Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan

Terbangun di Gua

Xiao Tian membuka matanya perlahan. Rasa sakit menusuk tubuhnya, membuatnya mengerang pelan. Pandangannya kabur, tapi ia bisa merasakan bahwa ia sedang berbaring di atas permukaan yang dingin dan keras.

Ia mencoba mengingat apa yang terjadi—pembantaian di desa, kehilangan kendali, lalu api emas yang menghentikannya.

"Huo Ling'er..."

Saat pikirannya mulai jernih, ia melihat sosok berdiri di depan perapian kecil.

Wanita dengan rambut merah menyala itu duduk bersila, matanya tertutup seolah sedang bermeditasi. Cahaya api memantulkan keindahan wajahnya yang luar biasa, tetapi aura yang ia pancarkan jelas bukan milik manusia biasa.

Xiao Tian menggerakkan tubuhnya, mencoba bangun. Tapi sebelum ia bisa melakukan apa pun, suara lembut namun penuh ketegasan terdengar.

"Jangan memaksakan diri, kau masih lemah."

Huo Ling'er membuka matanya, menatapnya dengan tenang.

 

Percakapan dengan Huo Ling'er

Xiao Tian akhirnya bisa duduk bersandar di dinding gua. Ia melihat tubuhnya penuh luka dan bekas bakaran halus—jelas akibat serangan terakhir Ling'er yang menghentikannya.

"Dimana kita?" tanyanya lemah.

"Di sebuah gua di perbatasan hutan hitam. Aku membawamu ke sini setelah kau pingsan."

Xiao Tian diam sejenak, lalu menatap Ling'er.

"Mengapa kau menyelamatkanku?"

Ling'er tersenyum kecil. "Karena aku melihat sesuatu dalam dirimu. Kau tidak hanya sekadar pembunuh haus darah. Kau masih memiliki pilihan."

Xiao Tian tertawa sinis. "Pilihan? Aku sudah kehilangan segalanya."

Ling'er menatapnya tajam. "Itu karena kau hanya melihat kegelapan. Tapi aku bisa membantumu menemukan keseimbangan."

Ia lalu melemparkan sesuatu ke arahnya—sebuah pakaian baru.

"Pakai ini. Pakaianmu hancur dan penuh darah."

Xiao Tian menatap pakaian itu sejenak sebelum akhirnya menggantinya. Saat ia mengenakan pakaian baru itu, Ling'er melanjutkan pembicaraan.

"Aku ingin menawarkan sesuatu padamu, Xiao Tian."

Xiao Tian mengangkat alisnya. "Apa?"

"Kau bisa berjalan bersamaku. Aku bisa membantumu mengendalikan kekuatanmu."

Mata Xiao Tian menyipit. "Mengapa kau peduli?"

Ling'er menghela napas, lalu duduk lebih dekat ke arahnya. "Karena aku pernah melihat seseorang seperti dirimu sebelumnya. Seorang pria yang tenggelam dalam kekuatan gelap hingga akhirnya ia kehilangan dirinya sendiri."

"Aku tidak ingin melihat hal itu terjadi padamu."

Xiao Tian terdiam. Ini adalah pertama kalinya dalam waktu yang lama ada seseorang yang ingin membantunya, bukan menghancurkannya.

"Apa kau mau menerima tawaranku?"

Xiao Tian menatap mata emas Ling'er, lalu mengangguk perlahan.

 

Rahasia Pedang Pemurni Darah

Setelah Xiao Tian menerima tawaran itu, Ling'er mulai menjelaskan sesuatu yang membuatnya terkejut.

"Pedang Pemurni Darah… bukan hanya sekadar senjata."

Xiao Tian menegang. "Apa maksudmu?"

Ling'er menatap api dengan serius. "Pedang itu diciptakan dari darah ribuan makhluk kuat di Alam Atas. Di dalamnya, tersegel Delapan Iblis Pemurnian Darah, entitas yang memiliki kekuatan penghancur yang luar biasa."

Xiao Tian mengepalkan tangannya. "Aku tahu itu. Mereka telah berbicara kepadaku… mereka ingin aku membunuh agar bisa membuka segel mereka."

Ling'er mengangguk. "Itu benar. Setiap kali kau membunuh, mereka semakin kuat. Jika kau tidak mengendalikan diri, kau akan menjadi boneka mereka."

Xiao Tian menatap Pedang Pemurni Darah yang tergeletak di sampingnya. Ia bisa merasakan energi gelap yang berdenyut dari dalamnya.

"Lalu… bagaimana aku bisa mengendalikan mereka?"

Ling'er tersenyum tipis. "Itulah kenapa aku di sini. Aku tahu satu cara… dan itu berhubungan dengan warisan yang tersegel dalam tubuhmu."

 

Taoisme Tertinggi dan Delapan Dewa

Xiao Tian menatapnya bingung. "Warisan dalam tubuhku?"

Ling'er mengangguk. "Ibumu bukan hanya seorang Gadis Suci dari Aula Pemurnian Darah. Ia juga mewarisi Taoisme Tertinggi, salah satu aliran Taoisme terkuat yang pernah ada."

Xiao Tian terdiam.

"Aku… memiliki Taoisme Tertinggi?"

"Ya," jawab Ling'er. "Tapi karena garis keturunan darah Pemurnian Darah lebih dominan, Taoisme itu tersegel di dalam tubuhmu sejak lahir."

Ia menatapnya dengan serius. "Aku bisa membantumu membangunkannya. Jika kau bisa membangkitkan Taoisme Tertinggi dalam tubuhmu, kau akan memiliki Delapan Dewa untuk mengimbangi Delapan Iblis Pemurnian Darah."

Xiao Tian mengepalkan tangannya.

Ini berarti ia tidak harus bergantung sepenuhnya pada iblis dalam dirinya.

Ia bisa memiliki dua kekuatan besar untuk menyeimbangkan satu sama lain.

"Bagaimana cara membangkitkannya?"

Ling'er tersenyum. "Duduklah bersila. Aku akan membantumu membuka segelnya."

Xiao Tian mengikutinya, duduk bersila dengan tenang.

Ling'er lalu meletakkan kedua tangannya di punggungnya, dan tiba-tiba, api emas mengalir ke dalam tubuhnya.

Xiao Tian merasakan sesuatu yang luar biasa di dalam tubuhnya.

Sebuah kekuatan yang telah lama tersegel mulai bangkit.

Tiba-tiba, pikirannya dipenuhi oleh cahaya keemasan, dan ia bisa melihat delapan sosok berjubah putih berdiri di hadapannya.

"Kami adalah Delapan Dewa Taoisme Tertinggi… Kau akhirnya membangunkan kami."

Xiao Tian mengerjap, merasakan energi baru mengalir dalam dirinya.

Hari ini, ia tidak hanya memiliki Delapan Iblis Pemurnian Darah…

Ia juga memiliki Delapan Dewa Taoisme Tertinggi.

Dan ini hanyalah permulaan.

(Bab 6 Bersambung…)

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!