Bab 10: Jalan yang Berbeda

Asrama Pemetik Herbal

Xiao Tian dan Lu Feng resmi menjadi pemetik herbal di Sekte Seribu Pedang. Setelah ujian selesai, mereka dibawa ke asrama pemetik herbal, sebuah tempat sederhana yang jauh dari kemewahan paviliun murid inti.

Seorang murid senior berdiri di depan mereka dengan ekspresi malas.

"Mulai hari ini, kalian adalah pemetik herbal. Tugas kalian sederhana: mengumpulkan ramuan di pegunungan sekte dan merawat taman obat."

Nada suaranya merendahkan, seolah-olah mereka hanyalah pekerja kasar tanpa harapan untuk maju.

"Jangan berpikir untuk belajar teknik tinggi atau mencapai posisi tinggi di sekte. Kalian hanya pekerja rendahan."

Beberapa pemetik herbal lainnya tertawa mengejek.

"Haha, kasihan sekali. Mimpi jadi murid elit? Lupakan saja!"

Lu Feng menghela napas panjang. "Yah… setidaknya kita masih bisa tinggal di sekte."

Namun, Xiao Tian tetap tenang.

"Biarpun aku berada di posisi rendah, ini hanya awal. Selama aku masih hidup, segalanya bisa berubah."

 

Sebuah Sosok yang Menarik

Saat malam tiba, Xiao Tian mulai memperhatikan beberapa murid lain.

Salah satu yang menarik perhatiannya adalah seorang pemuda berwajah sederhana, berpakaian lusuh, tetapi matanya menyala dengan tekad.

Namanya Li Heng.

Li Heng tampak duduk sendirian di sudut asrama, sering kali melamun sambil memandangi paviliun murid resmi dari kejauhan.

Xiao Tian mengikuti arah tatapannya.

Di sana, seorang gadis berpakaian biru muda sedang bercakap-cakap dengan beberapa murid berbakat.

Matanya dipenuhi kekaguman, harapan, sekaligus kesedihan yang mendalam.

Lu Feng menyenggol Xiao Tian dan berbisik,

"Kau lihat pemuda itu? Namanya Li Heng. Dan gadis yang dia tatap adalah Zhao Yuyan."

"Siapa dia?" Xiao Tian bertanya.

"Zhao Yuyan adalah murid resmi sekte. Sangat berbakat dan dihormati banyak orang. Sedangkan Li Heng… yah, dia sangat menyukainya, tapi bagi Zhao Yuyan, dia hanyalah adik kecil yang tidak berbakat."

Mata Xiao Tian menyipit.

"Kisah ini… sangat familiar."

Xiao Tian memperhatikan bagaimana Li Heng terus menatap Zhao Yuyan dengan penuh harapan, namun gadis itu bahkan tidak menyadari keberadaannya.

Sama seperti kisah-kisah tragis dalam dunia kultivasi.

 

Tugas Pertama: Memetik Herbal

Keesokan harinya, Xiao Tian, Lu Feng, dan para pemetik herbal lainnya dikirim ke Pegunungan Obat.

Mereka ditugaskan untuk mengumpulkan ramuan langka untuk keperluan sekte.

"Jika kalian bisa menemukan herbal tingkat tinggi, mungkin kalian akan mendapatkan hadiah," kata tetua pengawas dengan nada malas.

Sebagian besar murid langsung bersemangat mencari herbal terbaik, termasuk Li Heng.

Xiao Tian mengamati Li Heng yang bekerja lebih keras dari siapa pun, meskipun para murid lain terus mengejeknya.

"Heh, bekerja keras pun tak ada gunanya, Li Heng!"

"Kau pikir bisa menarik perhatian Kakak Senior Yuyan hanya dengan mengumpulkan herbal?"

Tawa meremehkan terdengar di sekitar mereka, tetapi Li Heng tidak menjawab, hanya mengepalkan tinjunya dan terus bekerja.

Xiao Tian yang melihatnya hanya tersenyum tipis.

"Menarik… aku ingin tahu bagaimana kisahmu akan berkembang, Li Heng."

 

Kisah yang Dimulai

Saat matahari mulai tenggelam, Xiao Tian, Lu Feng, dan Li Heng berjalan kembali ke asrama setelah menyelesaikan tugas mereka.

Li Heng tetap diam sepanjang perjalanan.

Akhirnya, Lu Feng tak tahan dan berkata, "Li Heng, aku tahu kau menyukai Zhao Yuyan. Tapi… kau sadar kan, dia tidak pernah melihatmu sebagai laki-laki?"

Li Heng terdiam.

Setelah beberapa saat, ia berkata, "Aku tidak peduli… Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku bisa menjadi seseorang yang cukup kuat untuk berdiri di sampingnya."

Xiao Tian tersenyum samar.

"Ambisi yang kuat… tapi juga naif."

Tanpa disadari, Li Heng telah memilih jalan yang berbahaya—jalan yang akan membawanya ke penderitaan dan kebencian yang lebih dalam.

Dan Xiao Tian akan menjadi saksi dari perjalanan itu.

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!