Dua belas pilar iblis. Semua orang mengetahui gelar itu, mereka adalah dua belas iblis yang akan menjadi ancaman besar kepada umat manusia. Sekarang, setelah pertarungan sengit Rigel melawan Naga, dia harus berhadapan dengan salah satu pilar iblis yang di sebut bencana berjalan, Diablo. Iblis bernama Diablo itu berkata...
"permainan dimulai—
Waktunya sangat tidak tepat, Rigel dan para Pahlawan lain masih kelelahan setelah pertarungan melawan naga itu dan sekarang harus berhadapan dengan pilar iblis.
Semua orang langsung bersiaga terhadap iblis itu. Prajurit kerajaan membentuk formasi untuk melindung Tirith yang merupakan seorang Putri.
Yuri beserta para penyihir menyerang iblis itu sekaligus untuk mengulur waktu agar tuan putri dapat pergi.
"Lighting arrow!!"
Panah berkekuatan listrik muncul dan menerjang Diablo, namun itu dapat dengan mudah di tahan dengan sayap kelelawarnya. Sayap kelelawar milinya sangatlah lebar sampai sampai dapat menutupi seluruh tubuhnya bagaikan kepompong. Diablo berkata mengejek...
"Serangan yang cukup kuat untuk pahlawan yang masih dalam keadaan terlemah."
"kalian masih terlalu lemah untuk menghiburku, sangat mengecewakan. Akan kutunjukan perbedaan kemampuan kita..."
Diablo mengangkat tangannya dan bola api berwarna hitam terbentuk. Rigel tahu bahwa Black Fireball ini berbeda dengan serangan Naga. Serangan ini pasti akan sangat kuat dan kemungkinan besar juga mengandung kutukan di dalamnya. Namun karena Rigel adalah seorang pahlawan, kutukan dari luar tidak akan bisa mempengaruhinya berkat Divine protection.
Rigel melompat ke depan dan membuat dinding logam.
"Creator Skill : Metal Wall...!!!"
Empat dinding logam yang cukup besar tercipta di depan mereka. Melihat usaha yang dilakukan Rigel, Diablo meringis dan melemparkan Black Fireball ke arah Rigel dan yang lainnya sambil mengejek...
"Usaha yang sia sia... Kekuasaan Neraka : Amaterasu...!!!"
Black Fireball yang di panggil Amaterasu itu menuju langsung ke dinding logam yang di ciptakan Rigel dan menghantamnya dengan keras...
duar!
Duar!
Dinding pertama dan kedua langsung di tembus oleh serangan Amaterasu milik Diablo dan berlanjut ke dinding ketiga dan ke empat.
Krek!
Dinding ketiga akan hancur. Semua orang mula merasakan apa yang di namakan dengan keputusasa'an. Melihat situasi tanpa harapan ini, Rigel berteriak dan meminta semua orang, terutamanya Tirith untuk bergegas pergi dari sini.
"Tirith, semuanya...!!! cepat pergi dari sini...!!"
"semuanya menjauh sebisa mungkin...!!!"
Bahkan Takatsumi bertindak sama dengan Rigel. Meskipun mustahil menghindari serangan itu, namun masih lebih baik jika menerimanya tanpa sedikitpun perlawanan. Disisi lain, Takumi mengulurkan tombaknya dan mengumpulkan mana sebanyak yang dia bisa di tombaknya. Begitu juga dengan Yuri yang mengeluarkan skill-skill miliknya menuju Black FireBall Amaterasu milik Diablo. Takumi berteriak....
"Cepatlah...!!! Kita para pahlawan akan mencoba menghentikannya...!!!"
Di sisinya, Yuri sedang menembakan banyak panah panah yang memiliki kekuatan detonasi.
"Arrow Skill : Arrow exploded...!!!"
"Spear Skill : Spear of destruction : Earth-spiltting spear...!!" Takumi juga menyerang menggunakan skill terkuatnya.
"Sword Skill : Lightning sword: thunder blade...!!!"
