Langit sudah gelap. Saat ini Rigel sedang makan malam bersama para pahlawan lainnya. Mereka tampaknya kelelahan.
Sepertinya mereka juga melakukan leveling hari ini. Takumi memulai pembicaraan.
"Hei apa kalian tau? Hari ini aku melakukan leveling dan berhasil mencapai lvl 15 dalam satu hari."
"Itu hebat, tetapi itu masih lebih rendah dariku yang mencapai lvl.20."
Mungkin Takumi berniat untuk menyombongkan dirinya karena dapat naik level dengan cepat. Namun, hal itu dengan mudahnya di hancurkan oleh Takatsumi.
"B-bohong! Tidak mungkin kau bisa naik level secepat itu! "
"Yahh, mungkin karena aku menemukan tempat berburu yang bagus."
"Sudah sudah lagi pula ini baru hari pertama. Aku saja baru mencapai lvl 13. Bagaimana denganmu Rigel?" Yuri bertanya kepada Rigel.
" Aku baru mencapai lvl 10."
"Hmm, Itu pencapaian yang cukup bagus untuk pahlawan terlemah dari semua pahlawan di dunia."
"Hati hatilah aku khawatir kau akan terbunuh oleh monster. Lagi pula kau tidak cocok dalam pertempuran jadi tidak perlu bersusah payah menaikkan levelmu."
"sudah sudah, Tidak baik kita berbicara saat sedang makan."
Rigel hanya mendecakkan lidahnya. Meskipun dia tahu Takumi hanya bercanda, namun entah kenapa Takatsumi nampak cukup bersungguh Sungguh menghinannya.
Sekarang langit tidak terlihat berawan. Saat yang bagus untuk melihat bintang dan karena itulah Rigel memiliki keyakinan penuh jika Tirith pasti sedang melihat bintang di taman kerajaan. Rigel bergegas ke taman dan... Benar saja. Dia menemukan Tirith yang sedang menatap Langit. Di tengah taman terdapat seorang gadis cantik yang menatap bintang dengan wajah yang serius. Sial dia sangat imut!
"Sudah kuduga kau ada disini tuan putri."
"Ahh, Rigel! Bagaimana menurutmu tentang negaraku? "
"Yah. Ini negara yang indah dan tampak sangat damai. Warganya menjalani hidup dengan aman, aku juga tidak melihat ada kejahatan selama berjalan jalan."
"Bagus lah kalau kau menyukainya. Apa yang membuatmu datang kesini?"
"Aku ingin menanyaimu beberapa hal mengenai hal yang mengganjal tentang kota ini kepadamu tuan putri."
"Emm. Panggil saja aku tirith seperti biasa. Di kerajaan ini hanya kau yang bisa kuanggap teman."
Tirith tersipu malu selagi mengatakan kata 'Teman' kepada Rigel.
"Baiklah baiklah, Tirith. Aku ingin bertanya padamu kenapa aku tidak melihat satupun demi human? Apakah mereka tidak membaur dengan manusia? "
...
Ada keheningan singkat di antara Rigel dan Tirith. Dia tampak sedih saat Rigel membicarakan tentang Demi-human. Lalu, akhirnya dia berbicara.
"Yah wajar bagimu menanyakan itu. Kau tahu dibalik cahaya yang terang pasti akan ada kegelapan di baliknya. Itu sama seperti negri yang indah ini pasti akan selalu ada kegelapan di balik semua itu. Demi-human pada umumnya monster tetapi mereka memiliki wujud serta akal dan pikiran manusia."
"Biar kutebak. Apakah rakyat negara ini tidak menerima demi-human? Dan mereka mengusir para demi human dari negara ini."
"Tebakanmu tidak sepenuhnya salah. Rakyat negara ini tidak mengusir demi-human, tetapi menjadikan mereka budak dan mendiskriminasi mereka. Bahkan tidak sedikit dari para bangsawan yang menyiksa mereka, ada juga orang orang keji yang membunuh mereka untuk bertambah kuat."
Rigel tersentak sedikit dengan pernyataan tirith. Perbudakan di dunia fantasi adalah hal yang biasa, Rigel tahu hal itu. Namun yang mengerikan adalah mengenai orang orang membunuh semi manusia untuk menaikkan level. Namun, untuk membunuh mereka hanya untuk level, betapa tidak manusiawinya itu? Bahkan di dalam Game di bumi tidak akan pernah ada yang seperti itu.
