Pagi itu ketika matahari terbit digerbang kota bagian Utara Ibukota XIA PI terlihat seekor kuda yang dipacu kencang menuju kearah nya.
Penunggangnya dari jauh berteriak ,
"Buka pintu gerbangggg!!..."
Pengawas dibenteng memperhatikan lebih teliti sambil menyipitkan matanya.
Kemudian dia pun terkejut dan berteriak,
"Segera buka gerbang kota Jendral Gao mau lewat!!...."
Tepat gerbang kota baru terbuka sedikit dan jembatan penyeberangan baru diturunkan setengahnya. Terlihat kuda dan penunggangnya sudah melompat melewati jembatan penyeberangan dan memasuki gerbang kota, sambil berteriak .
"Tutup kembali gerbang dan angkat jembatannya tanpa perintah dariku siapapun dilarang keluar masuk !!.."
Prajurit penjaga tidak berani mengabaikan perintah tersebut, mereka segera menutup gerbang dan mengangkat jembatan penyeberangan.
kemudian salah satu dari mereka segera melapor kekomandan benteng, komandan benteng dengan sigap langsung memerintahkan anak buahnya melakukan perintah pemblokiran digerbang Utara.
Dan mengumumkan kepada penduduk yang mau keluar masuk agar memutar kegerbang lainnya gerbang Utara ditutup sementara.
Para prajurit penjaga benteng pun segera menempel pengumuman baik didalam maupun diluar gerbang pintu masuk benteng.
Sementara Gao Shun tetap memacu kudanya kekediaman Lu Bu. Karena masih pagi jalanan masih sepi dia dapat memacu kudanya dengan cepat.
Beberapa saat kemudian Gao Shun sampai dipintu gerbang kediaman Lu Bu dan menyuruh prajurit pengawal pintu mengabari kedalam. Dia ingin menghadap Guru Cheng dan Cu kungnya.
Pengawal memberi hormat dan tanpa banyak cakap, salah satu pengawal berbalik badan. Kemudian berlari masuk kedalam untuk melapor kedatangan Gao Shun ke kakek Tan.
Kakek Tan segera keluar menyambut dan menyuruh pengawal yang melapor segera mempersilahkan Gao Shun untuk masuk.
Kakek Tan langsung membawa Gao Shun menghadap Lu Bu yang sedang berlatih dihalaman samping.
Terdengar angin berderu-deru yang ditimbulkan dari pergerakan senjata Feng Thian Hua Ci ( senjata tombak Phoenix langit)
Feng Thian Hua Ci adalah senjata andalan Lu Bu . Senjata tersebut dibagian paling ujung depan adalah tombak runcing, dikiri kanan sedikit agak kebawah dari mata tombak, adalah pedang kecil melengkung yang berbentuk seperti bulan sabit. Dibawahnya lagi dihiasi bulu bulu halus berwarna merah.
Sedangkan pada tongkatnya adalah baja yang dilapisi mas dengan ukiran naga yang melingkari tongkat tersebut.
diujung tongkat bagian paling ujung bawah juga ada kepala naga.
Tongkat tersebut amat berat perlu 10 orang pria dewasa untuk mengangkat tongkat tersebut.
Terlihat Lu Bu memutar-mutar tombaknya mengelilingi seluruh tubuhnya, terdengar angin menderu-deru dan suara mengaung dari tombaknya.
WUUSS.. WUUSS..WUSS..
WUNGGG....WUNGGG...WUNGGG..
Lu Bu mulai dari atas kepala tombaknya diputar seperti kitiran baling-baling helikopter. Kemudian diputar dibagian depan tubuh, kemudian kekiri dan kanan tubuh dan dilanjutkan ke bagian belakang punggung dengan kedua tangan dibelakang punggung dan sedikit membungkukkan badannya.
Tombak diputar dibagian belakang lalu naik lagi keatas kepala kemudian baru ditusukan kedepan dengan melepaskan tombak melaju kedepan dan menahan bagian ujung tongkat dengan satu tangan.
Lalu menariknya kembali sambil memegang ujung tombak dan menacapkan ujung tongkat kepala naga kelantai. DUUKK.
Sehingga mengetarkan lantai diarea sekitar seperti gempa kecil.
Tombak tersebut ditangan Lu Bu terlihat ringan seperti tidak berbobot sama sekali.
Lu Bu pun tidak terlihat ngos-ngosan napasnya teratur wajahnya biasa saja tidak terlihat lelah sama sekali.
Gao Shun terlihat kagum dan terkesima, ketika memperhatikan Cu Kung nya berlatih. Sehingga sejenak dia lupa akan laporan pentingnya.
Lu Bu berbalik dan menghadap kearah Gao Shun bertanya,
Jendral Gao ada urusan apa, kenapa pagi-pagi gini sudah kemari.
Gao Shun tersentak, segera berlutut memberi hormat. Begitu mendengar pertanyaan tersebut dia baru teringat akan kepentingannya.
"Cu Kung pasukan CAO CAO sedang menuju XIA PI untuk menginvasi kita."
"Pasukan datang dari 3 arah CHEN LIU, XIAO PEI, dan PU YANG."
Lu Bu terlihat berseri-seri mendengar invasi CAO CAO tidak terlihat khawatir malah terlihat senang.
"Aku sudah lama menunggu hari ini. rasanya tidak sabar agar bisa segera bertemu dimedan tempur."
"Aku sudah cukup lama beristirahat , akhirnya sekarang bisa berolahraga melemaskan otot rasanya sungguh menyenangkan."
"Aku sebenarnya sudah lama ingin menyerang kalau bukan ditahan oleh Guru Cheng sudah lama aku menyerang CHEN LIU."
"Berapa banyak pasukan yang dibawa ******** CAO itu kemari?" tanya Lu Bu sambil menatap Gao Shun dengan tersenyum dingin.
Gao Shun menjawab,
"Dari CHEN LIU diperkirakan mencapai 400 000 dari XIAO PEI dan PU YANG diperkirakan masing-masing mencapai 200 000.
Total diperkirakan mencapai 800 000 pasukan."
"Dia membawa Jendral siapa saja kemari?"
"Kalau hal itu saya belum jelas, karena terburu-buru kemari memberi kabar.
" Jadi saya belum sempat bertanya dengan detil, kepada kedua mata-mata yang pulang melapor."
"Gakpapa Ayo kita keruang kerja ku !"
"Disana kita bisa lebih nyaman dan tenang membahas serta merencanakan strategi mengantisipasi invasi CAO CAO..'
"Kakek Tan, tolong panggikan Guru Cheng dan Zhang Liao datang keruang kerjaku segera!!.."
"Baik Cu Kung," Jawab kakek Tan sambil membungkuk kemudian berbalik badan pergi memanggil Cheng Gong."
Beberapa saat kemudian diruang kerja Lu Bu, sudah hadir Cheng Gong, Zhang Liao, Gao Shun.
Lu Bu segera mengajak mereka bertiga mendekati sebuah meja besar yang berisi miniatur wilayah XIA PI.
dibelakang miniatur masih digantung peta besar wilayah China daratan keseluruhan.
Lu Bu menceritakan kabar invasi CAO CAO sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Gao Shun, kepada Cheng Gong dan Zhang Liao.
Lalu mereka semua melihat kearah Cheng Gong menunggu kira-kira strategi apa yang akan diambilnya.
Cheng Gong terlihat sdeng berpikir, kemudian bertanya ke Gao Shun ," jadi pasukan Cao-Cao dari CHEN LIU sudah bergerak dari dua Minggu yang lalu secara diam-diam?"
"Dan semua mata-mata kita disana juga telah mereka habisi?"
CAO CAO benar-benar rubah tua yang licik, dia berpura-pura mengumpulkan bahan makanan dan menyebarkan isu."
"Agar mengalihkan perhatianku ke hal itu."
"Untuk menutupi pergerakan pasukannya di CHEN LIU."
"Jarak dari XIAO PEI kemari diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat 3 hari."
"Ke 2 mata-matamu diperkirakan baru akan sampai kemari nanti malam."
"Sebaiknya kita tunggu kedatangan mereka berdua, agar mendapatkan laporan dan informasi tentang musuh selengkap-lengkapnya."
"Baru kita putuskan langkah kita berikutnya."
"Sekarang Jendral Gao harus kegerbang Utara menunggu kedatangan pasukan dan kedua mata-matamu itu."
"Kalau sudah sampai segera bawa mereka kemari untuk diskusi bersama. "
"Jendral Zhang ajak Wang Yi membawa semua pangan berkualitas tinggi, menuju pelabuhan XIA KOU , lakukan pertukaran dengan pedagang dari Persia."
"Tukarkan dengan sejenis minyak hitam dan bubuk hitam yang mereka miliki."
"Kita membutuhkan dalam jumlah banyak. Semua pangan kualitas tinggi yang kita beli beberapa Minggu ini tukarkan semua, min 10 000 galon kalau masih ada sisa tukarkan dengan kuda bagus mereka."
"Aku pernah selidiki harga pasaran disana adalah 1 karung pangan bagus ditukar 5 galon minyak itam ataupun bubuk hitam."
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 399 Episodes
Comments
Rizal Zanuar Jr.
cerita nya bagus,tpi knp kesannya mc nya yg jd peran pendukung.
2023-01-30
0
Sudar Manto
segera dimulai
2022-09-12
2
Sandi Fahlevi
mc ny jd peran piguran
2022-05-18
2