Hai...hai...haii....maaf ya baru up lagi....
Anggi langsung melangkah keluar rumah,menyalakan motor maticnya lalu meluncur mencari kontrakan.
Anggi melajukan motornya dengan pelan sambil melihat lihat.Setiap ada gerombolan emak emak yang sedang ngrumpi,Anggi berhenti lalu menanyai mereka.
"Permisi...maaf ibu ibu numpang tanya.."sapa Anggi pada emak emak yang lagi ngobrol.
"iya mba ada apa.."jawab salah satu emak emak disitu.
"Disekitaran sini ada kontrakan kosong ga ya bu...??"tanya Anggi lagi.
"Walah..maaf mba disini kontrakannya penuh semua..."jawab ibu satunya
"begitu ya bu...baik terimakasih informasinya bu...",kata Anggi.
Lalu Anggi pun menyalakan motornya lagi dan kembali berkeliling kota Jogja.
Karena merasa lelah dan haus,Anggi memutuskan untuk berhenti di tempat orang jualan es kelapa muda.Anggi memesan es kelapa muda itu sembari bertanya.
"Bu,ngapunten nyuwun tanglet.teng celak-celak mriki onten kontrakan kosong kagem keluarga nopo mboten nggih? (bu mohon maaf numpang tanya,di dekat dekat sini ada kontrakan kosong ga ya...)",tanya Anggi dengan menggunakan bahasa jawa krama/halus.
Bahasa jawa krama/halus biasa digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua.Jika berbicara sesama umur maka menggunakan bahasa jawa ngoko/kasar.
"Wooo ana mbak,nggone pak Dani (ooohh ada mba ...ditempat pak Dani...)" jawab ibu penjual es klamud.
"Daleme sebelah pundi nggih bu..?"(rumahnya sebelah mana ya bu)"tanya Anggi lagi.
"Ke nggon pertigaan kae ngulon terus gang pertama menggok ngidul,ngko takona nggone pak Dani.Nek ra salah wingi ana sing metu wisan (tuh di pertigaan ke barat lalu gang pertama belok ke selatan.Nanti tanya aja rumahnya pak Dani.Kalau tidak salah kemarin ada yang keluar)"jawab ibu itu.
"Ooohh,kinten-kinten larang mboten nggih bu? (oohh..kira kira mahal ga bu)"tanya Anggi lagi.
"Murah kok mba,tapi yo mbuh nek wes mundhak.Tapi yo mundak-mumdak o paling yo ra sepira a (murah kok mba...tapi ya ngga tahu juga kalau udah naik.Tapi naik naiknya paling juga ngga begitu banyak)".
"Coba takon wae ngko mba.Ge ndang-ndang wae,ngko ndak selak ditembung uwong (coba tanya aja nanti.cepet cepet aja nanti keburu diambil orang)" panjang lebar ibu itu menjelaskan.
"Ngih bu,maturnuwun informasinipun.Monggo bu (ya bu terimakasih informasinya.Mari bu)"jawab Anggi.
Lalu Anggi bergegas membayar es klamud tersebut,kemudian Anggi bergegas menuju ke Alamat yang diberikan ibu tersebut.
Tak berapa lama Anggi pun sampai ke alamat yang dituju.Dimatikan mesin motornya lalu Anggi turun dan bertanya pada wanita yang ada di depannya.
"Kulo nuwun bu,nderek tanglet.Leres menika griyonipun pak Dani(permisi bu...numpang tanya,benar ini rumah pak Dani?)"tanya Anggi
"Monggo,leres mba.Kulo garwone.Onten perlu nopo nggih mba? (Monggo...betul mba saya istrinya.Ada perlu apa ya mba?)"jawab wanita tersebut yang ternyata istri pak Dani.
"Nheten bu,kulo wau angsal informasi saking tiyang sadean es kelapa muda teng ngajeng mergi niko.Sanjange ten mriki onten kontrakan kosong nggih? (begini bu...saya tadi dapat informasi dari penjual es kelapa muda didepan jalan sana.Katanya disini ada kontrakan kosong ya)"jawab Anggi.
"Ooohh golek kontrakan to mba,ana mba,monggo ditiliki mba(ooohh cari kontrakan,ada mba..mari dilihat mba)"jawab bu Dani
Angginpun mengikuti bu Dani melihat lihat kontrakan yang udah kosong itu.Sampai didalam kontrakan Anggi segera mengambil gambar dibagian bagian tertentu sembari bertanya.
"Niki mpun kosong pinten dinten bu (ini udah kosong berapa hari bu)",tanya Anggi pada pemilik kontrakan.
"Urung sue mba,wong age sesasi wingi le manggon pindah(belum lama mba...baru sebulan lalu yang ngontrak pindah)"jawab bu Dani.
"Bu,niki sistem pembayaranipun bulanan nopo tahunan?(bu ini bayarnya bulanan atau tahunan )"tanya Anggi lagi.
"Bulanan iso,tahunan yo iso mba (bulanan bisa tahunan juga bisa)",jawab bu Dani.
"Mawi bulanan pinten?Terus mawi tahunan pinten bu? (kalau bulanan berapa ...lalu tahunan berapa)",tanya Anggi lagi.
"Nek bulanan limang atus ewu mba,nanging nek bulanan malah mung limang yuta mba" (kalau bulanan 500rb ....tapi kalau tahunan 5jt...)"jawab bu Dani lagi.
"Terus listrik kalian toyanipun pripun bu" (trus listrik dan air nya gimana bu),tanya Anggi lagi.
