Isabella telah berada di ruangan Zay, pria itu duduk di kursinya dan mempersilahkan Isabella untuk duduk di hadapannya.
"Baiklah, aku akan melakukan interview terlebih dahulu. Jawaban mu akan menentukan apakah kau layak bekerja disini atau tidak. Aku berharap bisa mendengar sesuatu yang memuaskan ditelinga ku."
Zay berbicara dengan nada yang terkesan mengintimidasi. Dia memang tak pernah bersikap lunak saat sedang serius dalam pekerjaannya. Suasana di ruangan itu tiba-tiba saja berubah.
Seperti layaknya sedang melakukan interview, seharusnya seseorang tengah dalam keadaan tegang saat ini. Namun tidak untuk Isabella. Dia hanya duduk tenang sambil menunggu pertanyaan yang akan diberikan oleh pria dihadapannya.
"Apa alasan mu bekerja di perusahaan ini?"
Pertanyaan pertama yang ditanyakan oleh Zay memang terdengar cukup umum, namun sebenarnya ada penilaian lain dalam pertanyaannya itu.
"Untuk mendapatkan uang." Begitu singkatnya bibir wanita itu berbicara, Zay hanya menyeringai mendengarnya.
"Kenapa susah payah ingin bekerja kalau hanya menginginkan uang? Kau bisa melakukan hal yang lebih mudah dengan kemampuan mu, bukan?" Zay menyeringai.
"Kemampuan ku?" tanya Isabella menyelidik.
"Seperti ... tidur dengan pria kaya?” jawabnya santai.
Isabella tersenyum tipis. "Heh-! Sepertinya saya salah memilih perusahaan, kalau begitu saya permisi," pamitnya segera bangun dari tempat duduk.
"Tunggu." Isabella berhenti. "Aku tidak serius dengan yang ku katakan. Bisa kita lanjut, 'kan?" Zay kembali terlihat serius.
"Baiklah."
Isabella kembali duduk.
"Apa motivasi dan harapan mu bekerja di perusahaan ini?"
Kini pria itu melanjutkan pertanyaannya yang kedua. Lagi-lagi pertanyaan umum yang biasa dilakukan saat interview. Sejauh ini Isabella belum menemukan sesuatu yang membuat hatinya merasa janggal.
"Karena saya berharap dengan bekerja di sini saya bisa mendapatkan pengalaman yang lebih baik lagi dan tentunya suasana yang lebih nyaman dalam bekerja."
"Apa pekerjaan sebelumnya kau tidak merasa nyaman?"
"Kurang lebih begitu."
Dulu ketika Isabella bekerja di perusahaan luar negeri dia sempat beberapa kali mendapatkan perlakuan tidak pantas dari atasannya. Sekali mereka berani memegangnya tanpa izin hari itulah Isabella akan mengundurkan diri dari pekerjaan. Walaupun dia adalah seorang wanita tak bersuami tapi dia juga masih memiliki harga diri sebagai seorang wanita.
"Oke, baik. Lalu apa alasan yang dapat membuat ku yakin untuk menerima mu bekerja di perusahaan ini?" Alis mata Zay sudah bertaut.
"Dengan pengalaman kerja dan jam terbang yang saya miliki, saya yakin dapat menciptakan kemajuan dan progres yang lebih baik lagi untuk perusahaan ini di masa depan." Kalimat di akhiri dengan sebuah senyuman.
"Kalau begitu apa motif tersembunyi yang kau miliki?" Bicara pelan dengan sorot mata dingin.
Sebelumnya aku bertemu dengan Isabella adalah di luar negeri. Kedatangannya kembali ke negara ini pasti memiliki alasan yang kuat. Belum lagi saat mencari tahu informasi tentang masa lalunya aku tak mendapatkan apapun. Siapa sebenarnya dirimu?
Isabella mengernyitkan dahinya.
"Saya tak memiliki motif apapun, saya berada di sini memang untuk melamar pekerjaan. Dan lagi, kalau saya memang memiliki maksud lain, kenapa Anda malah mengundang saya ke sini? Bukankah itu terdengar lucu?" Isabella mencoba untuk memojokkan Zay, dia ingin lihat apa yang sebenarnya direncanakan oleh pria itu.
"Belum lagi Anda mengundang saya bergabung ke perusahaan ini karena tahu bahwa saya telah kembali ke negara ini. Itu membuktikan bahwa Anda telah mencari tahu informasi tentang saya. Seharusnya apa yang Anda ketahui sekarang sudah lebih dari cukup." Isabella mengakhiri kalimatnya dengan sebuah senyuman.
Sial, Wanita ini memang tak bisa di remehkan. Kalimatnya berhasil memojokkan ku.
Zay hanya bisa tersenyum kecut sekaligus kagum dengan kemampuan tempur Isabella.
"Kita tak tahu apa yang dipikirkan oleh orang lain, jadi saya rasa hal ini tidak terdengar aneh. Oke baiklah, Interview mu telah selesai dan kamu sudah mulai bisa bekerja besok." Zay menyerahkan sebuah kertas dan pena. Itu adalah kontrak karyawan perusahaan Girald Group.
"Hah? Maksud Anda?" tanya Isabella kebingungan sambil membaca kertas tersebut.
"Apa kau tidak mengerti?" tanya Zay lebih kebingungan lagi.
"Bukan itu, hanya saja sepertinya pembicaraan kita belum selesai?"
"Tidak. Pembicaraan kita telah selesai, aku sudah mendapatkan jawaban yang aku perlukan. Kalau tidak ada hal lain lagi kau boleh segera kembali."
Isabella menandatangani kontrak itu karena dia sudah cukup mengerti tentang kebijakan perusahaan.
Aneh, pria ini benar-benar sulit di tebak.
Akhirnya setelah berjabat tangan Isabella pun beranjak pergi.
-
-
-
-
-
***
Jangan lupa like dan komen di setiap bab
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
nevayyyegdgdvg
😀
2022-05-25
0
Retrouvailles♕
emangnya zay berharap menemukan apa 😁
2022-02-05
1
ʀɪsᴛʏ ࿐
masih mencoba untuk memahami karakter nya Zai🚴♀️🍃🍃
2021-08-03
0