Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang

Hujan telah reda.

Namun, di halaman sekte yang sunyi itu, Li Heng masih terikat di tiang kayu, tubuhnya berlumuran darah dan luka yang mulai mengering.

Hukuman telah selesai sejak berjam-jam yang lalu, tetapi tidak ada seorang pun yang peduli untuk melepaskannya.

Para murid telah kembali ke rutinitas mereka. Tetua-tetua sekte juga tidak memberi perintah apa pun mengenai dirinya.

Dia dibiarkan begitu saja—terlupakan.

Hanya langit malam yang menjadi saksi penderitaannya.

Xiao Tian berdiri di kejauhan, memperhatikannya.

Matanya datar, tanpa emosi yang jelas.

Dia tidak merasa iba.

Dia juga tidak merasa puas.

Dia hanya melihat, menunggu sesuatu terjadi.

Namun, tak ada apa pun.

Li Heng hanya terdiam di sana, kepalanya tertunduk, tubuhnya lemah.

Setelah beberapa saat, Xiao Tian berbalik, meninggalkan tempat itu.

Baginya, hukuman ini tidak lebih dari sebuah pengingat bahwa dunia ini keras, dan mereka yang lemah akan diinjak-injak tanpa belas kasihan.

 

Pekerjaan Baru: Pembersih Perpustakaan

Hari berikutnya, Xiao Tian mendapatkan tugas tambahan di sekte.

Selain menjadi pemetik herbal, ia juga diangkat menjadi pembersih perpustakaan sekte.

Tugasnya sederhana:

➡ Menyapu debu dari rak-rak buku kuno.

➡ Menata ulang gulungan kitab yang berserakan.

➡ Menjaga agar tempat itu tetap rapi dan bersih.

Namun, bagi Xiao Tian, ini lebih dari sekadar pekerjaan.

Perpustakaan adalah tempat di mana dia bisa mencari informasi.

Dan satu hal yang dia cari selama ini adalah letak Pulau Terlarang yang pernah disebutkan oleh Ling’er.

Pulau itu, menurut Ling’er, adalah tempat rahasia yang menyimpan sesuatu yang sangat penting.

Namun, tak satu pun kitab yang ia baca menyebutkan keberadaan pulau itu.

Seakan-akan tempat itu benar-benar dihapus dari sejarah.

Menarik...

Xiao Tian terus menyelidiki, membaca berbagai gulungan kitab kuno setiap kali ada kesempatan.

Namun, jawabannya masih belum ia temukan.

 

Kembali ke Li Heng

Malam itu, setelah menyelesaikan tugasnya di perpustakaan, Xiao Tian kembali ke tempat di mana Li Heng ditinggalkan.

Pria itu masih di sana.

Tubuhnya kotor dan penuh darah kering.

Matanya terpejam, napasnya lemah.

Jika dibiarkan semalaman lagi, kemungkinan besar dia akan mati.

Tanpa banyak bicara, Xiao Tian merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah pil kecil berwarna hijau.

Pil itu bukanlah obat yang bisa menyembuhkan luka serius, tapi cukup untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat pemulihan luka ringan.

Ia mendekat, lalu menyelipkan pil itu ke dalam mulut Li Heng.

Li Heng, yang awalnya tampak tidak sadar, perlahan membuka matanya.

Matanya kosong, tidak lagi bersinar seperti dulu.

Namun, saat ia melihat Xiao Tian, sebuah pertanyaan muncul di benaknya.

"...Kenapa?" suara Li Heng serak, nyaris tak terdengar.

Xiao Tian tidak langsung menjawab.

Ia hanya menatap pria itu sebentar, lalu berkata pelan, “Engkau akan menjadi orang hebat.”

Li Heng terdiam.

Kata-kata itu terasa aneh baginya.

Kenapa Xiao Tian berkata seperti itu?

Bukankah dia seharusnya mengejeknya? Bukankah dia seharusnya menertawakannya seperti murid sekte lainnya?

Namun, Xiao Tian tidak tertawa.

Sebaliknya, ekspresinya tetap datar, seolah kata-kata tadi bukanlah sebuah pujian, melainkan sebuah kenyataan yang tak terhindarkan.

Li Heng menggertakkan giginya.

Orang hebat?

Bagaimana mungkin setelah semua ini, dia bisa menjadi orang hebat?

Namun, sebelum ia bisa berkata lebih banyak, Xiao Tian sudah berbalik.

Sebelum pergi, ia hanya menambahkan satu kalimat lagi:

"Aku tidak ingin imbalan apa pun. Aku hanya melakukannya karena aku masih memiliki sedikit kemanusiaan dalam diriku."

Lalu ia menghilang ke dalam kegelapan malam.

Li Heng hanya terdiam, menatap langit yang kelam.

Namun, di dalam hatinya, api kecil mulai menyala.

Api yang mungkin suatu hari nanti akan membakar seluruh dunia.

 

Petunjuk Pulau Terlarang

Hari-hari berlalu.

Xiao Tian terus menjalani kehidupannya sebagai pemetik herbal dan pembersih perpustakaan.

Namun, ia tidak pernah berhenti mencari petunjuk tentang Pulau Terlarang.

Hingga suatu hari, saat membersihkan rak-rak di bagian terdalam perpustakaan, ia menemukan sebuah gulungan kitab yang sudah sangat tua dan berdebu.

Kitab itu tidak memiliki judul.

Namun, saat ia membukanya, matanya menyipit tajam.

Di dalamnya, terdapat peta kuno yang menunjukkan sebuah lokasi misterius—sebuah pulau yang dikelilingi kabut hitam di tengah lautan luas.

Di samping peta, hanya ada satu kalimat pendek yang tertulis dengan tinta merah:

"Yang memasuki pulau ini, tak akan pernah kembali."

Namun, bagi Xiao Tian, ini bukan peringatan.

Ini adalah tantangan.

Dan kini, ia tahu ke mana langkahnya harus menuju.

Pulau Terlarang...

Tempat yang mungkin menyimpan jawaban dari takdirnya.

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!