Bab 1 "Keluarga Yang tidak di Inginkan"

Untuk pertama kalinya Jonathan berteriak pada Leonardo yang sudah tua, jika sebelumnya Jonathan sangat menghormati dan berdiam diri saat Pria tua itu seenaknya berbicara tapi kali ini dia berani melawan.

Perang ribut terjadi pada anak dan Ayah itu, rasa untuk membela adiknya Ibunya membuat Jonathan tidak memandang pria itu lagi sebagai idolanya seperti biasanya

Harga diri yang di miliki oleh adik dan Ibunya adalah yang paling penting dan sekarang Ayahnya sendiri membuat harga diri mereka rendah itu bukan pertama kali jadi Jonthan tidak bisa lagi menahannya

“Cukup! Kenapa Papa selalu saja tidak bisa menerima kenyataan huh! Mama sudah menemani selama bertahun-tahun lalu apa yang inginkan lagi?”.

“Aku tidak pernah memaksa nya menikah dengan ku!”. Ucap pria tua itu membuat suasana lebih tegang “Dia yang menawarkan dirinya pada ku Jonathan!”

“Lalu Papa anggap Mama selama ini! Aku bosan dengan tingkah Papa, jika Papa menyesal Aku yakin jika Mama tidak menikah dengan mu dia bisa mendapatkan pria yang lebih baik lagi dari mu!”.

“Kau sekarang melwan ku Jonathan aku sudah mendidik mu selama bertahun-tahun untuk menjadi pria yang bijak!”.

“Papa salah, aku menjadi pria  yang bijak karena di didik oleh Mama!”. Jonathan bersikeras mengingat masa lalunya “Papa hanya sibuk bekerja mencari uang yang Papa pikir itu adalah kebutuhan utama  kami? Apa papa tidak ingat sekalipun Papa tidak pernah membawa kami ke taman dan mengajari kami hal sopan santun? Kami seperti tidka memiliki Seorang Ayah!”.

Serasa di tikam hati Leo terasa di tikam karena perkataan putranya sendiri dia menatap tajam pada Canny yang lagi-lagi hanya diam, sebelumnya wanita itu selalu melerai dan mengakui kesalahan berada pada dirinya.

Dia menjadi lebih muak dari pada sebelumnya dia pergi meninggalkan anak beserta istri dan cucunya di sana kemarahan yang menguasai pria itu membuatnya berpikiran egois

Jonathan terlalu emosi hingga Dina menghampiri pria itu memberi nasehat dan memeluknya dengan lembut “jangan terbawa emosi sayang, orang tua memang begitu”. Sama hal dengan Suami Mila pria itu mendekat pada istrinya menangkan dan memberi semangat pada istri kecil itu

Pemadangan itu membuat Canny bahagia, dia mempunyai menantu yang sayang pada anak-anaknya dia cukup lega karena itu sewaktu kecil kedua anaknya tidak mendapat kasih sayang yang cukup dari Leonardo

Canny menatap sang suami frustasi dia merasa bersalah seperti biasa ketika anak dan Ayah itu mulai bertengkar ya walaupun dia bukan dalang dari masalah itu.

“Biarkan saja Papa… Mama istrahatlah karena sekarang sudah malam”. Ujar Jonathan “Tidurlah di kamar lain ma jangan bersama papa”.

“Baiklah sayang”.

Wanita tua itu berjalan menuju kamar di lantai bawah kamar yang biasa dia gunakan untuk mengerjakan pekerjaan nya juga untuk waktu luang dirinya sendiri.

Sudah lama dia tidak berkunjung ke sana tempat nya masih sama bersih dan rapi dengan buku-buku dan alat-alat musik kesukaannya dia belajar selama bertahun-tahun tidak banyak yang tahu jika dia adalah seorang gitaris yang handal

Sejak awal dia belajar bermain gitar karena dia pikir jika suaminya akan tertarik padanya seperti pria itu tertarik pada gadis di masa lalunya, ternyata salah Leo tidak menyukai permainan musik si gadis

Leo menyukai gadis itu, jadi Canny menyembunyikan nya seolah lupa jika dia pernah bermain gitar walau akhirnya dia menyimpan benda itu karena hanya benda itu yang bisa mengerti luka di hatinya.

Sementara itu di kamar lain,

Leonardo menatap kosong pintu kamarnya pertengkaran tadi masih terngiang di kepalanya bagaimana anaknya bisa memperlakukannya seperti itu sungguh membuatnya sakit hati.

Dia menyalahkan Istrinya untuk semuanya, jika saja Leo menikah dengan wanita yang dia cintai dulu itu pasti tidak akan terjadi dia akan membesarkan anak-anak mereka dengan cinta.

