Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis

Kembali ke Rumah

Xiao Tian berjalan tertatih-tatih di jalan desa yang gelap, menuju rumah kecil tempat ia dan ibunya tinggal. Tubuhnya masih penuh luka, tapi rasa sakit itu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan kehancuran di hatinya.

Ia telah kehilangan satu-satunya orang yang peduli padanya.

Ia telah dihina, diinjak-injak, dan dianggap sampah.

Saat ini, hanya satu hal yang mengisi pikirannya: Ia harus menjadi lebih kuat.

Saat tiba di rumah, keheningan menyambutnya. Rumah itu tampak kosong tanpa suara lembut ibunya. Ia melangkah masuk dengan lemas, menuju ruangan kecil tempat ibunya biasa membuat kue.

Namun, saat ia berdiri di tengah ruangan, lantai di bawahnya tiba-tiba retak.

"Apa ini?!"

Tanah di bawah kakinya ambruk, dan tubuhnya langsung jatuh ke dalam kegelapan.

 

Ruang Rahasia yang Tersembunyi

Xiao Tian terjatuh ke dalam ruangan gelap dan lembab. Debu memenuhi udara, dan aroma logam tua menyengat hidungnya. Dengan susah payah, ia bangkit dan menatap sekeliling.

Ruangan ini penuh dengan ukiran-ukiran kuno di dinding, serta rak-rak kayu yang dipenuhi buku-buku tua. Di tengah ruangan, terdapat sebuah altar batu yang dipenuhi rantai.

"Tempat apa ini?"

Saat berjalan lebih dalam, ia melihat meja kecil dengan beberapa gulungan kertas yang sudah menguning. Dengan tangan gemetar, ia mengambil salah satunya dan mulai membaca.

 

Rahasia Darah dan Dewa

"Catatan Lin Rou"

"Jika kau menemukan ini, itu berarti kau sudah cukup dewasa untuk mengetahui kebenaran… Aku adalah Lin Rou, seorang gadis suci dari Aula Pemurnian Darah di Alam Atas."

Mata Xiao Tian membelalak.

"Ibu… berasal dari Alam Atas?!"

Ia melanjutkan membaca.

"Aku jatuh cinta dengan seorang pria dari Alam Dewa. Dia kuat, tampan, dan dihormati oleh banyak orang. Dia berjanji akan selalu bersamaku… tetapi pada akhirnya, dia meninggalkanku untuk wanita lain."

"Saat itu, aku telah mengandungmu. Aku melarikan diri ke dunia ini untuk membesarkanmu, jauh dari perebutan kekuasaan dan pengkhianatan yang terjadi di Alam Atas."

"Kau memiliki darah Pemurnian Darah dariku, dan darah Dewa dari ayahmu. Jika kau menemukan tempat ini… maka aku hanya bisa berharap kau cukup kuat untuk menghadapi takdirmu sendiri."

"Di tempat ini, ada satu pusaka yang kutinggalkan untukmu—Pedang Pemurni Darah."

"Namun… berhati-hatilah. Pedang ini bukan senjata biasa. Ia memiliki kekuatan yang bisa mengubah nasibmu… tapi juga bisa menghancurkanmu."

Xiao Tian terdiam, jari-jarinya menggenggam gulungan itu dengan erat.

"Aku memiliki darah Pemurnian Darah dan darah Dewa…?"

"Ayahku meninggalkan ibu demi wanita lain…?"

Darahnya mendidih.

Semua penderitaan ini… semua penghinaan ini…!

Ia mengepalkan tinjunya. Jika ia benar-benar memiliki darah dari dua garis keturunan terkuat di Alam Atas, mengapa ia begitu lemah?

Matanya beralih ke altar batu di tengah ruangan.

Di sana, sebuah pedang raksasa tersegel dengan rantai tebal.

 

Pedang Pemurni Darah

Xiao Tian mendekati altar batu. Pedang itu luar biasa besar, dengan bilah merah tua yang terlihat seolah berdenyut seperti aliran darah. Rantai hitam tebal membelit pedang itu, menahan kekuatannya agar tidak lepas.

"Pedang Pemurni Darah… pusaka ibuku…"

Ketika ia mengulurkan tangan untuk menyentuh pedang itu, suara bisikan memenuhi pikirannya.

"Lepaskan aku…"

"Buka segel ini…"

Jantungnya berdetak cepat. Ia bisa merasakan aura mengerikan yang terperangkap di dalam pedang ini.

Tapi ia tidak peduli.

Ia telah kehilangan segalanya. Jika pedang ini bisa memberinya kekuatan, maka ia akan mengambilnya!

Dengan kekuatan terakhirnya, ia mencengkeram gagang pedang dan menariknya sekuat tenaga.

CLANK!

Salah satu rantai putus.

CLANK! CLANK!

Satu per satu, rantai-rantai itu mulai hancur.

Tiba-tiba, gelombang energi merah darah meledak dari pedang itu, memenuhi seluruh ruangan.

Xiao Tian merasa pikirannya berputar, seolah-olah ia ditarik ke dalam kegelapan.

 

Kesadaran Delapan Iblis

Ketika ia membuka matanya lagi, ia berada di tempat yang asing.

