Takatsumi Pov...
"Takumi, tetaplah alihkan perhatiannya...Kita harus menjauhkannya dari Rigel dan Yuri...!!!"
"aku tahu itu...!! Akan kami bukakan celah untukmu seranglah Naga sialan ini sekuat yang kau bisa."
"Baiklah...Jangan memaksakan diri."
"Tenang saja." Takumi tersenyum.
Sial! Bahkan saat hampir sekarat dia dapat mengeluarkan bola api mengerikan itu?! Ras naga memang sangat kuat. Pikir Takatsumi.
Takatsumi menoleh sebentar untuk melihat Rigel dan Yuri sedang menyembuhkan mereka yang terluka.
Rigel sedang mengobati rekan partynya yang terluka parah. Sebuah keajaiban untuk semua orang dapat selamat tanpa ada kematian setelah merasakan serangan itu.
Takatsumi mengembalikan fokusnya pada Naga. Dia berniat untuk menggunakan serangan terkuat yang dia miliki saat ini dan mulai menambil nafas panjang...
Huuuhhh...
Takatsumi memfokuskan kesadaran dan mana miliknya ke pedang ilahi. Takatsumi menunggu waktu yang tepat untuk menyerangnya dan menunggu sinyal dari Takumi.
Saat Naga itu mengaum Takumi memanfaaatkannya untuk menggunakan skill tombaknya. Tombaknya mengeluarkan cahaya ke emasan lalu dia melemparkannya dan meneriakkan nama Skill miliknya...
"Javelin strike!! "
Tombak itu mengenai rahang Naga dan membuat kepala Naga terdorong ke atas. Takumi berhasil menciptakan sebuah celah untuk Takatsumi menyerangnya.
"Takatsumi... sekarang...!!!"
Takatsumi berlari dengan cepat dan mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
"Sword Skill : Lightning sword, Thunder blade!!!!"
Pedang ilahi Takatsumi mengeluarkan aliran listrik yang sangat kuat dan langit mulai bergemuruh. Dia melompat dan menebas punggung Naga itu.
Naga menjerit kesakitan karena sengatan listrik sebesar dua juta volt.
"Hhhheeaaahhhh...!!"
Takatsumi berteriak dan berhasil menggores punggungnya. Punggungnya hanya tergores? Padahal itu serangan yang sangat kuat!
"Apakah serangan anda berhasil Tuan Pahlawan...?? " Nisa bertanya.
"Serangan itu tidak cukup kuat. Itu hanya menggores kulitnya saja...!!!"
"Tidak mungkin."
"Kulit nya sangat keras bahkan Javelin strike tidak dapat memberikan luka yang cukup parah. Hoi Takatsumi, apakah tidak ada cara untuk mengalahkannya...?!" tanya takumi.
Takumi jiga setuju mengenai seberapa keras kulit Naga ini. Takumi telah mencoba yang terbaik untuk melukai monster itu, namun setiap serangan yang dia lontarkan, tidak banyak memberikan kerusakan yang berarti.
"Entahlah. Jika ini di dalam game biasanya ada beberapa tempat yang menjadi titik lemahnya..Kita harus mencoba mencarinya..."
"Tidak ada pilihan lain selain terus menyerangnya, ya... sial... Jika tahu begini aku akan lebih rajin leveling untuk memperkuat diri!" Takumi Frustasi dengan kemalasannya.
Di antara tiga pahlawan lain, hanya Takatsumi yang memiliki level tertinggi yaitu sekitar lima puluh ke atas.
Rigel hanya berguna sebagai pendukung, Yuri terlalu syok untuk kembali bertempur, hanya Takumi dan beberapa anggota yang dapat bertarung.
"Tuan pahlawan pedang...Kami telah pulih sekarang. Apa yang harus kami lakukan?! " Misa bertanya.
Sepertinya Rigel dan Yuri sudah melakukan pekerjaan yang cukup baik. Mereka nampaknya memprioritaskan menyembuhkan para penyihir dan benteng terakhir mereka, Vanguard.
