hai hai reader semua....
apa kabar kalian hari ini....
yuuukk...siap siap kembali ke dunia halu yaaa....🌷🌷🌷
Seminggu pun telah berlalu.Anggi menjalani hari harinya dengan penuh kebahagiaan.Kehamilannya yang ke dua pun berjalan dengan semestinya.Kondisi janin,air ketuban dan lain lain normal.Tinggal menunggu HPL saja.
Tak terasa kehamilan Anggi pun telah memasuki usia sembilan bulan.
2 minggu sebelum HPL,tiba tiba Anggi merasa perutnya sakit.Anggi pun tahu bahwa itu adalah tanda-tanda akan melahirkan.Setiap kontraksi itu datang,Anggi langsung menarik nafas kuat kuat lalu menghembuskannya secara perlahan sambil mengobservasi jarak waktu kontraksi satu dan kontraksi berikutnya.
Jarak kontraksi makin dekat dan makin dekat,maka pada saat itu pula Anggi segera mengajak Riyan ke klinik melahirkan.
Sampai diklinik Anggi langsung diperiksa dan dinyatakan bukaan 4.Tak selang lama Anggi pun segera memasuki pembukaan ke 7.Dan tepat pada saat itu Anggi memasuki ruangan bersalin.
Tepat pukul 12.30 siang,Anggi sudah memasuki bukaan 10 yang menandakan bahwa bayinya akan segera lahir.Namun tiba tiba Anggi merasa brangkal tempat ia tidur tiba tiba begerak seperti terdorong dorong.
Sontak saja Anggi merasa kaget dan langsung membulatkan mata dengan sempurna.Tatkala Anggi melihat ke tembok sebelah kiri tubuhnya.Stimulus didalam otak Anggi langsung mengatakan bahwa telah terjadi gempa.
Seketika para bidan yang membantu persalinan Anggi lari keluar ruangan bersalin.Tinggallah Anggi dan Riyan diruangan itu.Riyan terlihat panik dan bingung.
Antara lari keluar atau tetap diruangan bersama Anggi yang sudah tidak berdaya.Anggi menatap kearah Riyan lalu menyuruh Riyan untuk menyelamatkan diri demi Arif anak pertama mereka.
Namun Riyan lebih memilih untuk menemani Anggi.Tak lama kemudian terdegar suara gaduh didepan pintu bersalin.Salah seorang bidan memekik kaget mengingat bahwa dia telah meninggalkan seorang pasien didalam ruangan bersalin.
Akhirnya para perawat pun kembali ke ruangan dan lima menit setelah gempa berlangsung,lahirlah putra kedua Anggi dan Riyan yang di beri nama Ardian Marwa Putra Haryono.
Seminggu kemudian Anggi diizinkan pulang.Dirumah Anggi,Riyan dan juga Ardi sudah ditunggu oleh Arif.
Arif begitu senang punya adik laki laki yang sangat lucu.Mereka sama sama tampan.Hanya saja mata Ardi sipit...entah dari mata siapa yang ada pada Ardi.
Hari hari pun berjalan dengan penuh kebahagiaan.Hingga di usia Ardi yang ke 1,5 tahun,badai dahsyat datang lagi menerpa biduk rumah tangga Anggi dan Riyan.
Dan lagi lagi badai datang dari ayah Riyon.Ternyata selama ini ayah Riyan tidak pernah insaf dengan perbuatannya.
Berbeda dari kejadian 2,5 tahun lalu,Anggi kali ini lebih memiliki strategi dalam menghadapi masalah dengan ayah mertuanya.Saat pertama Anggi memergoki sang mertua beraksi,Anggi menegur langsung ayah mertuanya.
Jika ayah mertuanya tidak juga insaf dari perbuatannya,maka Anggi akan melaporkan hal tersebut kepada Riyan.
Bukan karna apa apa,Anggi melakukan hal itu karna Anggi tidak ingin terjadi keributan yang pada akhirnya merenggangkan hubungan ayah dan anak.
Namun ayah mertua Anggi bukanya insaf malah semakin menjadi.Bahkan disuatu ketika Anggi sempat memergoki ayah mertuanya melakukan aksinya sambil ***ni.Dan yang menjadi target ***ni nya adalah Anggi.
Saat itu Anggi benar benar merasa sangat sangat direndahkan sebagai seorang perempuan.Akhirnya Anggi menceritakan semua ke Riyan dan meminta kepada Riyan untuk segera pindah dari rumah ayah mertuanya.