Langit merah darah. Tanah retak dipenuhi genangan darah. Angin dingin berbisik di telinganya.

Di depannya, delapan sosok berdiri dalam bayangan.

Mereka semua memiliki aura yang luar biasa menakutkan.

Salah satu dari mereka, sosok berjubah hitam dengan mata merah menyala, berbicara pertama kali.

"Akhirnya… kau membangunkan kami."

"Kau ingin menjadi lebih kuat, bukan?" tanya iblis lain dengan tawa mengerikan.

Xiao Tian mengepalkan tinjunya. "Siapa kalian?"

Sosok tertinggi di antara mereka maju. Ia memiliki tanduk hitam besar dan mata yang dipenuhi kebencian.

"Kami adalah Delapan Iblis Pemurnian Darah. Dan sekarang, kami adalah bagian darimu."

"Jika kau ingin mendapatkan kekuatan sejati… maka kau harus membuka segel kami semua."

"Bagaimana caranya?"

Semua iblis itu tersenyum kejam.

"Membunuh."

"Semakin banyak darah yang kau tumpahkan, semakin kuat kau akan menjadi."

Xiao Tian terdiam.

Ia sudah kehilangan segalanya.

Jika ini adalah jalan satu-satunya untuk menjadi lebih kuat… maka ia tidak akan mundur.

 

Bangkitnya Pembantai

Xiao Tian membuka matanya di dunia nyata. Ia masih berada di ruang rahasia, tetapi sekarang, Pedang Pemurni Darah sudah berada di tangannya.

Aura merah gelap mengalir di sekelilingnya.

Ia bisa merasakan kekuatan baru yang mengalir dalam tubuhnya—kekuatan yang mengerikan.

Kini, ia memiliki tujuan.

Ia akan membunuh.

Ia akan membuka segel Delapan Iblis.

Ia akan menghancurkan semua yang telah menginjak-injaknya.

(Bab 4 Bersambung…)

Episodes
1 Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2 Bab 2: Kembali ke Ibu
3 Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4 Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5 Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6 Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7 Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8 Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9 Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10 Bab 10: Jalan yang Berbeda
11 Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12 Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13 Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14 Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15 Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16 Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17 Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18 Bab 18: Wajah yang Dikenal
19 Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20 Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21 Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22 Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23 Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24 Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25 Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26 Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27 Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28 Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29 Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30 Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31 Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32 Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33 Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34 Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35 Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36 Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37 Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38 Bab 38: Darah dan Kehancuran
39 Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40 Bab 40: Malam di Kota
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengkhianatan di Puncak Langit
2
Bab 2: Kembali ke Ibu
3
Bab 3: Harga yang Terlalu Mahal
4
Bab 4: Warisan Darah dan Delapan Iblis
5
Bab 5: Amukan Darah dan Pertemuan Takdir
6
Bab 6: Cahaya dalam Kegelapan
7
Bab 7: Latihan dan Perpisahan
8
Bab 8: Melangkah ke Benua Baru
9
Bab 9: Ujian Masuk Sekte
10
Bab 10: Jalan yang Berbeda
11
Bab 11: Pertempuran Murid Inti & Luka di Bawah Rembulan
12
Bab 12 : Hukuman di Bawah Hujan
13
Bab 13: Petunjuk Pulau Terlarang
14
Bab 14: Perpisahan dan Perjalanan ke Pulau Terlarang
15
Bab 15: Menghadapi Sosok Misterius di Pulau Terlarang
16
Bab 16: Pulau Terlarang dan Tujuh Tetua
17
Bab 17: Dibawa ke Desa Misterius
18
Bab 18: Wajah yang Dikenal
19
Bab 19: Tujuh Guru, Tujuh Warisan
20
Bab 20: Latihan di Pulau Terlarang & Kepergian dari Desa
21
Bab 21: Reruntuhan di Tengah Kegelapan
22
Bab 22: Warisan Kegelapan dan Pembukaan Segel Pertama
23
Bab 23: Kegelapan yang Datang & Kepergian dari Pulau Terlarang
24
Bab 24: Perjalanan Menuju Reruntuhan Dewa Kuno
25
Bab 25: Permainan Kematian di Reruntuhan Dewa Kuno
26
Bab 26: Permainan Kematian Memasuki Babak Baru
27
Bab 27: Pembantaian di Depan Gerbang
28
Bab 28: Pewaris Dewa dan Pertempuran Melawan Kegelapan
29
Bab 29: Bangkitnya Pewaris Dewa dan Segel Budak
30
Bab 30: Perjalanan ke Hutan Malapetaka
31
Bab 31: Kabut Kematian dan Pertarungan di Kejauhan
32
Bab 32: Malam di Hutan Beracun
33
Bab 33: Pertempuran di Tengah Malam
34
Bab 34: Cahaya Emas dan Gerbang Tertutup
35
Bab 35: Pertempuran Terjadi, Ular Raksasa dan Burung Phoenix
36
Bab 36: Gerbang yang Terbuka dan Langkah Selanjutnya
37
Bab 37: Harta yang Tersembunyi
38
Bab 38: Darah dan Kehancuran
39
Bab 39: Kekuatan yang Terlalu Besar
40
Bab 40: Malam di Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!