Hay my reader tercintaahh....
Penasaran ga dengan pria misterius yang sangat dibenci oleh Anggi....??
penasaran kan....okay...lanjut ikuti kisahnya yaaa....🌷🌷🌷🌷
Pria misterius POV
"Aku pulang dulu ambil keperluan kamu"pamit ku pada istriku.
"Dek tolong jaga ibuk ya...ayah pulang dulu..."aku pun berpamitan pada putri semata wayangku.
"Iya mas hati hati.."jawab istri ku "jangan lama lama ya...kasihan adek..."lanjutnya.
"iya ayah hati hati.."jawab putriku.
Aku pun bergegas menuju halte bus yang berada didekat rumah sakit.Sampai di halte bus aku langsung membeli tiket dan hendak berjalan menuju bangku untuk duduk.Tiba tiba dari arah belakang ada yang mendorong tubuhku hingga aku agak terhuyung ke depan.
"Maaf....maaf..saya tidak sengaja..."kata orang dibelakang ku.
DEG.....
"Aku seperti mengenal suara ini.Tapi tak mungkin kan kalau ini dia"pikirku dalam hati.Aku pun segera menoleh ke belakang untuk memastikan apa yang ku dengar.
Astaga....aku langsung terbelalak melihat siapa yang ada dibelakangku.Sungguh aku tak pernah menyangka akan bertemu dengan dia lagi.
Setelah kejadian tiga tahun yang lalu,aku benar benar tak banyak berharap bisa bertemu dengan nya lagi.Namun ternyata Tuhan berkehendak lain.
Dia pun tak kalah kagetnya begitu melihat ku.Tatapannya begitu tajam menusuk.Benar benar berbeda dengan dia yang ku kenal dulu.
Dulu sebelum kejadian itu,dia selalu tersenyum ramah padaku.Tatapannya pun selalu hangat.Tapi kini tatapan hangat itu berubah jadi teramat tajam.
Beberapa detik berlalu,namun kami masih saling terdiam dan terpaku.Jika aku menatapnya dengan segenap kerinduan,maka dia menatapku dengan penuh api amarah dan kebencian.
Melihat tatapan yang begitu tajam menusuk membuatku mengalihkan pandanganku.Untuk mengusir kecanggungan diantara kami,akun pun memulai pembicaraan"Anggi...ini benar kamu kan..."tanyaku memberanikan diri.
Sungguh saat itu aku merasa seperti sedang di intimidasi oleh seorang polisi intel yang sedang melakukan penyelidikan.
Bukannya menjawab pertanyaanku,Anggi malah makin diam terpaku.Tatapan matanya tak berubah sedikit pun.Membuatku makin salah tinggkah.
"Nggi...kamu ga papa kan...kok diem aja...?"tanya ku lagi sehingga membuyarkan lamunan Anggi.
"Eenngg...a-aku ga pa-pa..."akhirnya Anggi pun menjawab.Akhirnya keluar juga suaramu Nggi.Meski suara Anggi terdengar sangat acuh namun itu sudah cukup mengobati rasa rinduku.
Ku lihat Anggi berlalu sambil mencari bangku kosong.Lalu dia mendaratkan tubuhnya disana.
Aku pun ikut duduk dibangku sebelah Anggi.Sambil terus berharap ada kesempatan untukku walau hanya bertanya kabar.Dan minta maaf tentunya.
Aku pun berusaha berkomunikasi dengan Anggi.Belum lagi aku mengucapkan kata kataku,aku sudah melihat raut wajahnya yang begitu tajam dan tak mau diganggu, membuatku mengurungkan niatku.
"Kamu berubah Nggi...kamu tak seramah dan sehangat dulu...Andai waktu itu aku tidak melakukan kesalahan,aku yakin saat ini kamu pasti menanggapiku sambil tersenyum.Senyum termanis yang pernah aku lihat..."guman ku dalam hati.
Aku hanya mampu memandangi wajah Anggi tanpa mampu mengajak nya berbicara.
Akhirnya dengan sekuat tenaga aku pun memberanikan dirinya menepuk pundak Anggi sambil berkata "Nggi......" belum lagi selesai kaimatku.Kulihat Anggi sudah beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju ke arah bus yang sedang berhenti di halte.
Aku pun ikut berdiri dan berniat untuk ikut yang jalur ini.
Setelah kulihat Anggi masuk,aku pun segera mengikuti dia dan masuk kedalam bus.
Kulihat Anggi sedang mengedarkan pandangnya untuk mencari tempat duduk.Setelah Anggi duduk aku pun turut duduk disebelahnya.
Ku atur lagi strategi agar aku bisa bicara sama Anggi.Baru saja aku hendak bicara,tiba tiba ponsel Anggi berdering.Aku pun mengurungkan niatku untuk mengajaknya berbicara dan lebih memilih diam. (lebih tepatnya memilih menguping)
Ku dengar Anggi mengangkat telfonnya dan berbicara dengan suara lembut kepada si penelfon.
Siapa orang itu...kenapa Anggi begitu lembut dengannya..??Bahkan kadang suara Anggi terdengar manja ditelingaku.
Suara yang aku rindukan.Kini sudah diberikan untuk orang lain.Sesekali ku lihat raut wajahnya saat berbicara dengan seseorang diponselnya.Wajahnya begitu bahagia...membuatku semakin penasaran siapa orang tersebut.
Tiba tiba ada rasa yang begitu nyeri di relung hatiku yang paling dalam.Aku tersentak dengan semua rasa itu.Harusnya sudah ku buang jauh jauh perasaan ini,meski itu sangat menyiksa batinku.Namun aku harus relakan Anggi bahagia dengan siapapun nanti yang bakal jadi pendampingnya.
Setelah Anggi menutup telfonnya,bus sudah berhenti untuk menurunkan penumpangnya.Salah satunya ditempat tujuan Anggi.Aku tak mampu berkata kata lagi.Aku hanya mampu menatap punggung Anggi hingga dia hilang dari pandangan ku.
Ku lihat kemana dia turun,dan ternyata dia turun disalah satu swayalan di jogja.Apa dia kerja disini pikirku.
Dan setelah punggung Anggi benar benar menghilang dihadapanku,aku pun segera berdoa supaya Tuhan memberikan kebahagiaan untuk Anggi.
Dengan siapa pun kelak akhirnya Anggi menikah,Aku hanya mampu memberi do'a yang terbaik dan berharap Anggi selalu bahagia.
TBC
segini dulu ya reader....
Eeh tadi belum dijelaskan ya siapa lelaki ini...
Tunggu up berikutnya ya...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaaa
vote
like
koment
Terimakasih reader semua ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
D.R.S
50
2021-02-10
1
ARSY ALFAZZA
like + rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐😇 saling mendukung ya Thor 👌
2021-02-10
1