"Roaaaaaarrrrr."
Auman monster bergema di sekitar, udara mulai terasa panas. Rigel dapat merasakan keringat dingin membanjiri punggungnya. Lalu Rigel berkata...
"Aku memang berfikir bahwa Naga itu menyeramkan. Namun tidak pernah kusangka mereka sangatlah menyeramkan."
Ukurannya sebesar rumah tingkat dua. Saat tim yang memancing Naga ke sini telah memasuki formasi yang telah di rencanakan, Naga itu mulai berwaspada terhadap ke hadiran semua orang. Meski dia berdarah campuran, Naga tetaplah monster yang memiliki kecerdasan tinggi. Karena mereka itu cerdas Takatsumi tidak membuat perangkap apapun untuknya dengan berasumsi Naga itu dapat meloloskan diri dengan mudah. Memancingnya keluar dari sarangnya akan menjadi sebuah pilihan.
Naga itu menyadari bahwa dirinya telah terkepung, lalu dia menarik nafas dan menyemburkan nafas apinya. Misa yang melihat itu langsung melantunkan mantranya.
"Uraikan hukum alam dan jadikanlah apa yang kuinginkan menjadi kenyataan, Air strike shield!! "
Perisai cahaya keemasan keluar tepat saat nafas api naga berhembus. Perisai itu retak dan hancur namun, nafas api berhasil di hentikan, melihat celah ini Takatsumi memberi perintah.
"Vanguard dan petarung jarak dekat bersiaplah menyerang. Saat Naga menyerang kalian para Vanguard siapkanlah badan kalian... Lalu, di jeda sesa'at itu kalian para petarung jarak dekat dan menengah mulailah menyerang...!!"
"BAIK!! "
Dia memberi komando yang bagus dan dia juga memiliki Kharisma seorang pemimpin.
Naga mengayunkan cakarnya ke arah vanguard yang maju lebih dahulu. Cakar yang tajam itu langsung menghantam para vanguard dan membuat mereka hampir terlempar.
"Pengguna serangan jarak jauh serang kepala dan sayap si brengsek...itu!" Kata Takatsumi.
Naga itu mengaum karena kepala dan sayapnya diserang habis habisan. Yuri menarik busurnya.
"Light arrow!!"
Anak panah cahaya menerjang salah satu sayap Naga dan merobek sayapnya. Namun itu hanya sobekan kecil yang tidak akan menghentikannya untuk terbang. Sama seperti sebuah layangan yang tetap terbang meskipun memiliki sobekan kecil.
"Roaaaaaarrrrr...!!!"
Naga itu menjerit kesakitan dan mulai menyemburkan api.
"Tidak akan kubiarkan!! "
Misa berteriak dan mengeluarkan perisai cahaya untuk memblokir nafas Api. Naga itu Mengangkat cakarnya dan mencoba menyerang para penyihir. Melihat itu, Takatsumi melompat dan menggumamkan skill miliknya...
"Fire sword!!!"
Naga menyerang takatsumi dengan cakarnya. Cold melompat untuk menjadi tameng Takatsumi.
"Hyaaaaaaaa...!!!"
Cold berteriak dan terhempas bersama Takatsumi.
Naga itu sangat kuat bahkan bisa menghempaskan Vanguard dengan mudah.
Sial pertarungan ini tidak akan mudah...!!!
"Semuanya berikan sihir pendukung kepada Vanguard yang menahan serangan dan sembuhkan mereka yang terluka!!" Rigel memimpin tim pendukung.
"Para penyihir serang kepalanya dan butakan penglihatannya...!!!" Kata Yuri, berteriak.
penyihir menyerang kepala dari Naga dan membutakan Naga itu untuk sementara. Saat itu Ray dengan lihai memanfaaatkan celah dan menyerang sayap Naga itu.
"Blade dance slash! "
Ray berputar seolah menari dan merobek sayap dari Naga itu lalu melompat mundur menghindari serangan dari ekor Naga dengan lihai.
Nisa memutar bola durinya dan melemparnya kearah ekor naga. Bola itu berputar melilit ekor Naga dan Nisa menarik bola itu hingga ekornya ikut terbawa.
"Oraaa...!!!"
Takumi menebas ekor Naga tepat di tempat rantai yang melilit ekornya. Ekornya putus karena serangan Takumi dan Nisa sayapnya telah terkoyak oleh serangan Yuri dan Ray.
Naga itu menjerit karna kesal dan saat itulah udara di sekitar mulai memanas. Takumi, Ray dan Nisa menjauh karena suhu di sekitar Naga naik dengan drastis.
"Kurasa ini tidak akan mudah. " kata Takatsumi.
Dari mulut Naga terbentuk bola api besar yang sangat panas yang bahkan melelehkan tumbuhan disekitarnya. Jubah yang anti Api yang di pakai Rigel dan yang lainnya sepertinya tidak akan berguna jika di hadapan dengan bola itu.
"Semua orang yang bisa menggunakan sihir dukungan beri dukungan kepada vanguard...!!!" Rigel berteriak.
Semua orang berdiri di belakang para Vanguard dan para pendukung memberi sihir dukungan terkiat yang mereka bisa.
Rigel membagikan potion pemulih dan penyembuh kepada mereka dan Pahlawan lain.
"Penyihir yang bisa menggunakan sihir pertahanan dan air, segera rapalkan mantra!! " Takatsumi berteriak.
