"Ehemmm, jadi kamu yang ingin melamar anak saya?" Papa nya Raline menatap pria tampan yang duduk di depan nya. Sedangkan keluarga Raline yang lain nya hanya menyimak dengan serius.
"Iya Om. Perkenalkan, saya Fandy. Saya sudah berpacaran dengan anak Om selama satu tahun ini. Sekarang saya tidak mau membuang-buang waktu lagi. Izinkan saya melamar Raline Om."
Ucapan Fandy membuat semua yang berada di ruangan itu terperangah tak percaya. Raline melirik Yayang dengan tatapan kemenangan nya. Yayang pun mencebik kan bibir nya kepada Raline.
"Oh, begitu. Kapan kamu akan membawa orangtua mu untuk menemui saya?" Tanya Papa nya Raline lagi.
"Besok Om." Jawab Fandy dengan tegas.
"HAHHHH... BESOKKKK??!!!" Sontak saja satu ruangan menjadi heboh tak terkendali.
"Kamu tidak sedang hamil kan Line!"
Tanya Tante Joice dengan sudut bibir yang di miring-miringkan.
"Hustttt...! jangan asal bicara!" Mama nya Raline mengibaskan tangan nya di depan wajah Tante Joice.
"Tidak Tante, Om dan semua nya. Saya berani jamin Raline tidak hamil. Kami berpacaran sangat sehat dan terkendali." Jawaban Fandy membuat Raline dan semua yang berada di ruangan itu terpesona dengan sosok lelaki itu.
"Hmmmm, sudah malam. Lebih baik saya pulang dulu Om dan Tante. Maaf sudah datang selarut ini." Ucap Fandy, lalu ia beranjak dari duduk nya dan menyalami satu persatu anggota keluarga Raline.
"Aku pulang dulu ya." Ucap nya kepada Raline yang masih seperti terhipnotis dengan sikap dan sopan santun Fandy.
"I... iya." Jawab Raline, dengan terbata.
"Besok, sekitar pukul sepuluh pagi, saya dan keluarga akan kesini Om."
"Oh, baik. Dengan senang hati." Papa nya Raline tersenyum puas melihat calon menantu nya yang gagah dan bersikap sopan tersebut.
Raline mengantarkan Fandy sampai di depan mobil milik lelaki itu. Sedangkan keluarga Raline mencoba mengintip dari jendela, mencari tahu apa yang di lakukan Raline dan lelaki itu.
"Persiapkan dirimu untuk lamaran besok, aku pulang dulu." Fandy melirik ke arah jendela rumah Raline, lalu ia mencoba membelai rambut Raline agar tidak begitu kaku di mata keluarga Raline.
"I...iya." Ucap Raline sambil memicingkan kedua mata nya karena risih saat rambut nya di belai oleh Fandy.
Fandy pun masuk kedalam mobil nya. lalu pergi meninggalkan kediaman Raline.
"Halo, persiapkan semua kebutuhan lamaran malam ini juga." Perintah Fandy kepada seseorang yang sedang ia hubungi. Lalu Fandy mengakhiri panggilan tersebut dan membuang pandangan nya keluar jendela mobil.
.......
"Serius itu pacar lu?" Yayang langsung menghadang Raline dengan pertanyaan, saat Raline baru saja masuk kedalam rumah nya.
"Menurut lu?" Raline menatap Yayang dengan tatapan sebal. lalu ia melangkah menuju dapur.
Seluruh keluarga nya pun langsung mengikuti Raline dari belakang.
"Kok Mama gak tau ya kamu pacaran sama lelaki setampan itu? kenapa baru di ajak ke rumah?" Tanya Mama nya Raline.
"Pekerjaan nya apa Line?" Tanya Om nya Raline, suami dari Tante Joice.
"Itu benar pacar atau pacar sewaan mu Line?" Tanya Yayang, dengan tatapan yang sinis.
"Dia orang kaya ya? mobil nya keren." Ucap Tante Joice lagi.
Raline yang sedang membuat secangkir teh panas hanya bisa memandangi mereka satu persatu. Lalu Raline menggeleng-geleng kan kepalanya.
"Hhhhhhhh..!" Hanya itu yang keluar dari bibir Raline, lalu ia bergegas ke kamar nya dengan membawa segelas teh panas yang baru saja ia seduh, untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan dari keluarga nya.
Raline mengunci pintu saat ia baru saja masuk ke dalam kamar nya. Ia meletak kan cangkir teh nya di atas nakas di samping ranjang nya.
Raline mengigit sudut bibir nya. Saat ia terbayang wajah tampan lelaki itu. Lalu Raline tertawa kecil saat mengingat diri nya memuntahkan isi perut nya di kemeja lelaki itu.
Pertemuan yang singkat. Dan esok, ia akan di lamar oleh lelaki yang sama. Tidak bisa ia percaya, semua terjadi begitu saja dan begitu cepat.
Raline meraih foto kekasih nya yang berjanji akan pulang suatu hari nanti. Lalu ia merebahkan tubuh nya di atas ranjang.
Raline menghela napas nya, lalu memeluk foto lelaki itu dengan erat.
"Maaf ya, bila aku telah mengambil keputusan seberani ini. Ku harap suatu saat kamu akan mengerti, saat kamu kembali nanti." Bisik nya.
.....
Pagi-pagi sekali keluarga Raline sudah sibuk mempersiapkan acara lamaran dadakan itu.
Semalaman suntuk Mama dan Tante Joice, di bantu oleh beberapa asisten rumah tangga membuat aneka makanan untuk menyambut kedatangan keluarga Fandy.
Raline terbangun dari tidur nya, lalu ia melirik jam di dinding kamar nya. Matanya Raline terbelalak, saat melihat jarum jam menunjukkan pukul delapan pagi.
"Astaga...! gue telat ke kantor..!"
Raline pun dengan segera menuju ke kamar mandi. Setelah beberapa saat kemudian, Raline keluar dari kamar mandi nya dan menuju ke lemari pakaiannya.
Raline memilih sepasang rok dan blus yang sudah tergantung di lemari pakaiannya. Lalu, dengan tergesa-gesa ia memakai blus dan rok span nya dan lalu berdandan ala kadarnya.
Setelah itu, Raline pun langsung turun ke bawah, hendak berpamitan kepada kedua orangtua nya.
Saat tiba di bawah, Keluarga nya menatap Raline dengan tatapan yang aneh.
"Ada apaan sih? udah ah, aku telat. Bye semua?" Raline setengah berlari menuju pintu depan rumah nya.
"Raline, bukan nya kamu akan di lamar hari ini?" Ucapan Mama nya Raline, membuat Raline menghentikan langkah kakinya.
Raline menepuk dahi nya pelan, lalu menoleh kebelakang. Raline menatap satu persatu keluarga nya yang tampak sudah siap menerima tamu yang akan datang. Mama Raline memakai kebaya terbaik nya, begitu juga yang lain nya. semua orang memakai baju resmi kebanggan nya untuk menerima keluarga calon suami Raline.
Raline tersenyum kikuk.
"Oh iya." Ucap nya, sambil berjalan pelan-pelan menghindari keluarga nya dan kembali berlari menuju ke kamar nya.
"Haizzzz..! kenapa gue lupa." Gumam nya sambil kembali membongkar lemari nya, mencari kebaya milik nya yang akan ia pakai saat menemui keluarga Fandy nanti.
"Akibat kelamaan gak dilamar ya begitu, hari lamaran nya saja sampai lupa." Celetuk Tante Joice, kesal.
Mama Raline hanya bisa menggeleng-geleng kan kepalanya saat adik nya mengatakan kata-kata yang membuat nya kesal.
Tepat pukul sepuluh pagi, keluarga Fandy pun tiba di rumah Raline. Fandy ditemani oleh kedua orangtua nya dan beberapa Asisten pribadinya.
Dengan ramah Papa dan Mama nya Raline menyambut kedatangan calon besan nya tersebut.
Yayang dan Tante Joice pun sibuk menaksir betapa kaya nya keluarga calon suami Raline.
Orangtua Raline mempersilahkan keluarga Fandy untuk masuk dan memulai acara lamaran sederhana tersebut.
Sambil menunggu Raline turun, Papa dan Maman nya Raline sedikit berbasa-basi dengan kedua orangtua Fandy. Mereka terlihat cepat akrab dan saling bertanya keadaan dan kegiatan calon besan nya.
Sepuluh menit kemudian, Raline turun dan menyapa keluarga Fandy. Mommy terpesona melihat Raline, calon menantu nya itu.
"Kamu cantik sekali pakai kebaya, sayang." Puji Mommy yang membuat Raline menjadi tersipu malu. Sedangkan Mama nya Raline merasa bangga dengan kecantikan anak gadis nya pada hari ini.
Fandy melirik Raline yang sejak tadi mengabaikan nya. Gadis itu lebih tertarik berbicara dengan Mommy dan Daddy di bandingkan dirinya. Fandy terpaksa hanya menyimak percakapan antar keluarga tersebut.
"Dasar tukang sandiwara, bila dia jadi artis mungkin dia sudah dapat piala citra." Gumam Fandy, ia pun tersenyum sendiri melihat sikap Raline yang sangat santai saat bersandiwara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Donna Armen
semua karya de'rini The Best.. ❤❤❤❤
2022-05-19
2
Muh. Yahya Adiputra
suka banget thor smua karyamu..
lope lope thor.😘😘😘💋💋💋
2021-04-03
1
Kadek Diah
seru Thor suka banget
2021-03-15
2