Anggi perlahan membuka matanya.Lamat-lamat dia mendengar suara sang ibu yang sedang menangis.
Prang...prang...
bug...bug...
Terdengar suara pertengkaran ke dua orang tua Anggi.
Perlahan Anggi berdiri lalu mengintip dicelah pintu.
Seketika Anggi menutup mulut dengan telapak tangannya.Apa yang dilihat Anggi membuatnya benar-benar shock.
Meluruhlah tubuh kecil Anggi dengan deraian air mata.Rasa takut begitu mencekam dalam diri Anggi.
Gadis kecil nan manis dan juga ceria itu,mau tidak mau harus melihat betapa gaharnya sang ayah ketika emosi menguasai dirinya.
Setelah Anggi tak lagi mendengar suara keributan orang tuanya,Anggi kembali mengintip dari celah pintu.Dan dilihatnya sang ibu yang sudah tersungkur diatas lantai.Dan ayahnya entah pergi kemana.
Anggi segera keluar dari persembunyiannya dan bergegas menuju ke ibunya.
"Mak....mak ..."kata Anggi kecil membangunkan ibunya
Sang ibu merintih sambil memegangi perutnya yang terasa nyeri.
"Ya Allah mak,bapaknki ngapa to? (Ya Allah mak...bapak tu kenapa sih)??"tanya Anggi.
"Ra papa nsuk,iki mau mamak tiba kok,ora merga bapakmu (ga papa nduk...ini tadi mamak jatuh kok...bukan karna bapak)"kata emak menutupi kelakuan ayah Anggi.
NDUK adalah panggilan untuk anak perempuan jawa.Kalau bukan NDUK biasanya mereka memanggil dengan kata NOK.
Anggi hanya diam,dia tidak mau kalau ibunya sampai tahu bahwa Anggi tadi melihat betapa gaharnya sang ayah.
Malam harinya tiba-tiba badan Anggi panas dan tak lama kemudian Anggi pun pinsan.
Didalam ketidak sadaran dirinya,Anggi mendengar suara anak laki-laki memanggil-manggil namanya.
"Bu-ibu,katanya mau jemput?besok aq sekolah lho!",setelah mendengar suara bocah laki-laki,Anggi pun tersadar dari pinsannya.
Disaat Anggi membuka kedua matanya,ternyata hari sudah gelap.Anggi segera bangkit lalu menyalakan lampu.Lampu pun menyala dan pada saat itu Anggi baru sadar bahwa dia sedang berada didalam kamarnya.
Anggi mengingat -ingat lagi ada apa tadi.Kenapa Anggi bisa ketiduran didepan pintu.
Belum lagi Anggi ingat dengan kejadian yang menimpanya.Tiba-tiba terdengar suara adzan.Dan Anggi pun segera melihat ke arah jam yang menempel didinding kontrakannya.
"Astaghfirullah,ini sudah maghrib.Ya Allah aku belum sholat ashar.Berapa lama aku tertidur ya??",guman Anggi dalam hati.
Lalu Anggi bergegas menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.Tak lupa dia ambil wudhu sekalian.
Setelah selesai dengan mandi dan wudhunya,Anggi segera menunaikan sholat maghrib.Setelah selesai sholat,Anggi mengambil ponsel dan membukanya.
Ada 10 panggilan tak terjawab dan juga ada beberapa pesan dari anak-anaknya.
Lalu Anggi pun bergegas memencet nomor anaknya.
"Hallo,Assalamu'alaikum bu!Ibu dimana?",sapa anak-anak diseberang sana.
"wa'alaikumsalam,maaf anak-anak,ibu ada kerjaan mendadak ini!.Maaf ibu ga jadi jemput sekarang.Besok pagi In Syaa Allah ibu langsung ketempat nenek..."jawab Anggi.
"Yaa...padahal aq pengen ngajak jalan-jalan ibu sama bapak....!!"jawab adik.
"Maaf ya nak,bapak juga mendadak ada kerjaan.Ngga tahu tuh pulangnya kapan.Iya besok kita jalan jalan wes!Ya...!!"jawab Anggi lagi.
"Bener ya bu...?"rengek si kecil.
"Iya,In Syaa Allah,sudah pada sholat belum nich...??"tanya Anggi.
"Sudah dong bu...tadi dimushalla..."jawab si kakak.
