Pria itu benar-benar memohon pada Caenny, tidak punya tempat lagi untuk meminta pertolongan dan seumur hidupnya hanya wanita itu yang tidak pernah meninggalkan dirinya
“Ayolah ku mohon bantu aku, aku harus mencapai target tahun ini Caenny”. Pria itu tampak sangat memelas membuat hati wanita itu menjadi tidak tenang
Genggaman tangan Leo sangat kuat hingga dia tidak bisa menarik tangannya lepas dari pria itu, jantungnya berdetak tidak karuan sekarang bahkan dia tidak bisa bernafas dengan baik
“Ya..ya lepaskan aku dulu!”. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih lagi . Caenny mendorong tubuh pria itu lalu beralih pada tumpukan kertas di meha
Benar dia sendiri sangat muak dengan semua kumpulan kertas itu bagaimana Leonardo memulainya sendiri dia tidak yakin dengan pria itu
“Kau maukan?”. Tanya Leonardo penuh harap, wajah teduh itu membuat Caenny tidak bisa menolak dia akhirnya mengangguk membuat Leonardo melompat kegirangan
“Sepertinya kita tidak akan bisa menyelesaikan semuanya di sini, bagaimana jika kita ke apartemen ku saja nanti?”.
“apa?”. Caenny nampak berpikir sejenak mereka tidak mungkin semalaman di kantorkan, dan di apartemen Leo itu berarti mereka akan berduaan di sana dia tidak nyaman
“Hei tenanglah aku tidak akan melakukan apapun pada mu”
Caenny menatap pria itu tajam bukan itu yang dia pikirkan tapi kenapa harus di sana bersama dengan pria itu, Caenny sendiri tahu jika apartemen pria itu pasti berantakan dan dia harus membereskan tempat Leonardo agar dia bisa nyaman
“Aku sudah membersihkan rumah ku, aku sangat rajin sekarang”
Setelah kembali kemasa lalu leonardo benar-benar mengubah kebiasaan buruknya dia berubah menjadi seterampil dan semandiri mungkin
Mengubah dirinya menjadi pria yang lebih rapi dan gentle untuk wanita yang dia inginkan, dia tidak ingin melakukan kesalahan sekecil apapun nantinya
Benar saja sampai sore hari pun mereka tidak bisa menyelesaikan tumpukan pekerjaan itu dan masih banyak juga yang belum selesai
“Baik sepertinya kita akan membawa semua ini ke apartemen ku”. ujar Leonardo akhirnya, Caenny membantu pria itu untuk mengemas barang
Keadaan kantor sudah sepi karena karyawan sudah pulang sejam yang lalu, Leonardo berjalan di depan Caenny wanita itu menatap punggung pria itu
Pria yang membuatnya selalu luluh bukan tanpa sebap tapi satu hal di masa kecil mereka, membuat perempuan itu selaluingin di sisi Lenardo
Caenny meneguk ludahnya dengan susah payah di hanya berharap jika pekerjaan ini selesai dengan cepat agar dia tidak perlu berduaan dengan pria itu di atap yang sama . Ah paman Gilang, untuk apa juga dia mengirimku ke sini tapi aku harus berterimakasih bagaimana lagi. Caenny bergumam kasar dalam hatinya
Apartemen Leonardo
Semuanya tersusun rapi di sana meski tidak serapi dirinya setidaknya tempat itu bersih tidak seperti terakhir kali Caenny ke sana
Mata wanita itu menelusuri apartemen Leonardo dengan seksama hingga dia menemukan sebuah foto di atas nakas foto Leonardo dan juga Barbara mereka sangat dekat
Caenny sendiri sudah mengetahui kisah kedua orang itu dari Gilang ayah Leonardo, sebagai seorang sekertaris dia juga dekat dengan pemilik pertama perusahaan
Tuan Gilang, putra mu sangat tergila-gila dengan seorang wanita. Caenny berguma sambil mengetuk-etuk nakas
“Caenny!”. Panggil Leonardo menghampirinya “Apa yang kau lakukan di sini?”. tanya pria itu lalu beralih pada nakas wajahnya nampak tersenyum manis
“Dia Barbara?”. caenny bertanya-tanya seolah tidak tahu
“Kau benar, dia cantik kan aku akan menikahinya nanti tapi sebelum itu aku harus menjadi pria yang matang terlebih dahulu”
Caenny mengangguk pelan hatinya terasa pedih menatap pria itu rasa di dalam hatinya yang tidak bisa terungkap terpendam begitu saja
“Ah baiklah ayo kita mulai …”. ucap Caenny menguraikan rasa tidak enak dalam hatinya
Suara bunyi telegram kini mengalihkan perhatian kedua orang itu, Leonardo dengan cepat menghampiri benda itu sebuah pesan terjatuh dari benda itu
