Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan

Langit Menangis, Dunia Menyaksikan

Di halaman utama sekte, sebuah tiang kayu tinggi berdiri kokoh.

Di depannya, tanah yang basah mulai menghitam akibat hujan yang turun tanpa henti.

Di sekeliling, para murid sekte berkumpul, menatap ke depan dengan berbagai ekspresi—ada yang puas, ada yang tidak peduli, dan ada yang sedikit iba.

Di antara mereka, Xiao Tian berdiri dengan ekspresi datar, menatap seorang pria yang tubuhnya diikat erat ke tiang kayu itu.

Li Heng.

Pakaiannya lusuh, robek di beberapa tempat, wajahnya tertutup kotoran dan darah kering. Tapi matanya—mata itu masih menyala dengan amarah yang mendidih.

Tetapi tak ada yang peduli dengan tatapan itu.

Yang ada hanyalah kekejaman sekte.

Di dekatnya, seorang eksekutor berbadan besar menggenggam cambuk panjang yang ujungnya dihiasi dengan paku-paku kecil.

Cambuk itu bukanlah cambuk biasa—itu adalah Cambuk Besi Naga, sebuah alat hukuman yang bahkan bisa mengoyak kulit seorang ahli kultivasi.

Dan sekarang, cambuk itu diangkat ke udara.

Cambukan Pertama

SWIIISSHH!!

CRACK!!

Cambuk itu menampar punggung Li Heng dengan keras.

Darah langsung muncrat, robekan merah menghiasi kulitnya yang sudah kotor.

"HGGH—!!" Li Heng menggigit bibirnya, menahan jeritan.

Tapi para murid di sekitar hanya menonton dengan wajah tak berperasaan.

"Baru satu cambukan, kenapa dia masih bisa diam?" bisik seorang murid.

"Dia hanya pura-pura kuat," sahut yang lain. "Sebentar lagi dia pasti menangis seperti bayi."

Namun, Li Heng tetap menggertakkan giginya, menahan rasa sakit yang menjalar dari punggung ke seluruh tubuhnya.

SWIIISSHH!!

CRACK!!

Cambukan Kedua.

Rasa panas bercampur perih merobek punggungnya yang mulai dipenuhi luka.

Darah mengalir deras, membasahi lantai batu di bawahnya.

Tapi dia masih diam.

Di kejauhan, Zhao Yuyan menggigit bibirnya, tangannya mengepal.

Dia tidak berani bicara.

Dia hanya menonton pria yang pernah menyukai dan melindunginya, kini terikat dan dihukum tanpa belas kasihan.

Di sisi lain, Shen Tian duduk dengan ekspresi puas, menikmati pertunjukan ini.

Dan di tempatnya sendiri, Xiao Tian masih terdiam.

"Bagaimana rasanya, Li Heng? Apakah ini akan menghancurkanmu, atau justru membangkitkan sesuatu dalam dirimu?"

Cambukan Ketiga Hingga Kedua Puluh

SWIIISSHH!! CRACK!!

SWIIISSHH!! CRACK!!

Hujan terus turun, bercampur dengan darah yang mulai mengalir deras.

Di titik ini, tubuh Li Heng mulai bergetar.

Napasnya menjadi kasar.

Matanya berkunang-kunang.

Tapi dia masih belum bersuara.

"Sialan..." geram eksekutor.

"Kita akan lihat berapa lama kau bisa bertahan!"

Dan dengan kemarahan, cambukan terus berlanjut!

Cambukan Keempat Puluh Hingga Keenam Puluh

SWIIISSHH!! CRACK!!

Pada titik ini, daging di punggung Li Heng sudah hampir terkelupas sepenuhnya.

Bahkan para murid yang awalnya menikmati hukuman ini mulai merasa tidak nyaman melihatnya.

Namun, tetua-tetua sekte tetap diam, membiarkan hukuman terus berlangsung.

Cambukan Ketujuh Puluh Hingga Delapan Puluh

Pada cambukan ketujuh puluh, Li Heng akhirnya mengeluarkan suara—bukan jeritan, tapi tawa yang lemah.

"Kh... Khkh... Hahahah..."

Suaranya lirih, tapi terdengar jelas di antara suara hujan.

Seseorang menelan ludah.

"Dia masih bisa tertawa setelah semua ini?"

"Apa dia sudah gila?"

Di kejauhan, mata Xiao Tian menyipit.

Sebuah kilatan aneh muncul dalam tatapannya.

Dan pada cambukan ke-delapan puluh, tubuh Li Heng akhirnya terkulai lemas.

Tapi sebelum pingsan, dia tersenyum ke arah langit yang kelam.

"Ternyata... dunia ini benar-benar tempat yang kejam..."

Dan dalam lamunannya, sebuah suara hitam berbisik di kepalanya...

"Kau ingin kekuatan...? Aku bisa memberimu kekuatan..."

Lalu segalanya menjadi gelap.

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!