Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa

Matahari baru saja menyentuh cakrawala ketika suara pedang beradu dengan udara bergema di sepanjang tebing. Xiao Tian berdiri di sana, keringat membasahi tubuhnya, tangannya terus mengayunkan Pedang Pemurni Darah sesuai dengan perintah Jian Xu.

Jian Xu, mantan Kaisar Pedang yang sekarang menjadi salah satu tetua desa, memperhatikan setiap gerakan Xiao Tian dengan tatapan tajam.

"Tebasanmu masih terlalu kaku," kata Jian Xu. "Kau bukan sekadar mengayunkan besi, kau harus mengalir bersama pedangmu. Pedang adalah bagian dari dirimu, bukan alat yang kau gunakan sesuka hati."

Xiao Tian menggertakkan giginya, tangannya sudah mulai gemetar karena lelah.

"Ayunkan satu juta kali," itu adalah tugas yang diberikan kepadanya.

Setiap pagi, ia berdiri di tebing ini, mengayunkan pedangnya berulang kali. Angin laut yang kencang dan panasnya matahari hanya menjadi latar belakang dalam perjalanannya menjadi lebih kuat.

Jian Xu kemudian mencabut pedangnya, sebuah pedang tipis berwarna perak yang tampak sederhana, namun auranya menggetarkan ruang di sekitarnya.

"Perhatikan baik-baik," kata Jian Xu sebelum mengayunkan pedangnya hanya satu kali.

Suara gemuruh terdengar, tanah retak, dan angin berputar liar.

Laut di bawah mereka tampak seperti dibelah menjadi dua!

Xiao Tian terbelalak.

"Jika kau ingin mencapai ini, maka kau harus memahami apa itu niat pedang. Tebasan bukan hanya tentang kekuatan, tapi juga tentang jiwa."

Dengan tubuh yang masih kelelahan, Xiao Tian kembali mengayunkan pedangnya tanpa mengeluh.

 

Latihan di Bawah Bimbingan Para Tetua

Shen Mu, sang Alkemis Hebat, adalah guru yang tak kalah keras.

"Alkimia bukan hanya tentang mencampur bahan dan membakar api. Kau harus merasakan esensi dari dunia ini," katanya.

Di hadapan Xiao Tian ada sebuah kuali hitam yang dipenuhi dengan ramuan yang masih mentah. Tugasnya adalah menyempurnakan pil tanpa membiarkannya meledak.

Boom!

Ledakan pertama terjadi.

Boom!

Ledakan kedua menghancurkan sebagian atap.

Shen Mu hanya menggelengkan kepala sambil tertawa. "Jika kau masih bodoh seperti ini, kau akan mati sebelum bisa membuat satu pil pun."

Namun, Xiao Tian tidak menyerah.

Berhari-hari ia berlatih, mengontrol energi, memahami keseimbangan antara api dan bahan herbal, hingga akhirnya ia berhasil menciptakan pil sederhana yang tidak hancur.

"Hah... akhirnya," Xiao Tian mengusap dahinya.

"Jangan terlalu bangga dulu," Shen Mu menepuk pundaknya. "Itu baru langkah pertama."

Sementara itu, Wei Long, Dewa Tombak, memberikan latihan yang tidak kalah brutal.

Di tangannya ada tombak kayu. Tugasnya adalah menangkap ikan di sungai dengan tombak itu.

Terlihat mudah? Tidak. Ikan-ikan di sungai ini bergerak secepat kilat, dan airnya begitu deras!

"Satu tombak, satu nyawa," kata Wei Long. "Jika kau tidak bisa membunuh dengan satu serangan, maka kau akan mati dalam pertempuran nyata."

Xiao Tian menghabiskan waktu berhari-hari mencoba, gagal berkali-kali, hingga akhirnya ia bisa menangkap ikan hanya dengan satu tebasan.

Sementara itu, Mei Xue, jenius dari Sekte Iblis Surgawi, mengajarinya mengendalikan energi iblis dalam tubuhnya.

"Kegelapan bukan selalu jahat. Tapi jika kau membiarkannya menguasaimu, kau akan kehilangan Kendali," katanya.

Ia mengajarkan Xiao Tian meditasi khusus, yang dapat membantu menekan pengaruh delapan iblis di dalam tubuhnya.

Di waktu yang sama, Lu Tian, si Ahli Formasi Kuno, memberikan tugas yang tampak sederhana:

"Gambarlah formasi tanpa alat apapun. Hanya dengan jari dan energimu."

Tetapi Xiao Tian segera menyadari bahwa setiap goresan formasi membutuhkan energi yang luar biasa besar.

Lalu ada Ye Yu, sang Busur Dewa, yang melemparkan busur kepadanya.

"Kau bukan pemanah, tapi kau harus belajar memusatkan fokus," katanya.

Ye Yu meletakkan target sejauh seribu meter, lalu berkata: "Bidik dan tembak."

Dan terakhir, Fa Ming, sang biksu Buddha, hanya duduk di bawah pohon.

"Sudah cukup kau belajar membunuh, tapi apakah kau pernah belajar memahami dirimu sendiri?"

Xiao Tian terdiam.

Fa Ming hanya tersenyum, lalu mengajarkan meditasi dan seni mengendalikan jiwa.

 

Kepergian dari Desa

Bulan demi bulan berlalu. Xiao Tian mulai menguasai berbagai keterampilan yang diajarkan para tetua.

Namun, hatinya merasa gelisah.

"Aku ingin melihat dunia luar," katanya kepada para tetua. "Aku ingin mengembangkan kemampuanku lebih jauh."

Para tetua saling berpandangan. Mereka sudah menduga ini akan terjadi.

Jian Xu menghela napas. "Baiklah, jika itu keputusanmu."

Mei Xue menatapnya tajam. "Dunia luar penuh dengan kegelapan, Xiao Tian. Jangan terlalu mempercayai orang lain."

Lu Tian tersenyum. "Jangan lupa untuk terus belajar. Dunia ini lebih luas dari yang kau bayangkan."

Ye Yu hanya mengangguk. "Jika kau butuh bantuan, kau selalu bisa kembali."

Fa Ming memberinya mantra kecil. "Ini akan melindungimu dari serangan jiwa. Gunakan dengan bijak."

Xiao Tian menatap mereka semua dengan perasaan campur aduk. Mereka bukan hanya gurunya, tapi juga keluarga barunya.

Namun, ia sudah mengambil keputusan.

Dengan membawa Pedang Pemurni Darah dan semua ilmu yang ia pelajari, Xiao Tian meninggalkan desa dan berjalan menuju dunia yang lebih luas.

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!