"Aku pasti akan melakukannya, janji tentu harus di tepati. Tapi perjalanan ku masih panjang Rissa, entah kapan waktu itu akan tiba."
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Aku yakin semua akan kembali seperti sedia kala, yang bisa kita lakukan sekarang hanya berusaha yang terbaik untuk menjalaninya." Rissa menyunggingkan senyumnya.
"Ya, kamu benar."
"Sudah, lebih baik kita bercerita hal-hal yang menyenangkan saja, jarang-jarang berkumpul tidak boleh bersedih," kata Rissa mencoba untuk mencairkan suasana.
"Iya, maafkan aku karena terbawa suasana seperti ini..." Berusaha tersenyum.
"Oh ya, gimana masalah pekerjaanmu? Sudah dapat?"
Topik itulah yang sedari tadi ingin ditanyakan oleh Rissa, namun ia menunggu waktu yang pas untuk menanyakan-nya.
"Sudah, aku sudah dapat. Dan, itu adalah salah satu perusahaan yang sedang naik daun beberapa tahun terakhir, semoga pekerjaan kali ini lebih baik daripada sebelumnya."
"Ku harap juga begitu. Kasian sama diri kamu sendiri kalau harus gonta-ganti pekerjaan karena atasan yang kurang baik."
Isabella mengangguk.
"Oh ya! Leon bagaimana? Tinggal di rumah Zen lagi?" tanya Rissa mengalihkan pembicaraan.
"Yah ... bisa di bilang begitu, sudah coba ku nasehati tapi sepertinya dia tidak mau mendengarkan."
Rissa mengangguk sebagai sebuah respon.
Isabella bangkit dari tempat duduknya karena merasa sudah memiliki energi untuk berjalan, dia membuka kulkas dan mengambil beberapa snack dan makanan ringan untuk menemani malam mereka.
Tak lupa pula ia menyiapkan air soda sebagai pelengkapnya. Isabella berjalan ke ruang keluarga sambil mengajak Rissa di belakangnya, di sana memang ada kasur lantai yang cukup tebal dan lembut sebagai alas menonton di depan televisi. Isabella meletakkan makanan dan juga soda itu di atas kasur, merebahkan tubuhnya di bantal yang memang biasa diletakkannya di sana.
Rissa menyalakan televisi dan merebahkan tubuhnya sama seperti Isabella, mereka mulai membuka snack itu dan memakannya. "Isabella, kamu besok sudah mulai bekerja?" tanya Rissa sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Iya ... aku besok sudah mulai bekerja. Oh ya, masalah rumah aku minta bantuan dengan mu, ya?"
"Tentu, lagi pula aku juga sudah terbiasa dengan pekerjaan ini, dan aku memang sudah melakukannya sejak dulu."
Masih dengan makanan yang ada di mulut mereka masing-masing obrolan itu terus berlanjut mulai dari masalah pekerjaan bahkan sampai berita yang sedang hangat di sosial media. Entah sudah menjadi kebiasaan seorang wanita, jika mereka berkumpul pasti akan membicarakan hal-hal mengenai orang lain.
Baik buruknya terkadang menjalar sampai ke mana-mana. Mulai dari berita yang sedang naik daun, bahkan sampai hubungan rumah tangga aktris terkenal pun menjadi topik pembahasan mereka. Waktu mulai berlalu dengan gelak tawa yang menghiasi suasana dan juga obrolan seru kaum hawa, tak terasa kini waktu sudah mulai larut.
"Ini sudah terlalu larut, kalau gitu aku pulang, ya ..."
Rissa berpamitan kepada Isabella untuk pulang ke rumahnya, melihat Frank yang sudah tertidur pulas di samping David. Membuat Rissa semakin tak bisa bertahan lebih lama lagi hanya untuk sekedar mengobrol, pria kecil itu harus segera pulang ke rumah dan tidur di kasurnya. Isabella hanya mengangguk dan melihat wanita itu menggendong anaknya pulang, rumah mereka berada tepat di samping rumah Isabella. Namun sepertinya wanita itu tidak mau merepotkannya dan lebih memilih untuk pulang ke rumahnya sendiri.
Isabella masuk ke dalam rumah setelah mengawal kepergian Rissa. "Besok akan menjadi hari yang melelahkan ..." gumamnya sambil nafas panjang.
-
-
-
-
-
***
Catatan Penulis :
Hanya mengingatkan, tombol like jangan sampai lupa. Dan, Hadiah juga silahkan di isi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
ayay
Jdi penasaran sma bpk ya si frank?
2021-05-07
5
Aas Asmawati
aku penasaran dg ayahnya frank..tapi jng sampai anak justin
2021-05-06
7
Gilang Hamzah
jangan" si Frank jg anaknya si Justin jg
2021-04-25
3