Bab 18 "Pernikahan Yang Meyakitkan II Memorize in 1990s"

Untuk beberapa hari Caenny hanya tinggal di rumah sendirian di saat malam hari wanita itu tidak pernah keluar meski itu hari weeked

Caenny yang sudah terbiasa sendiri kini merasakan yang namanya kesepian mendalam dia memiliki suami tapi mereka hanya akan bertemu di kantor

Buku-buku di depannya terlihat sangat membosan kan karena dia sudah membaca mereka sampai beberapa kali

“Huh sebaiknya aku menonton televisi saja, setidaknya rumah ini tidak sepi”. ujar Caenny menyalakan televisi

Ada film yang di putar di sana jadi dia cukup seng karena mendapatkan hiburan hingga para artis mulai bermunculan, Caenny teridiam beberapa saat menatap wanita cantik yang ada di sana

“Wah… itukan …”. Wanita itu terkagum menatap Barbara yang nampak sangat cantik selain itu wanita itu juga bermain giat dengan lihainya . Pantas saja jika Leonardo jatuh cinta padanya… dia memang sangat berbakat dan Cantik…

“Apa jika aku juga bisa bermain gitar seperti itu, Leo akan menyukai ku?”. Gumam Caenny tapi dia menutup rapat-rapat harapannya dia sudah kalah dari segi apapun

Film itu masih tayang hingga Leonardo kembali dia menatap Caenny di ruang tamu sedang menunggunya “apa yang sedang dia lihat, dia fokus sekali”. Gumam pria itu lalu ikut melihat acara televisi

“kau…”. Leonardo tersenyum dia ikut duduk di samping Caenny dengan wajah yang sumaringa “Barbara… sudah kuduga kau akan semakin bersinar”. pria itu berucap dengan kagum

“Leo… kau baik-baik saja? Apa kau perlu sesuatu?”. Tanya Caenny hatinya sedikit tenang karena pria itu tidak pulang dalam keadaan mabuk

Leonardo menatap istrinya yang,istrinya yang berpenampilan biasa saja “Pergilah.. aku tidak membutuhkan apa pun dari mu, untuk apa juga kau selalu menunggu setiap malam”

“Leonardo…”. Kecemburuan di hati wanita itu di tambah perkataan Leonardo yang sedikit menyakitkan membuat hati wanita itu terguncang begitu saja

“Ada apa? Kenapa kau berisik sekali, pergilah ke kamar dan tidurlah!”

“Apa yang harus kulakukan agar kau bisa melihat ku, bukan hanya sebagai rekan kerja?”. Tanya wanita itu dengan nada yang mulai terisak

“apa?”. Leonardo memijit kepalanya menatap wanita itu tajam dengan senyumnya yang terkesan remeh. “Kau tidak perlu melakukan apapun Caenny! Karena semua yang kau lakukan tidak akan ada gunanya!”

“Leo…”

“berhenti berdrama Caenny! Kau tidak akan bisa mengubah apapun!”

“Aku juga menginginkan kehidupan yang baik Leonardo, bukan kehidupan seperti ini…”. Hati Caenny terasa dicabik-cabik karena perkataan pria itu “Apa kau akan hidup seperti itu seterusnya”

“Iya! Aku akan hidup seperti ini seterusnya!”. Suara pria itu mulai meninggi “Jika aku bisa mengulang waktu aku tidak akan menginginkan kehidupan seperti ini dan menikah dengan mu!”

“Lalu kenapa kau menikah dengan ku jika kau tidak menginginkan ku! Aku juga ingin menikah dengan orang yang menginginkan aku leo!’

Kesabaran Leonardo yang sudah habis membuat pria itu marah besar dia mendekat pada Caenny lalu mencengkram dagu wanita itu dengan keras

“Huh menginginkan mu!? bersyukurlah karena aku menikahi mu Caenny! Apa kau pikr kau berharga huh! Tidak ada yang ingin menikahi wanita sebatang kara seperti mu!”. Leonardo tersenyum sinis hatinya membeku menatap wajah menyedihkan Caenny “Berpikirlah sebelum berbicara Caenny jalani hidup dengan semestinya!"

Setelah pertengkaran hebat mereka kedua orang itu kembali hidup seperti biasa hanya kehidupan kantor dan ruamh yang sepi, selain itu kini Caenny harus sering berkunjung kerumah sakit untuk memeriksa keadaan Gilang

Seminggu setelah Gilang di rawat di rumah sakit kesehatan pria itu tidak kunjung membaik, Caenny menatap pria itu dari balik pintu ruang ICU dengan khawatir

Hanya ada dia dan beberapa teman gilang yang sesekali berkunjung kesana, Leonardo bahkah jarang pergi kesana karena pekerjaan yang semakin banyak

“ayah… ayah bertahanlah”. wanita muda itu berdoa tulus dalam hatinya

Bagi Caenny Gilang adalah seorang Ayah yang baik padanya perhatian yang di berikan Berta dan Gilang kepadanya membuat dia tumbuh menjadi pribadi yang baik dan selalu bersyukur

