Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang

Kabut tebal menyelimuti kapal.

Udara menjadi dingin, begitu menusuk hingga membuat napas para awak kapal tampak seperti uap.

Mereka gemetar, bukan hanya karena suhu yang turun drastis, tetapi juga karena sesuatu yang mulai muncul dari dalam kabut.

Suara gemuruh terdengar di kejauhan.

Seolah-olah sesuatu yang besar sedang bergerak di bawah laut.

Xiao Tian berdiri di haluan kapal, tangannya menggenggam erat pedang di punggungnya.

Kapten Wei, yang biasanya santai, kini memasang wajah serius.

“Itu dia…”

 

Makhluk dari Kabut

Dari dalam kabut, sesosok makhluk perlahan muncul.

Ia tampak seperti manusia, tetapi tubuhnya tertutup oleh bayangan hitam pekat.

Matanya merah membara, dan di sekeliling tubuhnya, kabut berputar seperti hidup.

Sebuah suara berat bergema di udara.

“Tak ada yang boleh melewati perairan ini.”

Salah satu awak kapal jatuh berlutut, tubuhnya gemetar.

“Itu… itu adalah Penjaga Pulau Terlarang!”

Kapten Wei mencabut pedangnya, tetapi tangannya bergetar.

Ia tahu, mereka tidak bisa menang.

Namun sebelum ada yang bisa bergerak, Xiao Tian sudah melangkah maju.

Tangannya perlahan meraih pedang di punggungnya—Pedang Pemurni Darah.

Begitu pedang itu ditarik keluar, udara di sekitar mereka langsung berubah.

Suara-suara iblis terdengar berbisik di telinga Xiao Tian.

 

Taoisme Tertinggi vs Iblis

Seketika, dua kekuatan besar bertabrakan di dalam tubuh Xiao Tian.

Di satu sisi, Pedang Pemurni Darah mengeluarkan aura iblis yang mengerikan.

Di sisi lain, Taoisme Tertinggi di dalam tubuhnya mulai bangkit, memancarkan cahaya suci.

Dua kekuatan yang bertentangan ini berusaha mengendalikan tubuhnya.

Xiao Tian memejamkan mata sejenak, lalu mengambil napas dalam.

Ia tidak bisa membiarkan salah satu dari mereka menang.

Ia harus mengendalikan keduanya.

 

Pertempuran Dimulai

Penjaga Pulau Terlarang mengangkat tangannya.

Kabut hitam menyatu menjadi pedang besar, lalu melesat ke arah Xiao Tian!

Suara angin menderu.

Namun, Xiao Tian tetap tenang.

Dengan satu gerakan cepat, ia menangkis serangan itu menggunakan Pedang Pemurni Darah.

BOOM!

Benturan itu menciptakan gelombang energi yang mengguncang kapal!

Para awak kapal berteriak ketakutan, beberapa dari mereka bahkan jatuh ke lantai dek.

Namun, Xiao Tian tetap berdiri tegak.

Dengan kecepatan yang luar biasa, ia melompat ke udara dan menyerang balik!

Pedang Pemurni Darah bersinar merah, meninggalkan jejak cahaya saat diayunkan.

Penjaga Pulau mengangkat pedangnya untuk menangkis—

Namun terlambat.

Pedang Pemurni Darah menebas tubuhnya, membuat kabut hitam yang menyelimuti tubuhnya berhamburan!

AAARRRGGGH!

Sosok itu meraung kesakitan, tubuhnya bergetar hebat.

Namun, ia belum kalah.

Ia mulai berubah…

 

Transformasi Penjaga Pulau

Tubuhnya yang semula humanoid mulai membesar.

Sayap hitam raksasa muncul di punggungnya, dan matanya bersinar semakin merah.

Sebuah suara bergema di langit.

“KAU TIDAK AKAN MASUK KE PULAU INI!”

Dengan kecepatan yang luar biasa, ia menyerang Xiao Tian lagi!

Namun kali ini, Xiao Tian sudah siap.

Ia tidak akan menahan diri lagi.

 

Menggabungkan Taoisme dan Iblis

Untuk pertama kalinya, Xiao Tian menggabungkan kekuatan Taoisme Tertinggi dan Pedang Pemurni Darah dalam satu serangan.

Ia menarik napas dalam-dalam, membiarkan dua energi besar di dalam tubuhnya menyatu.

Seketika, tubuhnya bersinar dalam dua warna yang kontras—merah gelap dan emas suci.

Penjaga Pulau menyerang—

Namun sebelum serangannya bisa mengenai, Xiao Tian sudah menghilang!

Dalam sekejap, ia sudah berada di belakangnya.

Dengan satu gerakan cepat—

Pedang Pemurni Darah menebas punggung Penjaga Pulau.

Tebasan itu tidak hanya merobek tubuhnya, tetapi juga memurnikan energi jahat yang menyusunnya!

AAARRRGGGHHH!

Sosok itu berteriak kesakitan.

Perlahan, tubuhnya mulai menghilang, kabut hitam yang menyusunnya menguap ke udara.

Dan dalam beberapa detik—

Ia lenyap sepenuhnya.

 

Perpisahan dengan Kapten Wei

Begitu Penjaga Pulau menghilang, kabut di sekeliling mereka mulai menipis.

Xiao Tian menoleh ke arah Kapten Wei dan para awak kapal.

Mereka semua menatapnya dengan ekspresi kaget dan kagum.

Kapten Wei akhirnya tertawa kecil.

“Aku tidak percaya kita masih hidup…”

Ia menatap Xiao Tian dengan hormat.

“Aku tidak tahu siapa kau sebenarnya, tapi kau bukan orang biasa.”

Xiao Tian hanya tersenyum tipis.

Kapten Wei menghela napas dan menunjuk ke arah pulau.

“Nak, kau sudah membuka jalannya. Sekarang, ini adalah perjalananmu sendiri.”

Xiao Tian mengangguk.

Tanpa berkata apa-apa lagi, ia melompat dari kapal dan mendarat di pantai Pulau Terlarang.

Kapten Wei mengamati sosoknya yang perlahan berjalan menjauh.

“Semoga kau kembali dengan selamat, Nak.”

Lalu, ia memberi perintah kepada krunya.

Kapal pun berbalik arah dan kembali ke daratan.

Namun, Xiao Tian tidak menoleh ke belakang.

Kini, ia telah memasuki Pulau Terlarang.

Dan apa yang menantinya di dalam, masih menjadi misteri…

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!