"Apa ini?" Justin berucap setengah berseru. "Laporan macam apa ini? Kau benar-benar sudah berani bertingkah ternyata!" Membanting map ke atas meja kemudian bersedekap dada sambil menatap dingin.
Pria di hadapannya sudah gemetar ketakutan saat melihat kemarahan Justin yang seperti akan menelannya. Lebih menakutkan lagi saat melihat sorot mata sekertaris Zay yang sudah meraih map tadi dari atas meja Justin.
"Melakukan penggelapan uang dan memanfaatkan jabatan untuk menggoda para bawahan sesuka hati? Kau pikir Informasi seperti ini akan luput dari pengawasan kami?" Zay bicara dingin.
"Tidak Sekertaris Zay! Itu semua bohong, saya bisa menjelaskannya."
"Diam!" bentak Zay sambil melempar map tadi ke arah pria itu. Membuatnya langsung bungkam seketika sambil menutup wajah dengan sebelah tangan.
"Kau sudah tidak punya hak untuk bicara di sini. Informasi yang sampai di tangan kami adalah informasi yang sudah dapat di pastikan kebenarannya, pembelaan mu sudah tidak berarti."
Pria itu semakin gemetaran, kalau dia tidak segera mencari jalan keluar semuanya bisa hancur.
"Hari ini juga, kau pergi angkat kaki dari perusahaan dan bereskan semua barang-barang mu karena Girald Group tidak membutuhkan orang seperti mu." Wajah pria itu pucat pasih mendengarnya seperti nyawanya akan segera tercabut.
"Dan jangan lupa membayar uang denda seperti yang tertulis di dalam kontrak karena perbuatan mu sudah mempengaruhi kinerja dan performa perusahaan."
"Ta, tapi--"
"Hentikan omong kosong mu! Kau pikir sudah berapa banyak dana yang di keluarkan oleh perusahaan untuk proyek pembangunan Moonlight Hotel selama ini, haa-! Kau juga harus mengganti semua kerugian itu tak perduli bagaimanapun caranya." Mungkin ini yang biasa di sebut oleh orang-orang dengan istilah; hidup segan mati tak mau.
"Sekertaris Zay ... tolong maafkan saya ..."
Dengan gerakan cepat Zay langsung melancarkan tendangan tepat ke arah kepala pria itu hingga tersungkur dan terdorong ke belakang. Dia meringis kesakitan namun terus meminta belas kasih. Zay segera menghubungi petugas keamanan untuk menyeret pria itu pergi. Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai karena memang ada beberapa petugas khusus yang berjaga di lantai itu.
"Tidak Sekertaris Zay ... tolong beri saya 1 kali kesempatan lagi ... saya berjanji tidak akan mengecewakan Anda dan juga Tuan Justin," teriaknya yang sudah mulai di seret oleh para petugas keamanan.
"Cih-! Menjengkelkan saja." Justin yang dari tadi memperhatikan sambil bertopang dagu bergumam kesal.
Untung Zay segera membereskan pria itu, kalau sampai Justin sendiri yang turun tangan maka bisa di pastikan bahwa dia akan menghembuskan nafas terakhirnya. Bertindak kasar juga sebenarnya adalah untuk kebaikan pria itu.
Walaupun pada akhirnya semua sama saja karena dia akan terlilit hutang kepada perusahaan dalam jumlah yang sangat besar. Belum lagi para karyawan yang sudah dikeluarkan dari perusahaan Girald Group akan kehilangan kualifikasi mereka untuk masuk ke perusahaan lain.
"Maaf tuan, saya sudah membereskannya." Zay kembali berjalan ke samping Justin.
"Proyek ini sudah terlanjur setengah perjalanan, tapi orang-orang yang mempunyai kualifikasi untuk menyelesaikannya juga sudah punya tugas masing-masing. Kau cobalah cari orang yang bisa melakukannya."
"Baik, tuan."
"Oh ya, bagaimana dengan wanita yang kau maksud di perjalanan tadi? Apa dia sudah datang ke perusahaan ini?"
"Belum tuan, saya juga tidak yakin apakah dia tertarik untuk bergabung atau tidak. Tapi kalau di lihat kondisinya sekarang pastinya dia akan menerima tawaran ini ..."
"Ternyata kau benar-benar sudah memikirkannya dengan sangat matang." Justin menyeringai. "Siapa nama wanita itu?"
-
-
-
-
-
***
BERSAMBUNG...................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Retrouvailles♕
kaya kesamber geledek pasti justin dengernya
2022-02-05
1
Sarti Patimuan
Ternyata Zay bisa bertindak kejam juga
2021-07-28
1
Fani comel☠ᵏᵋᶜᶟ(hiat)
hotelnya namanya kak moon😂😂😂
2021-04-30
3