Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal

Tekad yang Tak Tergoyahkan

Langit mulai meredup saat matahari tenggelam di ufuk barat. Xiao Tian duduk diam di ruang kecil tempat ibunya membuat kue, cahaya lampu minyak berkelap-kelip, memantulkan bayangan di wajahnya yang dipenuhi pikiran. Tangannya menggenggam sekantong kecil berisi koin emas, semua yang ia miliki.

Jumlahnya hanya seratus lima puluh emas.

Lima ratus emas. Jumlah yang diminta keluarga Wang untuk melunasi hutang ibunya adalah angka yang mustahil bagi rakyat biasa. Namun, meskipun ia tak bisa membayar semuanya sekarang, ia tidak akan tinggal diam.

Ibunya adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki. Jika ia tak bisa melindunginya, lalu apa gunanya hidup ini?

Menatap sekantong emas dalam genggamannya, Xiao Tian menarik napas dalam. Ia menggenggamnya erat, seakan-akan sedang menggenggam harapannya yang rapuh.

"Baiklah…" gumamnya pelan, sebelum akhirnya bangkit berdiri.

Keesokan harinya, dengan langkah tegap, ia berjalan menuju kediaman keluarga Wang.

 

Negosiasi di Kediaman Wang

Kediaman keluarga Wang berdiri megah di tengah desa. Gerbang besarnya berwarna merah tua, dihiasi dengan ukiran naga yang melilit di kedua sisinya. Xiao Tian berhenti sejenak di depan gerbang itu, menatapnya dengan penuh tekad.

Dua pria berbaju hitam berdiri di depan gerbang, menatapnya dengan tatapan meremehkan.

"Ada urusan apa kau di sini, bocah?" salah satu dari mereka bertanya.

Xiao Tian mengangkat kepalanya dengan dingin. "Aku ingin bertemu Wang Qingshan. Aku ingin membicarakan hutang ibuku."

Para penjaga saling berpandangan, sebelum salah satu dari mereka masuk ke dalam. Tak lama kemudian, suara berat menggema dari dalam.

"Biarkan dia masuk."

Xiao Tian melangkah melewati gerbang besar, memasuki aula keluarga Wang yang luas. Wang Qingshan duduk di atas kursi kayu berukir naga, mengenakan jubah ungu yang menunjukkan statusnya sebagai kepala keluarga. Beberapa anggota keluarga Wang berdiri di sekelilingnya, termasuk Wang Liang, putranya yang terkenal dengan sifat sombongnya.

"Jadi kau datang," Wang Qingshan menyeringai. "Apakah kau membawa lima ratus emas?"

Xiao Tian tidak menjawab langsung. Ia mendekati meja besar di tengah ruangan dan meletakkan kantong kecil berisi koin emas di atasnya.

"Aku hanya memiliki ini untuk sekarang. Seratus lima puluh emas."

Ruangan itu langsung dipenuhi suara tawa sinis.

"Seratus lima puluh emas?" Wang Liang tertawa keras. "Bahkan itu tak cukup untuk membeli pakaian baru bagi salah satu pelayan kami!"

Xiao Tian tetap tenang. "Beri aku waktu untuk mendapatkan sisanya, dan aku akan membayar hutang ibu sepenuhnya."

Beberapa anggota keluarga Wang masih tertawa. Namun, Wang Qingshan hanya menatapnya dengan mata tajam sebelum akhirnya menghela napas seolah merasa kasihan.

"Xiao Tian…" katanya, "Dulu kau adalah jenius Sekte Langit Suci. Tapi sekarang? Kau hanyalah sampah. Tidak ada jaminan bahwa kau akan bisa mendapatkan sisa hutangnya."

"Aku berjanji akan melunasi semuanya," jawab Xiao Tian mantap.

Namun, Wang Qingshan hanya tersenyum tipis. "Aku tidak suka menunggu."

Lalu, dengan suara dingin, ia berkata, "Ambil wanita itu."

 

Ibu yang Dirampas

Mata Xiao Tian membelalak. "Apa yang kau lakukan?!"

Dari sisi ruangan, dua pria berbaju hitam menyeret masuk Lin Rou, ibunya. Wajahnya pucat, tubuhnya gemetar.

"Tian'er!" serunya dengan panik.

Xiao Tian langsung bergerak maju, tapi dua pengawal segera menghadangnya.

"Kami mengambil jaminan," Wang Qingshan berkata santai. "Jika kau benar-benar akan melunasi hutangnya, maka kau bisa menebus ibumu nanti."

"TIDAK!" Xiao Tian meraung, matanya berkilat dengan kemarahan. "Kau tidak bisa mengambil ibuku!"

Ia mengayunkan tinjunya ke arah pengawal yang menahannya. Namun, tubuhnya yang sudah kehilangan kekuatan spiritualnya terlalu lemah. Pukulan itu dengan mudah ditangkis, dan sebelum ia sempat bereaksi, tendangan keras menghantam perutnya.

"UGH!"

Tubuhnya terhempas ke belakang, membentur lantai marmer dengan keras. Ia terbatuk, darah mengalir dari sudut bibirnya.

"Tian'er!" Lin Rou berusaha berlari mendekatinya, tapi salah satu pria berbaju hitam menampar wajahnya hingga ia terjatuh ke lantai.

"JANGAN SENTUH DIA!" Xiao Tian meraung.

Ia mencoba berdiri, tapi lututnya gemetar. Ia tidak bisa bergerak dengan baik, tubuhnya masih terlalu lemah.

Di depan matanya, ibunya diseret keluar dari aula, sementara Wang Qingshan hanya menatapnya dengan senyum mengejek.

"Jika kau benar-benar ingin menyelamatkan ibumu, maka jadilah lebih kuat, Xiao Tian. Kalau tidak… jangan harap bisa melihatnya lagi."

Xiao Tian menggigit bibirnya hingga berdarah. Air matanya jatuh ke lantai dingin.

Hari ini, ia kehilangan ibunya.

Hari ini, ia bersumpah bahwa ia akan merebut kembali segalanya.

 

Kebangkitan dari Jurang Kegelapan

Xiao Tian terduduk di tanah dingin di luar gerbang keluarga Wang. Tubuhnya masih lemah, luka-luka akibat penganiayaan tadi masih terasa perih. Namun, semua itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang mengoyak hatinya.

Tangan Xiao Tian bergetar. Ia mengepalkan tinjunya dengan erat.

"Aku lemah…"

"Aku terlalu lemah…"

Tangisan Lin Rou saat ia diseret pergi masih terngiang di telinganya.

Saat itu, ia hanya bisa melihat.

Saat itu, ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Kemarahan membakar jiwanya.

Ia tidak bisa menerima ini.

Ia tidak akan membiarkan dunia terus menginjak-injaknya.

"Aku harus menjadi lebih kuat!"

Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Xiao Tian berdiri.

Ia menatap langit malam yang gelap.

Ia bersumpah, akan kembali.

Dan ketika ia kembali, dunia ini tidak akan bisa lagi meremehkannya.

(Bab 3 Bersambung…)

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!