Isabella dan David duduk di meja makan sambil menunggu kedatangan Rissa dan Frank, bocah itu sedang asyik memakan coklat yang ada di tangannya tanpa menghiraukan sang mama yang duduk di sebelahnya.
"Jangan lupa untuk menggosok gigi setelah memakan, David," kata Isabella mengingatkan.
"Iya, Ma ..." balas David.
Dia tak terlalu menghiraukan kata-kata Isabella dan lebih memilih untuk menikmati coklat itu dengan penuh kenikmatan. Lapisan demi lapisan coklat mulai lenyap saat sampai di mulut David. Wajahnya memancarkan sebuah kenikmatan yang tergambar jelas di sana. Isabella hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah laku putranya itu, dia tak habis-habisnya membuat Isabella mabuk dengan pesonanya.
Tok!
Tok!
Tok!
"Itu pasti mereka," gumam Isabella langsung beranjak dari tempat duduknya.
Dia membukakan pintu untuk Rissa dan Frank, mereka berdua dipersilahkan masuk oleh Isabella. Mata kedua manusia itu terpaku dengan dekorasi yang disiapkan oleh Isabella, bahkan Rissa pun sampai berdecak kagum karena sahabatnya itu bisa menyelesaikannya dalam waktu yang relatif singkat.
David yang menyadari kedatangan Frank langsung berteriak memanggilnya, "Frank, sini!" Kedua bocah itu sangat gembira seperti tak bertemu sekian lama. Padahal, baru sore ini mereka bertemu dan bermain bersama.
"Haha, dasar mereka berdua ini. Ayo masuk Rissa ..."
"Oh ... jadi aku ceritanya tamu nih?" goda Rissa sambil tersenyum. Wanita itu tertawa kecil lalu berjalan lebih dulu ke ruang makan mendahului Isabella. Setelah menutup pintu Isabella segera berjalan ke arah meja makan kemudian duduk di kursi yang ada di sana.
"Cobalah bagaimana rasa masakan ku, kamu pasti akan ketagihan ..." tawar Isabella mempersilahkan sahabatnya itu.
Rissa mengangkat alisnya, seolah penasaran dengan rasa makanan itu. Padahal, sebenarnya dirinyalah yang mengajarkan Isabella cara untuk memasak. Tapi wanita itu bertingkah seolah dirinya memang sangat mahir dalam memasak, Rissa hanya bisa mengikuti arah pembicaraan tersebut karena tidak mau merusak suasana.
"Waw! Rasanya enak!" Mata Rissa langsung membulat sempurna.
"Benarkah?" Isabella terlihat gembira. "Bagaimana rasanya?" tanyanya ingin tahu.
"Tidak buruk, setidaknya makanan ini masih bisa di cerna." Rissa terkekeh seorang diri hingga membuat Isabella juga ikut tertawa.
Apa-apaan yang bisa di cerna, dia pikir itu benda mati apa.
Isabella, David, Rissa dan Frank menyantap makanan itu dengan lahap. Suasana dinner saat itu terasa sangat nyaman, ditambah dengan alunan musik klasik membuatnya terasa semakin nikmat.
Setelah selesai makan Isabella maupun Rissa terduduk lemas tak berdaya akibat kekenyangan, mereka hanya bisa bersandar di kursi karena tak kuasa untuk berdiri. Sambil menunggu perut mereka mencerna makanan masing-masing, Isabella dan juga Rissa sedikit mengobrol dengan perbincangan ringan. Mereka berdua hanya bisa mendengar gelak tawa David dan juga Frank tanpa bisa menoleh dan melihat mereka, tubuh itu terasa begitu lemas sampai begitu malas hanya untuk sekedar menoleh.
"Rissa ..." panggil Isabella lirih, dia berbicara sambil memandang ke arah langit-langit ruangan.
"Ada apa Isabella ...?"
"Kenapa hidup ini sangat melelahkan? Setiap hari hanya makan, minum dan tidur saja. Tak ada hal utama yang dilakukan selain itu, belum lagi aku masih memiliki janji kepada orang lain..." Isabella menghela nafas panjang.
"Maka selesaikanlah janji mu, Isabella. Yakin, 'kan pada dirimu sendiri bahwa mereka masih menunggu kedatangan mu di sana."
"Ya, kamu benar, aku harus menepati janji ku."
Memang semua itu sudah menjadi kisah kelam tentang masa lalu Isabella, namun Rissa sendiri tak mengerti mengapa wanita itu malah membahasnya padahal itu akan menyiksa dirinya sendiri.
-
-
-
-
-
***
BERSAMBUNG..............
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Dewi Dewi Ahmat
ak jdi penasrn franks itu ank nya siapa??
2021-07-26
1
Dwi Veronica
rissa bknnya nm kepala pelayan isabel dl wkt msh sm justin y???
2021-06-30
1
B Hyun
klw frank ankny justin...aku brhenti bcny hiks
2021-05-17
15