"Ya sudah sekarang makan dulu gih.Ibu mau lanjut dulu kerjaan ibu,biar cepat selesai"kata Anggi.
"Iya...besok jangan lupa ya buu!!"jawab mereka kompak.
"In Syaa Allah sayang...."sambil tersenyum Anggi menjawab."Ya sudah ibu tutup dulu ya...Assalamu'alaikum...".
"Wa'alaikumsalam bu..."jawab anak-anak kompak.
Setelah mematikan ponselnya,Anggi keluar dari kamar.Rumah nampak gelap karena sudah maghrib.
Anggi berbalik kekamar untuk mengambil ponsel.Lalu menghidupkan senter dan mencari saklar lampu.
Alangkah kagetnya Anggi melihat rumah yang seperti habis kerampokan.Berantakan tidak karuan.
Dan akhirnya Anggi teringat apa yang terjadi tadi sore dengannya dan suaminya.
Hhhaaaahhh....Anggi menghela nafas panjang...lalu segera memnersihkan pecahan gelas dan piring yang telah hancur berantakan.
Untung tadi pas keluar kamar kaki Anggi tidak mengginjak pecahan pecahan kaca itu.
Hingga dua jam Anggi baru selesai membersihkan rumahnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.Anggi segera kekamar mandi untuk mengambil air wudhu kemudian menunaikan sholat Isya.
Setelah melaksanakan sholat isya,Anggi segera melipat mukenanya dan mengganti pakaian.Kemudian mengambil ponsel dan juga kunci motornya.
Tak lupa 2 helm kecil anak-anaknya dia bawa juga.
Setelah itu Anggi meluncur menuju rumah ibunya untuk menjemput anak-anaknya.
Anggi melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi karena hari sudah malam.
Tepat pukul 09.30 malam Anggi sampai dirumah ibunya.
Dari luar masih terdengar suara riuh anak-anaknya.
Anggi segera memarkirkan motornya dan mengetuk pintu karena pintunya sudah tertutup.
"Assalamu'alaikum....."sambil mengetuk pintu Anggi mengucap salam
"wa'alaikumsalam....ibu...itu suara ibu..."terdengar suara anak-anak dari dalam rumah berlarian menuju pintu.
Kemudian ceklek....pintu pun dibuka dan anak-anak langsung berhambur kepelukan ibunya.
"Ibuuuu....!!",seru mereka girang.
"Loh katanya baru besok ibu nyusulnya..."tanya Arif si kakak.
"Rencananya sih....tapi ternyata kerjaan ibu lebih awal selesai..."jawab Anggi.
"Yyeeeyyy....berarti besok kita jalan-jalan ya buk....besok pagi aq pengen jalan-jalan kesawah...."seru si kecil Ardi.
"Iya ...iya...biarin ibuk masuk dulu donk...ibuk kan capek nak..."jawab Anggi sambil mengerucutkan bibirnya,membuat Arif dan Ardi tertawa.
"ha ha ha...ibuk lucu...."kata Arif dan Ardi berbarengan.
Dari belakang datang ibu Anggi membawa nampan yang berisi teh hangat.
"Arif...Ardi,ibuk e ben leren sik,ibuk mesti kesel kui.Wong yo agek wae teko lho" (Arif ..Ardi..ibunya biar istirahat dulu...ibu pasti capek itu orang baru aja sampai lho...)"seru nek Jumi ibu Anggi
"Nggih uti..(ya uti...)"jawab anak-anak kompak.
UTI adalah panggilan untuk nenek.Yang berarti Mbah Putri atau Eyang putri.
Mereka pun akhirnya minum teh bersama sambil makan roti bakar yang Anggi bawa tadi.
Di tengah jalan tadi Anggi sengaja berhenti untuk membeli cemilan.Karna Anggi tau pasti anak-anaknya belum tidur.Anggi pun menjatuhkan pilihan pada roti bakar rasa coklat kacang keju kesukaan anak-anaknya.
Ternyata dugaan Anggi benar.Anak-anaknya belum tidur.Tak terasa sudah pukul 10.30 malam.Saatnya Arif dan Ardi tidur.
"Udah malem...bobok yuk..katanya besok mau jalan jalan kesawah..."ajak Anggi pada anak-anaknya.
"Iya bu...aku mau bobok besok pagi-pagi kita jalan-jalan ya bu..."jawab si kecil Ardi
"Iya...makanya bobok dulu yuk...mas Arif dek Ardi..."jawab Anggi lagi.
