Hai....reader ku semua....apa kabarnya kalian hari ini.....
Semoga tetap baik saja ya...meski diluaran sana lagi banyak demo....
Semoga mereka yg turun demo dan yg mengamankan demo tetap bisa berdamai ya....
okay yuuuukk kita lanjut ke cerita...
ºººººººº
Sampai dirumah langsung kubuka pintu.Lalu kuedarkan mataku menelusuri seluruh ruangan.
Tak ada tanda tanda akan istri dan anak anakku.Sepi...itulah yang tampak jelas didepanku.
Langsung saja kulangkahkan kaki ke kamar anak-anakku.Dan tentu saja sepi karna ini masih jam 11 siang.Yang menandakan anak-anak masih disekolah.
Dari kamar anak anak,langkahku menuju ke kamar.Kamar ku dan juga Anggi.
Kubuka pintu kamar.Kamar nampak rapi seperti biasa.Ku edarkan pandanganku menyusuri ruang kamar.
"Kok ada yang aneh..."kataku dalam hati
Namun tak kuambil pusing.Cuma kok sepi.Diluar tadi Anggi ga ada dikamar juga ga ada.Kemana dia.
"Ga mungkin kan Anggi pergi tanpa izin.Biasanya dia selalu izin kalau pergi"gumanku.
Kulangkahkan kaki ke kamar mandi,namun kosong.
Aq langsung berlari ke arah lemari.Ku buka lemari.
"Astaga...."
Aku tak mampu berkata kata lagi.Karna baru kali ini Anggi melakukan hal seperti ini.
"Anggi....kamu udah berubah.Ternyata kamu tak sebodoh yang aku pikirkan"
Bodoh...aku memang bodoh.Bukanya tadi Anggi nyetir mobilku ya.Lalu kapan Anggi belajar nyetir.
Banyak pertanyaan berkecamuk dalam hatiku.
Lalu ku ambil ponsel dan ku hubungi dia.Namun nomornya tak dapat kuhubungi.
Apa nomorku sudah diblokir.Langsung kuraih kunci motor yang tergantung didinding.
Aku berniat pergi kesekolah anak-anakku.Karna ini jam istirahat jadi aku bisa menemui anak-anak ku.
Benar saja sampai disekolah Arif dan Ardi pas istirahat.
Ku perhatikan satu per satu anak anak disitu.Namun tidak ada tanda tanda anakku.
"Mas Rahmad tahu Arif ngga?Tolong panggilin dong!"tanyaku saat salah satu teman sekelas anakku terlihat.
"Loh pak...bukanya Arif udah pindah sekolah ya..??"jawab anak itu.
Untuk beberapa saat aku terdiam.Mencoba mencerna kata kata anak itu.
Dan setelah sadar,aku hanya mampu melongo.
"Pindah Sekolah....pindah kemana?"tanyaku lagi.
"Maaf pak saya kurang tau"jawab anak itu
"Ya sudah makasih ya...",akhirnya aku hanya mampu mengucap terimakasih pada bocah itu.
"iya pak sama sama",jawab bocah itu,lalu ia pun berlalu bergabung dengan teman-temannya.
Setelah anak itu pergi,aku pun segera pulang.
Anggi....kamu benar-benar berubah.Kamu tak lagi sepatuh yang dulu.
Sekarang kalian tinggal dimana?Ku tarik rambutku sampai banyak yang rontok.
Maaf Nggi....aku sudah terlalu dalam nyakitin perasaan kamu.
Ku pikir kamu masih Anggi ku yang lugu.Nyatanya kamu sudah mempersiapkan semua dengan baik.
Kamu benar-benar pergi ninggalin aku Nggi.Ku mohon maaf kan aku.Kembalilah kalian ke rumah.
Astaghfirullah...bahkan aku sudah menjatuhkan talak untuk Anggi.
Ya Allah....harus kucari kemana mereka.
Ku telungkupkan kepalaku diantara dua lututku.Aku yang biasanya kuat,kini aku tak mampu lagi menahan isak tangisku.
Ku sesali semua yang terjadi.Tak seharusnya aku melakukan perselingkuhan ini.
Tak seharusnya kutalak wanita sehebat kamu.
Kumohon kembali dan bawa anak-anakku pulang.
ººººººº
Anggi POV
Enak aja kalian mau menikmati hasil prihatinku.Aku yang selama ini ikut nyicil ini mobil.Jadi mobil ini punya anak-anak ku.
Ku lajukan mobil suamiku ini ke dealer dimana mobil ini dulu diambil.
Setelah bertemu dengan salah satu marketingnya,aku langsung berkonsultasi tentang jual beli mobil.
Setelah dapat kesepakatan,Akhirnya mobil ini aku tukar tambah.
Mobilnya aku tukerin ama yg agak murah dikit lah.Lalu sisa uang pembelian mobil aku bagi dua sama rata.
Sebagian aku tabung dan yang sebagian lagi segera kukirim ke nomor rekening Riyan.
Setelah selesai dengan urusan administrasi aku pun langsung tancap gas pulang ke kontrakan baru.
"Maaf mas Riyan,terpaksa aku melakukan semua ini.Seandainya mas tidak berubah aku pun juga tidak akan berubah"gumanku
Semoga kamu bahagia dengan pasangan barumu.
Semoga dia bisa membahagiakan kamu.Dan aku juga akan bahagia bersama kedua anakku.
Begitulah kisah Anggi dan Riyan berakhir.Tidak ada yang tahu karena Anggi begitu rapi menyimpan perasaan.
Hanya kepada Allah saja Anggi selalu menceritakan tentang kisahnya.Keluh kesahnya dan juga segala masalahnya.
Bukankah memang hanya Allah yang mampu dan bisa menolong hamba-Nya?
Tak akan Allah memberikan cobaan yang tidak mampu hamba-Nya pecahkan.
Semua cobaan yang Allah berikan kepada kita pasti akan sesuai dengan porsi kita.
Semakin kuat iman seseorang,maka semakin besar juga cobaannya.
Seperti negara kita ini yang sedang mengalami cobaan.Hingga para mahasiswa turun kejalan untuk melayangkan protes kepada pemerintah.
Semoga negara ini kembali damai,aman dan tentram.
Rakyatnya pun sejahtera.Bukankah tanah kita ini tanah surga.Yang katanya tongkat kayu dan batu aja bisa jadi tanaman.
Semoga rakyatnya sejahtera seperti dalam lagu itu....Aaammiinn
Semoga perjuangan para mahasiswa diluar sana membuahkan hasil yang positif...Aaammiiinn Yaa Allah...
Maaf segini dulu ya reader....
Maaf tulisan diatas tidak ada maksud apapun.Itu hanya ungkapan kesedihanku saja melihat keadaan sekarang.
Itu adalah wujud keprihatinanku dengan keadaan sekarang.
Semoga kita semua senantiasa dijauhkan dari hal hal negatif dan selalu dalam lindungan-Nya....Aaammiiinn
Okay reader...jangan lupa tinggalkan
Like
Koment
Dan bagi votenya juga ya....
Terimakasih....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
D.R.S
37
2021-02-10
1