Tembok yang terbuat dari tanah dan pelindung sihir tercipta di depan perisai daging Vanguard. Meski begitu ini pasti belum cukup untuk menahan serangan itu.
Pikirkan apa yang bisa kubuat
Benar juga!! Aku bisa menciptakan dinding logam!
Rigel membayangkan bentuk dinding logam yang besar di depan para Vanguard. Dia melangkah maju sedikit kedepan dan menghantamkan tinjunya ketanah dan-
"Creator Skill : Create Steel wall...!!!"
Dinding logam terbentuk tepat didepan Vanguard. Keringat semakin membanjiri punggung Rigel, Naga sialan itu melontarkan Fire Ball super panas itu
Benar saja, dinding yang terbuat dari tanah dan perisai sihir hancur dengan mudah. Fire Ball terus menuju Rigel dan menghantam tembok logam...
"Haaargh...!!!"
Tembok logam itu meleleh karena suhu panasnya dan bola api itu meledak sehingga membuat kami terhempas.
Beberapa orang mengalami luka bakar yang cukup parah namun tidak ada korban jiwa. Itu patut di syukuri, jika serangan seperti itu terus berlanjut dapat di pastikan Rigel dan selurub pasukan mungkin akan lenyap.
Rigel melihat ke sekeliling untuk mengetahui bagaimana keadaan sekitarnya. Pandangannya berakhir kepada seekor Naga yang masih berdiri kokoh.
"Brengsek...!!! Jika yang berdarah campuran saja sekuat ini bagaimana dengan darah murni...!!!"
Kutuk Takumi.
Yuri gemetaran karena melihat pemandangan mengerikan di sekitarnya. Banyak orang yang memiliki luka bakar di seluruh kulitnya, pemandangan yang mungkin seseorang akan menanggap ini neraka.
"Takatsumi, apa yang harus kita lakukan...?! Seluruh potion hancur dan Yuri tampak sangat syok!!"
Kata Takumi.
"Cih... Setengah dari pasukan terluka, tidak ada pilihan lain selain kita berdua dan orang yang tidak terluka harus menghabisinya...!!!"
"Oyy, Rigel...!!! Kau buatlah potion dan Rawat mereka hanya itu yang bisa kau lakukan cepalah!!" lanjut Takatsumi.
"Tanpa kau perintah aku akan melakukannya...!!!"
Takumi, Takatsumi dan orang orang yang masih bisa bertarung bergegas menghadapi Naga.
"Aku harus cepat membuat potion penyembuhan..."
Rigel berlari menuju ke tempat perbekalan dan mengambil semua bahan bahan untuk membuat potion.Dia mengambil daun yang bernama Heal beserta bahan lainnya seperti kulit kayu manis.
Rigel menggabungkan bahan bahan dan mengulurkan tangannya ke depan selagi proses pembuatannya terjadi di dalam kepalanya.
Sekejap, muncul botol botol potion di depan tanga Rigel dan dengan cepat Rigel mulai menyembuhkan mereka yang terluka.
Ada terlalu banyak orang untuk di sembuhkan, Rigel mungkin tidak akan bisa menyelesaikan ini seorang diri. Dia membutuhkan bantuan orang lain dan Rigel menemukan Yuri yang tidak lagi sanggup bertarung.
"Hei, Yuri... Jika kau diam saja akan ada banyak orang yang mati... Kemari dan bantulah aku memberikan potion kepada mereka yang terluka parah...!!!"
Mendengar panggilan dan teriakan Rigel, Yuri yang tampak kosong mulai kembali ke dunia nyata dan merespown Rigel.
"A-ahh, b-baiklah."
Ada beberapa dari mereka yang pingsan dan beberapa yang masih bisa berjalan. Untuk yang bisa berjalan, Rigel menyuruh mereka mengambil dan menggunakan potion sendiri untuk menghemat waktu. Lalu, untuk orang yang telah sembuh, mereka secepat mungkin harus bergabung bersama Takumi dan Takatsumi.
Sepertinya Nisa dan Ray baik baik saja sementara Misa hanya mengalami luka ringan dan pingsan. Tetapi, kondisi Cold cukup parah. Armornya hancur, lengan kanan hingga wajahnya terbakar.
"Cold, bertahanlah... Minumlah perlahan-lahan..."
"uhuk! Uhuk! "
Cold terbatuk dan mulai meminum potion. Luka di wajahnya perlahan tersembuhkan, namun lengan kanannya tak kunjung membaik.
Rigel langsung menggunakan skillnha untuk membuat perban dan memberi pertolongan pertama pada lengan kanan Cold.
Rigel mengutuk dirinya sendiri karena dia terlalu lemah sehingga hal seperti ini terjadi. Dia geram karna kelemahannya. Rigel berharap dia memiliki kekuatan hebat yang dapat mengalahkan seekor Naga hanya dengan menjentikkan jarinya.
Rigel kembali mengalihkan perhatiannya ke pertempuran dan menemukan jika pertempuran masih berlanjut.
****
📌Memberikan Like tidak akan membuatmu Rugi...
📌Semakin banyak Vote, semakin banyak updatenya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 269 Episodes
Comments
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Mana nih penghianatannya lama banget
2023-02-20
2
John Singgih
kekesalan rigel
2021-09-24
0
labib Zack Lee Ramadhani
harusnya klo GK ada tanda ketik (" ") GK udah buat kata * kami* jadikan kata *mereka *
2021-08-20
1