Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir

Perjalanan Menuju Desa

Setelah mendapatkan Pedang Pemurni Darah dan menerima kekuatan dari Delapan Iblis, Xiao Tian tidak lagi sama seperti sebelumnya.

Darahnya mendidih.

Matanya lebih tajam.

Langkah kakinya lebih berat, seakan setiap langkah yang ia ambil membawa aura kematian.

Ia telah kehilangan segalanya. Maka, sekarang, dunia yang harus menanggung akibatnya.

Dengan tujuan yang jelas—mendapatkan lebih banyak kekuatan—Xiao Tian mulai berjalan ke arah Desa Hei Yun, desa kecil yang dikenal sebagai tempat para bandit berkumpul.

"Tempat yang sempurna untuk menguji kekuatanku."

Tangan kanannya menggenggam erat gagang Pedang Pemurni Darah, yang kini terasa seakan menjadi bagian dari dirinya.

Dan tanpa ragu, ia melangkah ke desa itu.

 

Pembantaian Dimulai

Desa Hei Yun dipenuhi orang-orang kejam. Bandit, perampok, dan pembunuh bayaran berkeliaran di sana, mencari korban baru setiap harinya.

Malam itu, saat seorang pria bertubuh besar dengan bekas luka di wajahnya melihat Xiao Tian memasuki desa, ia tertawa keras.

"Haha! Lihat, ada bocah yang tersesat di tempat kita!"

Yang lain ikut tertawa.

"Hei, bocah! Apa kau datang untuk mati?"

Xiao Tian hanya diam.

Matanya menatap mereka dengan dingin, tanpa emosi.

Lalu—SWOOSH!

Dalam sekejap, Pedang Pemurni Darah telah menebas leher pria pertama. Darah menyembur seperti air mancur, membasahi tanah.

Tawa di desa itu langsung terhenti.

Mereka semua menatap Xiao Tian dengan keterkejutan, lalu—

"BUNUH DIA!"

Puluhan pria menghunus senjata mereka dan menyerbu ke arahnya.

Namun, mereka semua hanyalah semut di mata Xiao Tian sekarang.

Dengan setiap ayunan pedangnya, tubuh-tubuh jatuh ke tanah.

Darah membasahi tanah, menciptakan genangan merah pekat.

Jeritan memenuhi udara, tetapi Xiao Tian hanya bisa mendengar satu hal—suara bisikan Delapan Iblis di dalam dirinya.

"Bagus… bunuh lebih banyak… buka segel kami…"

Ia tidak lagi berpikir.

Ia hanya membunuh.

Dan membunuh.

Dan membunuh.

Hingga akhirnya, satu suara bergema di dalam kepalanya.

"Kekuatanmu meningkat."

"Ranahmu naik."

Qi di dalam tubuhnya melonjak!

Darah dari semua yang ia bunuh diserap oleh Pedang Pemurni Darah, mengalir ke tubuhnya seperti aliran lava panas.

Dari Mortal Awal → Mortal Akhir → Pencerahan Spiritual!

Namun, saat kekuatannya semakin besar, kesadarannya mulai terkikis.

Dan sebelum ia menyadarinya—

Ia kehilangan kendali.

 

Amukan Darah

Xiao Tian tidak lagi berpikir.

Matanya berubah merah pekat.

Napasnya berat, dan tubuhnya terasa panas seakan terbakar dari dalam.

Ia melihat sesosok wanita tua berlutut, menangis, memohon untuk hidupnya.

Namun, tangannya tetap mengayunkan pedangnya.

SWISH!

Darah menyembur.

Jeritan kesakitan terdengar lagi.

Ia tidak bisa berhenti.

Ia tidak mau berhenti.

Ia ingin lebih banyak darah.

Lebih banyak kekuatan.

Tapi tiba-tiba—

"BERHENTI!"

Suara nyaring memenuhi udara, diikuti oleh hawa panas yang luar biasa.

Sebuah api emas tiba-tiba muncul di hadapan Xiao Tian, menghentikan pedangnya sebelum ia bisa menebas korban berikutnya.

Dalam sekejap, api itu meledak, mendorongnya mundur hingga ia terhempas ke tanah.

Kesadarannya yang hampir hilang mulai kembali.

Saat matanya fokus, ia melihat seorang wanita berdiri di depannya.

Seorang wanita dengan rambut panjang merah menyala, mata emas yang penuh dengan api, dan jubah merah yang berkibar dalam angin malam.

Ia menatap Xiao Tian dengan ekspresi penuh ketegasan.

"Kau sudah cukup membantai… jika kau terus seperti ini, kau tidak akan menjadi lebih kuat—kau hanya akan menjadi binatang buas tanpa jiwa."

Xiao Tian masih terengah-engah, mencoba memahami apa yang baru saja terjadi.

Wanita itu melangkah mendekatinya.

"Aku Huo Ling'er, putri dari Kerajaan Api di Alam Atas."

"Dan jika kau ingin bertahan hidup, kau harus sadar sebelum kau hancur sendiri."

Malam itu, Xiao Tian bertemu dengan seseorang yang akan mengubah takdirnya.

(Bab 5 Bersambung…)

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!