Bab 8: Melangkah ke Benua Baru

Menggunakan Formasi Teleportasi

Xiao Tian berdiri di tengah gua, memandangi batu giok teleportasi yang ditinggalkan oleh Huo Ling’er.

Ia mengepalkan tangannya.

"Benua lain… Akankah ini benar-benar mengubah nasibku?"

Ia menarik napas dalam-dalam, lalu mengalirkan energinya ke dalam batu giok itu.

SWOOSH!

Dalam sekejap, cahaya menyilaukan menyelimuti tubuhnya.

Angin bertiup kencang, dan dunia di sekelilingnya berubah menjadi pusaran cahaya berwarna emas dan biru.

Namun, sebelum ia bisa memahami apa yang terjadi, tiba-tiba…

BOOM!

Sebuah ledakan energi meledak di tengah teleportasi!

Tubuhnya terasa ditarik dengan kasar.

"Sial, ada yang salah!"

Seketika, tubuhnya terhempas dengan kecepatan tinggi!

 

Tiba di Benua Tianxuan

BRUGH!

Xiao Tian jatuh ke tanah keras, mengguling beberapa kali sebelum akhirnya berhenti.

Saat ia membuka matanya, ia melihat langit yang jauh lebih biru, pepohonan yang lebih subur, dan udara yang penuh dengan energi spiritual yang padat.

Ia mengangkat kepalanya.

Di kejauhan, tampak dinding raksasa menjulang tinggi—tanda bahwa ada kota besar tidak jauh dari sini.

"Jadi… aku benar-benar berada di benua lain."

Meskipun tubuhnya terasa nyeri akibat jatuh, ia tersenyum tipis.

Ini adalah awal dari kehidupannya yang baru.

 

Kota Tianxuan: Pusat Para Kultivator

Setelah berjalan beberapa waktu, Xiao Tian akhirnya tiba di gerbang besar Kota Tianxuan.

Kota ini jauh lebih megah dibandingkan kota-kota yang pernah ia lihat di benua lamanya.

Bangunan-bangunannya tinggi dan kokoh, para pedagang memenuhi jalanan, sementara para kultivator dengan pakaian sekte yang beragam berjalan dengan aura yang luar biasa kuat.

Xiao Tian melihat sekeliling dengan kagum.

Namun, saat ia sedang berjalan menuju pusat kota, tiba-tiba…

"AWAS!!!"

Seorang anak laki-laki berbaju biru berlari ke arahnya dengan panik, sementara beberapa pria berbadan besar mengejarnya dengan wajah marah.

Tanpa sempat berpikir, anak itu menabrak Xiao Tian dan jatuh ke tanah.

"Aduh!"

Xiao Tian mengerutkan kening, membantu anak itu berdiri.

"Apa yang terjadi?" tanyanya.

Anak itu—yang tampak berusia sekitar 14 tahun—mengusap hidungnya dan tertawa canggung. "Ahaha… Aku hanya… sedikit berurusan dengan orang-orang ini!"

Baru saja ia berbicara, pria-pria yang mengejarnya telah sampai.

Salah satu dari mereka, yang bertubuh kekar, menatap Xiao Tian dengan tajam.

"Anak itu mencuri roti dari warung kami!"

Xiao Tian menatap anak itu. "Apa benar begitu?"

Anak itu tertawa kecil, menggaruk kepalanya. "Uh… aku tidak punya uang, tapi aku lapar…"

Xiao Tian mendesah, lalu mengeluarkan beberapa koin emas dari sakunya.

"Ini untuk membayar rotinya. Tidak perlu memperpanjang masalah."

Para pria itu saling pandang, lalu mengangguk puas.

"Baiklah, karena sudah dibayar, kami tidak akan mempermasalahkannya!"

Setelah mereka pergi, anak itu menatap Xiao Tian dengan mata berbinar.

"Hei, kau baik sekali! Aku Lu Feng, si tampan dan berbakat!"

Xiao Tian menghela napas. "Aku Xiao Tian."

Lu Feng mendekat dengan semangat. "Kau baru di kota ini, bukan?"

Xiao Tian mengangguk.

Lu Feng tertawa. "Kalau begitu, aku akan membantumu! Aku sudah tinggal di sini selama dua tahun! Aku tahu tempat-tempat terbaik!"

Xiao Tian ingin menolak, tapi sebelum ia sempat berbicara, Lu Feng sudah menarik tangannya.

"Ayo! Aku akan membawamu ke tempat terbaik untuk makan!"

 

Pendaftaran Sekte: Awal yang Baru

Setelah makan bersama di sebuah kedai kecil, Xiao Tian dan Lu Feng berjalan ke arena utama Kota Tianxuan.

Di sana, sebuah papan pengumuman raksasa berdiri dengan tulisan besar:

> PENDAFTARAN SEKTE TELAH DIBUKA!

Sekte-sekte besar di Benua Tianxuan kini menerima murid baru!

Siapa pun yang memiliki bakat, datanglah ke arena utama untuk ujian masuk!

Xiao Tian membaca dengan seksama.

Di bawah pengumuman itu, tertera beberapa sekte besar yang sedang mencari murid:

Sekte Langit Abadi – Sekte paling kuat di Benua Tianxuan, terkenal dengan teknik pedangnya yang legendaris.

Sekte Gunung Hitam – Sekte yang berfokus pada kekuatan fisik dan pertahanan besi.

Sekte Seribu Racun – Sekte yang menguasai ilmu racun dan alkimia.

Sekte Bulan Es – Sekte yang hanya menerima murid perempuan, terkenal dengan teknik es mereka.

Sekte Naga Surgawi – Sekte dengan warisan naga, hanya menerima murid berbakat tinggi.

Lu Feng bersiul. "Wow! Semua sekte besar sedang merekrut! Aku juga ingin mendaftar!"

Xiao Tian menatapnya. "Jadi kau juga seorang kultivator?"

Lu Feng menggaruk kepalanya. "Yah… aku tidak sekuat itu, tapi aku ingin mencoba! Aku ingin bergabung dengan Sekte Langit Abadi!"

Xiao Tian mendengus. "Itu sekte terkuat. Kau yakin bisa diterima?"

Lu Feng tertawa. "Tentu saja! Aku tidak punya bakat besar, tapi aku punya keberuntungan besar!"

Xiao Tian menggeleng, tapi sedikit merasa senang.

Setidaknya, ia tidak sendirian di tempat ini.

Bersama Lu Feng, ia mulai melangkah menuju arena utama.

Babak baru dalam kehidupannya akan segera dimulai.

(Bab 8 Selesai…)

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!