"saa, ayoo kita lanjutkan permainannya!"
Iblis ini benar benar menikmati permainan ini!
Rigel yang kesal dengan perkataan Diablo, mulai menatap Diablo dengan curiga.
"Oyy, jika aku bisa bertahan mereka akan kembali dengan selamat kan?"
" yaa, tentu saja. Kita juga sudah membuat kontrak seperti itu. Jadi, aku tidak bisa menyerang mereka karna itu juga akan menghilangkan nyawaku."
Diablo membuat pose tenang dan menatap balik Rigel.
Rigel sedikit takut. Tidak, dia sangat takut karena tatapan iblis itu sangat dingin dan mengintimindasi.Tetapi, dia tidak menunjukan ketakutannya.
'Aku tidak boleh menunjukan ketakutanki disini karna itu hanya akan menjadi hiburan bagi si brengsek ini!'Batin Rigel, menguatkan tekad.
Cruch!
Rigel menggigit bibirnya agar dia dapat melupakan rasa takutnya.
"Oya? Kau memang benar benar orang yang menarik! Untuk menghindari ketakutan menguasaimu, kau sengaja melukai dirimu meski kau telah memiliki luka mengerikan itu."
Diablo melirik tangan kiri Rigel saat dia mengucapkan itu.
Rigel menyingkirkan semua hal yang ada dipikirannya.
'Aku telah berhasil mengambil isi dari guci itu satu kali tanpa cidera, tetapi, keberuntungan seperti itu hampir mustahil akan terjadi terus menerus. Tinggal dua pilihan lagi!'
Rigel mulai mempersiapkan tekadnya akan segala kemungkinan yang akan terjadi saat dia akan mengambil pilihan kedua. Rigel melirik Tirith dan pahlawan lainnya. Tirith masih sedikit menangis sementara para pahlawan yang lainnya membuat wajah marah dicampur kesedihan.
Rigel pun tersenyum masam.
jika dia tidak melakukannya, mereka semua akan mati. Rigel terus memutar kata kata itu di dalam kepalanya. Dia mulai memasukan tangannya ke dalam guci.
Rigel merasakan hawa dingin di punggungnya saat dia menyentuh benda di dalam guci itu.
Yang di dapatkan Rigel adalah sebuah kertas yang berisikan perintah.
Melihat apa yang didapat Rigel, Diablo tersenyum lebar.
"Iblis ini— kenapa dia terlihat sangat bahagia?!" Seru Takumi.
Di kertas perintah itu berisi pesan yang bertuliskan :
Perlihatkanlah dunia yang selalu kau lihat menggunakan lubang hitam dikertas ini.
Saat Rigel membaca isi dari kertas itu, perlahan tulisan yang sebelumnya telah dibaca perlahan memudar dan muncul sebuha lubang berwarna hitam di kertas itu.
'apa maksudnya ini?'Pikir Rigel.
'Perlihatkanlah dunia yang selalu kau lihat menggunakan lubang ini?'
Semua orang termasuk Tirith bingung dengan maksud dari perintah itu. Seakan telah mengetahui sesuatu, mata Tirith terbuka lebar. Tirith hendak berteriak untuk memberitahu Rigel sesuatu...Namun, itu dihentikan oleh sosok yang mengeluarkan aura yang sangat menjijikan.
"Orang luar tidak boleh ikut campur...itulah yang tertulis di kontrak." Diablo menatap dengan tajam.
Rigel mulai berkeringat. Dia bukan berkeringat karena Diablo yang terlihat mengerikan. Tetapi karena dia mendapatkan firasat yang sangat buruk tentang hal ini.
'memperlihatkan dunia yang selalu kulihat? Mungkinkah aku harus melihat melalui lubang hitam yang muncul ini?' Pikir Rigel.
Hah, tidak ada cara lain selain memastikannya.
Rigel perlahan mendekatkan lubang hitam itu kemata kirinya. Saat kertas itu telah mencapai mata kiri Rigel, dia melihat ada sosok seseorang.
'siapa orang itu?' Gumam Rigel.
Rigel mempertajam matanya untuk melihat sosok itu lebih jelas. Namun, sosok itu melihat tepat ke arah Rigel.
Dia tersenyum kepada Rigel, dia memiliki gigi yang tampak seperti monster. Melihat hal itu, Rigel menggigil dan hendak menjauhkan matanya dari lubang hitam itu, dan—
Cruch!
"e-ehh? "
Kertas yang berisi lubang hitam itu perlahan lenyap. Dan darah mulai keluar dari mata kiri Rigel. Lubang hitam itu menghancurkan mata kiri Rigel.
" a-arrrrrgggghhhh!" Rigel berteriak.
Darah mengalir dengan deras.
"Rigel...!!!" 4x.
Yuri, Tirith dan pahlawan lainnya berteriak memanggil nama Rigel secara bersamaan.
"kalian yang bisa menggunakan sihir penyembuh, cepat sembuhkan mata kirinya! " teriak Yuri. Namun—
Wush!
Udara di sekitar mulai bergetar hebat seolah gempa. Itu adalah ulah Diablo yang mengeluarkan hawa membunuh yang sangat besar. Aura berwarna hitam mulai keluar dari tubuh Diablo.
"bukankah sudah kubilang, orang luar tidak boleh ikut campur!" mata Diablo membesar menatap Yuri dan yang lainnya bagaikan binatang yang menatap hewan buruannya.
"Permainan ini baru saja dimulai, kalian jangan mengganggu."
Seolah sudah tidak tertarik lagi dengan Yuri dan yang lain, dia menatap Rigel yang sedang kesakitan dan menangis.
"yaa, terus lanjutkan penderitaanmu~ ahhh, sepertinya aku akan jatuh cinta karna emosi negatif yang kau keluarkan sangat nikmat~"
Diablo membuat wajah yang terlihat seperti orang cabul. Dia seakan terangsang karena kenikmatan emosi negatif yang dikeluarkan Rigel.
Rigel menatap Diablo dengan penuh kebencian sambil memegang mata kirinya untuk menghentikan pendarahan.
'Iblis sialan! Dia sangat senang melihatku menderita!' pikir Rigel.
Wajah Diablo seakan mengatakan "bagus, tataplah aku seperti itu, bencilah aku selama hidupmu hingga ke kematianmu."
"apa-apaan dengan kertas dan isinya tadi itu?!" teriak Tirith.
"Entahlah. Kertas itu mungkin kertas perintah yang menyuruhmu untuk memberikan pengorbanan." balas Diablo.
"p-pengorbanan?!" urat mulai muncul di dahi Takumi.
"yaa, terkadang muncul hal yang seperti itu. Isi dari kotak pandora ini bukanlah hal yang dapat kau prediksi."
"hmm, jika kau mengambil isi dari guci ini, permainannya akan berakhir." Diablo berfikir.
Setelah berfikir sebentar, Diablo mulai tersenyum seolah telah mendapatkan ide.
"yosh, aku juga akan mencoba mengambil isi yang ada di guci sialan ini." Diablo menyeringai.
Dia mengulurkan kedua tangannya bersamaan kedalam guci itu.
"a-apa yang kau lakukan, bajingan?! " teriak Rigel.
"aku penasaran, apa yang akan terjadi jika aku mengambil dua benda sekaligus." Diablo mengeluarkan senyuman yang menjijikan.
Sepertinya dia hanyalah seorang masokis.
Saat Diablo memasukan kedua tangannya, guci mulai mengeluarkan cahaya hitam.
"baiklah, mari kita lihat apa yang aku dapatkan." ucap Diablo.
Lalu—
Crush!
Sayap dan separuh tubuh diablo lenyap dan hancur. Darah meledak keluar dari separuh tubuh Diablo yang lenyap bagaikan di telan Buni.
Mata diablo membesar dan bertanya-tanya 'apa maksudnya ini?'
"kau menuai apa yang telah kau tabur!" ucap Rigel.
Meskipun tubuhnya hanya tersisa separuh, Diablo tidak akan mati kehabisan darah. Karena dia seorang bangsawan neraka tingkat tinggi sekaligus salah satu dari 12 pilar iblis. Untuk menghancurkan iblis tingkat tinggi. Kau harus menghancurkan jantungnya, memenggal kepalanya atau menghancurkan tubuhnya.
Karena separuh tubuhnya hancur, saat ini Diablo menjadi serapuh kertas. Bahkan dengan keadaan para pahlawan sekarang, mereka bisa saja mengalahkan Diablo yang sudah melemah sekarang juga jika saja tidak ada kontrak yang menghalangi. Namun apa boleh buat, takdir telah berjalan sebagaimana mestinya.
"kukuku, ini sangat sangat menyenangkan! Meski aku pemiliknya, benda ini tidak pilih kasih ya, brengsek! Kuhahahahah! Baiklah! Kotak pandora akan mencapai akhir!"
Apakah Rigel akan mengalami nasib yang sama seperti Diablo? Apakah dia hanya akan kehilangan bagian tubuh yang lain?
Permainan ini membuat jantung semua orang berdetak dengan sangat cepat.
Kotak pandora game, masih akan berlanjut!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 269 Episodes
Comments
John Singgih
sama-sama sial
2021-09-24
1
Pendekar
Diablo rencan ambil 2 barang tapi badannya hilanh separuh
2021-08-05
0
pemimpi
Kata penutupnya itu mengingatkan film dulu kala 😂😂
2021-06-11
0