Selamat malam readers ku semua....
Emak up lagi ya....
"Astaghfirullah,mas Riyan kenapa kamu berubah,apa salahku?",dalam isak tangis yang tertahan Anggi berguman.
Tak berapa lama terdengar dengkuran halus dari sang suami yang menandakan bahwa si empunya sudah terlelap.
Anggi membuka matanya perlahan,lalu dia menoleh dan melihat wajah suaminya.Terlihat gurat kelelahan disana.Namun entah dia lelah untuk apa,karena beberapa bulan terakhir ini jatah belanja Anggi berkurang.
Bahkan tidak cukup untuk hidup sehari hari.Untungnya Anggi sudah mendapatkan pekerjaan.Sehingga bisa sedikit membantu uang makan anak-anaknya.
Pernah suatu ketika Anggi menanyakan hal itu kepada Riyan.Namun bukan jawaban yang didapat melainkan bentakan.Dan hampir tangan Riyan melayang ke pipi halus Anggi.
"Mas,maaf uang ini ga cukup buat sebulan.Ini hanya cukup untuk bayar kontrakan sama uang SPPnya Arif.Emang gaji mas dipotong lagi...?"tanya Anggi pelan.
Bukan tanpa alasan Anggi bertanya begitu.Karena sudah lebih dari enam bulan ini,Anggi ga terima slip gaji Riyan.
Padahal dulu Anggi selalu terima slip gaji beserta jumlah uangnya.
Entah apa yang disembunyikan Riyan.
"Heh,sudah mending kamu aku kasih uang.Lagian kan kamu udah kerja toh.Pake aja gajimu untuk makan!!"jawab Riyan dengan kasar sambil membanting barang yang ada didepannya.
"Mas,aku tu kerja buat nabung,untuk sekolahnya anak anak nanti lho...."balas Anggi dengan lembut.
Walau hatinya nyeri melihat perlakuan suaminya,namun Anggi selalu berusaha menghormati suaminya.
"Siapa suruh kamu ngajak pindah rumah segala,kan uangnya jadi ga cukup.Coba kalau kemarin kita masih tinggal bareng ayah.Kan ga kaya gini jadinya!!!"jawab Riyan dengan suara yang makin meninggi.
DEG....
Jatung Anggi seakan berhenti berdetak.Tiba tiba kakinya terasa lemas.Hingga Anggi luruh begitu saja kelantai.
Kedua bola mata indah Anggi tak kuasa lagi menahan tangis.Runtuh sudah pertahanan yang selama ini Anggi bangun.
Anggi benar benar rapuh.Anggi meremas dadanya sambil menarik nafas dengan kuat.Lalu dihembuskan dengan kasar.
"Jadi selama ini Mas tidak rela pindah dari rumah ayah...??Jadi kenarin mas terus ingkar janji karna ini...??"lirih suara Anggi berkata.
"Iya,jika kita tidak pindah,ngga mungkin aku kesulitan uang seperti ini.Uang yang seharusnya bisa buat makan harus dipakai untuk bayar kontrakan"balas Riyan masih dengan suara lantangnya.
Mendengar jawaban Riyan,emosi Anggi pun terpancing.
"Jadi mas nyalahin aku...salahku apa mas...??apa aku salah minta pindah.Mas tau kan kalau aku selalu dile****an oleh ayah.Mas rela aku diperlakukan kaya gitu.Tega kamu mas..."jawab Anggi dengan suara pelan namun cukup menyayat hati yang mendengarnya (tapi kalau yang denger punya hati lho yaa...)
"Heeehh,paling ngga aku bisa nabung,lha ini,uangku gabis terkuras...!!"jawab Riyan yang seolah menyalahkan Anggi.
"Apa mas,uangmu terkuras,karna aku?Terkuras dari mananya ya mas?Sedang setiap bulan aja mas ngasih aku uang belanja ngga lebih dari 750rb.Sedangkan gajimu berapa mas?Jangan kamu kira aku ga tahu mas.Apa mas lupa,kalau dulu aku yang selalu terima slip gaji kamu?"Jawab Anggi dengan suara tertekan karna menahan tangis.
"Ga usah banyak ngomong kamu!!",bentak Riyan sambil mengayunkan telapak tangannya ke pipi halus Anggi.
Namun Anggi lebih dulu menghindar,entah dapat kekuatan dari mana.Sehingga telapak tangan Riyan hanya menampar udara.
"Jangan harap kamu bisa berlaku kasar padaku Mas!!",tekan Anggi sambil berlalu kedalan kamar dan menguncinya.
Untung saat itu anak anak tidak dirumah.Mereka sedang liburan ke kampung halaman Anggi.Jadi mereka tidak mendengar pertengkaran orang tuanya.
Riyan yang telah melihat Anggi masuk ke kamar dan mengunci pintu jadi makin marah.
Riyan terus menggedor pintu kamarnya dengan Anggi.Namun tidak dihiraukan oleh Anggi.
Akhirnya Riyan melampiaskan kemarahannya dengan barang-barang yang ada didepannya.Semua dibanting.
PRANG...PRANG...(bayangin aja itu suara piring pecah ya guys...)
Sementara didalam kamar Anggi berusaha menutup kedua telinganya agar tidak mendengar suara barang barang yang dibanting.
Namun suara itu tetap terdengar nyaring karna Riyan melempar berbagai barang ke arah pintu kamar tempat Anggi didalam.
Anggi terus menutup kedua telinganya sambil sesunggukan.Keringat dingin mengucur deras dari tubuh Anggi.Jantungnya berdetak tak beraturan dan tubuhnya menggigil.
Trauma Anggi kambuh.Anggi punya trauma dimasa kecilnya dulu.Dimana waktu Anngi masih kecil,orang tua Anggi bertengkar hingga menimbulkan KDRT terhadap ibunya.
Sebenarnya Riyan tahu akan hal itu.Namun entah setan apa yang merasukinya,hingga membuat Riyan lupa akan trauma Anggi.
Tiba tiba tubuh Anggi lemas,pandangannya menggelap,lalu Anggi tak sadarkan diri.
Sedangkan Riyan,setelah puas dengan emosinya Riyan pergi meninggalkan rumah tanpa peduli sedikitpun dengan Anggi.
lalu bagaimana dengan Anggi??
Apakah Anggi segera sadar??
Tunggu up berikutnya ya..!!
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya
like
koment
vote
emak tunggu ya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Ria Diana Santi
5 like hadir! Mari saling dukung!
2021-02-23
2