Bukan keputusan yang buruk tetqpi saat ini Takatsumi membutuhkan seorang pendukung untui meningkatkan daya serangannya.
"Baiklah vanguard kalian bergabunglah dengan Takumi untuk mencari kelemahan monster itu sisanya tetap bersamaku. Apakah ada dari kalian yang dapat menggunakan sihir untuk meningkatkan daya seranganku? " Takatsumi bertanya.
"Aku bisa menggunakan sihir buff tingkat tinggi..." Misa merespown.
"Baiklah kalau begitu bantu aku... Aku akan menggunakan skillku sekali lagi..."
"Baik..."
Misa mulai melantunkan mantranya sementara Takatsumi memfokuskan kesadaranku dan mananya ke pedang miliknya. Dia mengalirkan mana miliknya lebih banyak daripada sebelumnya. Selagi takatsumi fokus pada skillnya, Misa mulai membacakan mantra...
"Lampaui hukum alam dan patuhi keinginanku, Release Limitation...!!"
Sihir buff yang meningkatoan kekuatan seseorang secara drastis mengalir di tubuh Takatsumi. Dia merasakan ke hangatan selagi terus mengalirkan mana ke pedangnya.
"Sword Skill : lighting sword, thunder blade...!!!"
Pedang Takatsumi mulai di aliri oleh kekuatan Listrik lagi. Takatsumi membentuk kuda kuda untuk menyerang Naga, dia berniat mengakhiri pertarungan ini di sini.
Seakan menyadari bahaya Naga itu menoleh ke arah Takatsumi dan berusaha untuk terbang menjauh meskipun sayapnya terkoyak.
"Tidak akan kubiarkan... Javelin Stirke...!!!"
Takumi melemparkan tombaknya dan berhasil menembak jatuh Naga yang hendak terbang. Tombaknya mengenai dan menambah lubang di sayapnya.
Takatsumi dengan cepat memotong jarak di antara mereka dan dengan sungguh sungguh berniat membunuhnya. Menyadari dirinya dalam bahaya, Naga itu melontarkan semburan api ke arah Takatsumi. Mengayunkan pedangnya, Takatsumi membelah semburan api dan terus melangkah maju dengan cepat.
Naga mengulurkan salah satu cakarnya untuk menghentikan Takatsumi namun, sebelum dia bisa meraihnya, sebuah bola besi dengan rantai melilit cakarnya dan menariknya menjauh dari Takatsumi.
Itu adalah salah satu rekan Rigel yang bernama Nisa. Dia melilitkan tangan Naga dengan senjatanya dan menarik rantainya bersama dengan para Vanguard.
Di sisi lain, Ray dan Takumi terus menerus memberikan serangan di tubuh Naga. Para penyihir menyerang area wajah Naga untuk membutakan penglihatannya.
Timingnya pas, Takatsumi menyodorkan pedangnya dan menikam leher Naga dari depan dan berhasil menembus kulit keras Naga itu.
Takumi dan yang lainnya terus menerus menyerang Naga itu. Meskipun Takatsumi berhasi menembus lehernya, Naga itu masih belum tumbang. Takatsumi hendak mencabut pedangnya dan menjauh dari Naga itu.
Semua orang sudah kehabisan tenaga, Bahkan Takatsumi hampir tidak bisa bernafas dengan benar.
Bulu kuduknya mulai berdiri sialan, bahkan saat sekarat seperti ini dia masih bisa menggunakan serangan itu.
Takatsumi menatap naga itu tanpa ekspresi. Suhu di udara di sekitar Naga mulai memanas lagi, darah di sekitar Naga menguap.
Ya, naga itu akan menyerang dengan bola api seperti tadi.
Ini adalah ke putus asaan—
***
📌Memberikan Like tidak akan membuatmu Rugi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 269 Episodes
Comments
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Mc nya gak maju
2023-02-20
2
John Singgih
kemarahan sang naga
2021-09-24
0
Pendekar
pasukan dan pahlawan berjuang terus
2021-08-05
0