Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang

Mencari Kapal ke Pulau Terlarang

Xiao Tian berdiri di tengah hiruk-pikuk pelabuhan, matanya menyapu sekeliling.

Para pelaut sibuk dengan pekerjaan mereka—menyiapkan barang, menarik tali tambat, dan meneriakkan pesanan satu sama lain.

Ia berjalan mendekati seorang pria tua yang duduk di atas peti kayu.

Pria itu memiliki janggut panjang berwarna abu-abu dan mengenakan jubah lusuh. Tatapan matanya tajam, seperti orang yang telah melihat terlalu banyak hal dalam hidupnya.

Xiao Tian menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda hormat.

“Pak Tua, apakah Anda tahu ada kapal yang menuju ke wilayah perairan terlarang?”

Pria tua itu mengangkat alisnya.

“Kau ingin mati, Nak?” tanyanya dengan suara berat.

Xiao Tian tersenyum tipis.

“Aku hanya ingin pergi ke sana. Tidak peduli bahayanya.”

Pria tua itu mendengus.

“Pulau itu bukan tempat yang bisa dikunjungi sembarangan. Setiap kapal yang mencoba mendekatinya tidak pernah kembali.”

“Tapi aku tetap ingin pergi,” kata Xiao Tian tegas.

Pria tua itu menatapnya lama, seolah menilai niatnya.

Akhirnya, ia tertawa kecil.

“Baiklah. Ada satu orang yang mungkin bisa membawamu ke sana.”

 

Bertemu Kapten Wei

Xiao Tian mengikuti pria tua itu ke ujung dermaga, tempat sebuah kapal besar berlabuh.

Di atas dek, seorang pria dengan tubuh kekar berdiri, kulitnya kecokelatan akibat terlalu lama di laut.

Rambutnya acak-acakan, dan ada bekas luka panjang di pipi kanannya.

Pria tua itu menunjuk ke arahnya.

“Itu Kapten Wei. Dia satu-satunya orang yang mungkin cukup gila untuk membawamu ke Pulau Terlarang.”

Xiao Tian melangkah maju dan menatap Kapten Wei dengan penuh keyakinan.

“Aku ingin menyewa kapalmu untuk menuju Pulau Terlarang.”

Kapten Wei menatapnya seperti melihat orang bodoh.

“Berapa banyak uang yang kau punya?” tanyanya.

Xiao Tian mengeluarkan sekantong emas yang ditinggalkan oleh Ling’er.

Kapten Wei mengambilnya, menimbang-nimbang koin di tangannya, lalu tertawa keras.

“Baiklah! Aku suka orang yang berani!”

Ia menunjuk ke kapalnya.

“Naiklah. Kita berangkat saat matahari terbenam.”

Xiao Tian tersenyum tipis.

Akhirnya, perjalanannya menuju Pulau Terlarang akan segera dimulai.

 

Malam di Lautan

Saat malam tiba, kapal mulai berlayar.

Angin laut menerpa wajah Xiao Tian saat ia berdiri di dek, menatap lautan luas yang gelap.

Langit penuh bintang, tetapi suasana di kapal terasa mencekam.

Para awak kapal bekerja dalam diam, seolah mereka sadar bahwa perjalanan ini adalah perjalanan menuju kematian.

Kapten Wei berdiri di samping Xiao Tian, mengunyah sesuatu di mulutnya.

“Kau tahu, Nak…” katanya pelan.

“Dulu, aku pernah mencoba mendekati Pulau Terlarang. Tapi sesuatu yang mengerikan muncul dari kabut dan membantai seluruh kruku.”

Xiao Tian tetap diam, menunggu Kapten Wei melanjutkan.

“Aku beruntung bisa selamat,” lanjutnya. “Tapi aku bersumpah tidak akan pernah ke sana lagi. Dan sekarang aku melanggar sumpahku hanya karena emasmu.”

Xiao Tian menatapnya dan berkata dengan suara tenang, “Aku tidak meminta siapa pun bertarung demi diriku. Jika ada bahaya, biarkan aku menghadapinya sendiri.”

Kapten Wei menatapnya lama, lalu tersenyum kecil.

“Baiklah, Nak. Kita lihat seberapa jauh kau bisa pergi.”

 

Kabut Kematian

Beberapa jam berlalu.

Tiba-tiba, kabut tebal mulai menyelimuti lautan.

Suhu turun drastis, dan angin laut berhenti bertiup.

Para awak kapal mulai berbisik ketakutan.

Pulau Terlarang sudah dekat.

Dari kejauhan, bentuk samar sebuah pulau mulai terlihat di balik kabut.

Namun, sebelum mereka bisa mendekat lebih jauh…

Sesuatu muncul dari dalam kabut.

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!