Caenny tertegun saat pintu Apartemen terbuka dia menatap Leonardo dan seorang wanita yang sedang masuk
Barbara… . Gumam wanita itu menyelisik wanita itu dan Leonardo . Kenapa mereka kesini? Apa fda sering menginap bersama?
“Caenny Tolong ambilkan minum untuk Barbara”. Ucap Leonardo sementara dia mengantarkan Barbara untuk duduk di sofa yang nyaman
Sangat terlihat jika pria itu memperlakukan wanita itu dengan sangat lembut dan penuh kasih
Sementara di dapur Caenny bergumam kesal kenapa dia harus menuruti perintah Leonardo demi orang lain, dan sekarang kedua orang itu nampak bermesraan di depannya
“Nah”.
Segelas air putih dingin sekarang tersaji dimeja, Caenny tanpa banyak tanya kembali ke meja kerjanya dan mulai melanjutkan pekerjaan dia tadi dengan perasaan yang sangat kacau
“Minumlah dulu Barbara, kau harus lebih tenang…”. Ucap Lenardo membujuk wanita itu penuh kasih
“bagaimana aku bisa tenang Leo, aku tidak mencintai pria itu aku harus bisa membatalkan perjodohan ini!”
“Tenanglah aku akan mendukung mu, kau tidak akan bersamanya mengerti”.
Dalam hati Leonardo senang bukan main, dia ingat tepat di tahun ini Barbara memang di jodohkan oleh orang tuanya dan wanita itu mengiyakannya
Leonardo yang tidak sempat bangkit dari keterpurukannya di tinggalkan begitu saja . Wah sepertinya kesempatan ini memang sangat luar biasa, Baguslah aku akan memakai kesempatan ini untuk mendapatkamu Barbara… aku akan mendapatkan mu!
Barbara menatap pria itu dengan datar sungguh bodoh pikirnya, Barbara menekuk wajahnya dengan kasar kejadi beberapa jam yang lalu membuatnya sangat kesal
Ck kenapa jadi seperti ini sih?!. Gumam Barbara . Tidak mungkin aku menceritakan jika aku yang di tolak oleh pria itu buat malu saja
Pria tampan dan kaya yang dia inginkan menolaknya dia sudah lama mengincar pengusaha muda itu
Dan begitu juga orang tuanya yang merupakan pengusaha yang sangat berambisi menjodohkan Barbara dengan pria itu
Kecantikan dan karir yang di miliki wanita itu tidak bisa di ragukan lagi membuat keluarga dan Barbara sendiri yakin jika mereka akan melangsungkan perjodohan dalam waktu dekat
Pandanga Barbara kini teralih pada Caenny dan seluruh berkas yang di hadapannya
“Siapa dia?”. tanya Barbara dengan nada yang sangat lembut
“Dia sekertaris ku, kami sedang lembur dan memutuskan untuk bekerja di sini agar lebih efesien”
Barbara memayunkan bibirnya dia bersandar di dada bidang pria itu memanjakan tubuh perasaannya pada seorang yang sangat mencintainya
“Ku pikir dia pembantu mu…”. ucap Barbara, Leonardo tertawa pelan
“Jangan bercanda barbara… ya walau memang terlihat seperti itu”. Leonardo berbicara pelan . Ya kan bukan hanya aku yang berpendapat seperti itu
“Kenapa kalian sampai lembur?”. Tanya wanita itu penasaran biasanya Leonardo punya banyak waktu luang dan menemaninya jalan-jalan belakangan ini pria itu memang terlihat sangat sibuk dengn pekerjaannya
“Ah itu, aku berencana mengajukan kepemilikan Tambang di Sumatera dan Kalimantan… ya aku harus mengeluarkan anggaran dan tenaga”.