Para pahlawan menyerang api amaterasu dengan skill terkuat mereka, sementara rigel membuat dinding logam di belakang agar tirith dan yang lainnya tidak terkena dampak serangan.
"Creator Skills : Metal Wall...!!!"
Dinding logam mulai bermunculan namun, itu sedikit terlambat. Serangan para Pahlawan tidak berefek apapun terhadap amaterasu yang terus melaju seolah tidak ada hambatan apapun.
Dinding ke empat hancur dan menghantam para pahlawan.
"Arrgh...!!!" 4x.
Tidak hanya para pahlawan, tapi dampak dari ledakan itu mencapai Tirith dan para prajurit. Beruntungnya hanya para pahlawan yang mengalami luka yang cukup parah sementara Tirith dan para ksatria hanya terkena angin akibat ledakannya. Tirith yang tersungkur di tanah dengan cepat bangun dan meneriakan nama seorang pria...
"Rigell...!!"
Luka-luka yang di terima Rigel dari pertarungannya melawan Naga mulai terbuka lagi dan bertambah buruk.
Para Pahlawan lainnya juga terluka cukup parah. Yuri hanya mengalami luka ringan karena dia berada cukup jauh dari Rigel dan yang lainnya.
"Arghh...!!! Iblis brengsek..." Takumi mengutuk.
"Jika begini terus kita mungkin ti-tidak akan selamat..." Ujar Rigel sembari meminun potion yang dia ambil dari infertory.
"Ya, kita masih terluka karena pertarungan sebelumnya..." Takatsumipun setuju dengan Rigel.
"Setidaknya kita tidak boleh membiarkan Tuan Putri dan prajurit lain terluka lebih jauh dari ini... Yuri...!!! Pergilah bersama tuan putri dan lindungilah dia, kami akan menahannya selama mungkin..." Kata Takatsumi.
"T-tapi aku tidak bisa meninggalkan kalian begitu saja...!!!"
"Sudahlah pergi! Di antara kami hanya kau yang cocok untuk mengawal tuan putri karena kau penyerang jarak jauh selain itu, hanya kau yang tidak mengalami luka parah... cepatlah.."
"B-baiklah...!!"
"Rigel... kau juga pergilah."
"B-bagaimana dengan kalian...?!"
"Tenang saja, kami tidaklah lemah. Jika kalian berhasil kabur kami juga akan mencari celah dan mencoba teleport menggunakan senjata kami." Takumi menghibur Rigel.
Rigel mengingatnya, jika para pahlawan dapat menggunakan kemampuan Teleportasi. Mereka dapat berpindah tempat dalam sekejap ke tempat yang sudah di tandai sebagai titik Teleportasi.
"Takumi benar...Lagipula dengan keadaanmu sekarang, kau hanya akan menghalangi kami."
Rigel sedikit ragu, namun apa yang di katakan Takatsumi sangatlah logis dan masuk akal. Rigel saat ini terluka cukup parah belum lagi dia tidak memiliki Skill dan kemampuan yang cocok untuk bertarung.
"Kalian harus berjanji akan pulang dengan selamat..." ucap rigel sambil berlari menjauh.
"Tenanglah... Aku berjanji akan tetap bertekad untuk hidup..." Takumi sedikit tertawa.
"Ya... meski begitu kita harus pastikan dapat memenuhi janji itu. " Takatsumi juga tersenyum. Namun-
"Kalian pikir aku akan membiarkan kawanan Babi seperti kalian kabur begitu saja?"
Diablo merusak suasana dan harapan untuk semua orang melarikan diri darinya. Dia mengangkat tangannya dan Black Fireball yang sama seperti sebelumnya terbentuk dan di lemparkan kearah Rigel dan Yuri yang menuju Tirith.
"rigel...!!!" Tirith berteriak.
Tirith mulai memberontak dan lari menuju ke tempat Rigel dan Yuri. Dia mendorong Rigel agar tidak terkena serangan itu.
Duarr!
"Tirith...!!!"
