"Baik Guru Cheng", Jawab Zhang Liao dan Gao Shun serentak.
Mereka berdua segera meninggalkan ruang kerja Lu Bu untuk menjalankan tugas mereka masing-masing.
Sekarang diruangan tersisa Lu Bu dan Cheng Gong .
"Bu er kita hanya bisa menunggu sekarang,"
"Aku akan menunggu disini sambil memikirkan bagaimana cara mengurangi jumlah pasukan CAO CAO sebelum mereka sampai kesini."
"Kalau begitu Guru silahkan saja, kalau ada apa-apa guru bisa berpesan pada kakek Tan."
"Aku mengundurkan diri dulu Guru, permisi."
Lu Bu bergegas menuju kehalaman samping tempat dia berlatih tadi.
Kemudian berjalan keseberang tempat latihan, ternyata adalah sebuah taman bunga dengan berbagai macam warna bunga, Tempat tersebut terlihat tenang dan nyaman. Disamping taman bunga ada sebuah tempat peristirahatan yang dibawahnya ada kolam ikan.
Ditempat peristirahatan tersebut tersedia beberapa kursi . Disana terlihat seorang wanita yang sangat cantik sedang menatap kearah kolam ikan dengan tatapan sedih. Dibelakang wanita tersebut terlihat sebuah air terjun buatan yang airnya mengalir terus menerus dari atas kebawah. tidak jauh dari lokasi tersebut terlihat sebuah kincir air kayu. Kincir air inilah yang menjadi penggerak air terjun buatan tersebut.
Diatas meja terlihat penuh dengan berbagai macam masakan sarapan pagi, seperti pangsit, bakpau ,bubur, dan beberapa kue kecil dan buah.
Tapi makanan tersebut terlihat belum disentuh.
Lu Bu berjalan mendekati wanita itu dan melirik sekilas sarapan yang tersedia diatas meja.
Kemudian menatap wanita cantik tersebut dengan tatapan penuh kasih sayang dan mesra.
Sambil mengelus lembut rambut wanita itu yang halus dan hitam mengkilap.
Lu Bu pun bertanya.
"Sayang kenapa belum sarapan juga sampai jam segini."
"Ehh kamu sudah datang suamiku," ucap wanita itu tersenyum lembut menatap kearah Lu Bu .
"Aku belum lapar suamiku, a.. aaku, gak suka sarapan sendirian", jawabnya tertunduk sedikit sedih.
"Ya sudah aku akan menemanimu sarapan,. yuk kita sarapan." Lu Bu mengambil mangkok kecil mengisinya dengan bubur menaburkan ayam rebus sulr serta bawang putih goreng dan daun bawang iris. Setelah itu dia membawanya dan duduk disebelah istrinya, berniat menyuapi istrinya.
Istrinya menerima suapan pertamanya dengan membuka sepasang bibirnya yang sangat indah dan menawan.
Lidahnya terlihat kecil lancip merah juga sangat menggemaskan. Kemudian wanita itu meraih mangkuk dan sendok dari tangan suaminya.
"Suamiku terima kasih aku bisa sendiri," kamu juga makanlah kamu juga belum sempat sarapan dari pagi kamu juga tentu lapar ucap wanita itu lembut sambil menatap suaminya dengan mesra dengan sepasang matanya yang indah dan menawan. Sepasang pipinya terlihat sedikit merona merah menambah kecantikannya.
Lu Bu yang sudah menikah hampir 7 tahun dengannya. Setiap kali berdekatan begini, hatinya sering bergetar dibuat oleh kecantikan dan kelembutan istrinya ini.
Dia juga sering tidak mengerti kenapa bisa begini. Padahal sebagai suami istri apa sih yang tidak dia lihat dari atas ujung rambut sampai ujung kaki setiap hari setiap malam juga bisa dia lihat semua dengan bebas. Tapi entah mengapa setiap berdekatan begini mencium wangi tubuh istrinya melihat kecantikannya gerak-geriknya sentuhan tangannya yang lembut jantungnya akan berdetak dengan cepat seluruh aliran darah ditubuhnya pun berdesir-desir.
Kadang dia menenangkan dirinya sendiri mungkin inilah yang dinamakan cinta.
Kadang dia juga mengumpat diri sendiri yang tidak bisa menahan napsu binatang dirinya. Terkadang dia harus mati-matian menahan nafsunya. Agar tidak sampai terlalu vulgar dan menyakiti hati istrinya. Karena bagaimanapun dia berpikir yang dihadapannya adalah istri yang dia cintai bukan wanita penghibur diluaran. Yang tentu harus dia jaga perasaannya tidak boleh terlalu memaksakan kehendaknya sesuka hati.
Padahal dia termasuk pria yang hambar sama wanita, dengan kedudukannya, kekuatannya dan penampilannya, tubuhnya yang tinggi besar atletis dengan wajah yang tampan dan jantan .
Wanita mana yang tidak akan jatuh hati padanya kalau bertemu.
Banyak wanita yang menyukainya mendekatinya tapi dia selalu menolak mereka dengan halus ataupun memilih tidak menggubrisnya. tidak sedikit yang punya latar belakang bagus seperti putri-putri walikota, gubernur ,Mentri, jendral-jendral terkemuka, bahkan para putri istana kaisar HAN.
Semua putri itu adalah gadis perawan dari keluarga baik-baik juga sangat cantik jelita dan terpelajar. Tapi tidak ada satupun yang menarik hatinya.
Baru pada putri angkat Wang Yun , yang sebenarnya mirip pelayan yatim piatu di keluarga Wang Yun posisinya.
Hanya pada gadis inilah dia benar-benar tertarik dan tidak pernah bosan ada didekatnya.
