*Semilir angin senja,menyapa menyapu senda tawa
Membisikkan kata kata penuh makna
Hingga membuat terlena
Seketika senja berganti warna
Menjadi hitam pekat tanpa cahaya
//Anggraini Puspitasari//
Hai hai reader semua
Kenapa author akhir-akhir ini suka bikin puisi
Aduuuuhhh....author juga ga tahu ya...
Yuuuk aahh...kembali ke dunia Anggi dan Om tampannya
Happy reading semua...
ARI POV
Astaga udah tidur aja nich anak.Ya ampun Nggi...kalau sama laki-laki lain jangan kek gini ya.
Entah apa yang merasuki ku hingga tanpa sadar kudaratkan sebuah kecupan lembut dibibir pink nan manis punya Anggi.
Duh...kenapa aku jadi mesum gini ya kalau berdekatan dengan Anggi.Bahaya kamu Nggi,kamu mengandung listrik jutaan volt hingga setiap berada didekatmu aku merasa seperti kesetrum.
Kugelengkan kepalaku agar semua pikiranku yang sudah berkelana kemana segera buyar.
Kembali ku lajukan mobilku dengan kecepatan sedang.Dan lagi-lagi mataku melirik Anggi yang tengah pulas tertidur.
Astaghfirullah...kenapa lagi dengan hati dan jantungku Tuhan.Dia benar-benar menarik seluruh perhatian ku.
Kegelengkan lagi kepalaku dan kembali ku fokuskan mataku ke arah jalan didepanku.Untung saja jalanan sepi,kalau tidak entah apa yang akan terjadi denganku dan Anggi. *Aaahh Anggi....
Author Pov*
Lima belas menit berlalu dan mobil Ari sudah memasuki ke area kontrakan Anggi.Setelah Ari mematikan mesin mobilnya,segera Ari melepas seatbelt yang menempel ditubuhnya dan membuka pintu kemudian turun menuju ke arah pintu penumpang.
Setelah sampai dipintu penumpang segera Ari membuka pintunya dan melepas seatbelt Anggi.
Kembali Ari menatap wajah polos Anggi yang s hatinya."Oohh ya Tuhan...wajahnya benar-benar seperti malaikat.Bahkan saat terlelap pun,wajahmu mampu menghipnotisku"guman Ari.
Anggi Pov
.Saat kusedang terlelap dalam tidurku,tiba-tiba kurasakan usapan lembut diatas bibirku.Saat ku buka mata,terpampang jelas wajah bang Ari yang tengah memejamkan mata sambil mengusap lembut bibirku.
Dan hampir saja,kecupan hangatnya mendarat diatas bibirku,namun aku segera mendorong pelan tubuh bang Ari Hans.Namun sisi otak dan tubuhku sudah mulai tidak sinkron.Dimana otakku menolak namun tubuhku menginginkan.
Dengan seluruh kesadaran,aku mencoba menepis gejolak yang bergemuruh didalam dadaku.Namun entah dari setan mana datangnya,dorongan itu semakin kuat menggoda seluruh kesadaranku.Hingga tanpa kusadari,kami sudah saling memangut menyalurkan rasa yang bergemuruh didalam dada kita masing-masing.
Aku bahkan membuka sedikit bibirku,memberi celah seolah meminta lebih.Hingga tanpa sengaja kukeluarka suara lenguhanku.Yang mana itu malah membuat bang Ari semakin terbakar api gairah.
"Stop cukup sampai disini",sensor didalam otakku memperingatkan tubuhku dan syukurlah tubuhku pun refleks menuruti perintah otakku.Dan tepat disaat itu pula aku tersadar,lalu ku sudahi ciuman panasku sembari ku dorong lembut tubuh bang Ari agar sedikit menjauh dariku.