“Ah ini…”. Pria itu tersenyum sesaat lalu wajahnya menunjukan ekspresi bimbang menatap Caenny
“Ada apa?”. Tanya wanita itu dari ujung sofa
“Barbara ingin bersama ku, sepertinya dia kesepian”. Ujar pria itu dengan wajah sedih dia tidak bisa mengabaikan wanita itu “Padahal pekerjaan kita masih banyak”
“Bagaimana dengan pekerjaan kita?”. Tanya Caenny sedikit kesal padahal dia juga ingin beristrahat tapi feelingnya mengatakan sesuatu yang tidak beres dia menatap pria itu dengan tajam
“Caenny ku mohon, aku benar-benar tidak bisa mengabaikannya dia pasti sedang stres karena pekerjaannya”
“Kau sendiri berjuang untuk pekerjaan mu demi dia Tuan Leonardo Siberias”. Kesal Caenny dia megambil lembaran kertas dan mulai mengerjakannya
Leonardo tahu jika wanita itu pastilah sedang marah kepadanya, dia harus bisa membujuk wanita itu
Helaan nafas keluar dari mulut Leonardo begitu saja, dan untuk kali ini dia harus melanggar apa yang dia batasi dia harus membujuk wanita itu tanpa peduli perasaan yang Caenny miliki
Pria itu mendekatkan dirinya pada Caenny mencoba membujuk wanita itu dengan bujuk rayu dan kata-kata manis yang keluar dari bibirnya
“Aku tidak bisa mengharapkan seseorangpun selain kau Caenny, kau adalah pendukung ku yan utama”
“Jaga jarak mu Tuan Leonardo!”.
“Hanya kau yang bisa membantu ku dalam hal ini dan tentunya kau sangat berjasa untuk jadi ku mohon”
Wajah Caenny sudah memerah tidak bisa dia pungkiri jika dia sangat menyukai pria itu, bahkan dengan bodohnya pria tu sedang mengejar wanita lain dan memanfaatkannya
Tapi Caenny pun tidak akan bisa menolah lagi dia ingin segala hal yang terbaik untuk pria itu terjadi segala hal untuk apapun yang membuat Leonardo berbahagia
“Huh! Kau benar-benar… jangan pulang terlalu larut karena aku tidak akan bisa menyelesaikan ini sendiri!
“Baik!”. Ucap pria itu berdiri, pria itu segera bergegas mengganti pakaiannya dia memperhatikan penampilan nya dengan sangat detail lalu pergi
Caenny sampai terheran saat pintu tertutup begitu saja, bisa-bisanya Leonardo pergi tanpa berpamitan padanya seakan tidak ada orang lain di apartemen nya
“Dia tidak pernah berubah”. Gumam Caenny
perutnya sedikit lapar karena belum makan malam juga
Wanita itu beralih pada dapur Leonardo dia membuka kulkas ada beberapa bahan makanan di sana dan juga nasi dingin yang di taruh di kulkas
Dasar, dia benar-benar tidak bisa memasak ternyata . Caenny berpikir beberapa saat sebelum akhirnya mulai memasakkan sesuatu untuk di makan.
Pinggir Jalan.
Leonardo menatap sekitarnya sesuai dengan pesan Barbara tadi dia pergi kesisi kota mencari keberadaan wanita itu
Melihat pesan menyedihkan wanita itu sepertinya Barbara sedang terpukul hingga membuat wanita itu sesedih itu
“Di mana dia?”. Gumam pria itu melihat beberapa orang berlalu lalang sampai dia bisa melihat keberadaan Barbara yang duduk sendirian dengan wajahnya yang sembap
“Barbara!”. teriak pria itu memanggil wanita cantik itu
“Leo…”.
Tanpa ragu Barbara memeluk pria itu dengan erat membuat jantung Leonardo berdetak dengan cepat dia membalas pelukan wanita itu dengan hangat
“ada apa? Siapa yang membuat mu seperti ini?”
Air mata mengalir dari sudut mata wanita itu dan berhasil menyayat hati kecil Leo dia tidak tahan untuk mengusap nya
“Katakan sesuatu Barbara, jangan membuat ku khawatir”
“leo… orang tua ku menjodohkan ku dengan seseorang yang tidak ku kenal aku tidak mencintainya…”
Leonardo terdiam hatinya seperti tertusuk belati saja mendengar hal itu dia terdiam beberapa saat menjernihkan pikirannya . ini tidak bisa, aku tidak bisa membiarkan ini terjadi
“Lalu bagaimana? Kau menerimanya?”
Wanita itu menggeleng membuat hati pria itu lebih tenang sekarang dia menatap Leonardo dengan matanya yang masih sangat sembap
“Bisakah aku menginap di Apartemen Leo? Aku tidak sanggup untuk pulang ke rumah karena orang tua ku pasti akan memarahi ku karena menolak perjodohan itu”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments