Ketika langit mulai gelap terdengar suara Diao Chan dari kamar memanggil pelayan menyiapkan air mandi untuk mereka berdua.
Setelah air mandi selesai disiapkan diruang samping kamar tidur mereka.
"Cu Kung , Fu Jin air mandi sudah siap digunakan." pelayan memberi kabar lewat depan kamar mereka.
Mereka berdua pun mandi di tong air besar yang sudah disiapkan oleh para pelayan.
Mereka masing-masing menempati satu tong besar.
Mereka mandi sambil ngobrol dan bersenda gurau.
Tak lama kemudian baru terlihat mereka berdua keluar dari dalam kamar bersamaan sambil bergandengan tangan. Terlihat sangat mesra, mereka berjalan kearah ruang makan.
Sebelum mulai makan, Lu Bu berpesan pada pelayannya agar tidak lupa menyiapkan makan malam diantar keruang kerjanya untuk makan malam Guru Cheng.
Dimeja terlihat berbagai macam masakan ada ikan ang sio , sup hi sit , ayam kukus, bebek panggang , ayam goreng, ca kailan, buah-buahan. lengkap dengan berbagai macam minuman seperti arak wangi dan teh.
Lu Bu terlihat lapar dan makan dengan lahap, sementara Diao Chan terlihat hanya makan sedikit. Itupun kebanyakan adalah daging ikan yang diambilkan suaminya kemangkuknya.
Dia terlihat lebih memilih makan beberapa buah-buahan saja. sambil menemani suaminya makan dan mengambilkan lauk kesukaan suaminya juga mengisi arak kecawan suaminya
Sebenarnya ada pelayan yang bisa melayani mereka. Cuma dia kurang suka, dia lebih suka dia sendiri yang melayani suaminya.
Lu Bu makannya banyak dan cepat, ini wajar karena dia adalah orang militer yang terbiasa makannya cepat dan tidak bertele-tele.
Selesai makan Lu Bu mengajak istrinya untuk duduk-duduk santai dan mengobrol ditaman.
Sebenarnya Diao Chan menawarkan menari untuk ditonton suaminya.
Karena suaminya paling suka melihatnya menari.
Tapi Lu Bu menolaknya dengan alasan bosan lebih enak duduk santai dan ngobrol.
Lu Bu sengaja berkata begitu karena dia gak ingin istrinya terlalu capek.
Mereka telah bertempur setengah harian dia tahu istrinya pasti capek. Istrinya menawarkan itu hanya memaksakan diri agar dia senang.
Dia sangat sayang sama istrinya mana tega dia melihat istrinya kecapekan.
Diao Chan agak heran suaminya mengatakan bosan melihatnya menari padahal biasanya dia sangat menyukainya.
Tapi diapun tidak banyak bertanya, dia merangkul lengan suaminya dan berjalan beriringan menuju taman.
Mereka berdua duduk santai dan mengobrol tentang berbagai hal, dari musik puisi tarian sampai masakan dan ilmu pedang mereka mengobrol dengan asik.
Sebenarnya kalau bicara sastra dan alat musik Lu Bu cuma mengimbangi dan menjadi pendengar setia saja. Dia kurang memahami hal itu.
Jangankan sastra menulis nama sendiripun dia suka salah.
Makanya kalau sedang membaca laporan diruang kerja kalau tidak ditemani Guru Cheng . Maka Diao Chan lah yang biasa menemaninya.
Setelah mengobrol kesana kemari akhirnya mereka malah bicara tentang topik masa lalu mereka.
Lu Bu mengingat masa lalu dan bercerita pertama kali bertemu Diao Chan adalah diatas sebuah kapal wisata ditepi sungai LUO YANG. saat itu dia sedang mengejar CAO CAO yang menjadi buronan karena mencoba membunuh Dong Zhuo ayah angkatnya.
Pertemuan itu sangat berkesan baginya, cerita dia pada Diao Chan . Diao Chan hanya menanggapinya dengan tersenyum.
Lu Bu mengatakan saat pandangan pertama itu, dia langsung terpesona dan jatuh cinta pada istrinya pada pandangan pertama itu.
Diao Chan menyambung cerita suaminya dengan terus terang dia berkata dia sebaliknya tidak punya kesan apa-apa pada Lu Bu. karena Lu Bu mengabdikan dirinya pada orang jahat dan kejam seperti Dong Zhuo.
Malah saat itu dia sangat kagum sama keberanian dan kepahlawanan CAO CAO, makanya dia menyembunyikan dan menyelamatkan CAO CAO didalam kapalnya.
Dan mengalihkan perhatian Lu Bu dengan kecantikannya.
Mendengar itu Lu Bu langsung cemburu, dan berkata,
"Apa hebatnya si CAO A MAN itu, cuma seorang kakek-kakek berjanggut tebal berperut buncit dengan kepala botak ."
"Nanti kalau dia invasi kesini saya akan memenggal kepalanya dan mengawetkan kepalanya sebagai souvernir untuk melengkapi koleksimu. " ucap Lu Bu dengan wajah sedikit sewot.
Melihat kecemburuan suaminya Diao Chan tertawa senang. tapi dia sedikit ngeri mendengar suaminya bilang mau menjadikan kepala CAO CAO sebagai souvernir untuknya.
Dia sangat hapal dengan sikap suaminya apa yang dia ucapkan pasti akan dia lakukan.
Diao Chan segera menggoyangkan kedua tangannya "tidak, aku tidak mau."
"aku tidak mau lelaki manapun dekat denganku aku hanya milikmu seorang jawab Diao Chan cepat."
Jawaban ini langsung membuat Lu Bu senang dan langsung merangkulnya kedalam pelukannya dan mencium kening istrinya dengan mesra.
" Ha HA HA HA HA..kalau begitu buat digantung di alun-alun kota saja jawabnya sambil tertawa-tawa."
Diao Chan tiba-tiba meminta maaf,
"Maafkan saya suamiku aku pengen bicara jujur masa lalu kita tapi kamu harus berjanji tidak akan marah dan meninggalkan ku ya."
"Selama ini cerita ini selalu mengganjal dihatiku."
"Karena tidak bersikap jujur padamu aku selalu merasa bersalah padamu"
"Ada cerita apa istriku? ceritakan padaku !"
"Aku janji aku tidak akan marah, apalagi sampai meninggalkanmu itu hal yang tak mungkin terjadi."
"Kecuali kalau kamu tidak menginginkanku lagi."
"Demi kebahagiaanmu baru aku akan meninggalkanmu." ujar Lu Bu sedikit sedih.
"Itu tidak akan pernah terjadi, suamiku. Mana mungkin aku menyuruhmu meninggalkanku, kalau hal itu sampai terjadi itu berarti aku sudah tidak waras"
"Kemana lagi aku akan mencari suami sebaik dan setampan dirimu suamiku." ujar Diao Chan sambil mengelus dada Lu Bu yang sedang memeluknya.
Lu Bu tersenyum senang mendengar ucapan istrinya barusan kemudian dia berkata.
"Nah sekarang teruskan lah ceritamu aku jadi penasaran ."
Diao Chan diam sejenak menghela napas,
"Huuh," kemudian baru mulai bercerita, dia menatap kearah kolam seperti sedang mengingat kejadian lama.
Perlahan-lahan dia mulai bercerita,
"Sebenarnya pertemuan kita diatas kapal sudah diatur oleh ayah angkatku Wang Yun ."
"Dia ingin menggunakan kecantikanku untuk menjatuhkanmu, dan menyelamatkan CAO CAO ."
Wang Yun dan CAO CAO sebenarnya bekerja sama, bahkan belati 7 bintang yang mau digunakan CAO CAO untuk membunuh Dong Zhuo adalah senjata milik Wang Yun yang diwariskan secara turun-temurun." Diao Chan menjelaskan.
"Aku yang saat itu tidak memiliki perasaan apapun terhadap mu setuju-setuju saja disuruh ayahku untuk menjatuhkanmu."
"Siapa tahu dengan kegagalanmu menangkap CAO CAO kamu akan dihukum Dong Zhuo yang kejam dan akan menjauhkan hubungan mu dengan Dong Zhuo ,"
"Sehingga Dong Zhuo akan kehilangan tangan kanannya."
'Hal ini akan melemahkan kedudukan Dong Zhuo ."
"Tapi diluar dugaan, kamu meski sudah gagal menangkap CAO CAO ."
"Dong Zhuo malah menghadiahimu uang dan belati 7 bintang serta memujimu telah melakukan penyelamatan terhadap dirinya." "Sehingga CAO CAO ketakutan dan melarikan diri sebelum berhasil menjalankan niatnya."
"Karena siasat pertama ayah angkatku gagal,maka ayah angkat ku Wang Yun segera menyusun strategi kedua."
"Dengan mengundangmu kerumah dan memperkenalkan kita "
" Kemudian aku ditugaskan berpura-pura suka padamu , dan mengagumimu serta bersedia menjadi istrimu."
"Aku waktu itu karena hutang Budi pada ayah angkat jadi aku cuma berpikir menuruti semua rencananya untuk balas Budi."
"Lagian menurutku meski aku tidak punya perasaan sama sekali padamu tapi kamu cukup tampan kukira tidak akan terlalu sulit bagiku untuk menerimamu sebagai suamiku."
"Ternyata rencana ayah angkat tidak hanya sampai disana, tapi ada yang lebih mengerikan lagi."
" saat kamu sudah berbicara kesepakatan meminangku, ayah angkatku cuma berpura-pura setuju."
"Setelah kepergianmu dia malah mengutus orang untuk mengundang Dong Zhuo kerumah, Untuk dikenalkan padaku."
"Kamukan tahu bagaimana cabulnya ayah angkat mu itu."
"Melihat parasku yang cantik tentu dia tidak akan melepaskan ku tentunya dia akan langsung membawaku ke istananya malam itu juga, untuk menemaninya."
"Sampai disini Diao Chan terlihat sedih dan meneteskan airmata."
"Kemudian dia melanjutkan, ayah angkatku berpesan agar aku harus melayani Dong Zhuo tidak boleh menolaknya."
"Malam itu aku hanya bisa terpaksa melayaninya dengan hati hancur."
"Baru pada siang harinya ketika kamu datang menemuiku , aku pura-pura mengatakan bahwa aku dibohongi dengan alasan bahwa aku dijemput keistana untuk dinikahkan padamu."
"Dan setelah sampai di istana aku tidak menemukan keberadaanmu, aku malah diperkosa oleh ayah angkat mu."
"Skenario kejam ini dibuat agar kamu membenci Dong Zhuo dan akan membunuh Dong Zhuo karena masalahku."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 399 Episodes
Comments
Rizal Zanuar Jr.
masih tenggelam juga🤦♀️
2023-01-30
1
Sudar Manto
nasib
2022-09-12
2
Dian Dian
pdhal yg komen pedas baxk,,tp authorx cuek ja,,,ni ciri penulis cuma mau menang sendiri
2022-06-22
2