlari kembali kearah teman-temannya dan menyampaikan pesan Zhang Liao secara berantai keseluruh prajurit perisai yang ada.
Sambil menunggu Zhang Liao pergi menghampiri Gao Shun .
Adik Shun bagaimana dengan luka-lukamu ?, " tanya Zhang Liao"
Berkat obat-obat luka yang diberikan kakak Zhang sekarang lukaku sudah agak mendingan tidak terlalu sakit lagi " jawab Gao Shun" .
Adik Shun sebenarnya saya sedikit khawatir dengan keadaan tuan muda Lu Sun ! .
Entah bagaimana keadaanya sekatang ? . "ucap Zhang Liao" , HUUHH Sambil sedikit menghela napas.
Bagaimana kalau saya susul kedalam hutan sekarang mencari tahu keberadaan Sun er ?
"Tanya Gao Shun" .
Meski yang kamu katakan barusan adalah ide yang baik, tapi melihat kondisimu saya sedikit khawatir, takut nya ketiga harimau keparat itu akan kembali mengincarmu. Bila melihatmu kembali memasuki hutan. "ucap Zhang Liao" , dengan perasaan serba salah.
Kakak jangan khawatir ijinkan saya bawa 10 orang pasukan pemanah untuk menemaniku, itu sudah cukup. "ucap Gao Shun" . meyakinkan Zhang Liao .
Baiklah kamu cepat pergi , cepat kembali ya "ucap Zhang Liao".
Siap kak Zhang , "ucap Gao Shun".
Gao Shun segera memilih sepuluh orang pasukan pemanah kemudian merekapun segera berlari memasuki hutan bagian dalam.
Setelah melihat kepergian Gao Shun , "Zhang Liao pun berucap" semoga saja semuanya selamat dan tidak terjadi hal-hal buruk.
Kemudian Zhang Liao memanggil Komandan Li , Komandan Li pasukan panah kiri dan kanan sekarang menjadi tanggung jawabmu tolong atur dan periksa kesiapan pasukan pemanah kita jangan sampai ada terjadi kesalahan nantinya ! . "Ucap Zhang Liao" memberi perintah ke Komandan Li
"Siap , Jendral Zhang" instruksi siap dilaksanakan "Jawab Komandan Li" .
Zhang Liao pun kemudian kembali kebarisan pasukan perisai yang sedang beristirahat.
Zhang Liao menghampiri sebuah pohon rindang, kemudian turun dari kudanya, dan bermeditasi mengumpulkan konsentrasi dan hawa murninya mempersiapkan diri untuk menghadapi pertempuran besar.
Beberapa saat kemudian terdengar bunyi terompet dari jarak yang cukup jauh, Zhang Liao pun membuka matanya.
kemudian mengambil tombak disisinya dan melompat keatas kudanya bersiap-siap menghadapi kedatangan pasukan Xia Hou Dun .
Zhang Liao pun segera memajukan kudanya kedepan pasukan perisai yang kini telah berbaris rapi dan bersiap siaga.
Tidak lama kemudian mulai terdengar derap langkah kuda disertai ringkik kuda yang riuh.
Akhirnya musuh yang ditunggu-tunggupun muncul.
Di barisan paling depan terlihat seorang Jendral berumur 40 an tahun bertubuh kekar dan gagah Dengan sebelah mata kirinya yang ditutup dengan pelindung mata yang terbuat dari kulit binatang berwarna hitam yang menambah keangkerannya.
Jendral bermata tunggal mengangkat tangannya untuk memberi kode berhenti pada pasukannya.
Kemudian dengan perlahan dia memajukan kudanya kearah depan, setelah berjarak 5 meter didepan Zhang Liao, diapun menghentikan kudanya dan berteriak,
Orang didepanku segera laporkan siapa namamu agar nanti tidak menjadi hantu tanpa nama setelah menghadapi ku. "Ucap Xia Hou Dun " . dengan gaya arogan dan percaya dirinya .
Zhang Liao hanya menatap tajam kearahnya. sesaat kemudian baru Zhang Liao berkata .
Sudah lama saya mendengar nama besar mu Jendral Xia Hou .
Akupun sudah lama berharap agar bisa mempunyai kesempatan untuk belajar beberapa jurus pertarungan darimu.
Tapi hari ini setelah bertemu sungguh diluar ekspektasi ku.
Ternyata Jendral Xia Hou yang terkenal namanya, hanya begini saja .
Cuma seorang kakek buta sebelah yang bermulut besar dan arogan
Ha Ha Ha Ha... Sindir Zhang Liao sambil tertawa mengejek untuk memancing emosi Xia Hou Dun .
Zhang Liao kembali menambahkan, kelihatannya gosip yang beredar tentang Jendral Xia Hou Dun terlalu dilebih-lebihkan
Mendengar semua itu muka Xia Hou Dun sedikit merah menahan emosinya, kemudian iapun melorotkan mata sebelahnya yang tidak tertutup, dan berteriak. Keparattt.. bangsatttt..
Hari ini lihat bagaimana Kakeknu segera membereskan mu.
Pasukan berkuda bersiap Formasi segitiga.
SEEERAAANNGGG... "Teriak Xia Hou Dun" memberi perintah dan memacu kudanya melompat kearah depan . Kudanya meringkuk mengangkat kedua kaki depannya keatas .
Kemudian pun meloncat kedepan.
BLAASSSS HIIIKKKK... terdengar bunyi kuda terperosok dan meringkuk kaget.
Xia Hou Dun dan kudanya terperosok kedalam parit, pasukan dibelakangnya yang memacu kuda dengan kencangpun tidak sempat menghentikan kudanya dan sebagian barisan pasukan berkuda bagian depan ikut terperosok kedalam parit. hiruk pikuk ringkikan kuda dan makian pun terdengar dari dalam parit.. . Sebagian lagi pasukan kuda yang berhasil menghentikan kudanya dipinggir parit terdorong oleh barisan kuda dibelakangnya pun jadi ikutan terjun kedalam parit.
FOTO XIA HOU DUN
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 399 Episodes
Comments
Wan Trado
hitungan jarak di jaman itu biasanya li, depa atau tombak.. bukannya meter dan kilometer
2025-03-03
0
Wan Trado
katanya pasukan pendam dalam hutan, kok beri tandanya dgn terompet sihh
2025-03-03
0
yayat
dinasty warior
2023-01-28
1