Selama ini memang Anggi tinggal satu rumah bersama dengan ayah mertuanya.
"Mas...aku sudah ga tahan lagi dengan semuanya..."kata Anggi.
"Maaf Nggi...beri aku waktu 3 bulan untuk memperbaiki semua.."begitu pinta Riyan pada Anggi.
"Baiklah...maaf aku melakukan semua ini bukan karena aku ingin memisahkan mas dari ayah.Namun aku ingin menyembuhkan rasa sakit ini mas.Agar jika suatu saat nanti ayah membutuhka kita,aku sudah bisa melupakan kejadian ini...",kata Anggi lagi.
"Iya Nggi...mas tahu maksudmu.Tapi tolong beri waktu 3 bulan.Hanya 3 bulan...kalau dalam waktu 3 bulan ayah tidak berubah aku ikuti kemauanmu..."Riyan
Anggi pun mengiyakan permintaan Riyan.Dengan harapan semoga ayah mertua Anggi bisa berubah.
Namun harapan tinggal harapan.Bahkan ayah mertua Anggi malah semakin menjadi.Dan yang lebih menyakitkan lagi,ayah mertua Anggi berdalih dia melakukan hal itu karena Anggi yang selalu menggodanya.
Tiga bulan pun berlalu dengan tidak ada perubahan sedikit pun dari ayah mertua Anggi.Ingin rasanya Anggi pergi meninggalkan Riyan,namun Anggi tepis keinginan itu.Karna Anggi ga mau hubungan baik yang sudah terjalin antar dua keluarga jadi hancur berantakan hanya karena masalahnya dengan mertua.
Hebatnya Anggi ...ngga ada satu orang pun yang tau tentang masalah Anggi.Apalagi keluarga Anggi.Dia selalu menunjukkan bahwa dia baik baik saja.Yah begitulah Anggi.
Dia selalu menutupi semua masalahnya didepan keluarganya.
Namun berbeda dengan ayah mertua Anggi.Dia malah menghasut seluruh anggota keluarganya.Dia menceritakan masalahnya dengan Anggi namun dalam.versi yang sebaliknya.
Anggi masih berusaha bertahan.Bahkan ketika masa tiga bulan sudah terlewat.Riyan hanya terus berjanji dan berjanji tanpa sedikitpun dia tepati.
Ingin rasanya Anggi meminta cerai pada Riyan,namun selalu diurungkannya mengingat anak anaknya masih membutuhkan sosok Riyan.
Hingga masa satu tahun berlalu...namun Riyan tak juga mau diajak pindah atau mencari kontrakan.Riyan selalu berdalih bahwa mencari kontrakan itu tidak mudah.
Dan akhirnya terjadi keributan antara Anggi dan Riyan.
"Mas...aku sudah bertahan satu tahun dengan situasi ini.Apa mas tau apa yang aku rasakan?Setiap hari aku harus menahan hasrat ingin kekamar mandi.Bahkan sehari aku hanya mandi sekali itupun dimalam hari ketika mas ada dirumah.Apa mas ga mikir kalau aku terus terusan menahan hasrat ke kamar mandi itu akan berakibat buruk untuk kesehatanku??"tanya Anggi.
Selama satu tahun ini Anggi selalu menahan hasrat kekamar mandi setiap Riyan pergi bekerja.Riyan bekerja dari pagi sampai malam hari.
"Nyari kontrakan itu tidak mudah Nggi.Kalau kamu ga percaya,sana kamu cari kalau dalam satu hari ini kamu dapat kontrakan,kita langsung pindah"kata Riyan dengan suara kencang.
"Okay...aku akan cari dan aku pegang kata katamu...."dengan penuh emosi Anggi menjawab Riyan.
Hilang sudah kesabaran yang Anggi miliki selama ini.Siapa yang ga hilang kesabaran coba jika setiap saat hanya diberi janji tanpa ditepati.Jika setiap hari harus hidup bersama mertua yang suka ngin*** sambil ***ni.
Dan saat itu pula Anggi pergi keluar dari rumah untuk mencari kontrakan.Bagi Anggi lebih baik dia tinggal dikontrakan kecil dari pada harus hidup satu rumah dengan ayah mertuanya.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Veronica Maria
dasar mertua edan, lakinya jg goblok. dah tau punya bpk gak waras
2022-10-14
0