“Seharusnya aku tidak menikahi dia dulu, akan lebih jika aku melajang seumur hidup!”. Umpat Leo pada dirinya sendiri dia menatap lagi kearah jendela yang belum tertutup sebuah cahaya kecil menarik perhatian pria itu

“Ini sudah larut, siapa yang bermain di luar?”. Leo mencoba menerka-nerka

Tidak  mungkin itu cucunya mereka pasti sudah terlelap karena malam juga sangat larut tapi siapa di luar sana? Penjaga ? tidak mungkin juga

Pria itu belum mengantuk sama sekali rasa kesal di hatinya juga belum sirna, dia memutuskan untuk pergi ke arah balkon menikmati malam yang dingin di sana bersama sebuah tembakau  yang di gulung sedemikian rupa

Lama pria itu sibuk termenung dengan isi kepalanya yang hampir penuh dia selalu mencoba mengeyahkan pikirannya setiap saat itu membuatnya lelah sendiri merindukan hal yang dia ingin kan di masa tua bukanlah hal yang menyenangkan

“Menyebalkan! Harusnya aku bekerja lebih keras dia pasti tidak akan pergi dari ku!”. Kesal Leo . “Jika saja aku bisa mengulang waktu, aku akan melakukannya dengan sungguh-sungguh dan aku akan mendapatkan dia”

“Sungguh? Kau akan mengulang semuanya?”.

Suara yang entah dari mana membuat Leo terkejut menatap sekitar balkon mencari asal suara itu, namun dia tidak menemukannya jantung pria itu berdegup dengan kencang memikirkan hal yang tidak-tidak.

“kau mengulangnya?”.

“ah siapa itu!?”. Pria itu berdiri ketakutan, hingga sebuah cahaya bersama dengan seorang pria tampan melayang di hadapannya “Ha… Hantu”

“Heh pak tua! Anda pikir wajah setampan ini bisa di kaitkan dengan hantu yang benar saja”.

“Kalau bukan hantu ! Kau apa!”. Pria tua itu sudah sangat takut dan ingin lari menjauh tapi dia juga penasaran apa itu

“Sebut saja aku Elf, aku bisa mengabulkan impian mu untuk kembali ke masa lalu ah sejujurnya aku bosan mendengar keluhan mu setiap malam Pak Tua!”.

“benarkah?”.

Mata Leo berbinar seakan kehilangan akal sehatnya dia mencubit tangannya sendiri, rasanya sakit yang berarti itu bukan sekadar mimpi saja.

“Bagaimana Pak Tua, aku tidak akan mengulang pertanyaan ku lagi”.

“Ah baiklah aku mau! Aku akan mengulang masa lalu ku dan mengambil kesempatan itu dengan pasti!”.

Pria tampan di sana tersenyum mendapati tanggapan dari Leo “Baiklah…”. dia mengayunkan tongkat kecil dari di tangan kanannya dia membuat sebuah cahaya terang dari benda itu “Kau akan sampai di tahun, tepat kau mengenal istri mu di mana dia menjadi asisten mu selama ini kau bisa menolaknya pada zaman itu dan menikahi wanita impia mu”. Cahayanya semakin terang dan pria tampan itu tersenyum semakin lebar.

Hingga cahaya itu lenyap, Leo membuka matanya dan menatap langit-langit di sebuah ruangan yang baginya tidak asing dia bangun dari posisinya yang terlentang

Namun dia merasa aneh karena dirinya tidak perlu kesusahan untuk bangun biasanya punggungnya akan terasa kaku.

Di tatapnya ruangan itu seperti tidak asing tempat itu seperti apartemen nya beberapa tahun yang lalu . Tidak mungkin….

Pria itu merasa sangat ragu dia turun dari tempat tidur menatap kaki putihnya yang bersih dan berbulu lebat, tampak sangat kekar dan juga bulu-bulu hitam itu seharusnya tidak ada lagi

Lalu dia menatap tangannya dia, dia kembali terkejut mendapati tangan berakar itu tampak gagah seperti beberapa tahun lalu.