'Jika aku bertemu dengan orang seperti itu aku tidak akan ragu memenggal dan mencabik cabik mereka...!!!'
Tunggu, tirith mengetahui hal itu? Bukankah dia anggota kerajaan? Seharusnya dia bisa menyelesaikan masalah ini namun kenapa dia tidak melakukan apa apa dan hanya menutup mata?!
"Tirith, kau mengetahui bahwa ada sekelompok bajingan yang membunuh demi-human untuk level. Tetapi kenapa kau tidak melakukan apa apa? Bukankah kau seorang putri? Bukankah kau anggota kerajaan yang memiliki otoritas tertinggi di negri ini?"
Rigel dengan tidak sabaran melemparkan rangkaian pertanyaan kepada Tirith.
"Aku, aku juga sudah mencoba melakukan apapun untuk membantu mereka..." tirith mulai menangis.
"Aku juga sudah berusaha. Namun tidak ada seorangpun yang mendukungku dengan gagasan yang aku ajukan. Meskipun aku memiliki kekuasaan, tetapi aku tidak bisa melakukan hal dengan seenaknya sendiri, bahkan ayahku menentang saat aku mencoba menolong para demi human dan dia mencabut Otoritasku agar aku tidak dapat berbuat apapun."
'Ahh, sial! Pria macam apa aku ini?! Seseorang yang membuat seorang gadia cantik dan imut ini menangis hanyalah seorang sampah...'
Sepertinya, Tirith telah mencoba berbagai hal untuk membantu mereka. Namun, Raja dan para bangsawan menolak gagasan Tirith untuk membebaskan para demi human, ataupun memberi wilayah khusus untuk mereka. Rigel dengan canggung memeluk tirith yang sedang menangis di dadanya.
"Maafkan aku. Aku tidak mengetahui bahwa kau sudah berusaha keras untuk membantu mereka. Aku hanya kesal saja, meskipun aku manusia, aku memiliki rasa toleransi yang besar terhadap para demi-human yang hidup seperti di neraka."
"Tidak apa apa. Aku juga salah karna tidak bisa membujuk ayahku dan aku juga tidak bisa melakukan apapun untuk mereka."
Sial tidak adakah yang bisa kulakukan!
Rigel ingin menolong mereka, dia tidak bisa berpaling dan pura pura tidak melihat saja!
Ini bukan hanya untuk demi-human saja. Ini juga untuk tirith dan hati nuraninya.
"Hey, Rigel. Hanya kaulah orang pertama tidak menganggapku sebagai seorang putri. Kau menganggapku seperti orang biasa. Namun kau tahu? Aku sangat senang memiliki orang seperti dirimu."
Rigel bisa merasakan kehangatan tubuhnya dan dia merasakan sesuatu yang lembut menyentuh dadanya.
"Rigel, kau tahu. Ayah, para bangsawan, dan pahlawan lain serta rakyat menganggapmu sebagai hero terlemah."
Rigel terdiam.
"Karena itulah, bisakah kau berjanji satu hal padaku? "
Tirith mengangkat wajahnya dan melihat wajah Rigel dan berkata:
"Apapun yang terjadi tetaplah hidup dan kembalilah kesisiku, dan suatu saat kau akan membawaku melihat bintang sedekat mungkin."
Rigel terkejut dengan permintaan tulus tirith. Wajahnya masih berkaca kaca. Matanya yang memerah, pipinya yang basah karna air mata. Rigel menyeka air mata dari pipinya.
"Karena kau sangat imut, aku akan menjanjikan hal itu kepadamu. Lagipula aku tidak memiliki daya tempur yang dahsyat seperti yang lain. Mungkin aku hanya akan berada di kerajaan dan memasok banyak senjata.Tetapi aku tidak memperdulikan itu. Aku merasa lebih baik disini dan melihat bintang bersamamu dan itu membuatku merasa sangat nyaman dan hangat. Jantungku selalu berdebar dengan kencang, hatiku bergejolak setiap bersamamu. Perasaan apa ini namanya ya."
"Itu mungkin cinta. Saat kau mencintai seseorang yang kau inginkan hanya selalu bersamanya."
Tirith yang memerah mulai mengencangkan pelukannya dan bernafas seolah-olah sedang menghirup aroma tubuh Rigel.
"Aku tidak pernah mengetahui rupa, bagaimana dan seperti apa cinta itu sendiri. Haha, jadi seperti ini ya rasanya, jantung akan memompa darah lebih cepat dan sesuatu di dadaku serasa ingin meledak saat bersamamu. Selain itu, meski hanya dengan melihatmu, untuk aku merasa sangat sangat senang. Hmm, jadi ini berarti aku mencintaimu ya, Tirith?"
"Hehe, kau sangat berani menyatakan perasaanmu didepanku langsung. sepertinya aku juga mencintaimu, Rigel."
Ada kelegaan tersendiri dan Rigel merasakan hatinya melompat saat Tirith mengatakan 'Aku juga mencintaimu'
Setelah beberapa saat tirith dan Rigel saling bertatapan mata. Dan lalu wajah mereka semakin mendekat hingga mereka bisa merasakan nafas satu sama lain. Tirith memejamkan matanya dan Rigel memegang pipinya lalu, bibir mereka saling bersentuhan.
Bibir Tirith terasa seperti manisnya teh, dan sangatlah lembut serta hangat. Waktu terasa berjalan dengan lambat, angin berhembus kencang beserta dedaunan yang berterbangan, Bulan tampak sangat bersinar seakan akan dia sedang berbahagia.
Akhirnya, pria yang sejak kecil tidak pernah mengetahui apa itu cinta dan bagaimana rasanya, kini dapat merasakan bagaimana rasanya dicintai dan mencintai seorang gadis.
Setelah ciuman yang mendebarkan itu, Tirith menundukan kepalanya dan wajahnya memerah. Namun dia tidak melepaskan pelukannya dan kembali menatap Rigel. Apa dia ingin berciuman lagi?
"Ti-tirith. Jika ini berlanjut aku khawatir kita akan berumah tangga di usia muda."
Wajah Tirith memerah hingga ketelinganya dan dia melepas pelukannya dari Rigel lalu menjaga jarak sedikit.
"Ka-kau benar. Masih ada banyak hal yang harus ki-kita lakukan sebelum membina ru-ru-rumah t-tangga."
Rigel tersenyum karena keimutannya yang tiada duanya.
Namun, Rigel masih tidak bisa melupaka pikiran tentang Demi-human. Meski banyak orang yang tahu dan mendengar jeritan mereka tetapi tidak ada siapapun yang menolong mereka. Meskipun dia lemah, tetapi Rigel masihlah seorang pahlawan.
"Suatu saat, aku pasti akan membebaskan mereka. Aku akan menyelamatkan para demi-human yang menjerit meminta pertolongan."
"Jika saat itu tiba. Aku memberikan apapun yang kau inginkan dariku." Tirith tersenyum.
Rigel menatap Tirith dan wajahnua sedikit memerah lalu.
"Bagaimana kalau enam?"
"Hmm? Apa maksudmu dengan enam?" Tirith yang kebingungan.
"Maksudku, aku menginginkan enam anak darimu. Bagaimana? "
Seluruh wajah Tirith memerah sampai sampai Rigel hampir bisa melihat asap keluar dari kepalanya.
"E-e-e-enam a-a-anakk?! "
"Hmm apakah itu aneh? Kalau begitu kau menginginkan berapa?"
"Emh, yaa. Me-menurutku semakin ra-ramai s-semakin bagus."
Tirith memalingkan wajahnya yang memerah dari Rigel. Dia tampak benar benar imut saat ini.
Rigel tersenyum dan mendekatkan wajahnya untuk melihat ekspresi tirith yang semakin memerah sambil membisikian 'heee, begitu'
"Semakin banyak semakin baik yaa. Bagaimana kalau kita membuat anak sebanyak bintang di langit dan menamai mereka dengan nama nama bintang? "
" I-itu terlalu banyak! Lagipula aku tidak bisa terus menerus melahirkan anak!" Tirith berteriak dan cemberut.
Meski dia tidak bisa melahirkan anak terus menerus, Rigel masih bisa membantunya membuat anak terus menerus.
"Ahaha. Kau benar, jika kau menginginkannya segera kau hanya boleh meminta bantuanku oke? "
"Ya . Saat itu tiba persiapkanlah dirimu!! "
Mereka saling memandang dan tertawa bersamaan. Kebersamaan ini pasti tidak akan pernah di lupakan oleh Rigel.
***
📌Memberikan Like tidak akan membuatmu Rugi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 269 Episodes
Comments
ji ruxue
aku lebih suka ketemu heroin yang kuat di tengah cerita/Right Bah!/
2024-06-24
2
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Abis ini tu putri akan menghianati mc karena dia nikah sama pahlawan pedang
2023-02-20
3
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Hm sepadan
2023-02-20
2