Lalu mereka pun tidur.Anggi sejenak melupakan kejadian tadi sore dengan memeluk kedua putranya saat tidur.
Sementara di Jogja Riyan tengah sibuk dengan seorang perempuan. (Pantes ...sama Anggi galaknya minta ampun,rupanya punya yang lain toh...😏😏)
"Mas...kapan mas cerain istri mas?Aku sudah ngga tahan sembunyi-sembunyi gini mas...sudah lebih dari 5 tahun loh aku menunggu"manja Siska pada Riyan.
"Sabar donk...aku butuh alasan untuk menceraikan Anggi..."jawab Riyan.
Entah mengapa hati kecil Riyan seperti tercubit.Jujur Riyan tak ingin berpisah dengan Anggi.Namun entah mengapa sikapnya berbanding terbalik dengan Anggi.
"Maskan udah tau to...kalau yang terjadi antara bapak kamu dan Anggi itu direkayasa oleh Anggi.Mas tau ga..sebenarnya Anggi itu udah lama lho pengen pisah sama mas"
"Percaya deh mas...Mas ga perlu lagi cari alasan.Mas...orang tuaku udah nanya terus tentang hubungan kita.Aku sampai bingung harus bagaimana menjawabnya...",kata Siska dengan segala bujuk rayunya.
"Iya...besok aq cari waktu yang tepat ya...atau kita nikah siri dulu aja gimana...?"jawab Riyan
"Ya ngga papa lah mas...biar bapak dan ibu ku ga nanya-nanya terus..."jawab Siska sambil memainkan kancing kemeja Riyan.
"Ya sudah minggu depan aku kerumah mu...persiapkan semuanya..."jawab Riyan .
Lalu cuupp...bibir Riyan sudah mendarat dibibir Siska.Merka saling me****t dan meng****p.Dan selanjunya.......
Tiiiittt...sensor ya guys...mohon maaf author ga mahir dalam adengan itu....bayangin sendiri aja deh yaa....😁😁😁
Dikampung rumah bu Jumi
Pagi menjelang,setelah melaksanakan sholat subuh berjamah di mushalla dekat rumah,Anggi dan kedua anaknya udah siap siap menuju ke persawahan.
Arif dan Ardi berseru gembira.Mereka berjalan menyusuri kampung menikmati udara pagi yang begitu menyegarkan.
Mereka terus berjalan mengililingi kampung yang dekat dengan persawahan.Kebetulan dikampung sedang musim tanam padi
Jadi sepanjang mata memandang,terbentang hamparan hijau padi bak permadani.
Setelah puas nerkeliling disawah,Anggi mengajak Arif dan Ardi untuk mampir kepasar tradisional.Kebetulan hari ini jadwal pasaran dipasar tradisional tersebut.
Karna hari ini adalah pasarannya pasar itu,jadi dipasar terlihat begitu ramai.
Anggi membeli bahan masakan dan juga jajanan pasar khas pasar tradisional.Yaitu puli tempe.Dipasar tersebut begitu populer makanan khas yang satu ini.
Setelah puas dipasar ,Anggi dan kedua anaknya pulang dan beristirahat.
Kemudian di sore harinya sesuai yang dijanjikan oleh Anggi mereka akan ke Wonosumilir.Spot wisata baru di kampung wisata tempat Anggi tinggal.
DiWonosumilir ini kita bisa melihat matahari terbenam dan setelahnya dapat melihat kerlap kerlip bintang yang tidak mungkin bisa dilihat dikota.
Penasaran...Silakan aja datang ke WONOSUMILIR yang terletak didesa Wisata Bejiharjo Gunungkidul.Bisa dipastikan kalian akan senang disana.Selain udaranya yang masih segar karena berada ditengah hutan kayu putih,kalian juga bisa melihat sunset di senja hari,aneka kerlip bintang dimalam hari dan juga sunrise dipagi hari.
Segini dulu ya reader
Kangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa
like
koment
vote
Terimakasih...
😁😁😁😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Murti Widy
bahasa jawamu keren thor sebagai orang jawa q bangga padamu....
2021-02-25
1
Ari Widiartanti
wah ada puli tempenya. bikin kangen pengen mudik thor😂
2021-02-13
1
D.R.S
ak org solo thor😁😁😁
2021-02-10
1