Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan

Langit malam diterangi rembulan pucat, namun di dalam Sekte Seribu Pedang, pertarungan berlangsung sengit.

Pertarungan murid inti—ajang yang hanya bisa diikuti oleh mereka yang berbakat. Para murid inti dan tetua sekte duduk di kursi kehormatan, sementara murid luar dan para pemetik herbal hanya bisa berdiri di kejauhan, menyaksikan dari luar batas kekuatan yang tidak bisa mereka capai.

Di antara mereka, Xiao Tian, Lu Feng, dan Li Heng berdiri bersama.

Namun, Li Heng lah yang terlihat paling gelisah.

Matanya terpaku pada sosok gadis berpakaian biru muda yang berdiri di tengah arena.

Zhao Yuyan.

Malam ini, dia akan bertanding melawan seorang murid inti kuat—Shen Tian, kakak senior yang selama ini dikaguminya.

Dan bagi Li Heng, ini lebih dari sekadar pertarungan.

Malam ini akan menentukan seberapa jauh jarak antara dia dan gadis yang selama ini ia cintai.

 

Pertarungan yang Tidak Seimbang

Di atas panggung, dua sosok berhadapan.

Zhao Yuyan memegang pedangnya dengan erat, wajahnya penuh tekad.

Sementara itu, Shen Tian, dengan pakaian putih bersih dan senyum percaya diri, berdiri dengan santai.

"Kakak Senior," kata Zhao Yuyan dengan suara mantap, "hari ini, aku ingin melihat sejauh mana aku bisa melangkah."

Shen Tian tersenyum. "Kalau begitu, tunjukkan padaku."

Tanpa aba-aba lebih lanjut, pertarungan dimulai.

Zhao Yuyan melompat ke depan, pedangnya menari di udara, setiap tebasan meninggalkan jejak es yang berkilauan.

Tekniknya anggun namun tajam, seperti badai salju yang mengamuk di musim dingin.

Namun, Shen Tian tetap tenang.

Dia hanya menghindar dengan gerakan ringan, seolah-olah dia sedang bermain-main dengan seorang junior, bukan bertarung dengan serius.

Para murid berseru kagum.

"Zhao Yuyan sudah sangat kuat!"

"Tapi tetap saja, dia masih jauh dari Shen Tian..."

Li Heng mengepalkan tinjunya.

"Yuyan sudah berusaha sekeras ini... Tapi aku bahkan tidak bisa berdiri di sana bersamanya..."

Di sisi lain, Xiao Tian memperhatikan dengan tenang, senyumnya samar.

"Perjuangan seorang manusia yang ingin melawan takdirnya... tapi pada akhirnya, takdir selalu kejam."

 

Kekalahan dan Pengakuan Cinta

Pertarungan berlangsung selama beberapa menit sebelum akhirnya Shen Tian mengakhiri semuanya dengan satu serangan cepat.

Pedang Zhao Yuyan terpental dari tangannya, dan tubuhnya terdorong mundur, hampir jatuh dari panggung.

Shen Tian menahan serangannya di detik terakhir.

"Sudah cukup," katanya, nada suaranya lembut. "Kau sudah berusaha dengan baik, Shimei."

Zhao Yuyan terdiam.

Dia tahu bahwa dia sudah melakukan yang terbaik, tapi tetap saja... dia kalah telak.

Dia menggigit bibirnya, menatap Shen Tian dengan mata berkilauan.

Lalu, dengan suara yang sedikit bergetar, dia berkata:

"Kakak Senior... aku menyukaimu."

Suasana menjadi hening.

Para murid menahan napas. Bahkan Shen Tian tampak sedikit terkejut.

Di tempat lain, Li Heng merasakan dunianya runtuh.

Dada terasa sesak. Nafasnya tercekat.

Zhao Yuyan, gadis yang selama ini dia kagumi, menyatakan cintanya di depan sekte, di hadapan ratusan murid.

Tapi bukan kepadanya.

Melainkan kepada pria lain.

Jantungnya seolah berhenti berdetak.

Lu Feng yang berdiri di sebelahnya hanya bisa menghela napas.

"...Hancur sudah."

Di sisi lain, Xiao Tian tersenyum tipis.

"Begini rupanya... kehancuran seorang manusia dimulai."

Tapi apa yang terjadi selanjutnya menghancurkan Li Heng lebih dalam lagi.

Shen Tian, setelah beberapa saat terdiam, mengulurkan tangannya.

Dia menyentuh pipi Zhao Yuyan dengan lembut dan berkata, "Aku juga menyukaimu."

Boom!

Seakan ada ledakan yang menghantam dada Li Heng.

Semuanya menjadi gelap.

Para murid bersorak gembira.

Zhao Yuyan membelalakkan matanya, tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

"A-apa... Kakak Senior..."

Shen Tian tersenyum. "Aku sudah menyadari perasaanmu sejak lama. Aku hanya ingin memastikan perasaanku sendiri... Dan sekarang aku yakin."

Di bawah cahaya rembulan, mereka berdua berpelukan.

Li Heng tidak bisa mendengar suara sorakan murid lain.

Dia bahkan tidak bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri.

Dunia seakan runtuh.

Tangannya mengepal begitu erat hingga kuku-kukunya melukai telapak tangannya sendiri.

Darah menetes.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Li Heng benar-benar ingin mati.

 

Kesedihan di Bawah Rembulan

Malam semakin larut.

Di taman sekte, Zhao Yuyan dan Shen Tian duduk berdampingan di bawah rembulan, mengobrol dengan akrab.

Zhao Yuyan tersenyum malu-malu. "Kakak Senior... aku sangat bahagia."

Shen Tian menatapnya dengan lembut, mengusap rambutnya dengan penuh kasih sayang.

Di balik pepohonan, Li Heng berdiri sendirian, menyaksikan semuanya.

Jantungnya sakit.

Setiap tawa Zhao Yuyan menusuk hatinya seperti ribuan jarum.

Ia menggigit bibirnya hingga berdarah, menahan tangis yang ingin pecah.

"Kenapa? Kenapa bukan aku? Aku sudah mencintainya selama bertahun-tahun... Aku sudah berusaha..."

Namun, pada akhirnya, dia tetap bukan siapa-siapa.

Di tempat lain, Xiao Tian masih mengamati, matanya menyala dengan ketertarikan.

"Ini menarik... Apakah kau akan bangkit, Li Heng? Atau kau akan tenggelam?"

Langit malam semakin gelap.

Dan di dalam kegelapan, sebuah benih kehancuran telah ditanam di hati seorang pria.

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!