"Nggi kok ngelamun lagi...."tanya Riyan penuh selidik.
"Ngga....ngga papa kok mas..."jawab Anggi sambil memeluk tubuh hangat Riyan.
Riyan tak percaya begitu saja.Diapitnya kedua pipi Anggi dengan kedua tangan nya lalu Riyan pun berkata"Nggi...kamu tuh ga pernah bisa berbohong lho...Ayo cerita aja..."
Namun Anggi bukannya menjawab malah menangis sambil mempererat pelukannya.
"Apa jangan jangan kamu ya yang diintip ayah..."Tanya Riyan lagi dengan tatapan menyelidik.
Lagi lagi Anggi hanya mampu mempererat pelukannya dengan Riyan.Tangisnya terdengar semakin pecah.Dan tak perlu jawaban lagi dari Anggi,Riyan sudah bisa menarik kesimpulan bahwa apa yang dilalukan Anggi merupakan jawaban iya secara tidak langsung.
Seketika itu juga Riyan melepas pelukannya lalu berjalan keluar kamar menuju ke kamar ayahnya.
"Ayah...."panggil Riyan dengan suara kencang.
Dan apa yang dikhawatirkan Anggi benar benar terjadi.
Riyan ribut dengan ayahnya....Anggi pun bergegas keluar kamar dan melerai pertengkaran mereka.
Meskipun disini Anggi yang dirugikan,namun Anggi tak ingin hubungan ayah dan anak jadi hancur hanya karena dirinya.
Setelah melalui keributan yang menegangkan,akhirnya ayah Riyan meminta maaf pada Anggi dan mengaku bersalah.
Anggi pun akhirnya memaafkan ayah mertuanya dan bisa memaklumi kekhilafan ayah mertuanya.Anggi berharap ayah mertuanya tak lagi melakukan hal yang memalukan seperti itu.
Akhirnya mereka pun kembali menjalani hari hari mereka seperti semula.Kesalahan dan kekhilafan ayah mertuanya dianggap Anggi seperti angin lalu.Karena Anggi tidak ingin hubungan keluarga jadi rusak.
Setelah badai pertama berlalu munculah pelangi.Ya pasti ada pelangi setelah badai.Begitupun dengan rumah tangga Anggi.Dua bulan pasca badai rumah tangga menerpa keluarga Anggi,pelangi kebahagiaan pun hadir didalam keluarga Anggi.
Pagi itu Anggi tiba tiba merasa mual dan sakit kepala yang tak tertahankan.
Namun Anggi tetap menjalani rutinitas pagi seperti biasa.Mual yang sedari tadi ditahan Anggi tak mau lagi berkompromi.Akhirnya Anggi pun lari kedalam toilet.
Lalu Anggi mengeluarkan isi dalam perutnya.Namun betapa terkejutnya Anggi karna tak ada satu pun makanan yang keluar dari mulut Anggi.Melainkan hanya air.
Anggi nampak sangat pucat,dia pun sedikit senpoyongan.Namun Anggi berusaha bertahan dan berjalan keluar dari kamar mandi.
Untung kegiatan Anggi pagi itu sudah selesai jadi Anggi bisa beristirahat.Namun sebelum Anggi sampai dikamarnya,Anggi tiba tiba ambruk.Kedua telinganya berdengung dan tatapan matanya menggelap.Lalu Anggi tak ingat apa apa lagi.
Saat kedua mata Anggi terbuka Anggi sudah berada diruangan yang serba putih.Anggi mengerjap ngerjapkan kedua matanya.Lalu didepannya kini sudah ada sang suami dengan wajah penuh kekhawatiran bercampur kebahagiaan (bayangin sendiri ya gimana penampak kan nya...)
"Mas...aku ada dimana..apa yang terjadi..."tanya Anggi pada suaminya.
Riyan pun segera berhambur mendekap tubuh Anggi.
"Nggi...kapan terakhir kali kamu mendapatkan tamu bulananmu.."tanya Riyan pada Anggi
"Emang kenapa mas nanyain hal itu..."jawab Anggi dengan polosnya.
"Inget inget dulu deh...."balas Riyan
"Eeemm...kalau ga salah sih tanggal 23 April...kenapa memangnya..."tanya nya lagi
"Kamu tahu sekarang tanggal berapa...??"tanya Riyan lagi.
"Tanggal....Apa ...Ya Allah...sekarang udah lewat bulan mei...apa jangan jangan aku hamil ya mas....??"sontak Anggi menutup mulutnya sambil melebarkan kedua bola matanya setelah ingat bahwa hari ini sudah tanggal 10 juni.
"iya sayang...kata dokter kamu hamil...namun untuk lebih jelasnya nanti kita periksa kebagian kandungan ya..."jawab Riyan.
Tak berselang lama suster pun datang menanyakan kondisi terkini Anggi.
"Permisi ..selamat siang pak dan bu Riyan.Gimana bu Riyan sudah baikan.."tanya suster pada Anggi.
"Alhamdulillah sudah sus..terimakasih..."jawab Anggi
"Masih pusing atau mual bu..."tanya suster itu lagi.
"Sudah mendingan sus...tak sesakit tadi kepalaku.."jawab Anggi.
"Baiklah karna ibu sudah baikan kita ke ruang obgyn ya bu untuk memeriksa kandungan ibu..."ajak suster.
"Baik sus..."jawab Anggi
"Mari bu saya antar..." kata suster itu lagi.
Baru saja suster akan membantu Anggi duduk dikursi roda,Riyan sudah lebih dulu mengangkat tubuh Anggi dan memdudukkannya dikursi roda.
"Biar saya saja yang mendorongnya sus..."Kata Riyan kepada suster.
"Baik silahkan pak.Mari saya antar ke ruang obgyn.."kata suster
Lalu mereka pun menuju ke ruang obgyn untuk melakukan pemeriksaan guna memastikan lehamilan Anggi.
Dokter kandungan itu pun mengoleskan gel ke perut Anggi lalu meletakkan alat perekam.
Sambil menunjuk ke monitor dokter berkata"Maaf bu Riyan kapan mens terakhir.."
"tanggal 23 April yang lalu dok..."jawab Anggj.
"Baik bu...berarti benar ya sesuai dengan yang ada dimonitor.Usia kandungannya 5 minggu ya bu....dan semuanya baik.Ketuban baik...berat janin juga sesuai dengan umur"kata dokter kandungan itu... (duuuuhh jadi inget pas waktu periksa kehamilan si bocil ni author...😊😊😊)
"Istirahat yang cukup ya bu...dan jangan setres..."kata dokter itu lagi
"Baik dokter,terimakasih"jawab Anggi.
"Akan saya tuliskan resepnya nanti tolong diambil diapotik ya pak..."kata dokter itu lagi.
"Baiklah dokter nanti saya ambil diapotik obatnya"jawab Riyan.
"Setelah cairan infusnya habis nanti bu Riyan boleh dibawa pulang ya...namun untuk satu minggu saya sarankan badtres dirumah ya bu..."kata dokter kandungan itu lagi.
"Baik dok..."jawab Anggi.
yeeeyyyy....hari ini up 2 episode lagi ya...
sudah kejawab ya siapa pria misterius yang sangat dibenci oleh Anggi
Kenapa Anggi sangat membenci pria itu...penasarankan lanjutan ceritanya...
makanya jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya...
like
koment
vote
dari kalian aku tunggu ya...
Terimakasih....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Dinar Rizzki
semangatt kk
2021-02-09
1