Berkat Tirith yang mendorongnya ke belakangnya, Rigel tidak terkena dampak dari serangan yang di lontarkan oleh Diablo, bahkan Yuri yang berada di sisinya menatap dengan terkejut. Dia sama sekali tidak terkena serangan itu sama seperti Rigel. Saat awan debu menghilang, ada sebuah lingkaran cahaya keemasan yang menyelimuti tubuhnya dan melindungi Rigel dan Yuri dari serangan itu.
Mungkin itu adalah bentuk perlindungan yang di berikan senjata suci Excalibur kepada orang yang mewariskan darah pendragon.
"Hahahaha...jadi begitu ya...Kau adalah manusia keturunan Arthur...!!!"
Diablo yang awalnya bingung mulai tertawa dengan sangat senang, dia berkata seolah dia mengenal Raja Arthur yang membangun kerajaan Britannia. Lalu, perkataan selanjutnya membuat semuanya menjadi jelas.
"Jadi kau mendapat perlindungan dari pedang suci sialan milik Arthur yang hampir membunuhku beberapa ratus tahun yang lalu..."
Rigel tidak akan terkejut jika Diablo adalah iblis yang sudah hidup selama itu. Pada dasarnya, iblis adalah mahkluk yang tidak memiliki rentang kehidupan, namun bukan berarti mereka itu abadi. Iblis juga bisa mati jika di bunuh seseorang namun mereka tidak akan mati menua seperti manusia.
" Aku memiliki sedikit dendam kepada pendahulumu...Jadi, aku mungkin tidak akan membiarkanmu kabur..."
Rigel dan yang lainnya tersentak karna perkataan Diablo. Tapi-
"Yah... Karena dia sudah lama mati percuma juga aku menyiksa keturunannya. Karena aku sedang bosan bagaimana kalau kita bermain sebuah permainan..."
Dia mengajukan sebuah hal yang menurut Rigel sangat bodoh. Namun, Rigel tidak sedang berada di pihak yang dapat menolak tawarannya ini. Bahkan Takatsumi dan yang lainnya juga memahami hal itu dan memilih untuk mendengarkan
"Permainan...???"
"Benar... Nama permainan ini adalah Pandora's Game."
"Pandora's Game...?? Kenapa kami harus mengikuti permainan yang terdengar mencurigakan itu...??" Kata Takumi.
"pikirkanlah baik baik...Jika kalian mengikuti permainanku kalian memiliki peluang hidup yang lebih tinggi dibanding melawanku dengan kondisi lemah seperti itu."
Memang benar, bahkan jika Rigel dan pahlawan lain beserta para kesatria bersatu melawan iblis ini dengan kondisi yang buruk, peluang untuk hidup hanyalah Nol.
Tetapi, menerima ajakan iblis ini, peluang untuk hidup sama saja Nol. Dia bisa saja tidak menepati janji dan membunuh semua orang setelah bosan bermain.
Seakan membaca pikiran Rigel, Diablo mengkonfirmasi sesuatu yang tidak Rigel ketahui.
"Kalian tidak perlu khawatir...Aku berjanji jika kalian mengikuti permainanku, kalian akan kembali hidup hidup."
"Bagaimana bisa kami mempercayai kata kata iblis begitu saja...!!!" Bentak Yuri.
" Ya, meskipun kau berjanji namun, tidak ada jaminan kau tidak akan mengingkarinya..." Rigel menambahkan.
"Kalian sangat tidak percaya kepadaku...?? Padahal diantara dua belas pilar iblis, aku adalah iblis yang selalu menepati janjiku.
Jika begitu, bagaimana kalau membuat kontrak...? Aku akan membuat kontrak dengan orang yang akan bermain dan berjanji akan melepaskan kalian yang menjadi taruhan dari permainan ini."
Diablo tersenyum licik dan mengintimindasi semua orang dengan mengeluarkan aura yang menakutkan.
***
📌Memberikan like tidak akan membuatmu rugi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 269 Episodes
Comments
Griffin black
penonton naruto
2022-12-28
1
John Singgih
tawaran dari diablo
2021-09-24
0
Pendekar
wah bisa kalah telak lawan Diablo
2021-08-05
0