Episodes
1 Prolog
2 Bab 1 "Keluarga Yang tidak di Inginkan"
3 Bab 2 "Kembali ke Masa Lalu"
4 Bab 3 "Wanita Impian Leo"
5 Bab 4 "Bekerja Lebih Keras"
6 Bab 5 "Sekertaris Culun"
7 Bab 6 "Zoe Perusuh"
8 bab 7 "Kerja Keras Bersama"
9 Bab 8 "Kedatangan Barbara"
10 Bab 9 "Perasaan Yang Bertepuk Sebelah Tangan"
11 Bab 10 "Terbang Ke Kalimantan"
12 Bab 11 "Caenny yang Brilian"
13 Bab 12 "Menggugat Hukum"
14 Bab 13 "Nama yang Mulai Melambung"
15 Bab 14 "Perusahaan Maju"
16 Bab 15 "Perasaan Barbara"
17 Bab 16 "Masa Terpuruk (Memorize in 1990s)"
18 Bab 17 "Pernikahan Yang Menyedihkan I (Memorize in 1990s)
19 Bab 18 "Pernikahan Yang Meyakitkan II Memorize in 1990s"
20 Bab 19 "Jonatahan Memorize in 1990s"
21 Bab 20 "Pertengkaran Kecil"
22 Bab 21 "Arata Gomez"
23 Bab 22 "Hubungan Yang Semakin Romantis"
24 Bab 23 "Permintaan Gilang"
25 Bab 24 "Mencari Kesenangan"
26 Bab 25 "Bersama Caenny I"
27 Bab 26 "Bersama Caenny II"
28 Bab "Sifat Buruk"
29 Bab 28 "Keteguhan Hati Leo"
30 Bab 29 "Membongkar Kedok"
31 Bab 30 "Upaya Terakhir"
32 Bab 31 "Akhir Perjuangan"
33 Bab 32 "Surat Pengunduran Diri"
34 Bab 33 "Berangkat Ke Amerika"
35 Bab 34 "Pria Pemaksa"
36 Bab 35 "Gagal ke Amerika"
37 Bab 36 "Bekerja untuk Arata"
38 Bab 37 "Kontrak Kerja"
39 Bab 38 "Privat Secretary"
40 Bab 39 "Merubah Penampilan Caenny"
41 Bab 40 "Pertama Kali Jatuh Cinta"
42 Bab 42 "Keluarga Impian"
43 Bab 42 "Wanita Egois"
44 Bab 43 "Soft Man"
45 Bab 44 "Tinggal Bersama"
46 Bab 45 "Husband Material"
47 Bab 46 "Cinta di Proyek"
48 Bab 47 "Membuka Hati"
49 Bab 48 "Kekosongan Hati Leo"
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Prolog
2
Bab 1 "Keluarga Yang tidak di Inginkan"
3
Bab 2 "Kembali ke Masa Lalu"
4
Bab 3 "Wanita Impian Leo"
5
Bab 4 "Bekerja Lebih Keras"
6
Bab 5 "Sekertaris Culun"
7
Bab 6 "Zoe Perusuh"
8
bab 7 "Kerja Keras Bersama"
9
Bab 8 "Kedatangan Barbara"
10
Bab 9 "Perasaan Yang Bertepuk Sebelah Tangan"
11
Bab 10 "Terbang Ke Kalimantan"
12
Bab 11 "Caenny yang Brilian"
13
Bab 12 "Menggugat Hukum"
14
Bab 13 "Nama yang Mulai Melambung"
15
Bab 14 "Perusahaan Maju"
16
Bab 15 "Perasaan Barbara"
17
Bab 16 "Masa Terpuruk (Memorize in 1990s)"
18
Bab 17 "Pernikahan Yang Menyedihkan I (Memorize in 1990s)
19
Bab 18 "Pernikahan Yang Meyakitkan II Memorize in 1990s"
20
Bab 19 "Jonatahan Memorize in 1990s"
21
Bab 20 "Pertengkaran Kecil"
22
Bab 21 "Arata Gomez"
23
Bab 22 "Hubungan Yang Semakin Romantis"
24
Bab 23 "Permintaan Gilang"
25
Bab 24 "Mencari Kesenangan"
26
Bab 25 "Bersama Caenny I"
27
Bab 26 "Bersama Caenny II"
28
Bab "Sifat Buruk"
29
Bab 28 "Keteguhan Hati Leo"
30
Bab 29 "Membongkar Kedok"
31
Bab 30 "Upaya Terakhir"
32
Bab 31 "Akhir Perjuangan"
33
Bab 32 "Surat Pengunduran Diri"
34
Bab 33 "Berangkat Ke Amerika"
35
Bab 34 "Pria Pemaksa"
36
Bab 35 "Gagal ke Amerika"
37
Bab 36 "Bekerja untuk Arata"
38
Bab 37 "Kontrak Kerja"
39
Bab 38 "Privat Secretary"
40
Bab 39 "Merubah Penampilan Caenny"
41
Bab 40 "Pertama Kali Jatuh Cinta"
42
Bab 42 "Keluarga Impian"
43
Bab 42 "Wanita Egois"
44
Bab 43 "Soft Man"
45
Bab 44 "Tinggal Bersama"
46
Bab 45 "Husband Material"
47
Bab 46 "Cinta di Proyek"
48
Bab 47 "Membuka Hati"
49
Bab 48 "Kekosongan Hati Leo"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!