Ada apa dengan wanita ini? Bahkan untuk bekerja sekalipun dia menggunakan baju kumal itu. Entah sudah berapa tahun baju itu belum di gantinya. Dari penampilannya saja sangat tak cocok untuk bekerja di Girald Group.
Pria berbadan besar yang memandu Isabella membatin karena tak menyukai pakaian yang dikenakannya.
Sebenarnya tak ada yang salah dengan pakaian Isabella, hanya saja standar pakaian di perusahaan Girald Group cukup tinggi. Rata-rata hampir keseluruhan karyawan menggunakan baju-baju bermerk, sedangkan Isabella hanya menggunakan baju kerja biasa. Dan itu membuat orang-orang memandang remah dirinya.
Padahal dulu saat bekerja diluar negeri Isabella tak pernah kekurangan pakaian untuk bekerja. Hanya saja untuk kepindahannya kembali ke Indonesia dan membeli rumah serta biaya sekolah adiknya, terpaksa dia menjual semua pakaiannya dan aksesoris sejenisnya.
"Silahkan masuk Nona, di dalam akan ada orang yang menunjukkan jalan untuk Anda. Kalau begitu saya permisi." Pria itu berucap dengan nada dingin lalu pergi tanpa menunggu respon Isabella terlebih dahulu.
"Apa-apaan maksud tatapannya itu? Dia pikir aku ini kotoran apa sampai melihat dengan cara jijik seperti itu. Dasar pria berbulu monyet! Lihat dulu sekujur badan mu itu, hampir 70% isinya bulu semua!"
Isabella mengendus kesal karena menyadari tatapan sinis dari pria berkumis yang memiliki perawakan bertubuh besar dengan rambut panjang dan berewok yang menutupi wajah.
"Tunggu saja kamu pria berbulu monyet, akan ada waktunya dimana aku membalaskan penghinaan mu itu! Haha." Isabella tertawa sendirian, dia memang kerap membuat cita-cita aneh agar menjadi pacuan dirinya untuk melangkah maju.
Kenapa mereka semua menatap ku seperti itu? Apakah ada yang salah dengan ku?
Isabella memperhatikan pakaiannya dari atas sampai bawah. Mencari kejanggalan yang membuat orang-orang menatapnya dengan aneh. Karena tidak menemukan apapun akhirnya dia melangkah pergi menuju meja resepsionis.
"Permisi, apakah saya bisa berbicara dengan sekertaris Zay?" tanya Isabella kepada seorang wanita resepsionis.
"Maaf sebelumnya, ada keperluan apa hingga Anda mencari sekertaris kami? Karena sepertinya hari ini Sekertaris kami tidak memiliki janji temu dengan siapapun," jawab wanita itu sambil menarik senyumnya.
"Saya datang ke sini untuk melamar pekerjaan. Sekertaris Zay sendirilah yang mengundang saya secara langsung beberapa waktu yang lalu," kata Isabella menjelaskan.
Secara langsung! Bagaimana bisa secara langsung? Kamu bahkan hanya memakai baju usang itu, masih berkhayal memiliki kualifikasi untuk menarik perhatian Sekertaris Zay?
"Anda ...?"
"Nama saya Isabella."
"Oh...baiklah, silahkan menunggu di ruang tunggu. Saya akan segera memberitahukan kedatangan Anda kepada sekretaris kami."
"Baik, terima kasih."
Wanita itu terlihat mulai menyambungkan telpon. Isabella berjalan ke ruang tunggu dan duduk di sofa yang ada di sana. Dia mengambil cermin dari dalam tasnya sambil memeriksa apakah penampilannya sudah cukup baik. Setelah dirasanya sudah rapih, Isabella kembali memasukannya ke dalam tas. Dia berusaha duduk se-anggun mungkin agar dapat terlihat profesional oleh para karyawan yang lalu-lalang di sekitarnya.
"Siapa wanita itu?" Beberapa karyawan yang lalu lalang mulai berbisik-bisik. Mereka menatap Isabella aneh.
"Kenapa sih dari tadi ku perhatikan mereka suka berbisik-bisik." Isabella bergumam, dia tidak terlalu perduli dengan masalah pakaian karena uangnya selalu di gunakan untuk keperluan David dan juga Leon. Baginya selama masih bisa dipakai dia tetap akan memakainya.
"Isabella ..." Wanita resepsionis tadi memanggilnya.
"Iya?" Bangun dari duduk.
"Kami sudah mengkonfirmasi kedatangan Anda. Mari silahkan ikuti saya, Sekertaris Zay menyuruh Anda untuk datang ke ruangannya."
"Ah, baik terima kasih. Maaf merepotkan mu." Isabella tersenyum lega.
Memang repot! Siapa suruh datang ke sini. Huh! Membuat pekerjaan ku jadi bertambah. Entah apa kelebihannya wanita ini? Menatap bajunya saja sudah membuat ku jijik setengah mati.
-
-
-
-
-
***
Catatan Penulis :
Budayakan untuk mengklik tombol like ya, sob! Jaga selalu kesehatan dimana pun kalian berada, karena kesehatan adalah prioritas utama.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
ʀɪsᴛʏ ࿐
astaga 😱, jangan lah melihat dari penampilan luarnya 😔
2021-08-03
2
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
up
2021-08-02
0
Sarti Patimuan
Begitulah manusia selalu menilai dari penampilan luarnya
2021-07-28
0