Berta sudah pergi meninggalkan dia dan begitu juga dengan Gilang perasaan yang sama saat dia kehilangan Berta kini terasa kembali

“Jika Ayah bangun, Ayah akan menjadi orang yang sangat bahagia aku berjanji…”. Gadis itu bergumam sambil mengusap perutnya dengan lembut “karena cucu Ayah akan segera datang”

Di lorong rumah sakit wanita itu duduk berpasrah dia memejamkan matanya sesuatu yang terasa menusuk di hatinya kian membuat dirinya semakin tidak tenang

Sampai beberapa saat dia menunggu seorang dokter yang berjuang di dalam sana, dokter itu keluar dengan wajah yang tidak menyenangkan

“Nona Caenny Siberias…”. Panggil dokter pria itu dia menjabat tangan Caenny dengan wajahnya yang sedih “maaf nona… aku benar-benar minta maaf”

“Apa maksud mu?”. Isak wanita itu dia mengerti tapi hatinya menolak keras perkataan dokter di hadapannya dia tidak berani melirik sedikitpun ke dalam sana

“Maaf nona, mungkin ini yang terbaik untuk Tuan Gilang setidaknya… penyakit pria itu tidak akan membuatnya merasakan sakit lagi”

Tangis wanita itu akhirnya pecah juga dia berlari kedalam ruangan mendapati Gilang dengan alat bantu yang sudah di lepas dari tubuhnya

Nafas pria itu sudah berhenti namun Caenny masih mencoba membohongi dirinya dia mengusap wajah pria itu sembari memanggilnya dengan lembut “Ayah…Ayah…… jangan seperti ini hiks… kau menginginkan cucu kan, lalu kenapa kau tidak menunggu dia hiks”

Untuk beberapa lama wanita itu menangis dia menghabiskan waktunya menggeggam tangan Gilang yang mulai kaku “Ayah… hiks…”

Brak!

Suara pintu terbuka menunjukan seorang pria yang berlari kedalam, Leonardo yang menerima panggilan darurat seorang dokter bergegas kerumah sakit tempat sang ayah di rawat

“Arghh pak tua… ck nampaknya kau sangat bosan hidup ya! Makanya kau cepat-cepat pergi seperti ini menyedihkan…”. Pria itu sedikit mengumpat meski begitu ada kesedihan yang terbendam dalam hatinya

Kepergian Gilang yang sudah dia prediksikan akhirnya terjadi juga dia tidak tahu cara mengatasi satu hal yang mengganjal dalam hatinya karena Gilang sama sekali tidak dekat dengannya

Pandangannya tertuju pada Caenny yang masih terisak dia sedikit iri dengan wanita itu, Caenny hanya anak yatim piatu yang dia angkat oleh Gilang dan Ibunya dari panti asuhan

Meski tidak tinggal serumah tapi bagaimana bisa wanita itu sangat dekat dengan kedua orang tuanya, wanita itu bahkan menangis sama seperti saat kepergian Berta

Cih dia baik-baik saja, dia tidak pernah menangis seperti itu selain dari kepergian Ibu. Leonardo terdiam memandang wanita di sana dia tidak berkeinginan untuk mendekat

Sebaliknya Leonardo memutuskan untuk duduk di luar ruangan tepatnya di lorong rumah sakit menenangkan kegundahan di hatinya

Kini pikirannya tertuju pada pernikahannya dengan Caenny dia tidak ingin mengejar wanita manapun lagi karena Cintanya sudah habis untuk Barbara

“Ayah… untuk menghargai kebaikan mu, aku tidak akan menceraikan Caenny seperti keinginan mu”. Gumam pria itu bersumpah dalam hatinya “Aku akan menjadikan dia istri ku sampai tua nanti meski aku tidak mencintainya, kau puaskan”