"Listrik ro banyu pendak sasine satus ewu,dijupuk sasen apa tahunan pada wae mba!(listrik dan air setiap bulannya seratus ribu,diambil bulanan maupun tahunan sama aja mba)",jelas sipemilik kontrakan.
"Eeeemm ngeten mawon bu,cobi kula tak rembugan rumiyin kaleh bapake lare-lare.In Syaa Allah,mangkeh ba'da maghrib kulo mriki.Mawi mangkeh kula mboten mriki,beraeti mboten sios (eemm...gini aja bu...saya berembug dulu dengan bapaknya anak anak...nanti In Syaa Allah habis maghrib saya kesini.Jika nanti saya tidak kesini berarti tidak jadi...)",akhirnya Anggi memutuskan.
Karena waktu itu masih jamempat ashar,jadi Anggi memutuskan untuk nanti habis maghrib datang kesitu lagi.Selain Anggi merasa cocok,Anggi juga harus berdiskusi sekaligus membuktikan pada Riyan,bahwa dia mampu mencari kontrakan.
Hal ini membuktikan bahwa selama satu tahun ini Riyan tidak berusaha mencari kontrakkan.
"Nggih mba,mugi-mugi magkeh bapak e cocok(ya mba...semoga bapak nya cocok...)"kata bu Dani kemudian.
"Aaaammmiiinn,nggih bu.Ngapunten bu nyuwun pamit kula bade wangsul rumiyin(aaammmmiiin,ya. bu.Mohon maaf bu saya permisi dulu)",kata Anggi kemudian sambil berpamitan.
He he he......belajar bahasa jawa dulu ya guys...yg udah bisa bahasa jawa mohon koreksinya.....😊😊😊😊
Setelah berpamitan kepada bu Dani,Anggi pun bergegas pulang menuju rumahnya.Dia tidak sabar untuk segera memberi kabar baik ini pada Riyan (atau mungkin kabar yg ga tidak diharapkan Riyan...entahlah...hanya author yang tau...)😁😁😁
Sementara bu Dani berharap agar Anggi mau menempati kontrakannya.Entah lah...mereka baru saja bertemu,namun rasanya bu Dani begitu suka dengan Anggi.
Itulah salah satu kelebihan Anggi.Dia bisa begitu mudah menghipnotis orang dengan keramahan dan sopan santunnya.Pasti sifat seperti itu sangat disukai oleh orang jawa.
Karena orang jawa pada umumnya sangat menyukai orang yang ramah dan punya sopan santun.Kebanyakan dari mereka menilai seseorang itu dari tutur kata dan bahasa tubuhnya. (tapi kok ayah mertua Anggi memperlakukan Anggi seperti itu yaa....jujur Author juga masih bingung....😁😁😁)
Tak sampai lima belas menit,Anggi sudah sampai dirumahnya.Karena memang jarak rumah sama tempat kontrakan barusan tidak jauh.
Sesampainya dirumah,Anggi langsung menemui Riyan.Diceritakan semua tentang kontrakan yang dia dapatkan.Sambil menunjukkan foto yang tadi Anggi ambil.
"Gimana bagus kan...murah lagi...sebulan hanya lima ratus ribu,kalau tahunan lima juta.Untuk listrik dan air tiap bulannya nambah seratus ribu aja"jelas Anggi penuh semangat.
Gimana tidak semangat,hal yang ditunggu tunggu Anggi berada didepan mata.
Riyan hanya diam sambil mengamati foto foto yang Anggi tunjuk kan.
"Lokasinya jauh ngga dari sekolah Arif?",setelah beberapa saat,Riyan baru bersuara.
"Deket...deket banget malah,inikan tempatnya dekat sama cafe bang jo,masuk lurus ga samapai 5 menit kok..."Jawab Anggi.
Selain tempatnya nyaman,rumah kontrakan itu juga dekat dengan tempat Arif sekolah.
"Gimana...aku udah janji lho sama bu Dani kalau habis maghrib ini mau kesana untuk memastikan..."melas Anggi pada Riyan.
Sementara Riyan hanya diam tak menjawab apa apa.Entah apa yang dia pikirkan.
Melihat Riyan yang hanya diam aja membuat Anggi berasumsi bahwa Riyan tidak mau diajak untuk pindah.
"Ya Allah aku harus bagaimana.Aku tidak berniat menjauhkan suamiku dari orang tuanya Yaa Allah.Aku hanya ingin meredam rasa kecewa dan mengobati rasa sakit ini.Hingga suatu saat nanti ketika ayah membutuhkan aku dan mas Riyan,aku sudah siap dan sudah meupakan rasa sakit ini.Apa aku salah Yaa Allah..."rintih Anggi dalam hati.
Sudut sudut mata Anggi sudah bersarang butiran butiran kristal.Anggi berusaha sekuat tenaga menahan air matanya.
Anggi tak mau terlihat lemah didepan Riyan.Meskipun mereka suami istri,namun Anggi jarang sekali memperlihatkan tangisnya didepan Riyan.Entahlah....jika pasangan lain suka bermanja atau didekap suami ketika sedang bersedih tapi untuk Anggi itu tidak berlaku.
Dan Riyan pun juga tak pernah memeluk tubuh Anggi ketika Anggi sedang sedih.Entah karna Riyan tipe laki laki kaku atau karena tidak peduli.Entahlah.....
Bersambung ya guys.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Murti Widy
author pinter bhs jawa nya....orang jawa ya...
2021-02-25
1