Bahkan dia akan rela menukar seluruh dunia, asal bisa bersama istrinya ini selamanya dia sudah merasa sangat puas dan bahagia.
Padahal istrinya ini posisinya cuma pelayan dirumah Wang Yun lebih parahnya lagi, istrinya sudah bukan gadis tapi sudah dinodai oleh Dong Zhuo .
Tapi dia tidak perduli dan tetap sangat mencintai dan menyayangimya.
Seperti sekarang ini ketika menyuapi istrinya. Melihat bibir lidah rasanya dia ingin langsung mulumat bibir dan lidah yang menawan dan menggemaskan itu.
ditambah lagi aroma wangi dari tubuh istrinya dan sentuhan jari lembut istrinya ketika mengambil mangkok dan sendok dari tangannya. Apalagi tatapan dari sepasang mata yang begitu indah .
Rasanya ingin langsung mencium kedua matanya kemudian bibirnya selanjutnya menariknya langsung kekamar untuk bermesraan dan melakukan hubungan suami istri.
Tetapi semua ini hanya muncul dibenaknya saja . Tentu dia tidak berani melakukan hal itu, meski dia tahu kalaupun dia melakukannya. Istrinya juga tidak bakal menolaknya, tapi hatinya tidak. tega melakukannya dan hati kecilnya akan mengutuknya bila dia melakukan hal itu
Jadi dia hanya bisa dengan canggung duduk melahap semua makanan dimeja untuk mengalihkan nafsu biologisnya menjadi nafsu makan.
Melihat cara makan suaminya, istrinya hanya tersenyum. Sebagai seorang istri yang sudah hidup 7 tahun bersamanya bahkan sudah memiliki seorang putra. Bagaimana mungkin istrinya tidak tahu apa yang sedang dirasakan suaminya.
Suaminya meski porsi makannya banyak karena memiliki postur badan tinggi besar. tapi dia kurang suka sama yang namanya camilan.
Sebagai seorang yang sedari kecil hidup dimiliter baginya yang penting makanan pokok seperti nasi mie bakpau dan arak itu yang dia paling suka .
Tapi saat ini suaminya menghabisi semuanya. Tanpa perduli mana yang dia suka dan tidak dia memakan semuanya.
Istrinya mendekati suaminya dan mengelus punggung suaminya, sambil berkata "makan pelan-pelan nanti tersedak."
UHUUK.. UHUUK .. UHUUUK.. Dia malah benar -benar tersedak bukan karena kata-kata istrinya tapi ini karena elusan dipunggung dan wangi tubuh istrinya yang begitu dekat yang membuat dia benar-benar tersedak.
Melihat ini istrrinya segera memberikan cawan yang berisi air teh untuk diminum suaminya
Lu Bu langsung menerima dan meminumnya, baru pernapasannya menjadi lega .
Dia tidak berani menatap kearah istrinya.
Dia mengambil teko berisi teh menuang kegelas dan meminumnya berulang-ulang.
Melihat ini istrinya menjadi kasihan, dengan oelan-pelan dia berbisik ditelinga suaminya, "kita lanjutkan kekamar saja yuk disini agak dingin."
Mendengar ini teh yang sedang diminum Lu Bu sampai tersembur kesemua makanan dimeja PUUIHHH...
Istrinya tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang bahu suaminya, kemudian berdiri dan berjalan kearah kamar sambil memutar kepalanya memberikan lirikan manja dan penuh arti.
Hal ini membuat hati Lu Bu tercekat seketika.
Dia terpesona dan terpana melihat kearah istrinya dengan tatapan bodoh sampai tidak menyadari mulutnya sedang terbuka.
Melihat tingkah suaminya , istrinya kembali tertawa sambil menutupi mulut kecilnya dan berjalan meninggalkan taman menuju kamar.
Baju istrinya yang halus dan tipis membuat pinggul istrinya yang penuh dan montok dengan bentuk yang proporsional diimbangi pinggang yang langsing kalau dilihat dari belakang sangatlah mempesona.
Lu Bu segera berdiri dan mengejar dibelakang istrinya sambil berseru
"tunggu aku sayang"...
Karena terburu-buru dia sampai melupakan Hua Ci kesayangannya masih tertinggal disana.
Para pelayan wanita yang berdiri tidak jauh dari sana terlihat tidak bisa menahan tawa melihat tingkah Cu Kung mereka.
Menurut mereka tingkah Cu Kung mereka sangatlah imut kalau sedang bersama Fu Jin mereka.
Para pelayan wanita segera membereskan meja sambil tertawa-tawa mengingat tingkah imut Cu Kung mereka tadi.
Tapi tidak dengan para pengawal yang dipanggil salah satu pelayan untuk membawa senjata Hua Ci nya ketempat penyimpanan senjata .
Mereka justru terlihat kesal dan diam-diam mengutuk Cu Kung mereka yang sering meninggalkan Hua Ci nya disembarang tempat, bila sudah berada didekat Fu Jin.
Hua Ci itu begitu berat mereka harus bersepuluh baru bisa mengangkatnya.
Sekarang ditambah lagi harus mengangkatnya sampai keruang senjata yang jaraknya lumayan jauh .
Ini adalah tugas yang sangat berat dan membuat mereka tersiksa.
Melihat para pengawal yang mengangkat Hua Ci dan berjalan sampai terkengkeng- kengkeng., Mirip tarian kepiting, membuat para pelayan wanita yang melihatnya semakin tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perut mereka yang terasa sakit karena terlalu banyak tertawa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 399 Episodes
Comments
Sudar Manto
🤣🤣🤣🤣
2022-09-12
2
Dian Dian
pemeran utamax msih tidur,,,authorx terlalu fokus ma perang ,,,pa ni crita mang ga da mcx
2022-06-22
2
Harman LokeST
up next thor
2022-03-20
2