Author pov
Merasa ciuman Anggi berhenti Ari pun segera menyudahi ******* bibirnya.Dan saat Anggi mendorong pelan tubuh Ari,Ari sedikit mundur.Dan saat itulah Ari tersadar bahwa dia sudah berlaku diluar batas.Dengan nafas yang masih memburu Ari segera menjauh dari tubuh Anggi,karena jika tidak segera menjauh,ah entahlah apa yang akan terjadi.
Denga helaan nafas panjang Ari berucap,"maaf Nggi abang sudah diluar batas",Ari menghela nafas lagi umtuk menetralkan seluruh hasrat dalam dirinya.
Anggi pun hanya mampu menganggukkan kepalanya, menandakan bahwa ia memaafkan Ari.Namun entah mengapa mata mereka justru saling mengunci kembali.
Tidak ada yang berusaha mengalihkan pandangan.Mereka malah kembali terhanyut dalam dengup jantung yang berdetak tak beraturan.
Ari meraup wajah Anggi dengan kedua tangannya,lalu menempelkan dahi mereka,mata mereka saling menatap lembut.Mata Ari memejam menahan gejolak yang kembali membakar dadanya.
Tangan Anggi kembali melingkar memeluk tubuh Ari.Dan Ari pun dengan posesifnya memeluk erat tubuh Anggi.
Saat itu pula Anggi sadar akan perbuatannya.Segera Anggi mendorong tubuh Ari agar menjauh,"maaf...cukup bang.."kata Anggi sambil menjauh dari tubuh Ari.
Sungguh kedua insan ini bagaikan dua kutup magnet,dimana keduanya selalu saling tarik menarik,hingga saling menempel.
Ari kembali mendekati Anggi lalu berkata"Maaf Nggi...aku benar-benar tidak bisa mengontrol hasratku.Entah mengapa aroma tubuhmu seolah memintaku untuk terus menyentuhmu",bisik Ari ditelinga Anggi.
Anggi hanya mampu membuka matanya lebar-lebar demi mendengar kalimat yang begitu frontal yang keluar dari bibir seksi Ari.
"Apaan sih bang..."wajah Anggi merona merah seperti tomat.
"Idih...mukamu merah tu...bikin tambah gemes tahu ..."jawab Ari dan tiba-tiba mengecup pipi Anggi.
Wajah Anggi kian merona dibuatnya lalu Anggi hanya mampu mendaratkan pukulan kecil kelengan Ari dan berkata,"dasar om om genit..."sambil terkekeh.
"Apa om genit...?"tapi om genit yang bisa membuatmu melupakan dunia kan...?",goda Ari.
"Iiihh.. abang apaan sih.Sudah aku mau turun.Aku capek baang..."kata Anggi dengan manjanya.
"Jangan mancing-mancing deh Nggi....",kata Ari memperingatkan.
"Iiicchh...mancing apaan sih ....??"jawab Anggi dengam polosnya.
"Mancing apaan....ya mancing abang lah...",jawab Ari.
""Abang....?emang abang ikan dipancing?",tanya Anggi.
"Iya...abang ikan yang mudah dipancing bahkan hanya dengan senyuman mu saja sudah mampu memancing abang..."bisik Ari sensual.
"Iiicchhh...udah dong bang...."makin merona pipi Anggi.
"Jangan merona gitu...atau kamu akan ku makan sekarang juga...",kata Ari sambil mengerlingkan matanya.
"iiicchhh...dimakan,emang Anggi makanan apa....",jawab Anggi lagi.
"Iya ...kamu makanan bagi jiwaku yang lama tak diberi makan",jawab Ari lagi-lagi menggoda Anggi.
Karena gemas,Anggi mencubit hidung mancung bang Ari."Bang...aku boleh turun ga sih...?"
"Boleh...tapi ada syaratnya...",jawab Ari.
"Syarat....syarat apaan bang...??",tanya Anggi kebingungan.
"Jangan pernah tidur ketika kamu sedang berada dimobil laki-laki.Untung aku masih bisa menahan tapi kalau laki-laki lain.Kamu pasti sekarang sudah berada dikamar hotel dan bukan didepan rumah kontrakanmu.Yang ke dua beri kecupan selamat malam dulu...",jawab Ari sambil terkekeh.
"Dasar modus...."ucap Anggi namun tak urung Anggi memberikan kecupan dikening,dan juga pipi Ari,CUP...."sudah ya..".
"Yang ini belum..."jawab Ari sambil memanyunkan bibirnya.
"Kan tadi udah plus bonus malah..."jawab Anggi tak mampu menyembunyikan rona merah pipinya.
Akhirnya Ari memberi jalan untuk Anggi turun.Dan Anggi pun segera menuju ke pintu lantas membuka kunci rumahnya.
Belum lagi Anggi membuka pintu,tiba-tiba ada sepasang tangan kekar nan hangat yang melingkar diperut Anggi.
"Nggi....aku benar-benar sayang sama kamu.Ku harap kamu pertimbangkan permintaanku.Aku benar-benar tergila-gila padamu"bisik Ari ditelinga Anggi.
Anggi hanya menganggukkan kepalanya sambil mengusap kepala Ari."Sebegitu bucinnya abang sama aku?",batin Anggi.
"Terimakasih Nggi..."lagi-lagi Ari mengecup pipi Anggi dan mendaratkan satu kecupan manis dibibir ranum Anggi.
Bibir Anggi seolah sudah menjadi candu kedua bagi Ari setelah rokok dan vape yang sering dia hirup.Dan aroma bunga white lily milik Anggi semakin membuat Ari mabuk kepayang.
"Terimakasih Nggi...I Love You...",akhirnya kata keramat itu keluar juga dari mulut Ari.
"Love You To Om Tampan...",kata Anggi dalam hati.
Anggi tak menanggapi,hanya senyuman yang mampu dia berikan pada Ari.
"Sudah larut nih,sana masuk besok pagi aku jemput!.Kamu mau pulang ke Wonosari njengguk anak-anakmu kan?",kata Ari kemudian.
"Iya,tapi ga usah bang!,bukanya besok abang harus kembali ke Jakarta ya?",tolak Anggi.
"Bisa ditunda itu Nggi,abang pingin kenal sama anak-anakmu.Bolehkan?",jawab Ari.
"Baiklah jika abang memaksa",akhirnya Anggi mengalah.Karena membantahpun juga percuma.
"Ya udah sana masuk!"perintah Ari sambil melepaskan pelukannya.
Baru saja Anggi membuka pintu,tiba -tiba Ari berseru."Nggi...".Anggi pun segera menoleh ke belakang "Iya bang..."
"Ini buat kamu,besok dipakai ya!",kata Ari.
"Apa ini bang?",tanya Anggi.
"Pokoknya besok dipakai,ini perintah!",jawab Ari yang tidak mau dibantah.
"Busyet deh udah macam sama anak buah aja ini om-om.Dasar om Tampan",batin Anggi.Namun akhirnya Anggi menjawab juga,"Siaap komandan"sambil memberi tanda hormat.
"Ya udah sana masuk!"kata Ari sambil mengecup pucuk kepala Anggi.
Anggi hanya mengangguk.Dan lagi-lagi mereka berpelukan.Sungguh mereka berdua seperti pasangan ABG yang baru pertama kali merasakan cinta.
*Heeemmm....Anggi dan om tampan nya seperti amplop dan perangko ya nempeeel teruuuss...
Yuuuk beri dukungan untuk Anggi dan Om Tampan agar mereka dapat restu dari anak-anak mereka dengan cara tinggalkan
like
koment
vote
kalian yah....
thank you so much......
mmmmuuuuuaaaaccchhh*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
D.R.S
deket ama solo ya??
2021-02-10
1
Miss Typo
Wonosari jadi kangen
2021-02-09
1