Episodes
1 Prolog
2 Bab 1 "Keluarga Yang tidak di Inginkan"
3 Bab 2 "Kembali ke Masa Lalu"
4 Bab 3 "Wanita Impian Leo"
5 Bab 4 "Bekerja Lebih Keras"
6 Bab 5 "Sekertaris Culun"
7 Bab 6 "Zoe Perusuh"
8 bab 7 "Kerja Keras Bersama"
9 Bab 8 "Kedatangan Barbara"
10 Bab 9 "Perasaan Yang Bertepuk Sebelah Tangan"
11 Bab 10 "Terbang Ke Kalimantan"
12 Bab 11 "Caenny yang Brilian"
13 Bab 12 "Menggugat Hukum"
14 Bab 13 "Nama yang Mulai Melambung"
15 Bab 14 "Perusahaan Maju"
16 Bab 15 "Perasaan Barbara"
17 Bab 16 "Masa Terpuruk (Memorize in 1990s)"
18 Bab 17 "Pernikahan Yang Menyedihkan I (Memorize in 1990s)
19 Bab 18 "Pernikahan Yang Meyakitkan II Memorize in 1990s"
20 Bab 19 "Jonatahan Memorize in 1990s"
21 Bab 20 "Pertengkaran Kecil"
22 Bab 21 "Arata Gomez"
23 Bab 22 "Hubungan Yang Semakin Romantis"
24 Bab 23 "Permintaan Gilang"
25 Bab 24 "Mencari Kesenangan"
26 Bab 25 "Bersama Caenny I"
27 Bab 26 "Bersama Caenny II"
28 Bab "Sifat Buruk"
29 Bab 28 "Keteguhan Hati Leo"
30 Bab 29 "Membongkar Kedok"
31 Bab 30 "Upaya Terakhir"
32 Bab 31 "Akhir Perjuangan"
33 Bab 32 "Surat Pengunduran Diri"
34 Bab 33 "Berangkat Ke Amerika"
35 Bab 34 "Pria Pemaksa"
36 Bab 35 "Gagal ke Amerika"
37 Bab 36 "Bekerja untuk Arata"
38 Bab 37 "Kontrak Kerja"
39 Bab 38 "Privat Secretary"
40 Bab 39 "Merubah Penampilan Caenny"
41 Bab 40 "Pertama Kali Jatuh Cinta"
42 Bab 42 "Keluarga Impian"
43 Bab 42 "Wanita Egois"
44 Bab 43 "Soft Man"
45 Bab 44 "Tinggal Bersama"
46 Bab 45 "Husband Material"
47 Bab 46 "Cinta di Proyek"
48 Bab 47 "Membuka Hati"
49 Bab 48 "Kekosongan Hati Leo"
50 Bab 49 "Kabar Pertunangan"
51 Bab 50 "Perasaan yang memudar?"
52 Bab 51 "Kecelakaan Kecil"
53 Bab 52 "Kembali Ke Jakarta"
54 Bab 53 "Pertemuan tidak di sengaja"
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Prolog
2
Bab 1 "Keluarga Yang tidak di Inginkan"
3
Bab 2 "Kembali ke Masa Lalu"
4
Bab 3 "Wanita Impian Leo"
5
Bab 4 "Bekerja Lebih Keras"
6
Bab 5 "Sekertaris Culun"
7
Bab 6 "Zoe Perusuh"
8
bab 7 "Kerja Keras Bersama"
9
Bab 8 "Kedatangan Barbara"
10
Bab 9 "Perasaan Yang Bertepuk Sebelah Tangan"
11
Bab 10 "Terbang Ke Kalimantan"
12
Bab 11 "Caenny yang Brilian"
13
Bab 12 "Menggugat Hukum"
14
Bab 13 "Nama yang Mulai Melambung"
15
Bab 14 "Perusahaan Maju"
16
Bab 15 "Perasaan Barbara"
17
Bab 16 "Masa Terpuruk (Memorize in 1990s)"
18
Bab 17 "Pernikahan Yang Menyedihkan I (Memorize in 1990s)
19
Bab 18 "Pernikahan Yang Meyakitkan II Memorize in 1990s"
20
Bab 19 "Jonatahan Memorize in 1990s"
21
Bab 20 "Pertengkaran Kecil"
22
Bab 21 "Arata Gomez"
23
Bab 22 "Hubungan Yang Semakin Romantis"
24
Bab 23 "Permintaan Gilang"
25
Bab 24 "Mencari Kesenangan"
26
Bab 25 "Bersama Caenny I"
27
Bab 26 "Bersama Caenny II"
28
Bab "Sifat Buruk"
29
Bab 28 "Keteguhan Hati Leo"
30
Bab 29 "Membongkar Kedok"
31
Bab 30 "Upaya Terakhir"
32
Bab 31 "Akhir Perjuangan"
33
Bab 32 "Surat Pengunduran Diri"
34
Bab 33 "Berangkat Ke Amerika"
35
Bab 34 "Pria Pemaksa"
36
Bab 35 "Gagal ke Amerika"
37
Bab 36 "Bekerja untuk Arata"
38
Bab 37 "Kontrak Kerja"
39
Bab 38 "Privat Secretary"
40
Bab 39 "Merubah Penampilan Caenny"
41
Bab 40 "Pertama Kali Jatuh Cinta"
42
Bab 42 "Keluarga Impian"
43
Bab 42 "Wanita Egois"
44
Bab 43 "Soft Man"
45
Bab 44 "Tinggal Bersama"
46
Bab 45 "Husband Material"
47
Bab 46 "Cinta di Proyek"
48
Bab 47 "Membuka Hati"
49
Bab 48 "Kekosongan Hati Leo"
50
Bab 49 "Kabar Pertunangan"
51
Bab 50 "Perasaan yang memudar?"
52
Bab 51 "Kecelakaan Kecil"
53
Bab 52 "Kembali Ke Jakarta"
54
Bab 53 "Pertemuan tidak di sengaja"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!