Satu bulan telah berlalu sejak malam itu. Evelyn dan Leonardo masih tinggal di rumah yang sama, tapi dunia mereka terasa begitu berbeda. Evelyn mulai mengenali setiap sudut rumah, namun tidak pernah mengenal isi hati suaminya. Sedangkan Leonardo semakin sibuk, dan semakin jauh.
Hari ini, Evelyn duduk di ruang baca, tangannya sibuk membuka-buka album foto pernikahan mereka. Tatapannya kosong saat melihat dirinya tersenyum di samping Leonardo. Itu senyum yang dipaksakan. Tidak ada cinta di sana. Hanya keharusan
Evelyn Anastasia L. A
Lucu ya... aku bisa terlihat bahagia padahal dalam hati aku seperti orang asing di hidupku sendiri
(gumamnya)
Evelyn Anastasia L. A
Pintu ruang baca terbuka. Leonardo berdiri di ambang pintu, jasnya masih terpasang rapi. Tatapannya tertuju pada album yang terbuka di hadapan Evelyn.
Leonardo Maximus Alvarez
Kenapa lihat itu?
(tanyanya dingin dengan tatapan tajam)
Leonardo Maximus Alvarez
Evelyn Anastasia L. A
Hanya ingin tahu... apa yang sebenarnya kita jalani ini. Pernikahan? Atau sekadar kontrak tanpa rasa?
(tersenyum tipis)
Leonardo Maximus Alvarez
Aku tidak pernah memaksamu untuk mencintai aku
(menatapnya)
Evelyn Anastasia L. A
Aku juga tidak pernah memaksamu untuk mencintaiku. Tapi bukankah setidaknya kita bisa mencoba bersikap manusiawi?
(Evelyn menatapnya tajam, kali ini tanpa gentar)
Leonardo terdiam. Suasana hening menyelimuti mereka selama beberapa detik sebelum akhirnya pria itu berkata
Leonardo Maximus Alvarez
Besok aku akan pergi ke luar kota. Ada urusan bisnis perusahaan pusat. Mungkin akan tiga bulan lamanya
Evelyn Anastasia L. A
Baik
Leonardo Maximus Alvarez
Dan kamu... jangan terlalu sering keluar rumah sendirian. Aku akan minta supir untuk tetap berjaga
Kata-kata itu seharusnya terdengar biasa, tapi bagi Evelyn, itu seperti bentuk kecil dari perhatian yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya. Ada sesuatu yang menghangat, walau kecil, dalam dinginnya sikap Leonardo.
Setelah Leonardo pergi, Evelyn menatap langit sore dari jendela
Evelyn Anastasia L. A
Mungkin dia memang dingin... tapi entah kenapa, aku mulai ingin mengenalnya lebih dalam. Bukan sebagai suami, tapi sebagai pria yang selama ini menyimpan terlalu banyak rahasia
(gumamnya)
Comments