Seketikan Barbara tersenyum dia mempererat pelukannya pada Leonardo pria itu memang tidak terlihat bisa, Leonardo yang kini sedang berkembang sangat pesat memiliki potensi yang bagus di masa depan
“Begitu ya……”. Barbara menenggelamkan wajahnya di pelukan pria itu tanpa memperhatikan sekitar
di seberang sana Caenny berdecak kesal karena keberadaan nya yang seakan tidak di perdulikan di tambah lagi gejolak di hatinya
Tidak di pungkiri hatinya terasa sakit sekarang melihat pria yang dia sukai sedang bermesraan dengan wanita lain tapi sebisa mungkin dia bersikap biasa saja dia tidak ingin di permalukan
Ini sudah yang terbaik Caenny, jangan menyiksa diri mu. Wanita itu menghela nafas
“Caenny kau memasak?”. Tanya Leonardo yang sejak tadi sudah mencium masakan yang wangi di sekitar ruangannya
Caenny mengangguk dia juga menyisakan nasi goreng untuk pria itu, berjaga-jaga jika saja Leonardo belum makan dari luar
“Mau ke mana?”. Tanya Barbara kala Leonardo sedang melepaskan pelukannya
“Aku akan ke dapur sebentar, kau belum makan kan”
“Suruh saja sekertaris mu, jangan tinggalkan aku Leo” Wanita semakin manja saja, wajah Leo sudah memerah seperti tomat dia tidak bisa menolak permintaan wanita itu
Dia belarih pada Caenny yang melotot kepadanya . Apa maksud anda . Begitu arti tatapan itu
Dan untuk kebodohan kesekian kalinya Caenny hanya bisa menghela nafas dia pergi ke dapur sesuai permintaan Leonardo dan barbara
Menyediakan dua piring berisi nasi goreng lalu menaruhnya ke atas nampak
Hati wanita itu masih sangat kesal dia terdiam beberapa saat di dapur menatap dua piring itu. Apa aku tambahkan garam saja ya biar mereka keasianan sekalian!.
Caenny mengepal kedua tangannya dengan menyupah serapah pada dirinya yang tidak bisa menolak perintah Leonardo padahal hatinya juga sedang sakit
Ck aku harus merubah perilaku ini, mereka pasti akan menikah satu saat nanti dan aku hanya akan menjadi pecundang bodoh yang menyukai satu sisi ahkk!
Dua piring nasi goreng kini tersedia di hadapan barbara dan Leonardo, Leonardo yang memang sudah sangat lapar langsung melahap makanannya dengan cepat
“Ini bisa di makan/”. Tanya barbara menatap sepiring nasi goreng itu
“Tentu saja, rasanya sangat enak Barbara”. Leonardo yang sudah menghabiskan makanannya meminum secangkir air putih
Lalu pria itu beralih pada Barbara dia mengambil alih sendok wanita itu lalu menyodorkan sesendok nasi
“Cobalah”.
Awalnya Barbara sedikit menolak namun Leonardo sedikit memaksa wanita itu hingga akhirnya Barbara membuka mulutnya menerima suapan dari pria itu
Enak juga, apa wanita itu benar-benar memasak ini. Barbara akhirna menghabiskan makanan itu karena dia pun sangat lapar
“Kau tidurlah di kamar ku, aku dan Caenny akan melanjutkan pekerjaan kami”
Oh namanya Caenny
Leonardo mengantarkan wanita itu kedalam kamarnya, untungnya dia sudah beberes membuat ruangan itu serasa lebih nyaman
Barbara melihat sekeliling kamar pria itu ada banyak pekerjaan di sana menunjukan seberapa keras pria itu sedang bekerja untuk perusahaannya
“duduklah”. ujar Leonardo dia menunduk lalu membuka sepatu Barbara dan kaus kakinya
Setelah itu dia membersihkan kaki wanita itu dengan kain basah yang hangat, Barbara tersenyum dengan semua kemanjaan yang di berikan oleh Leonardo
Cih aku tidak tahu memang dia akan sekaya apa nanti, tapi dia punya potensi. Wanita itu tersenyum dalam hati ada sebuah rancangan di salam hatinya jika saja dia benar-benar tidak bisa mendapat pria incarannya
“beristrahatlah Barbara… hari ini pasti melelahkan kan”
“Umh”.
“Panggil aku jika kau memerlukan sesuatu Barbara”
“Leonardo…”. Panggil wanita itu dengan lembut “Apa kau memiliki perasaan berbeda untuk ku?”. tanya wanita itu dengan lembut seakan tidak tahu apa yang selama ini terjadi
Leonardo terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk . “tapi aku harus memantaskan diri terlebih dahulu Barbara… agar aku layak”
Barbara tersenyum puas dia sudah menduga hal ini, setidaknya harga dirinya tidak terlalu terluka lagi karena nyatanya ada pria yang mengejarnya dengan susah payah seperti ini
Di luar sana.
Caenny menguping percakapan mereka lagi-lagi wanita itu hanya bisa diam dalam hatinya memendam perasaannya menunjukan bukti cintanya melalui bantuan yang dia berikan pada pria itu
Meski akhirnya pria itu akan memberikan perasaan dan kerja keras mereka pada wanita yang Leonardo cintai, Barbara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments